Category: Keintiman

IDENTITY CRISIS ( KRISIS IDENTITAS )

WHAT’S YOUR IDENTITY NOW ? ( APA IDENTITASMU SEKARANG ? )

image

IDENTITY CRISIS – KRISIS IDENTITAS

Sebab kamu tidak menerima roh perbudakan yang membuat kamu menjadi takut lagi, tetapi kamu telah menerima Roh yang menjadikan kamu anak Allah. Oleh Roh itu kita berseru: “ya Abba, ya Bapa!” Roh itu bersaksi bersama-sama dengan roh kita, bahwa kita adalah anak-anak Allah. (Roma 8:15-16)

Tuhan Yesus telah membayar mahal untuk kita mendapatkan status baru. Dimerdekakan dari budak dosa dan dijadikan keluarga Allah. Identitas yang ada pada kita bukanlah sesuatu yang murahan. Berubah status dari budak dosa menjadi ANAK RAJA tidak langsung bisa kita hidupi dengan konsisten….

LIFE BEGINS AT HOME – COURAGEOUS

LIFE BEGINS AT HOME – COURAGEOUS
HIDUP DIMULAI DARI KELUARGA – KEBERANIAN
image

Keadaan dunia saat ini yang penuh dengan tindakan amoral, tindakan kekerasan, tindakan pemberontakan terhadap segala hal… Semua bermula dari keluarga ! Pemulihan hati Bapa harus terjadi atas setiap keluarga. Agar hati Bapa dapat mengalir dalam kehidupan pribadi lepas pribadi. Sehingga terang itu dapat bersinar dalam kehidupan kita.

Setelah kita diselamatkan, maka kita harus mengenal Allah Bapa kita.
Seperti apakah Allah Bapa itu? Jika Dia benar-benar ada, seperti apakah Dia?

I. YESUS MEMBAWA KITA MENGENAL BAPA

Kata Yesus kepadanya: “Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku. Sekiranya kamu mengenal Aku, pasti kamu juga mengenal Bapa-Ku. Sekarang ini kamu mengenal Dia dan kamu melihat Dia” (Yohanes 14:6-7)

Tujuan Yesus datang ke dunia adalah untuk memperkenalkan Bapa. Pada kenyataannya banyak orang Kristen yang belum mengenal Bapa. Kalau kita mengenal Bapa, hidup kita menjadi tenang. Yesus telah membayar harga yang mahal agar kita mengenal Bapa, dengan cara disalibkan, dikutuk dan diejek. Kalau ada dosa, maka tidak akan ada damai, sehingga manusia perlu menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juru Selamat.
image

Pada suatu hari ada seorang anak berumur 5 tahun dalam kesederhanaannya yang kekanak-kanakan mengajukan pertanyaan kepada ayahnya, yang banyak orang dewasapun ingin mendapatkan jawabannya, yaitu: jika Allah itu ada, seperti apakah Dia?
   
“Tidak seorangpun yang pernah melihat Allah; tetapi Anak Tunggal Allah, yang ada dipangkuan  Bapa, Dialah yang menyatakan-Nya” (Yohanes 1:18).

Ayah anak itu mengatakan bahwa Allah itu seperti Yesus.
Sebenarnya bagaimana Bapa di sorga?
Yohanes 14:9 Kata Yesus kepadanya: ”Telah sekian lama Aku bersama-sama kamu, Filipus, namun engkau tidak mengenal Aku? Barangsiapa telah melihat Aku, ia telah melihat Bapa; bagaimana engkau berkata: Tunjukkanlah Bapa itu kepada kami

Standar ideal Bapa adalah Yesus.
Gambaran Yesus sebagai Allah Bapa:
1.    Penuh kemurahan,
2.    Pengampunan,
3.    Keramahan
4.    Kasih sayang.
Melalui kehidupan-Nya Ia memperlihatkan sifat Bapa surgawi kita.

Dalam Yohanes 14:9 dikatakan “Barangsiapa telah melihat Aku, ia telah melihat Bapa; ..”
   
Salah satu contoh tentang bagaimana Yesus menyatakan Bapa kepada kita ada dalam Alkitab, ketika beberapa ibu ingin agar anak-anak mereka diberkati Yesus, murid-murid-Nya berpikir Ia terlalu sibuk untuk itu. Namun Yesus memarahi murid-murid-Nya dan berkata kepada mereka: “Biarkan anak-anak itu datang kepada-Ku, jangan menghalang-halangi mereka,…” Lalu Ia memeluk anak-anak itu dan sambil meletakkan tangan-Nya atas mereka Ia memberkati mereka. (Markus 10:13-16).

Sering kali kita bertanya-tanya mengapa kita dilahirkan ke dunia sebagai bayi yang tidak berdaya. Padahal Allah dapat memberlakukan sistem reproduksi yang dapat menghasilkan manusia dengan fisik yang lengkap seperti manusia ciptaan-Nya yang pertama-Adam dan Hawa. Tetapi Ia memilih untuk menciptakan kita sebagai makhluk dalam proses, orang yang akan bertumbuh perlahan-lahan secara fisik, emosional dan mental, dan akhirnya muncul sebagai orang yang dewasa. Karena Ia bermaksud untuk menjadikan keluarga sebagai wadah tempat kasih-Nya, sehingga anak-anak dapat bertumbuh dengan perasaan dimengerti, dikasihi dan diterima. Sayang sekali banyak keluarga tidak memenuhi ideal ini.
image

II. PENGHALANG KITA MENGENAL BAPA DI SURGA:
Penghalang kita mengenal Bapa di surga adalah karena adanya gambar bapa jasmani yang rusak
   
Tidak mudah orang mengakui dan mengenal Bapa, berbeda dengan Yesus dan Roh Kudus. Yesus dan Roh Kudus adalah nama yang sangat jarang digunakan, sedangkan Bapa sering digunakan untuk memanggil bapa kita didunia, sehingga apabila gambaran kita mengenai bapa di dunia rusak, maka pandangan kita terhadap Bapa kita di sorga juga akan rusak.  Kalau kita memiliki gambaran yang buruk atau memiliki trauma dengan bapa kita, maka harus dipulihkan.
Macam-macam gambaran bapa yang rusak:
–    Bapa yang otoriter, terlalu keras
–    Bapa yang terlalu memanjakan atau gampangan
–    Disiplin yang salah
–    Kurang penghargaan
–    Sulit berkomunikasi
–    Kasih yang bersyarat

Tujuh hal yang berbeda mengenai salah pengertian terhadap-Nya yang seringkali berasal dari keadaan masa kanak-kanak:
1.    Otoritas
    Kita kadang sering menjauh dengan ciut hati dari otoritas Allah Bapa, karena kita anggap Ia sama dengan tokoh lain yang berotoritas dalam hidup kita, yang kejam, galak, sewenang-wenang, padahal otoritas sebenarnya adalah pengayoman. Kasih Allah adalah sempurna. (Efesus 6:4) à “Dan kamu, bapa-bapa, janganlah bangkitkan amarah di dalam hati anak-anakmu, tetapi didiklah mereka di dalam ajaran dan nasihat Tuhan.” (Yesaya 49:15)

2.    Kepercayaan
    Allah adalah satu-satunya Bapa yang tidak akan pernah mengecewakan kita. Dalam             2 Timotius 2:13 à “Jika kita tidak setia, Dia tetap setia, karena Dia tidak dapat menyangkal diri-Nya.” Apabila Ia berjanji, Ia pasti akan menepatinya (Bilangan 23:18)

3.    Penghargaan / Nilai-nilai
Seringkali orang tua kita tidak pernah memberikan suatu penghargaan atas keberhasilan kita. Mereka hanya mengkritik dan tidak pernah memuji. Hal ini menyebabkan anak merasa minder dan tidak berharga, padahal Firman Tuhan berkata bahwa kita adalah serupa dan segambar dengan Allah (Yesaya 42:4 A).
image

4.    Disiplin dan Kasih
Bapa adalah penuh kasih, tetapi Ia juga Bapa yang adil dan mendidik, menghukum kita apabila kita melakukan kesalahan. Dialah yang mengejar kita dengan pengampunan dan kasih, bukan kita yang mencari-cari-Nya. “Aku menarik mereka dengan tali kesetiaan, dengan ikatan kasih. …” (Hosea 11:4). Kalau kita hanya menerima kasih, kita akan menjadi anak yang manja. Apabila kita hanya didisiplin tanpa dikasihi, maka kita akan penuh dengan kepahitan. Amsal 3:11-12

5.    Kehadiran / Pengertian isi hati
    Salah satu sifat Allah yang tidak dapat ditiru oleh orang tua manapun, yaitu kesanggupan-Nya untuk berada bersama kita sepanjang waktu. Karena orang tua terbatas dan tidak bisa memberi perhatian terus selama 24 jam setiap hari. Dia bersama kita setiap saat dan Ia juga memberi seluruh perhatian-Nya kepada kita: “Serahkanlah segala kekuatiranmu kepada-Nya, sebab Ia yang memelihara kamu.” (1 Petrus 5:7). Ia juga yang mengerti isi hati kita, bagaimana kita rindu menyenangkan hati Bapa. Seringkali orang tua hanya melihat hasil akhir dan tidak memahami perjuangan anak.

6.    Penerimaan
    Allah adalah Allah yang mengasihi tanpa syarat. Kita tidak perlu berbuat apa-apa untuk meyakinkan Dia supaya mengasihi kita, namun kita perlu menerima kasih-Nya. Ia hanya meminta kita datang kepada-Nya dengan jujur dan sungguh-sungguh; maka Ia akan mengampuni kita dan menjadikan kita anak-anak-Nya. Dalam Alkitab, nabi Zefanya melukiskan perasaan serupa di dalam hati Allah bagi kita: “Tuhan Allahmu ada diantaramu sebagai pahlawan yang memberi kemenangan. Ia bergirang karena engkau dengan sukacita, Ia membaharui engkau dalam kasih-Nya, Ia bersorak-sorak karena Engkau dengan sorak-sorai” (Zef 3:17). Anak yang orang tuanya memiliki kasih bersyarat, maka ia selalu memakai topeng dan berpura-pura baik, karena takut tertolak. Kisah anak yang hilang – anak yang sulung (Lukas 15;11-32)
image

7.    Komunikasi
    Komunikasi yang hangat dan terbuka sangat sukar bagi banyak orang tua, namun Allah dengan jelas mengkomunikasikan kasih-Nya kepada kita. Sesungguhnya, Ia begitu mengasihi kita, (Yohanes 3:16). Sehingga melalui Yesus komunikasi kita dengan Bapa tidak terhalang oleh dosa. Akibat komunikasi kita dengan orang tua kita buruk adalah tidak tahan berdoa, karena kita sulit berkomunikasi dengan orang tua kita dan menganggap Allah tidak punya waktu untuk kita. Mazmur 145:18.

III. PEMULIHAN GAMBAR BAPA MELALUI PENGAMPUNAN

Maleakhi 4:5-6
Kalau kita mau dipulihkan, kita harus mengampuni bapa kita. Pemulihan memori. Kasih Bapa tidak bersyarat. Kasih Bapa tidak bertambah walaupun kita tambah baik atau tambah buruk. Kisah anak yang hilang.

Tiga aspek dari hati Allah Bapa terlihat dalam perumpamaan tentang anak yang hilang:

1.    Kebebasan untuk Memilih
Sang ayah cukup mengasihi anaknya untuk membiarkannya meninggalkan rumah. Meskipun hatinya berduka.
#    Allah yang berdaulat memilih untuk memberi kehendak bebas kepada manusia.
#    Ia mengambil resiko untuk ditolak

2.    Menunggu dengan Sabar
Sang ayah amat mengasihi putranya sampai setiap hari ia mengawasi kalau-kalau anaknya pulang.
#    Adanya kasih karunia yang membawa pertobatan
Yesaya 30:18; Roma 2:4. Dialah Bapa yang menanti.

3.    Penerimaan yang Tanpa Syarat
Sang ayah begitu mengasihi anaknya sehingga ketika anaknya pulang ia tidak menghukum anaknya atas tindakan-tindakannya yang salah, tetapi mengampuninya dan merayakan kepulangannya dengan pesta besar.
#    Allah menantikan kita untuk menanggapi kasih-Nya
#    Dan menerima pengampunan-Nya
#    Ketika kita melakukannya, Ia menyambut kita dengan bebas dan sepenuhnya.

Memang Allah itu kasih dan selalu mau mengampuni, tetapi Ia juga membenci kejahatan dan tidak mentolerir kita untuk mendua hati.
image

Karakter BAPA menurut Alkitab :

1.    Pencipta :
Yang menciptakan kita menurut gambar dan rupa-Nya dengan kebebasan untuk memilih apakah mau menanggapi kasih-Nya. Kisah 17:28; Yes. 64:8

2.    Pemelihara :
    Yang memenuhi kebutuhan kita secara jasmani, emosional, mental dan spiritual.
Matius 7:11

3.    Kawan dan penasehat :
    Dialah yang rindu mempunyai persahabatan yang akrab dengan kita dan untuk memberikan nasehat-Nya yang bijaksana serta petunjuk-petunjuk-Nya kepada kita.
    “Engkaulah kawanku sejak kecil!” (Yeremia 3:4).
“… dan namanya disebutkan orang: Penasehat Ajaib, Allah yang Perkasa, Bapa yang Kekal, Raja Damai.” (Yesaya 9:5).
“Dengan nasihat-Mu Engkau menuntun aku.” (Mazmur 73:24).

4.    Korektor :
Dialah yang mengoreksi (menegur) dan mendisiplinkan kita.
Ibrani 12:5-6,8,11

5.    Penebus :
    Dialah yang mengampuni kesalahan anak-anak-Nya dan mendatangkan kebaikan dari kegagalan dan kelemahan mereka; Dialah yang menyelamatkan.
    “Tuhan adalah penyayang dan pengasih, panjang sabar dan berlimpah kasih setia Sejauh timur dari barat, demikian dijauhkan-Nya dari pada kita pelanggaran kita. Seperti Bapa sayang kepada anak-anak-Nya, demikian sayang kepada orang-orang yang takut akan Dia.” (Mazmur 103:8, 12-13).

6.    Penghibur :
    Dialah yang mengasihi kita dan menghibur kita pada saat susah.
     “Terpujilah Allah, Bapa Tuhan kita Yesus Kristus Bapa yang penuh belas kasihan dan Allah sumber segala penghiburan. Yang menghibur kami dalam segala penderitaan kami.” (2 Kor. 1:3, 34).

7.    Pembela dan pembalas :
    Dialah yang melindungi, membela dan membebaskan/melepaskan anak-anak-Nya Mazmur 91:1-3

8.    Bapa
    Dialah yang ingin membebaskan kita dari segala ilah palsu sehingga Ia dapat menjadi Bapa kita. ”Dan Aku akan menjadi Bapamu, dan menjadi anak-anak-Ku laki-laki dan anak-anak-Ku perempuan, demikianlah firman Tuhan, yang Maha Kuasa.” (2 Korintus 6:18).

9.    Bapa bagi yang tidak berayah:
    Dialah yang mempedulikan anak yatim dan janda.
    “Bapa bagi anak yatim dan pelindung bagi para janda, itulah Allah  di kediaman-Nya yang Kudus: Allah memberi tempat tinggal kepada orang-orang sebatang kara.”               (Mazmur 68:6-7).

10.    Bapa yang mengasihi:
    Dialah yang menyatakan Diri-Nya melalui Yesus Kristus.
    “Sebab Bapa sendiri mengasihi kamu, karena kamu telah mengasihi Aku dan percaya, bahwa Aku datang dari Allah.” (Yoh. 16:27).

Allah adalah Bapa yang menanti, Bapa yang mengasihi, dan banyak lagi! Ketika kita menghabiskan waktu bersama Dia, kita akan menemukan pandangan yang segar terhadap karakter-Nya dan kedalaman yang baru dalam hubungan dengan Dia.
image

SINOPSIS FILM :

Judul Film: Courageous
Tagline: Honor begins at home….
Pemain : Alex Kendrick, Kevin Downes, Ben Davies, Ken Bevel, Matt Hardwick

Film rohani ini buat saya sangat inspiratif. Sebuah film keluarga yang patut ditonton saat kumpul dalam acara keluarga.

Dikisahkan ada 5 orang pria dewasa. 4 orang berprofesi sebagai polisi dan 1 orang yang masih penganguran. Alex Kendrick produser sekaligus actor yang berperan sebagai sheriff di Albany Georgia bersama 3 orang rekannya.

Sebagai seorang ayah, sheriff ini sangat kaku. Baginya urusan membesarkan anak adalah peran yang lebih banyak dipikul oleh istrinya (Victoria). Buat dia, pekerjaan sebagai polisi lah yang utama. Mereka dikaruniai sepasang anak. Anak laki-laki nya yang berusaha mengajak sang ayah untuk ikut perlombaan lari ayah-putra dengan jarak 5 km, mendapat penolakan sang ayah. Sedangkan sang anak perempuan yang lebih dekat dengan sang ayah mengajak dan membujuk ayahnya untuk menari bersama-sama. Namun harapan sang anak pun kandas. Sang ayah menolak karena malu dilihat orang dan tidak bisa menari. Hal yang kemudian sangat disesali sang sheriff setelah sang putri meninggal karena ditabrak pengemudi mabuk. Kejadian ini kemudian mengubah paradigm sang sheriff dan ia berusaha untuk menjadi ayah yang baik bagi sang putranya. Sebuah usaha yang tidak mudah. Ia harus mengubah hatinya terlebih dahulu. Ia memohon pertolongan Tuhan untuk mengatasi masalah kehilangan anak perempuan mereka. Ia harus menguatkan istri yang menyesal telah mengijinkan anaknya untuk pergi ke acara nari sebelum akhirnya ditabrak. Ia harus menguatkan anaknya laki-lakinya yang merasa belum menjadi seorang kakak yang baik. Terlebih lagi ia harus mengatasi rasa sesalnya telah menolak sang putri untuk menari bersama. Akhirnya ia pun menari seorang diri di taman dimana dulu anak gadisnya itu mengajaknya, sembari berkata kepada Tuhan: “Tuhan,, tolong sampaikan kepada anakku,aku mau menari untuknya saat ini…” Sebuah usaha yang tidak mudah untuk mengubah hidupnya untuk bisa bertindak sebagai ayah yang ‘hebat’, setelah salah seorang anaknya telah meninggal.

* * * * *

Bawahan sang sheriff memiliki masalah yang berbeda. Ia baru saja diberi ijin untuk menggunakan senjata api yang diperlukan dalam melaksanakan tugasnya. Ia tidak percaya dengan hal-hal yang religius. Ia yang termuda dari keempat polisi. Dengan bermodalkan wajahnya yang tampan, ia telah berhubungan dengan seorang gadis sehingga sang gadis hamil. Namun ia lari dari tanggung jawab. Buatnya hubungan dengan sang gadis hanya untuk memuasakan kedagingannya saja. Setelah tahu sang gadis hamil, ia pun meninggalkannya sampai sang gadis melahirkan dan  membesarkan anak perempuan mereka sendirian. Alasannya sederhana : ia merasa tidak mencintai sang gadis. Berkat sang sheriff dengan resolusi buat para ayah, ia pun berusaha untuk berkumpul kembali dengan gadis yang telah dihamilinya dan memberikan sosok ayah bagi putrinya. Akan berhasilkah usahanya?

********
image

Seorang rekan kerja sang sheriff yang berkulit hitam memiliki masalah yang berbeda. Ia sangat protektif. Anak gadisnya (15 tahun) dilarangnya berpacaran sampai berusia 17 tahun. Namun sang anak dengan dalih hanya jalan-jalan ke mal, tetap ingin ‘berkencan’ dengan pemuda pilihannya. Saat sang pemuda datang, ia pun dilarang sang ayah berkencan dengan anak gadisnya. Sebenarnya keluarganya merupakan keluarga yang ‘sehat’ namun dengan kesadaran baru yang didapat dari sang sheriff yang kehilangan gadisnya dan mengikuti resolusi bagi para ayah, ia pun mengalami perubahan. Ia pun mengajarkan nilai yang sangat berharga bagi seorang gadis dengan mengajak sang anak gadis nya berkencan. Sebenarnya ia sendiri mengalami luka batin yang diterimanya dari ayahnya. Dan ketika telah dewasa, kepahitan dalam dirinya membuatnya tak memaafkan ayahnya walaupun ayahnya sudah terbujur kaku dan berada dalam liang kubur. Bagaimana akhirnya ia mampu mengampuni sang ayah?

********
image

Rekan sang sheriff yang terakhir memiliki masalah yang lain lagi. Ia telah bercerai dengan istri. Putra mereka tinggal dengan sang istri. Ia memiliki hak untuk mengunjungi sang putra. Setelah bergabung dengan resolusi bagi para ayah, ia pun berusaha dekat dengan sang anak. Sayangnya, gaya hidupnya membuatnya terjerumus dalam tindakan criminal lainnya sehingga akhirnya ia pun di penjara. Ia menyesal dan meminta sang sheriff untuk mengawasi perkembangan dan menemani sang putra.

********
image

Yang terakhir, adalah seorang hispanik yang walau telah memiliki ijin bekerja di Amerika, namun belum mendapat pekerjaan yang dibutuhkan untuk menghidupi keluarganya (istri dan kedua anaknya). Tak putus-putusnya ia memohon pertolongan Tuhan untuk mendapat pekerjaan. Mujijat pun terjadi. Ia berkenalan secara tak sengaja dengan sang sheriff yang memang kebetulan sedang membutuhkan orang untuk melakukan pekerjaan tukang. Melihat kualitas pekerjaannya yang baik, sang sheriff pun mengenalkannya pada perusahaan tekstil yang membutuhkan tenaga kerja. Berkat integritas nya akhirnya ia mendapat mencukupi kebutuhan keluarganya

********

Intinya peran seorang ayah dalam keluarga tidak dapat ditiadakan. Banyak berandal dan kriminal (pelaku kejahatan) yang bila diteliti latar belakangnya berasal dari keluarga yang kehilangan figure seorang ayah. Bisa karena ayahnya bercerai , melarikan diri dari tanggung jawab setelah ibunya hamil, kekakuan sang ayah karena mementingkan tugas, atau pun ayah yang terlalu protektif. Para ayah sendiri punya masalah karena pengaruh dari lingkungan keluarganya dahulu. Bagaimana bisa berubah? Pertolongan dan pengenalan akan Tuhan Yesus diperlukan untuk itu. Perlu sebuah resolusi yang berlandaskan firman Tuhan bagi para ayah. Diperlukan para ayah yang berani dan bertekad kuat (courageous) untuk mau melakukan resolusi bagi para ayah.
image

Film ini juga dilatarbelakangi pekerjaan polisi yang sangat beresiko karena berhadapan dengan para kriminal dan anggota gang.

Film yang bercerita tentang kehidupan pada umumnya, tapi berbeda dengan film lainnya karena menceritakan tentang kehidupan para penegak hukum di Albany Georgia yang sarat dengan dunia penuh kekerasan.
Mereka harus tetap berjibaku dengan kekerasan, menghadapi resiko kematian setiap kali menjalankan tugas, menghadapi pengedar /bandar narkoba,hidup dalam lingkungan yang sarat dengan korupsi,tapi harus tetap menjadi orang-orang yang hidup dalam Tuhan.
Kehidupan dalam institusi kepolisian mungkin akan memancing banyak reaksi dan reflek yang berbau kekerasan karena berhubungan dengan dunia penegakkan hukum dijalanan dan sekali lagi sarat dengan “ajakan untuk melakukan banyak dosa karena banyak bersifat duniawi.
Bisakah mereka, tetap berprinsip kasih ketika senjata ditodongkan kepada mereka?
Bisakah ketika mereka ditembaki dalam sebuah baku tembak seru, “mereka memberikan pipi yang lain jika pipi mu ditampar orang?”
Atau
bisakah mereka menutup mata jika korupsi atau pelanggaran terjadi pada rekan atau keluarga di depan matanya sebagai penegak hukum?
image

Film ini akan menjawabnya, dan tak rugi jika bisa menontonnya karena mengandung banyak inspirasi dan pesan moral untuk bertindak sebagai orang-orang yang mau berubah demi sesama, tentunya dengan meninggalkan keegoisan diri masing-masing.

MARILAH KITA MEMPERSIAPKAN DIRI MENJADI MEMPELAI YANG KUDUS DAN BERKENAN DALAM SETIAP ASPEK KEHIDUPAN KITA. BERJAGA-JAGALAH !

WWW.BERJAGAJAGA.WORDPRESS.COM
image

PERFECTION, PERFECTED AND HOLINESS

PERFECTION, PERFECTED AND HOLINESS – Kesempurnaan, Disempurnakan  dan Kekudusan
image

“Dan inilah tandanya, bahwa kita mengenal Allah, yaitu jikalau kita menuruti perintah-perintah-Nya. Barangsiapa berkata: Aku mengenal Dia, tetapi ia tidak menuruti perintah-Nya, ia adalah seorang pendusta dan di dalamnya tidak ada kebenaran. Tetapi barangsiapa menuruti firman-Nya, di dalam orang itu sungguh sudah sempurna kasih Allah; dengan itulah kita ketahui, bahwa kita ada di dalam Dia. Barangsiapa mengatakan, bahwa ia ada di dalam Dia, ia wajib hidup sama seperti Kristus telah hidup.” (1 Yoh 2:3-6)

Sebagai anak Tuhan kita sering diperhadapkan…

JESUS, YOU COMPLETE ME

JESUS YOU COMPLETE ME
Yesus menyempurnakan kita yang tidak sempurna

image

Lukas 8:40-56

Ketika Yesus kembali, orang banyak menyambut Dia sebab mereka semua menanti-nantikan Dia. 8:41 Maka datanglah seorang yang bernama Yairus. Ia adalah kepala rumah ibadat. Sambil tersungkur di depan kaki Yesus ia memohon kepada-Nya, supaya Yesus datang ke rumahnya, 8:42 karena anaknya perempuan yang satu-satunya, yang berumur kira-kira dua belas tahun, hampir mati. Dalam perjalanan ke situ Yesus didesak-desak orang banyak. 8:43 Adalah seorang perempuan yang sudah dua belas tahun menderita pendarahan dan yang tidak berhasil disembuhkan oleh siapapun. 8:44 Ia maju mendekati Yesus dari belakang dan menjamah jumbai jubah-Nya, dan seketika itu juga berhentilah pendarahannya. 8:45 Lalu kata Yesus: “Siapa yang menjamah Aku?” Dan karena tidak ada yang mengakuinya, berkatalah Petrus: “Guru, orang banyak mengerumuni dan mendesak Engkau.” 8:46 Tetapi Yesus berkata: “Ada seorang yang menjamah Aku…

Search Me O LORD – Selidiki Aku (Tetap Setia)

Selidiki Aku

image

Kembali seperti biasanya hari-hari ini kulalui dengan melakukan kegiatan sehari-hari yang biasa kita lakukan. Di sela-sela kegiatan, aku teringat akan lagu yang dinyanyikan Sari Simorangkir. Setiap kali mendengar dan mengingat lagu ini, saat itu juga aku kembali berpikir apakah yang aku lakukan di hari-hariku sudah seperti yang diingini Tuhan.

TETAP SETIA

Selidiki aku, lihat hatiku
Apakah ‘ku sungguh mengasihi-Mu Yesus
Kau yang maha tahu dan menilai hidupku…

BE FRUITFUL – MENGHASILKAN BUAH

Be Fruitful – Menghasilkan buah

image

“Dalam hal inilah Bapa-Ku dipermuliakan, yaitu jika kamu berbuah banyak dan dengan demikian kamu adalah murid-murid-Ku.”— Yohanes 15:8

“Jikalau suatu pohon kamu katakan baik, maka baik pula buahnya; jikalau suatu pohon kamu katakan tidak baik, maka tidak baik pula buahnya. Sebab dari buahnya pohon itu dikenal.”—Matius 12:33

Apakah kita itu pengikut Kristus? Tidak cukup kita hanya berkata bahwa kita percaya kepada Yesus. Kalau kita percaya Yesus kita harus percaya juga untuk melakukan apa yang Dia perintahkan…

MENYIKAPI PARA PENGEJEK-PENGEJEK AKHIR JAMAN

Menyikapi para pengejek-pengejek akhir jaman !
Dengan Bersiap sedia untuk kedatangan Tuhan
image

By David Wilkerson

Seorang wanita Kristen yang terkasih di Lousiana menulis kepada kami:
“Minggu lalu, pendeta kami meminta kesaksian tentang apa yang telah Tuhan lakukan selama seminggu.
Seorang anaknya sendiri yang berusia lima tahun berdiri dan berkata, “Saya mendapatkan mimpi semalam. Yesus
memberitahukan bahwa Dia akan datang dengan segera.” Roh Kudus menggunakan anak itu untuk mengingatkan umat Allah dari kebenaran mulia.
Sayangnya, generasi sekarang hanya tahu sedikit tentang kedatangan Kristus dibandingkan generasi di masa lalu. Kedatangan Yesus jarang diberitakan di gereja lagi. Memang, banyak orang yang
menyebut diri mereka Kristen namun tidak ingin mendengar berita itu.

Kenapa?

Hidup itu indah bagi kebanyakan orang, termasuk orang Kristen, dan fokusnya adalah bagaimana menjaga agar saat-saat indah itu bergulir terus. Seperti istri Lot,
banyak orang dimiliki oleh harta mereka sendiri. Mereka telah menjadi kecanduan terhadap hal-hal duniawi, dan dalam pikiran mereka kedatangan Yesus akan menjadi gangguan.
Saya telah mendengar orang-orang yang pergi ke gereja mengejek tentang
kemungkinan Yesus “akan kembali kapan saja setiap saat.” Mereka mengejek ide bahwa Dia dapat segera kembali.
image

Memang, ada suatu doktrin yang menyatakan bahwa Tuhan kita tidak akan kembali selama ribuan tahun.
Idenya adalah gereja akan diberikan waktu untuk menginjili dunia dan mendirikan sebuah tatanan baru sebelum Kristus datang kembali untuk memerintah sebagai raja.
Rasul Petrus menyebutkan hal ini dengan mengatakan, “Yang terutama harus kamu ketahui ialah, bahwa pada hari-hari zaman akhir akan tampil pengejek-pengejek dengan ejekan-ejekannya, yaitu orang-orang yang hidup menuruti hawa nafsunya. Kata mereka: “Di manakah
janji tentang kedatanganNya itu? Sebab sejak bapa-bapa leluhur kita meninggal, segala sesuatu tetap seperti semula, pada waktu dunia diciptakan ” (2 Petrus 3:3-4).
Ada pula yang mengejek dengan berkata,” buat apa kamu bagikan hal-hal akhir jaman ? Hanya mau menakut-nakuti ? Menyebarkan ketakutan ? Isinya hoax dan sebagainya…”
Apakah dengan tanda jaman yang begitu jelasnya terjadi di dunia ini masih membutakan saudara untuk dapat melihat betapa dekatnya kedatangan Tuhan menjemput mempelaiNya ? Dan apakah yang dapat anda simpulkan hanya menyebarkan ketakutan ? Sedangkan hal ini sedang terjadi dan akan terjadi ? Dengan ketidaktahuan akan apa yang terjadi atas dunia ini, bukan berarti tidak terjadi apa-apa… Banyak sekali anak-anak Tuhan bahkan hamba Tuhan baik yang sudah melayani dengan memanggil banyak hamba Tuhan untuk berkotbah bahkan sampai mengundang hamba Tuhan luar negeri… Tapi tidak dapat membaca tanda jaman dan urgensi dari hal ini ! Sungguh disayangkan ! Dengan mengetahui semakin singkatnya waktu, gunakanlah waktu yang ada untuk membangun keintiman lebih lagi dengan Tuhan dan bertobat akan segala sesuatu. Menghitung hari-hari yang tersisa agar menjadi bijaksana, bukan digunakan untuk menghakimi sana-sini ! Jadilah Mempelai yang layak dan berkenan di mata Tuhan.
image

Petrus berbicara mengenai kata yang menunjuk kepada semua orang yang
sengaja menjadi bodoh dan tak perduli seperti: “Tetapi hari Tuhan akan tiba seperti pencuri.
Pada hari itu langit akan lenyap dengan gemuruh yang dahsyat dan unsur-unsur dunia akan hangus dalam nyala api, dan bumi dan segala yang ada di atasnya akan hilang lenyap”. (3:10). Lebih lanjut, Petrus memberitahu kita bahwa ada alasan mengapa Yesus belum datang kembali. Dia
menulis, “Tuhan tidak lalai menepati janji-Nya, sekalipun ada orang yang menganggapnya sebagai kelalaian, tetapi Ia sabar terhadap kamu, karena Ia menghendaki supaya jangan ada yang binasa, melainkan supaya semua orang berbalik dan bertobat”. (3:9). Tuhan kita berlimpah dengan kesabaran terhadap orang fasik.
Secara pribadi, saya kagum dengan kesabaran Allah terhadap kita khususnya untuk generasi ini.
Pergeseran moral merajalela dengan menyedihkan bahkan sampai kepada
pengamat sekuler/non-agamawan. Bahkan jika anda mencoba untuk menjaga hati nurani yang bersih, pikiran anda dijenuhkan dengan laporan kejahatan yang terjadi setiap hari. Ada beberapa hal keji yang sulit
untuk dipahami: pembunuhan di sekolah, pemerkosaan ber-rantai, pelecehan terhadap anak-anak, homoseksual yang militan, kekejaman yang tak terkatakan.
Seringkali hati kita berseru, “Tuhan, kapankah akan ada keadilan?
Ketika anda membawa pelaku kejahatan ke pengadilan?” Kita bertanya-tanya mengapa Tuhan menunggu begitu lama untuk menangani kejahatan yang tak terkatakan dan begitu merajalela pada hari ini. Kita membayangkan adegan ketika si pelaku kejahatan akhirnya berlutut di depan Tuhan,
menghadapi kekudusanNya.
Tetapi Petrus berkata Yesus tidak berfokus pada penghakiman saat ini, bahkan terhadap orang-orang berdosa yang paling buruk. Sebaliknya, Tuhan kita sibuk dengan belas kasihan. Dia tahan menderita
terhadap pelaku kejahatan yang terburuk sekalipun. Dan Dia menunggu untuk menunjukkan belas kasihanNya kepada setiap orang berdosa yang tidak bertobat, merayu dan mengejar mereka.
image

“Jadi, jika segala sesuatu ini akan hancur secara demikian, betapa suci dan salehnya kamu harus hidup yaitu kamu yang menantikan dan mempercepat kedatangan hari Allah.
Pada hari itu langit akan binasa dalam api dan unsur-unsur dunia akan hancur karena nyalanya. Tetapi sesuai dengan JanjiNya, kita menantikan langit yang baru dan bumi yang baru, di mana terdapat kebenaran. Sebab itu, saudara-saudaraku yang kekasih, sambil menantikan semuanya ini,
kamu harus berusaha, supaya kamu kedapatan tak bercacat dan tak bernoda di hadapanNya, dalam perdamaian dengan Dia”. (3:11-14).
Kita bisa menghabiskan hari-hari sibuk kita dengan tanda-tanda zaman, di Timur Tengah atau di tempat lainnya dimana saja. Tapi Tuhan berkata, “Lihatlah hati anda sendiri. Pastikan anda rajin untuk menjaga FirmanKu.” Paulus menambahkan, “Demikianlah setiap orang di antara kita akan memberi pertanggungan jawab tentang dirinya sendiri kepada Allah.”(Roma
14:12). Dia kemudian memperingatkan kita untuk tidak menghakimi orang lain, dan berhati-hati untuk tidak menjadi batu
sandungan terhadap seorang saudara sehingga menyebabkan dia terjatuh.
Kita diyakinkan bahwa Allah akan menghakimi orang fasik. Tak perlu
diperdebatkan bahwa hari ganjaran pasti datang. Ketika saat itu tiba, semua pengejek, pembenci Allah dan orang-orang fasik akan dipanggil untuk memberikan pertanggungjawaban. Buku-buku akan
dibuka, dan setiap perbuatan keji akan menjadi nyata, terungkap semua bahwa orang-orang jahat ini melakukan
perlawanan terhadap otoritas Allah. Perbuatan mereka akan dihukum berat, dan orang fasik akan diusir dari hadirat Allah selamanya.
Yesus meyakinkan murid-muridNya, “Tidakkah Allah akan membenarkan
orang-orang pilihanNya yang siang malam berseru kepadaNya? Dan adakah Ia mengulur-ulur waktu sebelum menolong mereka? ” (Lukas 18:07). Dia berkata, “Ya, suatu hari Allah akan berurusan dengan
mereka yang telah,mengejek, menganiaya, memenjarakan dan membunuhi umatnya. Seruan gereja,yang teraniaya telah
didengar olehNya. Dan dia akan membalaskan dendam mereka dengan
secepatnya.” Namun, Yesus kemudian berkata dalam kalimat berikutnya,”… Akan tetapi, jika Anak Manusia itu datang, adakah Ia mendapati iman di bumi?” (18:08).
image

Pertanyaan Kristus pada bagian akhir ini mengisyaratkan kekhawatiranNya
yang amat sangat. Dia mengatakan, “Ketika Aku kembali, Aku akan mencari orang-orang yang telah percaya pada janjiKu
untuk kembali kepada mereka. Pertanyaannya adalah, apakah orang-orang
tersebut siap dan menantikan aku? Apakah mereka akan dipisahkan dari dunia ini, yang merindukanKu untuk dibawa
pulang sebagai pengantinKu? Apakah mereka akan menjadi tak bercacat, atau malahan kotor tertanam dalam prinsip hidup zaman ini? Apakah ketika Aku tiba
menemukan mereka menangis, ‘Datanglah, Tuhan Yesus? ”
“Tentang hari dan saat itu tidak seorangpun yang tahu, malaikat-malaikat di sorga tidak, dan Anakpun tidak, hanya Bapa sendiri.” (Matius 24:36).Yesus melanjutkan
pernyataannya dengan kata-kata: “Tapi …” (24:37). Dia selanjutnya menggambarkan perilaku yang berlaku pada manusi ketika Dia kembali. Dia tidak memberikan kita tanggal kedatanganNya, tetapi Dia memberitahukan kita tentang masyarakat seperti apakah yang akan terjadi itu.
Dia kemudian membeberkan sejarah dari Alkitab: ” Sebab sebagaimana mereka pada zaman sebelum air bah itu makan dan minum, kawin dan mengawinkan, sampai kepada hari Nuh masuk ke dalam bahtera, dan mereka tidak tahu akan sesuatu, sebelum air bah itu datang dan melenyapkan mereka, semua, demikian pulalah halnya kelak pada kedatangan Anak Manusia.” (24:38-39). Yesus juga, menyebutkan pada zaman Lot: “Demikian juga seperti yang terjadi di zaman Lot: mereka makan dan minum, mereka membeli dan menjual, mereka menanam dan membangun. Tetapi pada hari Lot pergi keluar dari Sodom turunlah hujan api dan hujan belerang dari langit dan membinasakan mereka semua. Demikianlah halnya kelak pada hari, di mana Anak Manusia menyatakan diriNya. “(Lukas 17:28-30).
image

Perhatikanlah bahwa Yesus tidak menyebutkan dosa tunggal dalam tulisan
sejarah ini. Kita semua tahu itu bukan dosa akibat makan atau minum minuman yang sepantasnya, atau untuk bertunangan atau menikah. Juga bukan dosa karena membeli, menjual, atau membangun pabrik. Tidak ada yang salah dengan hal-hal itu. Bahkan, Tuhan telah menugaskan kita untuk tinggal dan menempati dunia ini sampai Dia datang kembali. Jadi Yesus tidak mengutuk kegiatan tersebut. Sebaliknya, dia menunjukkan kepada kita kejadian sehari-hari ini, seolah-olah mengatakan, “Seperti itulah hidup ini ketika Aku kembali. Ini akan menjadi seperti hari-hari biasa lainnya, ketika tidak ada orang yang mengharapkan sesuatu terjadi. ”

Sesungguhnya kita tahu bahwa keduanya; masyarakat zaman Nuh dan zaman
Lot dihancurkan oleh penghakiman Allah. Jadi, apakah yang Yesus katakan tentang adegan yang biasanya terjadi ini?

Secara sederhana, Dia menggambarkan orang-orang yang telah memutuskan
untuk menolak peringatan Allah akan penghakimanNya. Ingatlah, Nuh bernubuat kepada masyarakatnya selama 120 tahun, memperingatkan bahwa kehancuran total akan datang. Tapi, seperti Kitab Suci katakan, “Oleh karena hukuman terhadap perbuatan jahat tidak segera dilaksanakan, maka hati manusia penuh niat untuk berbuat jahat.” (Pengkhotbah 8:11).
Hal ini terjadi sama persis di dalam masyarakat kita hari ini. Telah ada hiruk-pikuk jual beli, makan dan minum, menanam dan membangun. Banyak orang yang terobsesi dengan keuntungan pribadi, dan mereka mematikan pesan negatif yang mungkin akan menjadi penghambat kegiatan mereka.

Bahkan suara para pengamat sekuler/non-agamawan yang memperingatkan akan datangnya bencana keuangan pun diabaikan oleh sebagian besar masyarakat.
Seorang wanita Kristen yang saleh menulis kepada saya tentang percakapan dia dengan seorang wanita tua keturunan Yahudi. Korban pembantaian Yahudi ini mengatakan kepadanya, “Apa yang terjadi di Amerika saat ini mengingatkan saya tentang apa yang telah terjadi di Jerman selama Hitler naik ke tampuk kekuasaan. Semua peringatan telah diabaikan. Pernyataan Hitler yang anti-Semit (Yahudi) dianggap enteng. Aku hanyalah seorang anak kecil, tapi aku masih ingat sejumlah pesta-pesta besar dan megah berlangsung hingga larut malam bahkan setelah Hitler mulai memenjarakan orang-orang Yahudi dan mengirim mereka ke kamar gas beracun.
“Aku ingat orang-orang tua Yahudi berkata,” Ini tak bisa terjadi di sini, tidak di tempat orang yang berpendidikan, masyarakatnya beradab seperti Jerman.” Mereka hanya berdansa semalaman, laki-laki berdasi tuksedo, dan perempuan bergaun koktail yang mahal.
Hanya beberapa minggu kemudian, orang-orang yang sama tersebut sedang digiring seperti ternak ke dalam gerbong-gerbong kereta menuju kamp-kamp konsentrasi. Mereka mengira bahwa saat baik dan kemakmuran akan berlangsung selamanya. Tapi mereka segera terkejut, mengatakan, “Hanya beberapa minggu yang lalu, kami menari dan minum. Apa yang terjadi? Bagaimana hal ini menimpa kita begitu tiba-tiba? “
Tangisan peringatan sekali lagi tertuju kepada gereja Tuhan: “Yesus akan datang! Mempelai laki-laki sedang dalam perjalanan. Hiasilah diri anda, dan bersiaplah untuk pergi keluar untuk menemuiNya.
image

Lihatlah, hari penebusan sudah dekat! ” Namun, meskipun demikian, Yesus
memperingatkan bahwa orang akan mengabaikan panggilanNya. Hal ini akan terjadi seperti pada hari-hari Nuh dan Lot, dimana orang-orang sibuk dengan bisnis mereka, tak terpikir untuk kedatanganNya, mengabaikan semua tanda-tanda kenabian. Dan itulah tanda yang sangat nyata bahwa Dia datang: kita akan melihat sikap masa bodoh dan acuh tak acuh.
Yesus berbicara mengenai hilangnya sejumlah besar orang-orang dari bumi
dengan secara tiba-tiba.
“Aku berkata kepadamu: Pada malam itu ada dua orang di atas satu tempat tidur, yang seorang akan dibawa dan yang lain akan ditinggalkan. Ada dua orang perempuan bersama-sama mengilang, yang seorang akan dibawa dan yang lain akan ditinggalkan.(Kalau ada dua orang di ladang, yang seorang akan dibawa dan yang lain akan ditinggalkan.)” (Lukas 17:34-36).
Murid-murid Yesus bertanya, “Di manakah orang-orang ini akan dibawa?” Dia menjawab, “Di mana ada mayat, di situ berkerumun
burung nasar.” (17:37). Dia mengatakan, “Aku adalah kepala dari tubuh. Dan kepala akan bersatu dengan tubuh.”
Beberapa ahli mengatakan bahwa orang-orang yang diambil tersebut adalah orang berdosa yang terseret ke pengadilan Allah. Tapi Alkitab menunjukkan sebaliknya.
Yesaya berbicara tentang burung-burung rajawali yang mengacu pada gereja: ” tetapi orang-orang yang menanti-nantikan TUHAN mendapat kekuatan baru: mereka seumpama rajawali yang naik terbang dengan kekuatan sayapnya; mereka berlari dan tidak menjadi lesu, mereka berjalan dan tidak menjadi lelah. ” ( Yesaya 40:31).

Demikian pula, Tuhan berkata kepada Israel, “Kamu sendiri telah melihat apa yang Kulakukan kepada orang Mesir, dan bagaimana Aku telah mendukung kamu di atas sayap rajawali dan membawa kamu kepada-Ku.” (Keluaran 19:04).

Dalam kitab Matius, Yesus berbicara tentang orang-orang pilihan yang diambil oleh Allah: “Dan Ia akan menyuruh keluar malaikat-malaikatNya dengan meniup sangkakala yang dahsyat bunyinya dan mereka akan mengumpulkan orang-orang pilihanNya dari keempat penjuru bumi, dari ujung langit yang satu ke ujung langit yang lain.” (Matius 24:31). Paulus membuatnya lebih jelas lagi, dengan mengatakan: ” … maka Tuhan sendiri akan turun dari sorga dan mereka yang mati dalam Kristus akan lebih dahulu bangkit; sesudah itu, kita yang hidup, yang masih tinggal, akan diangkat bersama-sama dengan mereka dalam awan menyongsong Tuhan di angkasa.
Demikianlah kita akan selama-lamanya bersama-sama dengan Tuhan. Karena itu hiburkanlah, seorang akan yang lain, dengan perkataan-perkataan ini.” (1Tesalonika 4:16-18).
Sedramatis peristiwa besar yang akan terjadi ini, maksud Yesus adalah
bahwa hal itu akan terjadi pada hari biasa. Ini akan menjadi seperti hari-hari terakhir penghakiman, di dalam masyarakat Nuh dan Lot. Pria dan wanita akan berada dalam pekerjaan mereka, hari-hari mereka akan berlangsung seperti biasa. Semuanya akan terjadi tiba-tiba, dalam sekejap belaka.
Paulus berkata: “… kita semuanya akan diubah, dalam sekejap mata, pada waktu bunyi nafiri yang terakhir. Sebab nafiri akan berbunyi dan orang-orang mati akan dibangkitkan dalam keadaan yang tidak dapat binasa dan kita semua akan diubah. ” (1 Korintus 15:51-52).
Ini akan terjadi pada hari seperti hari-hari yang lainnya. Semua manusia tidak akan menyadari, tetapi kemudian, dalam sekejap, Kristus akan mengumpulkan pengantinNya.

Apakah anda mencari dan merindukan kedatanganNya? Saya tidak akan pernah
melakukan apapun yang menyebabkan sesama orang percaya menjadi ragu akan kesiapannya.
Kebanyakan orang membaca pesan ini mungkin dapat mengatakan, “Ya, saya siap. Saya sudah bertobat dan mengakui dosa-dosa saya, dan saya sudah diampuni. Saya menaruh percaya dalam kebenaran Yesus. Dan jika Dia datang saat ini, saya tahu bahwa tidak akan ada penghukuman terhadap saya. Saya tahu kepada siapa saya percaya. Saya yakin bahwa saya adalah miliknya.” Saya akan mengatakan hal yang sama tentang diri saya sendiri.
Namun dalam membaca kembali peringatan Kristus, terlintas oleh saya
akan sesuatu yang tidak bisa hilang. Yesus memerintahkan, “Karena itu berjaga-jagalah” (Matius 24:42). Lalu katanya, “Tetapi ketahuilah ini” (24:43). Dengan kata lain: “Jika anda akan bersiap-siap – jika anda ingin berwaspada, seperti yang saya inginkan anda untuk melakukannya – ada sesuatu yang harus anda ketahui”

Yesus kemudian menggambarkan seorang pria yang berpikir bahwa dia telah
siap tetapi ternyata tidak. Rumah orang ini “terbongkar rusak” (24:43). Selanjutnya, Yesus menggambarkan seseorang yang benar-benar telah siap (24:45-47). Akhirnya, Dia memberikan peringatan yang mengerikan tentang para hamba yang jahat yang akan dicampakkan ke dalam neraka yang penuh kemunafikan itu (24:48-51).
Seorang hamba yang benar-benar siap disamakan dengan kepala rumah tangga yang menyediakan makanan daging untuk mereka yang berada di bawah kekuasaan tuannya.
“Siapakah hamba yang setia dan bijaksana, yang diangkat oleh tuannya atas orang-orangnya untuk memberikan mereka makanan pada waktunya?” (24:45). Yesus mengatakan kepada kita bahwa hadiah untuk hamba ini adalah untuk dijadikan penguasa atas barang-barang milik tuannya (lihat 24:47). Terbuktilah, bahwa hamba yang “memberikan makanan pada waktunya” adalah sangat penting.

Siapa penguasa atas rumah tangga yang dimaksud Yesus di sini? Hal ini
berbicara tentang orang tua.
Juga termasuk pendeta, yang berkuasa atas “keluarga Allah” (Efesus 2:19). Jadi, bagaimana orangtua menawarkan “makanan tepat pada waktunya?” Dalam istilah Alkitab, daging merupakan Firman Allah. Dalam bahasa Yunani itu juga berarti “makanan,” dari akar kata yang berarti “membawa keluar.” Selanjutnya, kalimat “pada waktunya” berarti “pada waktu yang
tepat.” Kristus berkata, “Berbahagialah para orang tua yang memelihara anak-anak mereka dengan,Firman Tuhan. Mereka membesarkan mereka dengan nasihat Alkitab, selagi ada waktu, sebelum semuanya terlambat. ”

Gereja-gereja Amerika mengirimkan para misionarisnya ke seluruh dunia untuk menjangkau mereka yang belum diselamatkan. Sementara itu, gereja ini sedang kehilangan seluruh generasi mudanya, dan Allah akan tetap meminta pertanggung-jawaban kita. Ketika Yesus berkata, “Berikanlah mereka daging,” Dia sedang berkata, “Berpaut pada Firman.” Dengan kata lain:
“Jangan kompromi dengan perintahKu yang kudus. Anda tidak bisa membiarkan satu orang muda anda mengancammu untuk membelokkan kebenaran. Aku berjanji untuk menghormati mereka yang menghormati FirmanKu. ”

Semoga Tuhan berkata kepada setiap orang tua Kristen sekarang ini seperti apa yang dikatakanNya kepada Abraham: “Sebab Aku telah memilih dia, supaya diperintahkannya
kepada anak-anaknya dan kepada keturunannya supaya tetap hidup menurut jalan yang ditunjukkan TUHAN ….” (Kejadian 18:19). Para orangtua seperti inilah yang akan menciptakan para penguasa atas barang-barang milik tuan mereka.
Kata-kata Yesus di sini juga berlaku untuk para hamba Tuhan yang bertanggung jawab terhadap rumah tangga imani. Seperti orang tua, gembala dalam rumah Allah harus memberi makan
image

domba-domba mereka dengan daging, bukan hanya susu. Mereka melipat-gandakan domba-domba dalam rasa takut dan dengan nasihat Tuhan, memanggil mereka untuk kedewasaan penuh di dalam Kristus. Yesus berkata bahwa orang-orang yang melakukan hal ini dengan setia: “Berbahagialah para gembala yang ketika Aku datang, ditemukan memberikan makanan bergizi kepada rumah tanggaKu.

Dia yang memberi makan kepada mereka dengan doktrin murni dari FirmanKu. Aku berkata kepada pendeta ini: ketika aku kembali, aku akan menjadikan engkau penguasa atas barang-barang milikKu.
Dan barang-barang tersebut mencakup pula semua yang telah Bapa berikan
kepadaKu.”
Ketika Yesus datang kembali, Dia sendiri akan berkumpul dengan setiap pendeta saleh yang memiliki satu-satunya tujuan yaitu mengawasi jiwa-jiwa yang dipercayakan kepadanya. Para pendeta tersebut tidak menguasai domba-domba mereka dengan maksud memperkaya diri sendiri. Mereka tidak membangun impian mereka sendiri di punggung orang miskin, atau para janda, atau yatim piatu.
Tidak, para pendeta ini berdiri di mimbar dengan rasa takut dan gemetar karena mereka tahu bahwa mereka harus bertanggung-jawab kepada Allah yang kudus. Untuk setiap gembala tersebut, Kristus akan mempercayakan segala harta bendaNya dan membuat mereka menjadi
penguasa atas semua yang dimilikiNya.

Inilah peringatan yang harus kita perhatikan. Ketika Yesus menggunakan
kalimat, “Tetapi ketahuilah ini,” Ia mengatakan kepada kita, “Kamu tidak berani mengabaikan kata ini.” Kemudian Ia memberikan pernyataan berikutnya: “Akan tetapi apabila hamba itu jahat dan berkata di dalam hatinya: Tuanku tidak datang-datang, lalu ia mulai memukul hamba-hamba lain, dan makan minum bersama-sama pemabuk-pemabuk,” (Matius 24:48-49).
Lukas 12 mengidentifikasikan hamba ini sebagai hamba yang sama yang,
pada suatu saat, setia menyediakan “makanan pada waktunya” (Lukas 12:45). Hamba ini dimulai dengan tepat benar. Dia ditakdirkan untuk dihargai sebagai penguasa atas barang-barang milik Tuhan. Tapi sekarang dia telah
berubah secara dramatis. Dia ditemukan sedang memukuli hamba-hamba lain
yang berada di sekelilingnya dan mabuk bersama para pemabuk.
Apa yang terjadi? Sesuatu telah mengisi hati hamba ini – perubahan
mungkin tak terlihat, tetapi,sesuatu telah mempengaruhi sikapnya. Perubahan apakah ini? Yesus mengatakan: “hamba jahat itu (berkata) dalam hatinya, Tuanku menunda-nunda kedatangannya” (24:48).

Kata Yunani untuk “memukul” dalam bagian ini menunjukkan pukulan yang
berulang-ulang. Dengan kata lain, hamba ini kini telah jatuh ke dalam kemunafikan. Saya melihatnya sebagai seorang yang
memprovokasi istrinya, mengutuk dengan bebasnya, mendengarkan cerita-cerita kotor, gosip.
image

Bagaimana dia bisa berubah seperti itu? Dia telah meyakinkan dirinya sendiri bahwa tuannya tidak datang dalam waktu yang dekat. Ketika ia beralasan untuk dirinya sendiri, “Tuanku,” dia sedang berbicara tentang tuan yang berbeda sama sekali, bukan Tuan sebenarnya. Dia sedang mengandung seorang Yesus yang dibuatnya sendiri, Kristus dari Injil yang lain.
Hamba ini tidak memberitakan sikap barunya. Sebaliknya, perubahan telah
terjadi dalam pemikirannya. Dia tidak perlu menyiarkan keyakinannya bahwa tuannya
telah menunda kedatangannya. Dia hanya hidup dari keyakinan itu saja. Dan itulah yang telah membuat semua perbedaan.

Pikirkanlah hal ini: apakah anda bertanya-tanya mengapa begitu banyak
gereja saat ini dipenuhi dengan ketidak-siapan, memanjakan, hanya mengejar kesenangan semata?
Apakah anda bertanya-tanya mengapa begitu banyak pasangan Kristen yang bercerai dengan sedikit provokasi?

Hal ini bukanlah karena pendeta mereka mengajar mereka untuk hidup seperti itu. Tidak, itu terjadi karena banyak gembala yang tidak percaya bahwa Kristus akan datang di dalam generasi mereka. Di beberapa gereja, jika Anda berdiri dan memberitakan Matius 24:44 – “Bersiaplah, karena Yesus akan datang setiap saat” – pendetanya akan tersinggung. Para umatnya hanya akan mengikuti pendetanya.

Bagaimana hamba yang jahat ini “mabuk dengan pemabuk”? Yesus tidak
hanya berbicara tentang alkohol di sini. Alkitab menyebutkan ada banyak cara untuk menjadi mabuk: dengan amarah, dengan kepahitan, dengan menikmati penumbahan darah. Alkohol utama yang ada dalam masyarakat kita obat penenang yang diminum oleh kebanyakan orang pada hari ini – adalah kemakmuran. Dan umat Kristen memanjakan dirinya dengan bebas dalam “minuman” kemakmuran ini.
Yesus sedang memperingatkan kita, “Apakah yang terjadi pada anda setelah kemakmuran melanda anda? Hati anda akan dibungkus dengan barang-barang material.
Tiba-tiba, anda kehilangan kesadaran anda akan kedatanganKu . Hidupmu berputar di luar kendali, karena anda tidak lagi memiliki kompas moral. Dan anda mulai memukuli, melakukan apa pun yang
anda bisa untuk mendapatkan apa yang anda inginkan. Anda menjadi pemabuk, dilempari batu kemakmuran.”
Ingatlah penghakiman yang Yesus jelaskan untuk orang munafik: “… maka tuan hamba itu akan datang pada hari yang tidak disangkakannya, dan pada saat yang tidak
diketahuinya, dan akan membunuh dia dan membuat dia senasib dengan orang-orang munafik. Di sanalah akan terdapat ratapan dan kertakan gigi.” (24:50-51).

Izinkan saya bertanya sekali lagi: Apakah anda siap? Apakah anda mulai
mencintai pemikiran akan kedatangan Kristus? Paulus berkata, “Sekarang telah tersedia bagiku mahkota kebenaran yang akan dikaruniakan kepadaku oleh Tuhan, Hakim yang adil, pada hari-Nya; tetapi bukan hanya kepadaku, melainkan juga kepada semua orang yang merindukan kedatanganNya.” (2Timotius 4:8). Yakobus pun mendesak kita: “Kamu juga harus bersabar dan harus meneguhkan hatimu, karena kedatangan Tuhan sudah dekat!” (Yakobus 5:8).
“… Sesudah itu Ia akan menyatakan diri-Nya sekali lagi tanpa menanggung dosa untuk menganugerahkan keselamatan kepada mereka, yang menantikan Dia.”(Ibrani 9:28).

Akhirnya, Paulus menulis, “Karena kasih karunia Allah yang menyelamatkan semua manusia sudah nyata. Ia mendidik kita supaya kita meninggalkan kefasikan dan keinginan-keinginan duniawi dan supaya kita hidup bijaksana, adil dan beribadah di dalam dunia sekarang ini dengan menantikan penggenapan pengharapan kita yang penuh bahagia dan penyataan kemuliaan Allah yang Mahabesar dan Juruselamat kita Yesus Kristus, yang telah menyerahkan diri-Nya bagi kita untuk membebaskan kita dari segala kejahatan dan untuk menguduskan bagi diri-Nya suatu umat, kepunyaan-Nya sendiri, yang rajin berbuat baik. Beritakanlah semuanya itu,nasihatilah dan yakinkanlah orang dengan segala kewibawaanmu. Janganlah ada orang yang menganggap engkau rendah.” (Titus 2:11-15).

Saya berdoa agar dapat menjadi gembala yang Paulus tuliskan. Ya, saya sedang menantikan Guru saya datang kembali. Dan seperti rasul Paulus, saya dapat berkata
dengan penuh keyakinan, “Aku mempunyai mahkota yang sedang menunggu saya, karena saya suka akan kedatanganNya. Saya siap. Datanglah, Tuhan Yesus. ”
image

Berjaga-jagalah !