Category: Penglihatan, Nubuatan & Mimpi

THE GOD OF SECOND CHANCE ( TUHAN MEMBERIKAN KESEMPATAN KEDUA KALI)

Gof of A 2nd Chance_wm

“THE GOD OF A SECOND CHANCE “

Video kesaksian ps benny hinn second chance

a Testimony of Pastor Benny Hinn on his tour to South Africa in April 2016.

Please pay attention to his detailed testimony. He says in 2015 he had heart attack and was taken to the hospital for heart surgery and while in the hospital he had a dream and in that dream he found himself in a long que at the gate of  heaven and everyone was dressed in white garment. At the gate was Jesus dressed in a shiny sparkling white garment different from everyone  and beside him Pastor Benny Hinn saw a woman that was playing a piano.

Jesus would nod his head in signal as to whether a person was accepted or denied to enter. If it was a yes, the pianist would play glorious melodies and the glory was overwhelming and the gates would automatically open but if it was a denial the pianist would play horrible melodies and demons would come to take the person away to hell. He says, out of the whole que only 20 percent entered…

Advertisements

Mimpi Pengangkatan

 Mimpi Pengangkatan 

1 Tesalonika 5:23, Semoga Allah damai sejahtera menguduskan kamu seluruhnya dan semoga roh, jiwa dan tubuhmu terpelihara sempurna dengan tak bercacat pada kedatangan Yesus Kristus, Tuhan kita.

Peristiwa ini begitu membekas, sehingga saat bangun saya langsung mencatat hari dan tanggalnya pada blog ini.

Bagi saya ini adalah mimpi pertama saya dimana saat mimpi tersebut saya memperoleh konfirmasi berupa suatu suara, dan salah satu ayat dari Alkitab.

“Tubuh, jiwa, dan roh. Semuanya haruslah sempurna. Jika ada salah satu yang tidak sempurna, takkan bisa terangkat.”

Di bawah ini adalah gambaran dalam mimpi dimana pengangkatan tersebut dimulai,

Saat itu kami menghadiri acara komsel di suatu apartemen, dan diadakan di balkon apartemen pada ketinggian tertentu. Tiba-tiba kami dikejutkan oleh salah satu anggota komsel (saya ingat benar wajah orang ini, salah seorang pengerja gereja), dia berteriak panik menghampiri dan mengejutkan kami: “Oma kemana? kemana?”

Oma, nenek saya.

Kami kaget bukan karena Oma, tapi karena teriakan teman komsel kami tersebut memecah keheningan kami saat berkumpul bersekutu, oleh sebab itulah kami berhamburan lari ke kamar Oma. Dan kami dapati kamarnya kosong tanpa dirinya.. hanya kain selimut batiknya saja yang ada di tempat tidurnya.

Sekilas kami tidak mengerti akan apa yang terjadi, namun tiba-tiba diluar apartemen, tepatnya di bawah balkon – tepat dibawah kami adalah lahan parkiran dibatasi taman kecil, terdengar begitu banyak suara orang berhamburan keluar, dan banyak orang seakan terlihat kebingungan, saya tegas sekali melihat wajah salah seorang remaja berkulit putih berkaca-mata dan agak kurus menengok ke kiri dan ke kanan, seperti orang ling lung. Serentak saat itulah kami melihat perubahan bentuk awan.

Kami tidak lagi saling memperhatikan diri kami masing-masing, melainkan kami secara takjub dan tidak sadar langsung memandang ke langit. Perasaan takut dan khawatir bercampur aduk menjadi satu.

Awan berubah bentuk menjadi gelap, dan sungguh gelap.

Awan menjadi gelap dan seperti akan ada badai yang datang, dan kami melihat ke atas.. langit yang gelap itu kemudian lama kemudian timbul segumpal awan yang terang yang membentuk wajah Yesus secara samar-samar.

Sepersekian detik kemudian, kilat mulai menggelegar dan gemuruh seperti suara badai yang besar. Namun peristiwa alam tersebut anehnya tidak mendatangkan hujan sama sekali.

Kemudian entah berapa lama kemudian.. awan berangsur-angsur menjadi terang kembali

Banyak sekali orang-orang yang menjadi panik – termasuk saya sendiri. Berbagai suku dan bangsa dan bahasa berlarian dan masuk ke dalam mobil mereka masing-masing menyelamatkan diri, melewati jalan tol yang padat – entah menuju kemana – keadaan macet. Semua wajah berada dalam keadaan yang cemas dan khawatir. Sibuk dengan diri mereka sendiri.

Setengah sadar dalam tidur tersebut saya diingatkan kenapa saya tidak bisa terangkat. Salah satu dalam diri saya tidak sempurna. Yaitu saya menyimpan kepaitan. Ya, sungguh saya sangat menyesal saat itu. Saya tidak menyadarinya. Terpikir sekalipun tidak. bahwa saya ternyata menyimpan kepahitan. Saya menyimpan rasa sakit hati atas perlakuan dan perkataan atasan saya saat itu yang sangat tidak membangun dan menjatuhkan mental – dimana saat itu beliau belum berpulang ke rumah Bapa.

Saat itulah terdengar suatu suara :
“Tubuh, Jiwa, dan Roh, semuanya haruslah sempurna. Jika ada salah satu yang tidak sempurna, takkan bisa terangkat.”

Saat itu pula saya menyesal sejadi-jadinya.

Dan Tuhan memberikan konfirmasi dengan jelas di mimpi tersebut melalui suatu ayat:

1 Tesalonika 5 : 1 – 28

Tetapi tentang zaman dan masa, saudara-saudara, tidak perlu dituliskan kepadamu,

karena kamu sendiri tahu benar-benar, bahwa hari Tuhan datang seperti pencuri pada malam.

Apabila mereka mengatakan: Semuanya damai dan aman–maka tiba-tiba mereka ditimpa oleh kebinasaan, seperti seorang perempuan yang hamil ditimpa oleh sakit bersalin–mereka pasti tidak akan luput.

Tetapi kamu, saudara-saudara, kamu tidak hidup di dalam kegelapan, sehingga hari itu tiba-tiba mendatangi kamu seperti pencuri,

karena kamu semua adalah anak-anak terang dan anak-anak siang. Kita bukanlah orang-orang malam atau orang-orang kegelapan.

Sebab itu baiklah jangan kita tidur seperti orang-orang lain, tetapi berjaga-jaga dan sadar.

Sebab mereka yang tidur, tidur waktu malam dan mereka yang mabuk, mabuk waktu malam.

Tetapi kita, yang adalah orang-orang siang, baiklah kita sadar, berbajuzirahkan iman dan kasih, dan berketopongkan pengharapan keselamatan.

Karena Allah tidak menetapkan kita untuk ditimpa murka, tetapi untuk beroleh keselamatan oleh Yesus Kristus, Tuhan kita,

yang sudah mati untuk kita, supaya entah kita berjaga-jaga, entah kita tidur, kita hidup bersama-sama dengan Dia.

Karena itu nasihatilah seorang akan yang lain dan saling membangunlah kamu seperti yang memang kamu lakukan.

Kami minta kepadamu, saudara-saudara, supaya kamu menghormati mereka yang bekerja keras di antara kamu, yang memimpin kamu dalam Tuhan dan yang menegor kamu;

dan supaya kamu sungguh-sungguh menjunjung mereka dalam kasih karena pekerjaan mereka. Hiduplah selalu dalam damai seorang dengan yang lain.

Kami juga menasihati kamu, saudara-saudara, tegorlah mereka yang hidup dengan tidak tertib, hiburlah mereka yang tawar hati, belalah mereka yang lemah, sabarlah terhadap semua orang.

Perhatikanlah, supaya jangan ada orang yang membalas jahat dengan jahat, tetapi usahakanlah senantiasa yang baik, terhadap kamu masing-masing dan terhadap semua orang.

Bersukacitalah senantiasa.

Tetaplah berdoa.

Mengucap syukurlah dalam segala hal, sebab itulah yang dikehendaki Allah di dalam Kristus Yesus bagi kamu.

Janganlah padamkan Roh,

dan janganlah anggap rendah nubuat-nubuat.

Ujilah segala sesuatu dan peganglah yang baik.

Jauhkanlah dirimu dari segala jenis kejahatan.

Semoga Allah damai sejahtera menguduskan kamu seluruhnya dan semoga roh, jiwa dan tubuhmu terpelihara sempurna dengan tak bercacat pada kedatangan Yesus Kristus, Tuhan kita.

Ia yang memanggil kamu adalah setia, Ia juga akan menggenapinya.

Saudara-saudara, doakanlah kami.

Sampaikanlah salam kami kepada semua saudara dengan cium yang kudus.

Demi nama Tuhan aku minta dengan sangat kepadamu, supaya surat ini dibacakan kepada semua saudara.

Kasih karunia Yesus Kristus, Tuhan kita, menyertai kamu!

Puji Tuhan saya belajar banyak dari hal ini, dari mimpi tersebut. Apa yang selama ini tidak saya sadari, yaitu kepahitan hati telah Tuhan bukakan. Kini saya telah mengampuni almarhum atasan saya. Lebih baik diselesaikan sekarang daripada dipendam. Kepahitan yang kita alami di bumi ini, akan jauh lebih buruk pada masa antikris nanti. Jangan sampai tertinggal, Jaga mahkota kita baik-baik.

Wahyu 3:11 (TB), Aku datang segera. Peganglah apa yang ada padamu, supaya tidak seorangpun mengambil mahkotamu.

Sekarang tidak terasa kita sudah berada di penghujung akhir Juni 2015.

Jatuh bangun kita hadapi dalam kehidupan ini bersamaNya. Tidak jarang kita kembali jatuh dalam dosa, baik disengaja maupun tidak. Dan itu sangatlah mendukakan hati Tuhan. Namun kini… apapun yang terjadi … janganlah suam-suam kuku. Dan sesulit apapun halangan yang menghadang, saya telah memilih untuk menjadi terang dan bercahaya bagi banyak orang, khususnya dimulai dari lingkungan terdekat yaitu keluarga baru kemudian kepada semua orang.

Apa yang telah kita persiapkan untuk menjelang pengangkatanNya yang tinggal sebentar lagi ?

Meskipun hari dan tanggal pastinya kapan kedatangan Tuhan tidak ada yang tahu, Anak tidak, malaikat juga tidak, namun melalui penglihatan dan kesaksian para nabi, telah banyak menubuatkan akan kedatangan Mesias yang ke 2 kali tersebut tidak akan berlangsung lama dalam 2-3 tahun dari sekarang. Ingatlah melalui penglihatan para nabi, kita diberikan masa anugerah tersisa 3 menit terakhir (hari Tuhan 1 hari = 1000 tahun di bumi).

Mengapa Tuhan tidak mau terang-terangan memberitahukan waktu dan tanggal pastinya pengangkatan ? Saudara jika musuh saudara yaitu iblis (pengikut Kristus seharusnya hanya memiliki 1 musuh di dunia ini yaitu iblis dan antek2nya, dan pengikut Kristus hendaknya hidup damai dengan semua orang) jika iblis mengetahui waktu dan tanggal pasti kedatangan Tuhan, bukankah mereka akan siap siaga merencanakan serangan ke semua jemaat mendekati detik2 terakhir pengangkatan? Dan sudah dapat dipastikan ada yang bertahan namun adapula yang jatuh dalam dosa sehingga tidak kudus dan tidak layak diangkat jika tidak hidup sungguh2 dalam Tuhan. Itulah sebabnya Allah Bapa setia dan adil, rahasia tersebut hanya Allah yang mengetahuinya agar kita dapat selalu berjaga-jaga setiap saat menanti kedatanganNya yang tiba-tiba.

Apakah kita sudah hidup kudus dan memenuhi standarNya untuk pengangkatan nanti? Apakah kita sudah hidup berkenan padaNya ?

Untuk menjadi sempurna bukanlah seperti sulap yang semudah membalikkan telapak tangan, “cling…” maka anda sempurna tak berdosa. Bukan seperti itu saudara. Semua memerlukan campur tangan Tuhan, dsn anda harus berjuang secara bertahap dan terus berjuang dan berjuang.. sampai mencapai garis finish sebagaimana rasul Paulus sampaikan dalam

2 Tim 4 : 7,

Aku telah mengakhiri pertandingan yang baik, aku telah mencapai garis akhir dan aku telah memelihara iman.

Selama kita hidup, tidak pernah ada kata terlambat untuk bertobat. Ingatlah akan penjahat yang disalibkan di sebelah Yesus, meski ajal akan menjemput penjahat tsb tapi ia tahu bahwa Yesus tidak bersalah dan ia meminta Yesus untuk menerimanya saat ia meninggal nanti. Berikut adalah pengakuan pertobatannya :

Luk 23 : 41 – 43,  Kita memang selayaknya dihukum, sebab kita menerima balasan yang setimpal dengan perbuatan kita, tetapi orang ini tidak berbuat sesuatu yang salah. “Lalu ia berkata: “Yesus, ingatlah akan aku, apabila Engkau datang sebagai Raja. Kata Yesus kepadanya: “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya hari ini juga engkau akan ada bersama-sama dengan Aku di dalam Firdaus “.

Saudara berdoalah kepada Tuhan agar kita dapat hidup berkenan kepadaNya hingga Tuhan menjemput saudara di awan – awan. Doakan juga musuh saudara dan orang lain yang saudara kenal agar mereka juga dapat dikuduskan dan hidup berkenan seturut kehendak Tuhan.

Saudara mari kita singkapkan sesuatu. Percaya atau tidak, iblis semakin menjadi-jadi untuk menjatuhkan saudara dengan 1001 cara. Apalagi jika saudara adalah seorang yang sangat mengasihi Kristus. Iblis mengincar pengikut Kristus untuk dijatuhkan dalam dosa. Mengapa hanya pengikut Kristus ? Menurut kesaksian Mukendi salah satu mantan pengikut lucifer yg telah bertobat mengungkapkan bahwa iblis tidak mengincar org2 diluar Kristus, sebab org2 diluar Kristus tsb sudah menuju kebinasaan dgn sendirinya. Dengan kata lain ayat ini sangat berlaku jika saudara ingin bertemu Bapa di surga :

Yoh 14 : 6, kata Yesus kepadanya: “Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku.

https://i0.wp.com/www.trumpettracts.com/artwork/tick_tock_cover.jpg

Apalagi mengingat waktu iblis yang tinggal sedikit di muka bumi ini, mereka tidak rela seorang pun masuk surga dan berencana mengajak sebanyak mungkin org ke neraka melalui dosa.

Saudara, berhati-hatilah jika anda menggunakan media, baik cetak maupun elektronik. Kita sudah mengetahui mereka berkerja dalam berbagai badan organisasi dan masuk ke dalam media dan industri, bercampur berbaur dengan orang sekuler dan pengikut Kristus mulai dari industri musik, film, perbankan, kesehatan (farmasi), edukasi, dll.

Adalah bijak bagi kita untuk dapat bertanya kepada Tuhan sebelum melakukan sesuatu. Sebab jerat iblis ada dimana-mana, bahkan dalam kesendirian saudara timbul pikiran jahat, fantasi erotis, dsb. Tutup bungkus oleh kuasa darah Yesus untuk melindungi kita dimanapun kita berada setiap saat, saat hendak melangkah, bahkan sebelum dan sesudah tidur. Sebab kuasa kegelapan kadang tidak kasat mata !

Jika saudara adalah seorang pengikut Kristus yang sungguh-sungguh, dalam mata rohani saudara tampak tidak telanjang sebagaimana kebalikan dari orang sekuler / awam lainnya yg telanjang, melainkan memakai baju yang putih bersih. Dalam hal ini, iblis pun dapat melihat saudara akan apa yang saudara kenakan.. apakah berbaju atau telanjang. Jika saudara berbaju, saudara sangat diincarnya !

Ingat saudara, jangan pernah dengan mudahnya curhat di media sosial. Iblis pun memakai media sosial sama seperti orang sekuler atau orang awam pada umumnya. Saudara tidak perlu menceritakan secara garis besar siapa saudara pada media sosial, apa ketidaksukaan saudara, apa kelemahan saudara, dll. Dengan membuka peluang extrovert pada media, dengan mudahnya iblis akan mencari cara untuk membuat saudara jatuh dalam dosa.

Hidup adalah terus berjuang untuk terus berkenan kepada Tuhan. Jika hidup terasa berat, curhatlah pada Tuhan dan lepaskanlah beban saudara padaNya.

Mat 11 : 28-29, Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan  kepadamu. Pikullah kuk yang Kupasang dan belajarlah pada-Ku, karena Aku lemah lembut dan rendah hati dan jiwamu akan mendapat ketenangan.

Saudara berhati-hatilah dalam memilih pasangan dan pergaulan. Jika hidup pasangan atau pergaulan saudara tidak kudus, dan saudara bermain-main dalam kekudusan, dalam hal ini jika salah satunya adalah melakukan sex sebelum menikah, maka akan terdapat banyak konsekuensi akibat dosa yang harus saudara hadapi. Diantaranya yaitu selain saudara akan dihantui rasa cemburu yang begitu tinggi, saudara juga secara tidak langsung akan menerima transfer roh kenajisan dari pasangan saudara dimana roh tersebut akan membuat saudara ingin merasakan sex tersebut lagi dan lagi dan dimana pada akhirnya saudara menuju kebinasaan. Hanya melalui kuasa Yesus Kristus dan pertobatan yang sejati saudara dapat dilepaskan.

1 Kor 3 : 16-17,  Tidak tahukah kamu, bahwa kamu adalah bait Allah dan bahwa Roh Allah diam di dalam kamu? Jika ada orang yang membinasakan bait Allah, maka Allah akan membinasakan dia, Sebab bait Allah adalah kudus dan bait Allah itu ialah kamu.

Jadi selama kita masih bernafas, marilah kita hidup kudus dan tak bercacat cela, sebab surga tidak diperuntukkan untuk dosa sekecil apapun, melainkan yang kudus. Hidup kudus mencakup banyak hal, mulai dari pikiran, perkataan, dan perbuatan. Jagalah mahkota kita agar tidak seorangpun dapat mengambilnya. Terus dan terus berjuang hingga KairosNya tiba.

Tuhan Yesus memberkati.

PERJALANAN KE NERAKA With Bernada Fernandez



Naskah yang sedang anda baca, adalah bagian dari kesaksian saudari Bernarda Fernandez,
ini adalah suatu anugerah baginya bahwa Yesus Kristus membawanya melihat kehidupan di NERAKA.


Karena sakit saya pagi itu, suamiku menolak meninggalkan saya sendirian dan pergi bekerja.  Saya berkata saya tidak sendirian. Setelah kepergiannya, saya merasa sekarat. Sehingga kuputuskan menelepon teman, dan ibu mertua saya. ibu mertua menjawab: “Bernarda, Allah akan memberkatimu dihari ini, jangan takut“. Jawaban yang sama diberikan oleh seorang saudara dalam Kristus yang kutelepon, tetapi ia menambahkan: “Bernarda bangun dari tempat tidurmu dan pujilah Tuhan, menangislah kepadaNya dan muliakanlah DIA“.

Sehingga, dalam kelemahan kekuatan aku menangis pada Tuhan  dan berkata: “Tuhan Engkaulah kekuatanku, datang dan tolonglah saya“. saya mencoba berdiri, tetapi kekuatan-ku telah pergi . Suara-ku tidak terdengar lagi namun jiwa-ku menangis kepada Tuhan untuk menolong-ku yang sekarat. Tiba-tiba kamar diliputi oleh cahaya seperti nyala api. Segera rasa takutku hilang dan aku melihat malaikat turun dan masuk dikamar-ku. sangat jelas mereka berbicara seorang kepada yang lain, dan tiba-tiba suatu bentuk yang luar biasa muncul, sangat luar biasa daripada malaikat. Dia berpakaian putih dengan stola emas. Di dadaNya tertulis: “SETIA DAN BENAR“. Di wajahNya terpancar Kasih dan kelemah-lembutan. Yesus yang adalah Kristus hadapanku, Raja segala raja dan Tuhan segala tuhan. Diberkatilah NamaNya !

    Yesus menghampiri, menjamah kepalaku dan berkata: “Aku Yesus yang mati bagimu. Lihatlah bekas luka ditanganKu, masih ada bagimu. Aku turun dari Tahta KemuliaanKu untuk berbicara padamu; kehidupanmu perlu diperbaiki. Kau pemalas dan cepat marah. lagi, Aku tidak suka 25% kekristenan atau 95%, tetapi 100%. Jika  mau kesurga, kau harus kudus karena Aku sendiri adalah Kudus; Aku datang membawahmu untuk suatu perjalanan“.

New York City    Saya bertanya: “Tuhan apakah ini adalah suatu misi perjalanan?” Dia menjawab “Tidak“. Kemudian Ia memegang tanganku dan mengangkatku, dan berkata kepadaku dengan mesrah dan penuh Kasih. Dia membawaku sejauh jendelaku, Dia memandang kota New-York dan saya melihat kesedihan diwajahNya. Dia menangis dan berkata: “Firman-Ku sangat baik dikotbahkan, tetapi orang-orang tidak mendengarkan. Dosa kota ini telah sampai kepada Bapa-Ku“.

    Kota ini penuh homoseksual; diantaranya orang-orang politik. Tuhan berkata: “Ini-lah suatu sodom, tetapi Aku hidup dan pengadilan Bapa-Ku akan jatuh pada kota ini“.Saya berlutut dan menangis tetapi Ia berkata:”Jangan takut. Saat pengadilan itu dijatuhkan pada kota ini, Gereja-Ku tidak berada di Dunia lagi.“.  Ia membawahku ke tempat tidur memintaku menelepon seorang saudara dari Jemaatku.Dia memberikan nama saudara itu. Dan memintaku mengatakan padanya bahwa Rohku akan keluar dari tubuhku,dan jangan mereka membawah tubuhku kerumah sakit atau ke pemakaman. sebaliknya, beritahukan suamiku agar percaya kepada Dia yang adalah kebangkitan dan Hidup (Yohanes 11: 25).Ia katakan: “Aku-lah yang memberikan Hidup, Aku membawah Rohmu tetapi engkau akan kembali dan beritakan pada semua orang agar percaya sepenuhnya kepada-Ku. bagi yang percaya kepada-Ku tidak akan pernah mati” (Yohanes 11:26). Tuhan mengulurkan tanganNya dan suatu tubuh yang lain keluar dari diriku. pakaianku putih dan bercahaya seperti Tuhan, Dia katakan: “Lihat! Ini-lah tubuh yang segera dimiliki oleh orang Kristen yang taat pada Firman-Ku“.

    Saya sadar bahwa saya dapat menembus dinding. Tuhan memegang tangan saya dan berkata: “Lihat“! Saya berpaling dan melihat tubuh saya yang tanpa Roh. Dia menjelaskan bahwa tubuh jasmaniku tidak berarti, namun hanyalah debu tanah, dan saat mati akan kembali menjadi debu tanah, sebagaimana tubuh jasmani lainnya. Dia menambahkan bahwa tubuh yang baru adalah sangat mulia yaitu Roh yang di-berikan pada manusia. Saya mengira Ia akan membawah saya langsung ke Surga, namun itu bukan permasalahannya. Kami turun melalui suatu terowongan dibawah bumi, saat masuk tempat tersebut Saya tak dapat menahan bau busuk. Saya katakan: “Tuhan saya tidak mau pergi ketempat itu“. tetapi kami tetap saja masuk; Sewaktu mendekati ujung terowongan, kami duduk diatas batu dan Tuhan berkata: “Lihatlah“! Saya mendengar suara penderitaan,tangisan dan teriakan. Di neraka, waktunya dihabiskan dengan menangis,tidak seorang pun peduli kepada mereka.

    Saudara/i terkasih, Saya menyadari NERAKA ITU NYATA. Saya  menangis, dan menatap wajah Tuhan, Dia berkata: “Peganglah apa yang engkau lihat, dan janganlah melupakannya“.

    Saya melihat ke Neraka, banyak orang-orang berteriak “aduh! aduh! selamanya! selamanya! mereka merasakan kesakitan dan penderitaan untuk SELAMA-LAMANYA!!!.

Image result for image neraka

Saya berpaling dan bertanya pada Tuhan: “Tuhan, apakah keluarga saya ada yang di neraka?

Dia menjawab “Aku tidak mengijinkan engkau melihat anggota keluargamu“. Saya memintaNya lagi: “Tuhan apakah orang ku kenal ada disini?” “ya”, Kata-Nya Aku akan mengijinkan engkau melihatnya.

Tiba-tiba ada seseorang keluar dari dalam neraka: itu Alexander.

Aku kenal alexander di kebangunan Rohani yang ku hadiri bersama suamiku di Republik Dominika. Saat di KKR tersebut, aku mendengar suara yang jelas berkata, “Berdiri, pergi dan cari Alexander.  Katakan padanya supaya doa  jangan menolak AKU, sebab Aku ini adalah kesempatan terakhir nya“. aku kenal ini adalah suara Tuhan walau pada saat itu aku tidak melihatNya.

pada saat ini aku langsung mencari alexander dan memperkatakan  apa yang Tuhan sampaikan.

Dia membalas:”Kamu orang Kristen bodoh. Kamu menyesatkan orang dengan mengatakan Yesus datang segera, Saya, Alexander, tidak percaya kenyataan itu“. Saya katakan: “Alexander,  Allah yang memberi hidup dan Dia mengambilnya kapan saja Ia mau; Alexander, kau akan segera mati.

Alexander menjawab: “Saya terlalu muda untuk mati,masih banyak tahun kesenangan saya didunia ini.”

padahal itu adalah Kesempatan yang baik dan benar bagi Alexander.

PARA PEMBACA YANG TERKASIH, Apakah yang KAU ketahui tentang DIRIMU sendiri ?

Tiga minggu kemudian, Alexander meninggal dalam keadaan mabuk. Sudah pasti akhir hidupnya adalah tempat yang penuh penderitaan (neraka). Alkitab mengatakan dengan jelas pemabuk tidak mendapat bagian dalam kerajaan Allah (Galatia 5: 21).

    Ketika melihat orang di neraka, Saya dapat melihat Alexander diserang oleh dua cacing besar. Dia berteriak “Aduh! Aduh! Aduh!” dia menderita.

Dia mengenalku dan berkata: “aku menolak kesempatan terakhir. aku berada disini sekarang, menderita. Tolonglah aku, saat engkau kembali kedunia, pergilah kerumahku dan beritahukan keluargaku agar percaya pada Yesus dan taat pada FirmanNya, supaya mereka tidak datang di tempat yang penuh sengsara ini.

    Kemudian Tuhan menunjukan ribuan orang yang menderita di neraka, dan berkata:”Kau lihat, beberapa orang ini mengenal-Ku saat di dunia. Masih banyak orang di dunia yang berada dipinggir jalan tidak tahu kemana tujuannya. Ketahuilah jalan ke surga sangat sempit, dan akan dipersempit lagi. Akan ada kesulitan di bumi, agar kamu dimurnikan seperti emas, Namun jangan takut karena Aku mendahuluimu seperti seorang Prajurit  Gagah perkasa“.

    Saya bertanya: “ADAKAH ORANG KRISTEN DI NERAKA?”, Ia menjawab: “Ya, kau tahu mengapa? Mereka percaya pada-Ku namun tidak berjalan menurut Firman-Ku. sangat banyak, umat Kristen hanya berlaku benar dalam bait-Ku,didepan pendeta  dan keluarga mereka. Namun mereka penipu besar bagi dirinya. Mata Bapa-Ku melihat segala sesuatu dan mengerti setiap perkataan, dimanapun engkau.  Katakan pada umat-Ku bahwa inilah waktu hidup suci dan kudus dihadapan Bapa-Ku, dihadapan iblis dan dihadpan dunia. Biarlah iblis tidak berkuasa mempersalahkan umat-Ku; dan biarlah dunia tidak menunjuk pada umat-Ku. Inilah saat dasyat untuk melihat kekudusan dan kesucian “(1 Petrus 1: 14-16)

Lake of Fire    Kemudian kami pergi kesuatu tempat seperti lautan api. Saat kami mendekatinya, saya mencium bau busuk yang sangat dan Tuhan berkata: “Apa yang kau lihat adalah danau perapian, yang sudah tersedia bagi iblis, nabi palsu, dan anti Kristus. Aku tidak menyiapkan tempat ini bagi manusia, tetapi mereka yang tidak percaya kepada-Ku sebagai Juruselamatnya dan tidak hidup menurut Firman-Ku akan berada disana (Wahyu 20:14)”

    Pada saat itu saya melihat Tuhan menangis dan berkata: “Ada banyak sekali mereka yang hilang daripada mereka yang masuk ke Surga“. Kemudian Tuhan menunjukan  bilangan orang yang mati seketika dan berkata: “Lihat! Berapa banyak yang hilang! Gereja-Ku tertidur mereka mengaku menerima Kuasa-Ku; mempunyai Firman-Ku dan Roh Kudus, Tetapi mereka tertidur. Di dunia ada yang berkhotbah bahwa tidak ada Neraka. Pergi dan katakan bahwa tempat ini nyata“.

    Saya berada jauh dari api, namun dapat merasakan panas. Kami tinggalkan itu dan terus ke Surga. kami masuk Surga kedua. Di Surga ini Tuhan menunjukan matahari dan bintang dan berkata: “Lihat bintang-bintang ini, Aku menyebut mereka menurut namanya. Apakah kau melihat matahari, Karena Kuasa-Ku-lah ia dapat bersinar bagi orang benar dan orang jahat. Namun akan datang harinya bahwa matahari tidak bersinar lagi, segalanya menjadi gelap“.

 

PESAN 5 MALAIKAT DARI 5 BENUA

PESAN LIMA MALAIKAT DARI LIMA BENUA (Penglihatan Rev. Samuel Doctorian)

visionoffiveangels

Waktu itu, saya berada sendirian di sebuah rumah, di Pulau Patmos selama berminggu-minggu berdoa dan mencari Tuhan. Saya telah menemukan kapel kecil yang bernama Kapel ST. Nicolas. Belum pernah ada orang yang pergi ke sana. Saya pergi ke tempat itu dan mencurahkan isi hati saya kepada Allah. Saya juga menemukan satu batu karang di sisi sebuah bukit, dimana saya dapat duduk, berdoa, merenungkan dan membaca Alkitab. Saya makan sedikit sekali pada waktu itu. Dalam waktu-waktu tertentu saya pergi mengunjungi ‘Gua Yohanes’, tempat dimana ia melihat ‘Wahyu yang besar’. Sementara bermeditasi selama satu bulan di tempat terpencil ini, saya berpikir, “Saya bertanya-tanya, apakah Tuhan akan mengutus malaikat-Nya yang kesepuluh?” Saya telah melihat sembilan malaikat sebelumnya – di Inggris, di Beograde Yugoslavia…, di Aman, Yordan… di Yerusalem satu malaikat telah melepaskan seorang wanita dari penggantungan di atas Mesir… Saya melihat malaikat ke sembilan di Beirut, ditengah-tengah peperangan. Malaikat tersebut secara fisik membangunkan saya pada pk 03.00 dini hari dan memberitahu saya supaya segera keluar dari negara itu. Saya sangat bersyukur kepada Tuhan akan hal ini. Saya tidak tahu apa yang akan terjadi jika malaikat itu tidak datang. Sorga akan member itahukan hal itu nanti. Jadi, saya tidak yakin, apakah saya akan melihat malaikat Tuhan untuk yang kesepuluh kali. Suatu saat ketika saya sedang berdoa, saya merasakan kehadiran-Nya. Lalu saya bertanya, “Tuhan, apakah malaikat itu datang sekarang?” Tetapi tidak demikian. Satu malam saya juga pernah bermimpi tentang malaikat. Malaikat itu memberitahu saya untuk terbang dalam mimpi. Dan saya melakukannya. Tetapi hal itu hanya mimpi belaka. Saya mau melihat malaikat yang sesungguhnya, seperti yang pernah saya lihat, sembilan kali sebelumnya. Pada tanggal 20 Juni jam 03.50 dini hari, di sini, di Pulau Patmos, tiba-tiba ruangan saya menjadi terang, …dan tidak ada penerangan di sekitar sini. Hanya ada rumah kecil ini, yang terletak di ujung jalan, dekat biara. Namun lihatlah, saya benar-benar sadar waktu itu, dan saya melihat lima malaikat yang indah. Saya melihat wajahnya, sempurna dan seperti manusia, tetapi penuh dengan cahaya. Saya melihat mata mereka, rambut dan tangan mereka. Di sebelah kanan saya hadir dua malaikat, dan ketika saya melihat ke sebelah kiri, saya melihat tiga malaikat lainnya dengan sayap. Mereka memakai jubah putih panjang yang indah, sampai menyentuh lantai. Sesuatu yang tidak dapat saya ungkapkan dengan kata-kata manusia. Saya heran, mengapa lima malaikat itu datang? Saya menjadi gemetar dan terguncang, saya ingin berteriak, tetapi tidak dapat. Sebelum saya melihat malaikat-malaikat ini di dalam roh, saya telah melihat diri saya berada dalam sebuah kelompok pertemuan besar. Dan saya sedang berkotbah dalam bahasa Inggris. Seorang penterjemah berdiri di sebelah kiri saya, berambut hitam dan berjas abu-abu. Tetapi saya tidak dapat mengingat bahasa apa yang dia pakai. Saya sedang menubuatkan hal ini: “Gereja-Ku, engkau mengkotbahkan kasih, engkau mengajarkan kasih, tetapi engkau harus mempraktekkan kasih (memperlihatkan kasih) itu. Diperlukan kesatuan didalam tubuh-Ku. Ada banyak perpecahan diantaramu: Roh-Ku tidak akan bergerak dan bekerja kalau tidak ada kesatuan. Ada kedagingan di dalam gereja-Ku; terlalu banyak kenajisan di dalam gereja-Ku. Aku merindukan dan menginginkan umat yang kudus. Aku mati untuk menjadikan engkau kudus”. Sementara saya bernubuat di dalam roh, saya menjadi gemetar. Mata saya terbuka dan saya memandang pada kelompok orang banyak itu. Tiba-tiba di tengah nubuatan itu, lima malaikat ya ng perkasa ini muncul. Saya meninggalkan mimbar dan saya pikir saya akan jatuh. Tapi ternyata saya terbangun. Ini semua terjadi di dalam roh. Ada kuasa yang menolong saya untuk tidak jatuh, dan saya heran dengan apa yang sedang terjadi ini. Lalu secara tiba-tiba, malaikat pertama di sisi kanan saya berkata “Kami adalah lima malaikat dari lima benua. Kami berada di sini untuk memberikan kepadamu pesan-pesan dari lima benua di dunia”. Pada saat saya mendengar suara itu, saya juga mendengar orang banyak itu berteriak, ‘Ohhh, Ohhh, Ohhh…’ Saya percaya kelompok orang banyak ini juga melihat malaikat-malaikat itu. Kadang-kadang Tuhan menyatakan kepada saya, bahwa di masa-masa yang akan datang, di banyak tempat di dunia ini, Ia akan menyatakan diri-Nya melalui pelayanan para malaikat. Hal ini akan terjadi secara terbuka; Hal ini akan terjadi di dalam gereja-gereja. Beribu-ribu orang akan melihat malaikat pada saat yang bersamaan. Malaikat ini akan melayani tubuh Kristus pada akhir zaman. Lalu malaikat itu berkata, “Apa yang kau lihat dan dengar, beritakan kepada bangsa-bangsa”. Jadi hal ini bukan untuk saya simpan sendiri. Diterima atau tidak, saya harus memberitakannya kepada bangsa-bangsa. MALAIKAT PERTAMA: Malaikat pertama berkata: “Aku mempunyai berita untuk seluruh Asia“. Ketika dia mengatakan itu, hanya dalam beberapa detik saja, saya dapat melihat seluruh Cina, India, dan negara-negara Asia seperti Vietnam, Laos. Saya belum pernah mengunjungi negara-negara ini sebelumnya, saya melihat Philipina, Jepang, Singapura, Malaysia dan Indonesia (Peristiwa Gempa bumi dan Tsunami). Lalu malaikat memperlihatkan kepada saya seluruh Papua New Guinea, Irian Jaya dan ke selatan, ke Australia dan Selandia Baru. Berita dari malaikat ini ditujukan untuk seluruh bagian dari benua Asia termasuk Australia dan Selandia Baru. “Akulah malaikat dari Asia” katanya. Di tangannya saya melihat sangkakala yang hebat. Sangkakala ini akan ditiupnya melintasi seluruh Asia. Apa yang dikatakan oleh malaikat ini, semua akan terjadi dengan sangkakala Tuhan ke seluruh Asia. Jutaan orang akan mendengar suara yang dahsyat dari Tuhan. Lalu malaikat itu berkata, “Akan ada bencana, kelaparan, banyak orang yang akan mati karena kelaparan. Angin yang dahsyat akan dilepaskan seperti belum pernah terjadi sebelumnya. Banyak tempat akan digoncang dan dihancurkan. Gempa bumi akan terjadi di seluruh Asia dan laut akan menutupi bumi”. Saya melihat ini pada tanggal 20 Juni 1998. Sekarang adalah tanggal 16 Agustus 1998, beberapa minggu yang lalu saya telah mendengar berita tentang desa-desa yang disapu bersih dan diseret ke dalam laut di daerah Papua New Guinea. Beribu-ribu orang ada dalam bahaya besar. Hal itu telah terjadi dalam beberapa minggu yang lalu, dan malaikat ini mengatakan kepada saya bahwa ‘hal ini akan terjadi di seluruh Asia’. “Bumi akan tenggelam ke dalam laut,” saya mendengar malaikat itu berkata. “Sebagian dari Australia akan digoncangkan. Australia akan terbagi dan bagian terbesar akan masuk ke dalam laut.” Ini sangat menakutkan. Saya bertanya-tanya, “Apakah saya mendengar berita ini dengan benar?” Tetapi malaikat itu berkata, “Berjuta-juta orang akan mati di Cina dan India. Bangsa akan melawan bangsa, saudara melawan saudara. Orang Asia akan berkelahi dengan sesamanya. Senjata nuklir akan dipakai untuk membunuh jutaan orang.” Dua kali saya telah men dengar perkataan ini, “Celaka besar! Celaka besar!” Lalu malaikat itu berkata, “Krisis keuangan akan datang di Asia. Hal ini akan menggoncangkan dunia.” Saya menjadi gemetar sementara malaikat itu berbicara. Dia memandang kepada saya, tersenyum, dan berkata, “Akan terjadi kebangunan rohani yang besar, kuk-kuk akan dipatahkan. Rintangan-rintangan akan diangkat. Seluruh Asia, -Cina – India – orang-orang akan perpaling kepada Kristus. Di Australia akan terjadi kebangunan rohani yang luar biasa.” Saya mendengar malaikat itu berkata, “Aku akan mempersiapkan gereja-Ku untuk kedatangan Kristus.” Saya bergembira dengan berita baik ini setelah mendengar berita tentang penghukuman. Selama waktu itu, kelima malaikat itu hadir di dalam kamar saya. MALAIKAT KEDUA: Kemuadian saya melihat malaikat kedua memegang sabit di tangannya, yang biasa dipakai sebagai alat penuaian. Malaikat kedua berkata, “Waktu penuaian bagi Israel telah tiba dan semua negara-negara sampai ke Iran.” Saya telah melihat negara-negara itu dalam beberapa detik saja. “Seluruh Turki dan negara-negara itu (tidak kedengaran) yang telah menolak Aku dan menolak berita kasih-Ku akan saling membenci dan saling membunuh satu sama lain.” Saya melihat malaikat itu mengangkat sabitnya dan turun di atas seluruh negara-negara Timur Tengah. Saya melihat Iran, Persia, Armenia, Azerbaijan, seluruh Georgia, Irak, Siria, Libanon, Yordania, Israel dan seluruh Asia Kecil penuh dengan darah. Saya melihat darah di seluruh negara-negara ini dan saya melihat api. Senjata nuklir banyak dipakai oleh negara-negara ini. Asap bermunculan dimana-mana. Penghancur manusia ini menghancurkan satu dengan yang lainnya secara tiba-tiba. Saya mendengar kata-kata ini, “Israel, o I srael, penghukuman besar telah datang.” Malaikat itu berkata, “Orang pilihan, gereja, orang yang tersisa akan disucikan. Roh Allah akan mempersiapkan anak-anak Allah.” Saya melihat api membumbung sampai ke sorga. Malaikat itu berkata, “Inilah penghukuman yang terakhir. Gerejaku akan dimurnikan, dilindungi dan siap sedia untuk hari akhir. Manusia akan mati kehausan. Air akan langka diseluruh Timur Tengah. Sungai-sungai akan mengering. Orang akan berkelahi karena air di negara-negara ini.” Malaikat ini menyatakan kepada saya, bahwa Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) akan pecah karena krisis di Timur Tengah ini. Tidak akan ada lagi Perserikatan Bangsa Bangsa. Malaikat pemegang sabit akan menuai tuaian. MALAIKAT KETIGA: Salah satu dari malaikat bersayap itu memperlihatkan kepada saya seluruh Eropa. Dari satu bagian kepada yang lainnya, dari utara sampai ke selatan, yaitu Spanyol dan Portugis. Di dalam tangannya dia memiliki alat pengukur. Saya melihat dia terbang melintasi Eropa, dan saya mendengar suaranya, “Aku didukacitakan, aku didukacitakan, ketidakbenaran, kekotoran (kenajisan), kejahatan di seluruh Eropa. Dosa telah naik sampai ke sorga. Roh Kudus didukacitakan.” Saya melihat sungai-sungai di Eropa meluap dan membanjiri jutaan rumah. Berjuta-juta tenggelam. Saya melihat ini, saya membaca surat kabar beberapa minggu yang lalu, Chekoslowakia telah mengalami banjir yang hebat yang belum pernah terjadi. Saya juga telah mendengar dimana sungai besar di Cina telah membawa bencana hebat, ribuan rumah hancur karena banjir. Saya tidak mengetahui berita-berita sebelumnya, sampai sesudah saya melihat penglihatan dan mendengar apa yang dikatakan malaikat itu. Tiba-tiba saya mendengar gempa bumi di seluruh Eropa. Negara-negara yang belum pernah mengalami gempa bumi akan digoncangkan”, kata malaikat itu. Dan tiba-tiba di dalam rohku, saya melihat menara Eiffel di Paris runtuh, jatuh dan hancur. Sebagia n besar Jerman dihancurkan. Kota-kota besar di London – kehancuran terjadi di mana-mana. Saya melihat banjir di seluruh Skandinavia. Saya memandang ke bagian selatan melihat Spanyol dan Portugal yang mengalami kelaparan dan kehancuran besar. Banyak yang akan mati karena kelaparan di seluruh Spanyol dan Portugal. Saya telah dirisaukan oleh berita-berita ini dan saya berkata: “Tuhan bagaimana dengan anak-anak-Mu?” Malaikat itu berkata, “Aku akan mempersiapkan mereka. Mereka akan menantikan kedatangan Tuhan. Banyak yang berteriak kepada-Ku pada hari-hari itu dan Aku akan menyelamatkan mereka. Aku akan menyatakan mujizat yang kuat bagi mereka dan memperlihatkan kuasa-Ku”. Jadi di tengah-tengah kehancuran besar ini, akan ada anugerah Allah atas negara-negara ini. Saya sangat gembira, karena perlindungan Allah ada atas anak-anak-Nya. MALAIKAT KEEMPAT: Sekarang kita pergi ke Afrika. Saya melihat malaikat keempat dengan sayap terbang di atas Afrika. Saya dapat melihat mulai dari Capetown di selatan sampai ke sebelah utara, yaitu Kairo. Saya melihat semua negara-negara di sana, lebih dari 50 negara. Malaikat dari Afrika ini memegang pedang di tangannya. Sebuah pedang tajam yang hebat. Secara tiba-tiba, saya mendengar dia berkata, “Darah orang tidak bersalah telah dicurahkan. Perpecahan diantara penduduk – generasi yang jauh dari Tuhan – mereka saling membunuh satu sama lain, ribuan penduduk. Aku telah melihat anak-anak-Ku yang setia di Afrika, Aku akan memberi pahala kepada mereka yang setia di benua Afrika. Aku akan memberkati mereka dengan berlimpah. Aku akan mengendalikan cuaca, matahari akan membakar dan menghanguskan beberapa tempat. Sungai-sungai besar akan kering, jutaan orang mati kelaparan. Bagian lainnya akan terjadi kebanjiran. Fondasi-fondasi akan digoncangkan. Pedang-Ku akan menghakimi yang tidak benar dan y ang haus darah. Jadi banyak gempa bumi akan terjadi sehingga sungai-sungai akan mengalir ke arah yang terbalik di dalam benua, membanjiri banyak desa.” Saya melihat jatuhnya pecahan-pecahan besar dari udara di atas bagian-bagian berbeda dari Afrika. “Akan terjadi kegentaran di atas muka bumi seperti yang belum pernah terlihat sejak diciptakan. Tidak ada satupun yang dapat meluputkan diri dari pedang Tuhan.” Saya melihat sungai Nil kering. Ini adalah dewa Mesir. Ikan-ikan mati dan berbau busuk di seluruh Mesir. Sebagian besar dari tengah Afrika akan ditutupi dengan air – jutaan mati. “Tuhan,” saya berkata, “Semuanya adalah berita buruk. Semua kehancuran. Adakah berita baik?” Tuhan berkata, “Hari akhir telah datang, hari penghukuman ada di sini. Kekasih-Ku telah menoleh sekarang dan akhirnya telah datang.” Saya jadi tergoncang dan gemetar. Saya berpikir, “Saya tidak dapat memikulnya.” MALAIKAT KELIMA: Lalu aku melihat malaikat terakhir terbang di atas Amerika Utara dan Selatan. Mulai dari Kutub Utara sampai ke Argentina. Dari sebelah timur Amerika Serikat sampai California. Ditangannya terlihat sebuah cawan. Malaikat itu telah mengatakan bahwa ia akan mencurahkan hukuman-hukuman yang ada di dalam cawan itu ke atas benua-benua. Lalu aku mendengar malaikat itu berkata, “Tidak ada keadilan lagi, tidak ada kebenaran, tidak ada kesucian, perzinahan, materialisme, kemabukan, budak dosa, penumpahan darah orang yang tidak bersalah, jutaan bayi-bayi dibunuh sebelum waktunya lahir, perceraian, generasi perzinahan, praktek sodom gomora terjadi di sini. Hari-hari Nuh terulang lagi, guru-guru palsu, nabi-nabi palsu telah menolak kasih-Ku, banyak dari mereka melakukan imitasi agama menyangkal kuasa yang nyata.” Ketika saya mendengar hal ini, saya memohon kepada malaikat itu, “Dapatkah engkau menunggu sedikit waktu lagi? Jangan curahkan dulu. Berikan kesempatan untuk bertobat.” Malaikat itu berkata, “Seringkali Allah telah menunda dan telah mengatakannya, tetapi mereka tidak mendengarkan Dia. Kesabaran-Nya telah sampai akhir. Sekarang ini waktunya telah tiba. Mereka sangat mencintai uang dan kenikmatan lebih daripada mencintai Aku.” Sementara malaikat mulai menuangkan hukuman dari cawan yang ada di tangannya, saya melihat es yang mencair dengan luar biasa. Sewaktu hal itu terjadi, saya melihat banjir menggenangi Canada dan Amerika Utara. Semua sungai-sungai meluap, kehancuran terjadi di mana-mana. Saya mendengar perdagangan dunia jatuh karena gempa bumi yang dahsyat. Pencakar-pencakar langit di New York runtuh. Jutaan orang mati. (Peristiwa 11 September, hancurnya Gedung kembar WTC) Saya melihat kapal-kapal di laut tenggelam. Saya mendengar ledakan di seluruh negara bagian Utara. Saya melihat malaikat itu mencurahkan cawan di atas Meksiko, dan dua lautan menjadi bersatu, Lautan Atlantik dan Lautan Pasifik. Sebagian besar Utara Brasilia di tutupi dengan air, sungai Amazon berubah menjadi lautan besar. Hutan-hutan hancur dan digenangi air. Kota-kota besar di Brasilia mengalami kehancuran. Gempa bumi terjadi di berbagai tempat. Sementara malaikat itu mencurahkan cawan hukuman, kehancuran besar terjadi di Chili dan Argentina. Yang selama ini belum pernah terjadi. Seluruh dunia digoncangkan. Kemudian aku mendengar malaikat itu berkata, “Peristiwa ini akan terjadi dalam waktu yang sangat dekat.” Saya berkata, “Dapatkah engkau menundanya? Jangan curahkan hal-hal ini di seluruh belahan bumi.” Dan secara tiba-tiba saya melihat kelima malaikat itu berdiri mengelilingi bumi. Mengangkat tangan dan sayap mereka menghadap ke sorga, mengatakan, “Semua kemuliaan bagi Tuhan di bumi dan di sorga. Sekarang waktunya telah tiba, dan Dia akan memuliakan Anak-Nya. Bumi akan dibakar dan dihancurkan. Segala sesuatu akan lenyap. Langit dan Bumi yang baru akan datang. Allah akan menghancurkan pekerjaan iblis selamanya. Aku akan memperlihatkan kuasa-Ku, Aku akan melindungi anak-anak-Ku di tengah-tengah semua kehancuran ini. Bersiaplah untuk hari ini, karena Tuhan akan datang.” Ruangan saya penuh dengan cahaya yang berasal dari terang malaikat-malaikat itu. Lalu secara tiba-tiba mereka terangkat ke sorga. Sewaktu saya memandang ke atas, saya melihat malaikat-malaikat itu pergi ke lima arah yang berbeda. Saya tahu sekarang mereka siap untuk memulai tugas-tugasnya. Selama lebih dari satu jam saya tidak dapat bergerak. Saya betul-betul tertegun, gemetar dari waktu ke waktu. Saya berkata, “Tuhan bolehkah saya meninggalkan pulau Patmos sekarang?” Dia menjawab, “Tidak, Aku membawa engkau ke sini untuk suatu maksud.” Saya berkata, “Berita dari malaikat-malaikat itu bukanlah berita baik. Berita itu adalah berita hukuman, kebinasaan dan kehancuran. Apakah yang akan orang katakan tentang saya, sebab saya selalu berkotbah tentang kasih, damai dan berita baik?” Malaikat berkata, “Ini berita kami, engkau adalah alat, saluran. Adalah satu penghargaan jika Allah memilih engkau untuk memberitakan berita ini kepada bangsa-bangsa.” Saya berkata, “Tuhan kehendak-Mu-lah yang jadi. Bagi Allah Segala Kemuliaan.” Referensi ayat-ayat: I Tesalonika 4:13-18  Ibrani 12:22-29 ; II Petrus 3:1-13

Mimpi Profetik tentang Kedatangan Tuhan – Suzette Hattingh

Mimpi Profetik tentang Kedatangan Tuhan – Suzette Hattingh
image

Sebuah Peringatan Profetik yang Mendesak dari Tuhan..

Kepada tim pelayanan dan sahabat-sahabat saya yang terkasih,

Ini adalah peringatan yang mendesak dari Tuhan. Saya telah berdoa selama 3 hari mengenai hal ini, untuk memastikan bahwa memang kehendak Tuhan bagi saya, agar saya meneruskannya kepada anda! Inilah pesan tersebut..

Mohon khususkan waktu untuk membacanya dengan hati-hati, dan perhatikanlah selayaknya ini memang benar-benar dari Tuhan. Anda harus mengartikannya secara rohani, dan bukan secara fisik.

Pada awal tahun 2000, Tuhan memberikan mimpi yang kuat kepada saya mengenai “Mempelai Kristus yang tidak siap untuk perkawinan” (kedatangan Tuhan). Di dalam mimpi tersebut, pesta pernikahan sudah siap, namun hanya sedikit orang yang hadir dan persiapannya belum selesai sama sekali. Demikian juga mempelai wanitanya, (mempelai di dalam mimpi tersebut adalah saya, yang mewakili Mempelai Kristus), yang sama sekali tidak siap.

Pada tahun 2013, Tuhan memberikan mimpi yang serupa. Di dalam mimpi tersebut, Sang Mempelai Pria sudah datang dan menunjukkan kepada saya rumah mewah yang telah dibangun. Rumah itu telah siap digunakan, dan didirikan di atas batu karang. Dia juga menunjukkan kepada saya bahwa persiapannya sudah selesai. Ketika saya berpaling kepadanya dan berkata, “Apakah Engkau sudah menikah? Apakah Engkau telah memiliki anak-anak?” Dia menatap saya dan berkata, “Aku belum pernah menikah, tetapi aku datang untuk menjemput Mempelai Wanita-Ku..” Saya terbangun dan menyadari bahwa mimpi itu berbicara tentang kedatangan Tuhan.

Beberapa hari lalu, pada tanggal 8 Mei 2014, sekali lagi Tuhan memberikan mimpi profetik yang serupa. Saya berdoa selama beberapa hari ini, apakah saya harus membagikannya, dan bagaimana saya akan membagikannya.

Pesan yang kuat disini adalah betapa batas waktu yang diberikan melalui mimpi tersebut semakin dekat! Diawali dengan persiapan pesta pernikahan, dilanjutkan dengan masa dimana persiapannya sudah selesai, dan sekarang telah memasuki masa dimana “pesta pernikahan sudah ada di hadapan kita”.

Yang kedua, adalah mengenai cinta dari mempelai wanita! Mempelai wanita memang mencintai, tapi tidak sedang jatuh cinta..

Inilah mimpi saya:

Saya sebentar lagi menikah, namun kali ini kami benar-benar sedang akan berangkat ke upacara pernikahannya (di dalam mimpi ini, saya melambangkan Mempelai Kristus). Saya sudah melihat beberapa tamu yang sedang menuju ke perayaan tersebut, mereka sedang dalam perjalanan. Beberapa tamu memakai pakaian putih, beberapa lagi tidak memakainya (Wahyu 3:5). Saya berlari dan bergegas mengenakan gaun saya, karena pesta pernikahannya sudah akan dimulai. Sudah tidak ada waktu lagi, pesta pernikahan sudah di depan kita! Ketika saya mengenakan gaun putih saya, saya melihat bahwa ADA BEBERAPA NODA KOTOR DI SEBELAH KIRI LIPATAN GAUN SAYA! (Efesus 5:27). Ketika saya melihatnya, saya berkata “Tidak ada waktu lagi untuk berurusan dengan noda tersebut.. Saya harus berangkat ke pesta pernikahannnya sekarang”. Menyedihkan.. Di dalam mimpi tersebut,  saya tidak benar-benar siap untuk pernikahannya!

Kemudian, adegannya berubah, dan sekarang kami ada di resepsi pernikahan. Yang membuat saya kaget adalah kurangnya gairah dan cinta saya kepada Mempelai Pria. Saya mencintai Dia, tetapi tidak SEDANG JATUH CINTA KEPADA-NYA SEPERTI YANG SEMESTINYA (Wahyu 2:4). Namun demikian, di dalam mimpi saya, Mempelai Pria ini sangat jatuh cinta kepada saya.

Saya terbangun dan mendengar dengan jelas Firman ini: “Mempelai wanita telah kehilangan kasih mula-mula.. Mereka mencintai Aku, dan sibuk dengan begitu banyak kegiatan. Tetapi, apakah mereka benar-benar sedang jatuh cinta kepada-Ku? Aku menginginkan keintiman, bukan kegiatan” (Wahyu 2:4)

Pesan yang kuat disini adalah betapa batas waktu yang diberikan melalui mimpi tersebut semakin dekat! Diawali dengan persiapan pesta pernikahan, dilanjutkan dengan masa dimana persiapannya sudah selesai, dan sekarang telah memasuki masa dimana “pesta pernikahan sudah ada di hadapan kita”.

Sesungguhnya, sudah tidak ada waktu lagi yang tersisa, bahkan untuk berurusan dengan “noda dan kerutan”. Namun, peringatan yang paling kuat adalah kurangnya cinta pada saat pesta pernikahan! Kita berbicara tentang kedatangan Tuhan, kita mendoakannya, dan kita berkata bahwa kita sedang mempersiapkannya. Namun, apakah kita benar-benar JATUH CINTA KEPADA MEMPELAI PRIA SEPERTI SELAYAKNYA MEMPELAI WANITA SEBELUM HARI PERNIKAHAN? APAKAH KITA SUDAH SIAP! Beberapa diantara orang-orang yang ada di mimpi saya telah mengenakan pakaian putih! Mereka sudah benar-benar siap, tetapi jumlahnya tidak banyak. Sejumlah orang yang lain, sama seperti saya, belum siap.. Saya mengirimkan pesan ini sebagai sebuah peringatan kepada anda untuk memeriksa roh dan kegiatan saudara. Apakah kegiatan saudara adalah untuk bersiap-siap bagi kedatangan Mempelai Pria?.. Kita akan segera mendengar seruan itu.. Mempelai Pria datang (Matius 25:6).. Apakah anda memiliki minyak di dalam lampu anda, dan anda sudah siap dengan berpakaian putih, yang telah dibasuh dengan darah Anak Domba? Apakah anda benar-benar sedang jatuh cinta kepada Sang Mempelai Pria? Ataukah kita seperti 5 gadis yang bodoh? (Matius 25:5)

Ketika saya mendoakan tentang hal ini,  hanya 3 orang saja yang mengetahui mimpi saya. Saya sangat terkejut ketika salah satu anggota tim saya di Papua mengirimkan sebuah pesan kepada saya. DIA BARU SAJA MENERIMA PERINGATAN DARI TUHAN MELALUI SEBUAH MIMPI MENGENAI KEDATANGAN TUHAN! Dia tidak tahu-menahu perihal mimpi saya! Hal ini sangatlah penting. KITA HARUS MEMPERHATIKAN HAL INI, DATANGLAH KE HADAPAN TUHAN DAN BERPERKARALAH DENGAN “NODA DAN KERUTAN” YANG MUNGKIN ADA DI PAKAIAN ANDA – WAKTUNYA SANGAT SINGKAT!

(Suzette Hattingh)

Voice in The City Indonesia – Suzette Hattingh Ministries

Mimpi profetik hamba Tuhan lain Dr.Owuor :

Dalam sebuah mimpi malam kemarin (sekitar tanggal 3 Mei 2014), Tuhan berbicara kepada Dr. Owuor untuk menyampaikan pesan kepada semua orang yang mendengar di seluruh bumi. Dalam mimpi tersebut Dr. Owuor dibawa ke suatu tempat dan dia memandang ke atas serta menyaksikan kemuliaan Tuhan menyelubungi matahari, dan kemudian kemuliaan itu memancar dari matahari menuju ke bumi dalam bentuk garis garis dan memenuhi seluruh bumi. Kemudian ia juga menyaksikan pelangi kembar dan ia mendengar suara berkata : 

LIHATLAH, MESIAS DATANG, TETAPI GEREJA BELUM SIAP (Tuhan membuatnya mengerti bahwa WALAUPUN TUHAN SEDANG DATANG TETAPI GEREJA BELUM SIAP, BELUM KUDUS, BELUM HIDUP DALAM KEBENARAN, BELUM DEWASA DAN BAHKAN BELUM SADAR TUHAN DATANG) , saat itu dia merasakan kesedihan yang luar biasa dan menangis dengan sangat.
Siapa bertelinga, hendaklah ia mendengarkan apa yang dikatakan Roh kepada jemaat-jemaat. 

Matius 26:13 Karena itu, berjaga-jagalah, sebab kamu tidak tahu akan hari maupun akan saatnya.”

Ibrani 12:14 Berusahalah hidup damai dengan semua orang dan kejarlah kekudusan, sebab tanpa kekudusan tidak seorangpun akan melihat Tuhan.

MASA DEPAN AMERIKA SERIKAT….BY PS. TD HALE

image

Saya tahu bahwa orang-orang ini lebih dari sekedar ditahan.
Mereka membawa orang-orang ini ke suatu tempat semacam tempat pemrosesan. Saya berdiri didepan bangunan itu dimana saya melihat mereka dimasukkan dan diproses. Bagi saya, hal ini mengingatkan saya pada masa Hitler.

Dibawah ini merupakan suatu transkrip pada suatu wawancara dengan Pastor TD Hale dari Calvary Christian Center (http://www.calvaryapostolicgallia.com/) di Galipolis, Ohio. Didalam wawancara itu, Pastor Hale menjelaskan rincian dari dua mimpi yang dia terima dari Tuhan. Mimpi pertama diterima pada tanggal 28 Desember 2011. Mimpi kedua diterima pada malam hari tidak lama setelah mimpi pertama diterima.

Transkrip mimpi ke-1
Dengan situasi amerika yang bisa kita lihat saat ini, dengan presiden dan pemerintahannya maka pasti ada tanda-tanda yang akan terjadi. Pada tanggal 28 Desember 2011, saya telah mencari Tuhan mengenai apa kata Tuhan bagi umat-Nya. Saya tidur malam itu seperti malam-malam sebelumnya. Tuhan benar-benar memberikan sesuatu penglihatan/mimpi pada malam itu mengenai apa yang akan terjadi.

Tentu saja saya terkejut dengan apa yang saya lihat. Didalam mimpi saya, saya pergi melintasi benua Amerika. Saya mengambang, berada di udara mengunjungi benua Amerika. Saya tidak takut mengenai apa yang saya lihat. Kemudian tiba-tiba saya melihat banyak bom yang mendarat dimana-mana. Daratan itu hancur lebur.
Saya melihat semuanya rusak, rumput, pohon, semuanya. Semuanya hilang, terbakar. Tidak ada yang tersisa. Tidak tersisa pepohonan. Kerusakan total. Saya tidak tahu apakah hal ini terjadi di semua tempat, tetapi sejauh yang saya lihat, dari titik dimana saya berada saya lihat semuanya hancur.

Kemudian saya melihat orang-orang berdiri disekitar rumah mereka dan tidak ada sesuatupun yang tersisa, mereka memeluk satu sama lain. Saya melihat banyak orang terbaring meninggal, dan saya mendengar tangisan orang-orang sembari mengatakan ‘hal ini seharusnya tidak terjadi, hal ini sesungguhnya tidak boleh terjadi’. Dan mereka meneriakkan kata-kata ini berulang kali, ‘Hal ini sebaiknya tidak terjadi, oh Tuhan, hal ini seharusnya tidak terjadi.’

Bisa dikatakan bahwa terjadi perubahan dalam kehidupan. Tidak ada makanan, tidak ada air minum. Saya bisa mendengar bayi menangis, tersedu-sedu, saling merangkul satu sama lain dalam keluarga mereka. Mereka meminta pengampunan dari Tuhan. Pada saat saya berpindah tempat, saya melihat orang-orang berlarian, mencari orang-orang yang mereka cintai yang hilang dan mereka benar-benar, benar-benar, seperti orang gila. Kegilaan telah mengambil alih. Saya melihat banyak orang di pinggir jembatan dan menjatuhkan diri mereka lompat keluar dari jembatan, mereka bunuh diri. Hal itu begitu jelas terlihat oleh saya.

Kemudian saya berpindah ke sebuah kota besar yang terlihat seperti Columbus, Ohio. Kemudian tiba-tiba mendengar kengerian massal, keributan-keributan di jalan-jalan kota. Jendela-jendela dirusak. Ada banyak sekali orang mengambil barang-barang dikanan kiri mereka. Tetapi sepanjang yang saya lihat mereka tidak mengambil barang-barang seperti TV dan barang-barang elektronik. Mereka mengambil makanan. Mereka mengambil semacam keripik. Mereka mengambil minuman. Mereka mengambil segala sesuatu yang dapat mereka peroleh untuk bertahan hidup. Semua hal yang berhubungan dengan bertahan hidup. Saya dapat ketakan bahwa hal ini berbeda dengan kerusuhan-kerusuhan yang terjadi di masa lampau.

Kumpulan manusia itu berjumlah ribuan yang berusaha masuk kedalam toko-toko, sebanyak mungkin yang bisa masuk kedalam. Saya melihat mereka mendorong rak-rak dan mendorong berang-barang elektronik. Mereka berusaha mengambil makanan, roti, air minum kemasan. Mereka berusaha mencari semua barang yang bisa digunakan untuk bertahan hidup.
Pengacau-pengacau itu berkelahi satu sama lain. Saay melihat seorang pria mengambil sebuah pistol dari sakunya dan menembak pria lainnya tepat di kepalanya.

Pada bagian lain dari mimpi saya adalah yang paling membuat saya tertegun. Saat itu saya meninggalkan tempat yang lama, saya melalui suatu perjalanan secepat kilat. Kemudian saya berdiri di sisi belakang dari gedung putih (White House). Pada saat saya sampai disitu saya menengok keatas. Kemudian saya mendengar suara, ‘Lihat ke balkon Truman’. Saya tahu apa yang dinamakan balkon, tetapi saya tidak tahu bahwa balkon itu punya nama Truman. Saya tidak tahu bahwa ada sebuah balkon yang bernama Truman sampai suatu saat saya bercerita kepada teman saya yang mana kemudian dia bercerita kepadaku bahwa ada sebuah balkon dengan nama Truman di gedung putih. Didalam pikiran saya, Tuhan memberitahukan ada balkon bernama Truman, dan itu menunjukkan bahwa mimpi itu berasal dari Tuhan.

Saya melihat presiden Amerika Serikat, Presiden Obama, berdiri di sebuah balkon dan saya melihat dia membawa sebuah senapan. Tiba-tiba, dari disebelah kanan saya mendengar suara yang keras, sangat keras. Ketika saya memalingkan wajah saya untuk melihat dari mana sumber suara tersebut, maka saya melihat seekor burung rajawali yang terbang di angkasa mengitari sekitar Washington DC. Saya tahu jeritan apa itu. Saya tahu itu adalah seekor rajawali.

Tiba-tiba saya melihat presiden AS – Obama mengarahkan senapan dan menembak rajawali itu sehingga mati dan jatuh ke tanah. Ketika saya melihat kembali ke arah presiden Obama dan saya melihat dia tersenyum sinis. Dan ini suara yang saya dengar dalam mimpi itu, ‘Saya sudah selesai dan saya tidak lagi berurusan dengan ini didalam pemerintahan saya.’

Kemudian hening seketika. Kemudian saya mendengar suara ‘Katakan pada umat-Ku bahwa ini adalah kehendakku, generasi yang benar dan yang tidak benar berada ditangan yang maha kuasa. Generasi yang benar akan mengetahui jalan mereka dan mengetahui apa yang harus dilakukan. Sedangkan generasi yang tidak benar akan kesana-kemari tidak tahu arah karena cangkir sudah penuh’
Akan ada orang-orang yang kesana kemari mengatakan saya tidak tahu mengapa hal ini terjadi, tetapi orang-orang harus mengetahui bahwa semua ini dibawah kendali Tuhan. Tuhan memberi pengertian kepada saya bahwa hal ini merupakan kehendak-Nya. Kita yang benar atau tidak benar harus menerima bahwa semua ini berada didalam tanganNya.

Hal ini sungguh mengejutkan saya bagaimana orang-orang tidak peduli ketika Tuhan sudah memberikan banyak peringatan melalui banyak sekali pelayan-Nya dan mereka tetap saja tidak percaya. Seperti kisah di Alkitab (Israel kuno). Tuhan mengirim para nabi dan memperingatkan mereka bahwa akan ada kerusakan, akan ada masalah, negara akan diambil alih. Tetapi orang-orang mengatakan, ‘Tidak, hal itu tidak akan terjadi, Tuhan tidak mengijinkan hal itu terjadi. Tuhan tidak akan melakukan hal itu.’ Tetapi hal itu terjadi pada akhirnya. Kemudian orang-orang akan kembali kepada Tuhan dan meminta pengampunan Tuhan dan mengatakan kami menyesal, tetapi hal itu sudah terlambat.

Sepertinya orang-orang tertidur. Mereka tidak berdoa. Mereka terus saja melanjutkan kehidupan seolah-olah hal ini tidak akan terjadi. Mereka mengira kehidupan berlanjut seperti sedia kala, seperti perkiraan bahwa di Amerika tidak sesuatu yang mendesak yang akan terjadi. Mereka tidak mengindahkannya, tetapi Tuhan mengatakan ‘saat ini adalah waktu untuk bangun. Sesuatu akan terjadi. Dan kejadian ini akan berlangsung cepat. Jadikan doa kebutuhan utama didalam kehidupan.’

Didalam mimpi itu saya tahu bahwa ada suatu pertunjukan antara baik dan buruk. Saya melihat orang-orang berkumpul didalam rumah-rumah mereka dan ada pertemuan-pertemuan doa. Orang-orang berdoa didalam roh. Kemudian saya mendengar Tuhan berkata ‘Katakan kepada hamba-hamba-Ku bahwa urapan khusus akan Aku berikan (tinggalkan) kepadamu pada hari-hari akhir. Gunakan pelindung dalam doa dan berdoalah engkau di tempat-tempat tersembunyi. Mata engkau akan diurapi dengan urapan khusus. Akan ada orang-orang yang begitu buta dengan FirmanKu. Semua hal akan diungkapkan pada waktunya. Akan ada gelombang supranatural yang akan melanda generasi ini dalam waktu dekat.’
Melalui penginjilan dengan media DVD, pita kaset dan buku-buku milik mereka, Tuhan akan memberikan kepada mereka makanan rohani untuk bisa bertahan selama waktu yang segera datang. Tuhan berkata : ‘Hari-hari yang berat (gelap / pekat) akan segera datang.’ – “There are harsh days coming.”

Seketika., segala sesuatu berubah didalam mimpi itu dan saya mendengar suara, suara Tuhan. Saya melihat didepan saya ada sebuah meja antik yang sudah berumur tua. Saya tahu bahwa diatasnya ada dokumen-dokumen yang sudah ditandatangani, dokumen-dokumen khusus. Saya melihat hasil pemungutan suara didalam suatu dokumen yang sudah ditandatangani. Saya melihat kertas / dokumen pemungutan suara itu ada dua nama, saya melihat nama presiden (Obama) dan nama Mitt Romney. Kemudian seketika nama presiden Obama ditandai / semacam ada tanda ‘centang’. Saya melihat suatu tulisan disitu : ‘Ini adalah keinginan dari Tuhan’. Kemudian saya terbangun.
Hari-hari Amerika akan berakhir. Tanda sudah diberikan. Saya memberitahukan umat Tuhan untuk bersiap. Saya katakan kepada mereka bahwa apapun yang mereka bisa kerjakan untuk keluarga mereka tolong lakukan secepatnya.

Transkrip mimpi ke-2
Pada suatu malam tidak lama setelah kejadian itu saya mendapatkan mimpi yang kedua yang mana saya melihat masyarakat Amerika sepertinya menjadi budak. Didalam mimpi ini saya berada didalam suatu hutan dimana saya melihat orang-orang berkemah. Mereka tidak berkemah seperti pada umumnya orang berkemah (camping). Mereka bersembunyi. Mereka semua berdiri disamping tenda mereka. Ada dua buah tenda. Mereka terlihat compang-camping. Mereka terlihat seperti belum mandi untuk jangka waktu yang sangat lama. Ada beberapa galon air dan mereka mencoba menyalakan api dan sepertinya mereka tidak ingin hal itu menarik perhatian mengenai keberadaan mereka. Tetapi mereka telah ditemukan.
Saya melihat petugas federal muncul dan membawa mereka. Mereka memborgol yang dewasa dan memasukkan mereka ke mobil, dan mereka juga membawa anak-anak juga. Saya melihat juga dua orang yang sudah tua dan mereka memasukkan juga dua orang tua ini kedalam mobil. Saya melihat agen-agen federal itu dan mereka berkata : ‘Kami dari pemerintahan Amerika Serikat dan kalian ditahan.’
Saya tahu bahwa orang-orang ini lebih dari sekedar ditahan. Mereka membawa orang-orang ini ke suatu tempat semacam tempat pemrosesan. Saya berdiri didepan bangunan itu dimana saya melihat mereka dimasukkan dan diproses. Bagi saya, hal ini mengingatkan saya pada masa Hitler. Bangunan itu tampak seperti sudah dimodernisasi (semacam direnovasi), diperbaiki dan dicat, tetapi terlihat seperti compang-camping. Saya tahu bahwa bangunan itu adalah bekas basis angkatan bersenjata yang telah ditutup. Saya melihat mereka dimasukkan kedalam dan diproses. Saya melihat mereka disuruh memberi cap jempol.

Saya melihat mobil yang berjalan di rel kereta (rail cars) yang muncul disamping tempat ini. Saya tidak masuk kedalam ‘mobil rel’ ini maka saya tidak melihat apa yang ada didalamnya. Hal ini menakutkan saya. Hal itu sungguh mengganggu saya. Saya tahu bahwa Amerika berada didalam bahaya ketika aku melihat itu semua. Saya tahu bahwa kita bergerak ke suatu arah melalui suatu jalur dan tidak mungkin untuk kembali lagi.

Saya seperti masuk kedalam suatu kamp kematian (death camp). Apa yang saya lihat membuat saya muak. Saya tahu bahwa Amerika akan mengalami perubahan.

Catatan :
Kembali tahun 2004. TD Hale diberi pengertian dari Tuhan bahwa Obama akan menjadi presiden dan benar. Juga pada mimpi desember 2011, 6 bulan sebelum Mitt Romney muncul sebagai calon presiden dari partai republik. Hale melihat nama Mitt Romney ada di voting suara dan benar.
Postingan di website ini tanggal 2 nov 2012. Pemilihan umum presiden sudah 4 hari berlalu. Dan benar Obama terpilih kembali.
Ada 4 bagian dari mimpi pertama Hale :
1. Adegan 1 – Kerusakan total oleh bom
2. Adegan 2 – Kerusuhan masa di kota-kota besar di Amerika.
3. Adegan 3 – Presiden Obama menembak elang.
4. Adegan 4 – Obama memenangkan pemilihan ulang ke-2

Kalau kita balik maka menjadi :
1. Obama menang kedua kalinya
2. Obama menembak elang amerika
3. Kerusuhan massal
4. Kerusakan total oleh bom

Mimpi kedua ini yang mengkuatirkan :
Adanya kamp kematian – death camp seperti jaman hitler di pd-2. Tidak jelas kapan tapi tidak lama lagi terjadi di masa depan.
Sumber :
http://z3news.com/w/td-hale-prophetic-dreams-tell-the-futu…/
Silahkan dilihat keterangan sang Pastor dan pembuat webite. Disitu saudara bisa melihat wajah TD Hale.

Mimpi yang ke-4
Ini adalah penglihatan keempat yang diterima oleh Pastor TD Hale mengenai masa depan Amerika. TD Hale adalah Pastor di Calvary Christian Center in Gallipolis, Ohio.
Dibawah ini adalah transkrip dua wawancara Pastor TD Hale yang dipimpin oleh Rick Wiles dari Trunews.com pada tanggal 2-3 Januari 2013.
Mimpi ke-3 yang diterima oleh Pastor Hale pada musim panas 2012 yang berhubungan dengan Mitt Romney akan dihalangi untuk menjadi presiden. Mimpi itu sudah terjadi.

Transkrip mimpi ke-4
Mimpi ini diberikan kepadaku pada tanggal 24 November 2012. Didalam mimpi ini saya dibawa dengan cepat ke ruang ovel (the oval office – yaitu ruang kerja presiden AS yang berbentuk setengah lingkaran / ovel – red). Saya berdiri di ruang itu dan melihat presiden Amerika Serikat. Saya merasa hal itu begitu nyata, sampai-sampai saya merasa bisa menyentuh dirinya. Dia berdiri dibelakang meja. Ketika saya berdiri didepan dirinya saya mendengar suara dan saya tahu itu suara Tuhan. Saya mendengar suara itu mengatakan : ‘Menangis dan meraunglah sebab kesengsaraan akan segera datang’

Kemudian tiba-tiba saya berpaling dan melihat di lantai ada seekor elang / rajawali seperti yang saya lihat pada mimpi bulan desember 2011, dimana elang itu ditembak oleh Presiden dan mati. Saya melihat presiden dibelakang meja dengan senyuman sinis yang sama seperti yang saya lihat di balkon Truman pada mimpi sebelumnya. Kemudian dia beranjak dari belakang meja dan berjalan diatas elang itu dan meletakkan kakinya pada leher elang tersebut. Kemudian dia membengkokkan leher elang tersebut dan memutarnya tiga kali sehingga kepala elang itu putus dan terpisah dari tubuhnya. Pada saat itulah saya mendengar suatu suara, “Roh Rehabeam ” – Catatan : semangat Rehabeam adalah semangat pemberontakan, tidak mendengarkan nasehat orang tua tetapi lebih mengarah kepada keinginan kaum muda. Mau menang sendiri dan sombong.

Kemudian saya melihat dia lagi dan dia mengenakan setelan yang serba hitam. Dia mengenakan kemeja hitam, dasi hitam. kaos hitam, celana hitam, semuanya yang dia pakai serba hitam. Kemudian saya melihat dia secara keseluruhan, dan tiba-tiba rongga dada disekitar hatinya terbuka, dan saya bisa melihat isinya, dan saya melihat hatinya diselimuti kabut hitam dan sangat pekat yang berputar mengelilingi hatinya. Kemudian saya tahu bahwa Tuhan menunjukkan kepada saya betapa jahatnya orang ini.

Kemudian dia berjalan menuju mejanya dan mengambil sebuah palu di tangannya. Palu itu sebagian kayu dan sebagian batu. Pegangan palu itu terbuat dari kayu dan kepala palu terbuat dari batu. Diatas meja presiden saya melihat sebuah dokumen (kertas) dengan kata-kata yang tertera sbb : ‘ The final abomination ‘ – ‘Kekejian terakhir’. Kemudian dia memukul dokumen / kertas di mejanya tersebut dengan palu, dan ketika dia memukulkan palu ke meja tersebut mendadak saya merasakan semacam goncangan. Jujur, saya merasa sepertinya tempat tidur saya bergoncang. Nyatanya memang tempat tidur saya bergoncang dan saya bisa merasakannya. Saat dia memukul kertas / dokumen itu saya terlontar ke udara dan saya berdiri diatas gedung putih (White House).

Ketika gempa bumi mengguncang Wshington DC. Kemudian saya melihat bumi terbuka dan menuju tugu / monumen Washington kemudian menuju ke gedung Jefferson. Pada saat itu saya mulai melihat hujan dengan warna air ke-tua-tua-an. Warna air hujan itu seperti api atau sesuatu lainnya. Hujan itu mulai turun dan semakin lama semakin deras. Hujan itu secara perlahan-lahan turun dan airnya mulai naik. Ketika air mulai naik saya mulai naik lebih tinggi ke atmosfer dan melihat peta Amerika Serikat. Saya bisa melihat garis peta Amerika Serikat. Setelah membanjiri Washington maka mulai membanjiri seluruh Amerika Serikat. Saya melihat air itu melanda Maryland, West Virginia, Ohio, Michigan, Kentucky, Indiana, South Carolina, sampai seluruh Amerika Serikat.

Orang-orang mulai berteriak diseluruh negara dan yang saya dapat dengar adalah suara tangisan tersedu-sedu. Seperti ada sesuatu yang terjadi, sesuatu kehilangan yang besar, seperti jika saudara berkunjung ke rumah seseorang yang sedang berkabung dan seseorang telah meninggal dan saudara sangat dekat dengan mereka. Ini semacam suara tangisan yang sangat sedih. Bahkan didalam mimpi saya berpikir mengenai masa-masa nabi Nuh dan banyaknya orang yang tidak masuk ke bahtera itu. Mereka tidak mendengar peringatan nabi Nuh dan perintah Tuhan sehingga orang-orang itu berada diluar bahtera pada saat banjir datang. Ini seperti hal itu. Tuhan berbicara kepada mereka pada saat hari-hari akhir. Tuhan berbicara melalui saudara/i, Tuhan berbicara melalui saya, dan pelayan-pelayan Tuhan lainnya yang saya kenal. Tuhan sedang berbicara.

Pada saat saya berada di udara (angkasa) saya melihat Amerika ditutupi oleh banjir tersebut. Kemudian tiba-tiba saya terhenti di udara dan saya dapat melihat seberkas sinar yang keluar dengan cepat dari banjir itu. Menyerupai kecepatan cahaya sinar-sinar itu mengarah ke udara. Jumlahnya mencapai jutaan seperti yang saya lihat. Kemudian saya dibawa lebih tinggi lagi dari bumi dan saya dapat melihat bulatnya bumi serta semua bagian bumi. Kemdian saya melihat sinar-sinar itu mengarah ke langit dan terlihat di seluruh dunia. Kemudian saya kembali ke bumi ke tempat asal saya mulai mendapatkan mimpi. Kemudian saya mendengar suara, ” The shifting has begun.” – “Pergerakan/pemindahan telah dimulai.”

Kemudian saya melihat dari atas, saya melintas puncak beberapa gereja di Amerika. Gereja-gereja ini adalah gereja-gereja besar (mega-churches). Saya melihat gereja-gereja besar ini dari puncak gereja ke puncak gereja lainnya. Saya melihat nama gereja-gereja itu dan nama para pemimpinnya. Saya mendengar suatu suara, “A breeding ground for sin for the people know not Me but they play around their golden calf” – “Sebuah tempat pembiakan dosa bagi orang-orang yang tidak mengenal Aku tetapi mereka bermain-main dengan lembu emas mereka”
Sudah lama Tuhan memberikan saya suatu pengertian bahwa masih ada sedikit yang dipanggil. Ada sedikit disana dan disini. Banyak dari gereja-gereja besar ini (Mega-Church) tidak akan ada lagi. Gereja-gereja besar itu akan ditutup. Tuhan akan mengadakan beberapa orang disana dan disini yang akan mengadakan pertemuan ibadah dalam rahasia. Hari-hari penindasan ada didepan generasi ini.

Saat ini saya melihat ke banyak rumah. Saya tahu bahwa orang-orang ini mencintai dan melayani Tuhan dengan segenap hati mereka. Saya melihat didalam rumah-rumah wanita dan pria berkumpul bersama-sama kusuk berdoa diseluruh negeri dan kemudian saya mendengar suara, “The season is upon this nation because you have set abomination before my eyes, I will set judgment before yours.” – “waktu bagi bangsa ini telah habis sebab engkau melakukan kekejian didepan mataku, Saya akan menghakimi engkau.”

Kemudian saya bertanya kepada Tuhan, “Kapan hal ini terjadi ?”
Saya mendengar jawaban, “Setelah dia disumpah.” Kemudian saya terbangun.
catatan :
Obama disumpah menjadi presiden untuk kedua kalinya tanggal 21 January 2013. Kejadian demi kejadian akan meningkat setelah dia disumpah.

Rencananya FEMA untuk menampung para tuna wisma terlebih dahulu, kemudian …
— dll, silahkan dicari sendiri …
Kalau kita berada di amerika dan melihat kamp FEMA untuk relokasi kalau ada bencana alam misalnya, tapi yang kita lihat itu adalah suatu tempat penampungan dengan dibatasi pagar dengan kawat berduri dan dijaga tentara, apa yang kita pikirkan ? Kalau kita berjalan dan menemukan peti mati FEMA di pinggir jalan dengan jumlah luar biasa, maka apa yang kita pikirkan ?
Matius 24 : 7-9, 21 – (7) Sebab bangsa akan bangkit melawan bangsa, dan kerajaan melawan kerajaan. Akan ada kelaparan dan gempa bumi di berbagai tempat. (8) Akan tetapi semuanya itu barulah permulaan penderitaan menjelang zaman baru. (9) Pada waktu itu kamu akan diserahkan supaya disiksa, dan kamu akan dibunuh dan akan dibenci semua bangsa oleh karena nama-Ku, (21) Sebab pada masa itu akan terjadi siksaan yang dahsyat seperti yang belum pernah terjadi sejak awal dunia sampai sekarang dan yang tidak akan terjadi lagi.
Matius 10:22 – Dan kamu akan dibenci semua orang oleh karena nama-Ku; tetapi orang yang bertahan sampai pada kesudahannya akan selamat.
Wahyu 13:10 – Barangsiapa ditentukan untuk ditawan, ia akan ditawan; barangsiapa ditentukan untuk dibunuh dengan pedang, ia harus dibunuh dengan pedang. Yang penting di sini ialah ketabahan dan iman orang-orang kudus.

WWW.berjagajaga.wordpress.com

“Ya, Aku datang segera!” Amin, datanglah, Tuhan Yesus! (Wahyu 22:20)

“A MESSAGE FROM GOD”

Kesaksian Retah dan Aldo McPherson

 Ia yang memberi kesaksian tentang semuanya ini, berfirman:
“Ya, Aku datang segera!” Amin, datanglah, Tuhan Yesus!
(Wahyu 22:20)

Saya, Retah McPherson, adalah seorang istri yang sangat beruntung, saya memiliki segalanya. Kami sekeluarga adalah Kristen dan memiliki kehidupan yang sempurna; saya memiliki pernikahan yang penuh kasih dan indah; saya memiliki suami yang sangat mengasihi, namanya adalah Tinus McPherson; dari pernikahan kami berdua kami dikaruniai dua orang anak yang luar biasa, Aldo (12) dan Josh (3). Dalam karier, saya adalah seorang konsultan pengembangan diri dan baru saja terpilih / dinobatkan sebagai ratu kecantikan se-Afrika Selatan. Sungguh, hidup saya begitu sempurna.
Namun kehidupan yang begitu baik berubah hanya dalam seketika waktu saja, yaitu pada waktu kami harus mengalami sebuah kecelakaan lalu lintas di suatu malam tahun 2004.
Kisah kami berawal saat kami sekeluarga pulang dari sebuah acara di provinsi Free State dimana saya menjadi pembicaranya. Dalam perjalanan pulang menggunakan mobil, yaitu saat kami melewati jalan Grassmere Toll Plaza, tiba-tiba sebuah kendaraan niaga tanpa lampu berada tepat di jalur mobil kami. Untuk menghindari tabrakan, seketika itu juga Tinus, suami saya, membanting stir ke kiri jalan dan mengakibatkan mobil kami menabrak alur air dan berguling-guling. Sekalipun dengan perjuangan yang berat untuk meloloskan diri dari mobil, keadaan saya dan suami baik-baik saja, namun begitu kami tidak dapat menemukan anak-anak kami di dalam mobil, mereka berdua terlempar keluar mobil. Sekalipun di kegelapan malam, anak kami yang kecil, Josh, dapat saya temukan dengan cepat sebab ia menangis diantara semak-semak di dekat kendaraan kami yang telah hancur. Bagaimana dengan Aldo? Kami tidak dapat melihatnya, ia berada entah dimana.
Setelah mencari beberapa waktu, Roh Kudus menuntun saya untuk pergi ke arah seberang jalan dan akhirnya saya dapat menemukan Aldo di sisi lain jalan raya, namun kondisinya sangat parah. Berbeda dengan adiknya yang hanya mengalami luka kecil, saya dapat merasakan bahwa tengkorak Aldo retak dan kepalanya dipenuhi oleh darah, bahkan saya tidak dapat merasakan denyut nadinya… Saudara, dalam keadaan seperti itu, siapa pun kita, atau seberapa banyaknya uang yang kita miliki, kita akan mulai percaya bahwa HANYA Tuhan berdaulat atas kehidupan kita.
Setelah kami menelepon rumah sakit, paramedis akhirnya tiba di tempat kejadian dengan helikopter, menolong Aldo dengan segala peralatan yang ada agar ia tetap bertahan hidup hingga tiba di rumah sakit. Setibanya di rumah sakit Union, Alberton, Johannesburg, Aldo menjalani operasi selama empat jam. Setelah itu, dokter memberi tahu saya bahwa Aldo mengalami cedera otak serius, mereka berkata: “kami tidak yakin apakah anak ibu dapat melewati semua ini.”
Bagi kami, terutama bagi Tinus, ini merupakan pukulan yang keras, sebab ia sempat merasa bersalah karena ia tidak bisa mengendalikan kendaraan yang mengakibatkan Aldo harus menanggung beban ini. Selama seminggu setelah kecelakaan, Tinus berada dalam keadaan terendah dalam hidupnya. Ia tetap merasa bertanggung jawab atas kecelakaan tersebut yang mengakibatkan anaknya terbaring di tempat tidur ICU tanpa dapat menanggapi apapun yang terjadi di sekitarnya. Aldo koma pasca operasi itu, dan ia tetap dalam keadaan tersebut bahkan lebih buruk lagi.
Setelah satu minggu itu, menurut tim dokter, keadaan Aldo sebenarnya sudah tidak tertolong. Dokter mengatakan kepada saya untuk mengucapkan selamat tinggal kepadanya, sebab secara medis sudah tidak ada harapan lagi, dan jika sampai sekarang ia masih “hidup” itu semata-mata karena ditopang oleh alat-alat bantu. Mendengar hal tersebut hati kami hancur, namun kami percaya bahwa Aldo akan sadar dari komanya, dan saya meminta dokter untuk tetap mempertahankan anaknya tersebut.
Pada hari ke-12, setelah melakukan operasi kedua pada Aldo, dokter akhirnya menghubungi kami. Mereka mengatakan kepada saya bahwa mereka tidak dapat mendeteksi adanya fungsi otak. Mereka juga mengingatkan kami bahwa dana perawatan medis kami telah habis. Tim Dokter menyarankan kami untuk merelakan jika semua alat bantu kehidupan pada Aldo segera dicabut.
Sekalipun hari itu merupakan hari yang mengejutkan dan sangat menentukan bagi kami, namun saya merasakan damai sejahtera Tuhan turun atas kami. Saya mencari ruangan di rumah sakit untuk saya berdoa memanggil nama Tuhan dengan segenap hati saya. Sebelumnya, seumur hidup saya, belum pernah saya benar-benar mencari Tuhan seperti saat itu. Dan seperti janji Tuhan untuk menjawab mereka yang mencarinya dengan sungguh-sungguh, Tuhan akhirnya berbicara kepada saya. Dan ini sangat menguatkan saya. Jika sebelumnya saya sangat mengandalkan tim dokter, namun kini saya harus mulai mengandalkan Yesus.
Perjumpaan saya dengan Tuhan sangat mengubahkan. Meskipun kondisi anak saya seperti itu, namun ini adalah hari terbaik dalam hidup saya. Saya merasakan kedamaian, cinta dan penerimaan secara sekaligus. Saya bahkan lupa tentang keadaan anak saya dan perlakuan rumah sakit terhadap anak saya, semuanya menghilang begitu saja. Saudara, jika kita berjumpa dengan Tuhan, maka kita akan mudah mengampuni dan menyerahkan segala kekuatiran kita kepada Tuhan…
Setelah sempat dipindahkan ke rumah sakit Pretoria, dikarenakan rumah sakit ini lebih dekat dengan rumah kami dibanding rumah sakit di Johannesburg, sehingga saya dapat menjaganya di siang hari, dan suami saya menjaganya di malam hari. Namun itu hanya berlangsung hanya satu bulan, sebab pihak rumah sakit menyatakan bahwa Aldo tidak memiliki harapan lagi, sebaiknya saya membawanya pulang.
Setelah itu, kami akhirnya sepakat untuk membawa Aldo pulang. Dua bulan setelah kecelakaan itu, Aldo meninggalkan rumah sakit. Kami menyewa seorang perawat untuk merawat Aldo. Saat pulang, keadaannya masih koma, juga lumpuh, mengalami kerusakan otak, kelopak mata sebelah kiri tertutup dan mengalami spastik1 yang mengakibatkan ia tidak dapat bergerak atau berbicara bahkan untuk makan, sehingga ia dibantu oleh alat bantu pernapasan dan sebuah tabung makanan.
Sekalipun demikian, saya dan suami tetap berpengharapan dan memperkatakan kehidupan. Kami sering berdiri di sisi tempat tidur Aldo dan memperkatakan tentang kehidupan seperti Firman Tuhan di dalam Yohanes 10:10b: “Engkau pasti hidup, pasti hidup, pasti hidup! Bahkan engkau akan hidup dengan berkelimpahan!” Saya tidak habis pikir, mengapa banyak orang dan orang-orang percaya sering memperkatakan kematian. Mereka berkata: “mati aku!”, “wah celaka!”, “sial!”, “kubunuh kau!”, “pergilah ke neraka!” dan sebagainya. Saudara, saat saya mengalami situasi ini, betapa kami mengharapkan kehidupan. Saya mohon kepada Saudara, berhati-hatilah dengan perkataan! Perkatakanlah kehidupan…
“Hidup dan mati dikuasai lidah, siapa suka menggemakannya, akan memakan buahnya.” (Ams 18:21)

 “Sebuah pesan dari Tuhan”
Oleh karena kasih karunia Tuhan, empat bulan pasca kecelakaan, keadaan Aldo mulai terlihat membaik. Melihat keadaan itu, dokter terapis okupasi yang memeriksa keadaan Aldo menyarankan kepada kami untuk mulai meletakkan pensil di tangan Aldo yang spastik, juga menempatkan kertas di bawahnya dengan harapan Aldo akan menggambar atau menuliskan sesuatu sebagai komunikasi kepada orang-orang disekitarnya. Sekalipun  mungkin yang digambar hanya merupakan doodle (gambar yang tidak berarti), namun itu akan membantu keluarga melihat perkembangan Aldo. Kemudian dokter mencontohkan dengan meletakkan Aldo pada posisi sedikit duduk dan memberikan pensil, kertas dan memintanya untuk mulai menulis.
Tanpa diduga-duga respon Aldo sangat mengherankan, sekalipun disertai kejang-kejang dan gemetar, Aldo memulai menulis A sampai Z, sungguh luar biasa. Untuk pertama kalinya saya berlutut dan berteriak: “YESUS HIDUP!” dan saya berteriak begitu banyak, berkali-kali, sampai roh manusia saya bangkit… “Yesus benar-benar hidup!”
Untuk meyakinkan, saya mulai menanyai beberapa pertanyaan pribadi kepada Aldo, seperti umurnya, di mana tempat ia sekolah dan berapa nomor telepon ayahnya? Saya menanyakan banyak hal termasuk peristiwa kecelakaan. Dan ia menuliskan semua jawaban dengan benar.

Setelah hari itu, masih dalam keadaan koma, Aldo menulis banyak hal di kertas, yang kemudian kami ganti dengan sebuah diary agar kami tahu tanggal-tanggal kapan ia menulis. Dan ini sangat menggembirakan bagi kami sekeluarga. Sejak saat itu tulisan menjadi cara komunikasi pertama kami antara Aldo dan keluarganya pasca koma berkepanjangan yang ia alami. Sampai saat ini Aldo belum bisa berbicara.

Dalam komunikasi pertamanya, awalnya kami mengira bahwa Aldo akan menanyakan bagaimana keadaan kami, atau paling tidak ia meminta sesuatu untuk diambilkan. Namun kami sangat terkejut bahwa tulisan-tulisan yang dibuat Aldo adalah tentang pengalaman-nya bersama Yesus pada waktu kami mengalami kecelakaan. Ia menulis bahwa, saat kecelakaan terjadi, rohnya “diambil” oleh Tuhan, dan ia bisa melihat ke bawah bagaimana tubuhnya ditinggalkan, melihat mobil yang telah hancur dan menjelaskan segala yang terjadi secara terperinci.
Setelah itu, tulisan menjadi alat komunikasi utama Aldo tentang pengalaman surgawinya. Dalam tulisannya, Aldo menceritakan bagaimana ia diangkat oleh Tuhan Yesus dan pergi ke surga. Di sana ia bertemu dengan Musa dan Abraham. Ia juga menuturkan bahwa ia bermain dan bernyanyi untuk Tuhan Yesus, malaikat berada di sekitar mereka.
Kami orang Kristen, kami harus percaya semua itu. Pengalaman supranatural adalah kehidupan orang Kristen. Namun, kami juga tidak mau orang berpikir bahwa kami gila, sehingga awalnya saya dan suami memyimpan semua rahasia ini.
Hari-hari kemudian, Aldo terus mengisi halaman tiap halaman dalam diary yang diberikan kepadanya. Di suatu halaman ia menulis: “Ibu, pada waktu engkau berbaring di atas tubuhku yang penuh darah untuk melindungiku di tempat kecelakaan dulu, Tuhan Yesus sebenarnya ada di depan mu ibu, bahkan Ia dan engkau sempat bertatapan mata!” Betapa merinding aku membaca tulisan itu… Kemudian ia melanjutkan menulis: “Ibu, jangan menangis, saya bersama Yesus setiap waktu, saya baik-baik saja.”
“Ibu, terima kasih untuk segala yang engkau lakukan untuk saya, engkau telah melakukan yang benar dengan memperkata-kan tentang kehidupan kepadaku. Ibu, di surga setiap orang memperkatakan kehidupan. Tuhan Yesus mengajarkan saya: Anak-anak-Nya harus memperkatakan kehidupan.” Lalu ia melanjutkan menulis dengan perkataan-perkataan kehidupan: “Saya akan berjalan lagi, saya akan bicara lagi, aku akan sehat lagi.”
Salah satu tulisan Aldo, semua tulisan ditulis dalam bahasa Afrikaans

Hari Sabtu tanggal 1 Jan 2005 ia menulis : “Terima kasih untuk segala pengobatan yang ayah-ibu lakukan bagi saya, namun kini pengobatan yang baru diberikan kepada saya oleh Tuhan. Seperti Abraham mengorbankan anak-nya untuk Tuhan, ibu engkau harus mengorbankan aku bagi perkerjaan-Nya, dan kita akan diberkati dengan berkat-Nya. Saat saya kembali kelak, Tuhan akan memakai saya seperti Musa. Ibu jadilah seperti yang Tuhan mau —yaitu jadilah KUDUS! Ibu, Tuhan akan menyembuhkan ku. Ibu, apakah engkau akan tetap mencintai-ku sekalipun nanti kita berbeda. Aku mengasihi mu ibu, aku megasihi mu ayah, aku mengasihi mu Josh. Tuhan akan memakai saya untuk memberitakan Firman-Nya. Datanglah kepada Yesus, mencium kaki-Nya seperti yang dilakukan di Takhta Allah.”

Membaca tulisan itu, saya langsung mengerti. Aldo adalah anak kesayangan kami, Aldo menjadi anak tunggal untuk waktu 10 tahun sampai akhirnya Josh lahir. Membaca permintaan Tuhan melalui tulisan Aldo untuk menyerahkannya kepada Tuhan seperti Abraham menyerahkan Ishak kepada Tuhan memang cukup berat. Tapi kami harus percaya pada Firman-Nya. Kami akhirnya menyerahkan Aldo untuk Tuhan.
Senin, 3 Jan 2005 : “…Percayalah kepada Tuhan dengan segenap hati. Percayalah kepada-Nya dengan segala sesuatu / semua yang anda miliki. Tuhan tidak akan membiar-kan engkau dan tidak akan meninggalkan engkau. Ia telah membayar harga yang mahal untuk engkau…”
Sering Aldo menulis tentang kesem-buhannya, 1 Maret 2005 ia menulis: “Yesus akan membuat saya berbicara lagi,…” 7X ia mengulang kata-kata yang sama itu. Dan benar, enam bulan setelah kecelakaan, atau dua bulan setelah ia mulai menulis ia bisa berbicara lagi. Puji Tuhan. Setiap hari kami menyaksikan pengalaman-pengalaman supranatural bersama Aldo.

Pengalamannya di surga
Suatu hari ia menulis bahwa ia melihat seorang anak bernama Anton: “Ibu, engkau harus memberi tahu ibu Anton bahwa anaknya berada di surga dan kini ia aman bersama dengan Yesus. Dan ia kini sehat.” Lalu Aldo menulis juga alamat rumah orang tua Anton sangat lengkap. Lalu kami pergi mencari alamat tersebut, dan kami menceritakan segala yang Aldo tuliskan tentang Anton. Ibu Anton sangat terharu, dan ia mengatakan bahwa sewaktu hidup Anton bukan anak yang normal, ia menderita Down Syndrom (keterbelakangan pertumbuhan fisik dan mental) sampai akhirnya meninggal.
Saudara, di surga tidak ada sakit penya-kit. Di surga semua orang bahagia bersama-sama Yesus. Sekalipun anak kita atau bahkan kita saat ini sakit, di surga tidak ada sakit penyakit lagi. Selain menceritakan tentang kemuliaan-kemuliaan surga, Aldo juga banyak menulis tentang kedatangan Tuhan yang sudah dekat. Suatu hari ia menulis tentang kedatangan-Nya (di tahun-tahun berikutnya Aldo banyak menulis tentang kedatangan-Nya yang ke-dua kali): “BERSIAPLAH! Untuk semua orang yang mencari hadirat-Nya senantiasa, seperti saya. PERSIAP-KANLAH, Dia datang untuk menjemput kita. Ini lebih cepat dari apa yang kita pikirkan. Jika anda belum percaya Yesus, terimalah Dia sekarang juga, atau Anda akan pergi ke neraka. Silakan lakukan dengan cepat! Sebab mungkin Anda tidak memiliki kesempatan lain. Yesus telah membayar harga yang sempurna untuk Anda dan saya. Dia menunjukkan segala sesuatu di surga dan juga di neraka. Percayalah, Anda tidak ingin pergi ke neraka. Harap Anda menerima Yesus sekarang. Yesus mengasihi Anda begitu banyak —percayalah. Anda adalah alasan Dia mengirim saya kembali. Aku tidak ingin kembali, tetapi Dia ingin Anda menjadi siap. Cinta, Aldo.”
Aldo juga banyak menulis tentang “pesta pernikahan” di surga yang telah siap. Saya tidak yakin akan hal ini, sebagai anak umur 12 tahun, apa yang Aldo ketahui tentang “pesta pernikahan?” Menurut saya, dia hanya tahu tentang permainan sepak bola di Playstation.
Sebagai orang Kristen yang awam tentang penglihatan, surga dan neraka, apa yang Aldo tulis memang membuat saya bingung. Namun pada saat itu — ini pasti dari Tuhan dan rencana Tuhan —seorang teman membawakan saya sebuah buku yang ditulis oleh seorang wanita Amerika keturunan Korea yang memiliki pengalaman tentang surga, namanya Choo Thomas, dan bukunya berjudul “Surga itu nyata.” Teman saya itu mengatakan bahwa apa yang Aldo tulis semuanya dapat saya konfirmasikan melalui buku ini. Tidak perlu berfikir lama, saya kemudian mulai membaca buku tersebut, dan surga menjadi perhatian utama saya.

Tulisannya tentang neraka
“Ingatlah perbuatan-perbuatan ajaib yang dilakukan-Nya, mujizat-mujizat-Nya dan penghukuman-penghukuman yang diucapkan-Nya.” (Mzm 105:5)
Selain mengunjungi surga, beberapa kali ternyata Aldo dibawa juga oleh Tuhan mengunjungi neraka, dalam suatu tulisannya ia menceritakan apa yang ia saksikan di neraka: “Saya melihat orang-orang berdiri di sekitar kami, menangis. Kepala mereka bergantung rendah, mereka tampak sedih dan putus asa.” Lalu dia bertanya: “Tuhan siapakah orang-orang ini?” Dan Dia menjawab: “Mereka adalah orang-orang Kristen.” Lalu Aldo bertanya lagi: “Sampai berapa lama mereka harus berada di tempat yang tandus ini, tempat ini sama sekali tidak memiliki kehidupan.” Tuhan menjawab: “Selamanya anak-Ku!” Ia juga menuliskan: Ibu, orang-orang yang saya lihat di neraka berteriak-teriak kepadaku sambil menangis: “peringatkan orang-orang di bumi karena mereka tidak percaya.” Kau tahu ibu, peman-dangan ini membuatku menangis…  Lalu Ia menambahkan lagi: “HANYA mereka yang taat dan murni hatinya yang akan masuk dalam kerajaan-Ku.” Lalu Tuhan berkata lagi: “Mari Saya jelaskan: Banyak orang menyebut dirinya Kristen, tetapi mereka tidak hidup sesuai dengan Firman-Ku. Beberapa dari mereka berpikir pergi ke gereja seminggu sekali sudah cukup, mereka tidak pernah membaca Firman-Ku, yang mereka kejar adalah hal-hal duniawi semata.” “Kau dengar itu? Ada juga mereka yang rajin membaca Firman-Ku tapi hatinya tidak melekat kepada-Ku. Tuhan tidak ada dalam hati mereka sama sekali.”
Membaca itu semua, saya sedikit syok. Lalu saya meminta kepada Bapa untuk berbicara kepada saya melalui Firman-Nya mengenai apa saja yang baru Aldo tulis. Saya tidak ingin mengambil resiko setelah saya menjadi Kristen dan bersusah payah menderita sebagai Kristen namun akhirnya saya tidak berada di surga dalam kekekalan.
“Tetapi aku melatih tubuhku dan menguasainya seluruhnya, supaya sesudah memberitakan Injil kepada orang lain, jangan aku sendiri ditolak.” (I Kor 9:27)
Banyak hal yang Aldo tulis adalah teguran bagi kami sekeluarga, dan bagi semua orang Kristen juga tentunya. Sebagai orang Kristen, ternyata banyak hal yang kami lakukan yang secara manusia kelihatannya benar ternyata tidak berkenan di hadapan-Nya dan dapat mengakibatkan kami terhilang selamanya. Banyak hal yang Tuhan sampaikan kepada Aldo, langsung kami tanyakan kepada Tuhan untuk segera kami memperbaiki apa yang mungkin masih tidak berkenan di hadapan-Nya. Saudara, adalah penting bagi kita orang percaya untuk rendah hati dan selalu membuka diri bagi Tuhan agar Ia mengintropeksi kehidupan kita dan membongkar dosa atau ketidaksetiaan kita kepada Tuhan. Jangan ambil resiko menyimpan dosa, Ia datang segera! Atau kita sama sekali tidak memiliki waktu lagi.
Seperti janji Tuhan kepada Aldo untuk menyembuhkannya, ternyata itu menjadi kenyataan, jauh dari waktu yang kami kira. Enam bulan setelah kecelakaan, atau dua bulan setelah Aldo mulai menulis, ia sadar dari komanya! Oh… sungguh YESUS HIDUP…! Sekalipun belum sembuh total, namun itu cukup bagi saya. Beberapa waktu kemudian ia mulai berbicara dengan suara terbata-bata dan monoton, sehingga sulit sekali untuk dimengerti; Salah satu kelopak matanya masih terkulai akibat benturan saat kecelakaan dulu; Aldo juga masih kejang-kejang jika ia tegang. Dengan keadaan itu, komunikasi Aldo dengan dunia luar tetap melalui tulisan-tulisannya. Ini merupakan lompatan besar bagi Aldo sebagai orang yang telah dianggap “mati” oleh para dokter.
Semuanya berawal dari kecelakaan itu
“Kita tahu sekarang, bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah.” (Rom 8:28)
Suatu hari Aldo hanya menulis “Matius 25,” itu saja, tidak ada yang lain. Dengan bersemangat lalu saya mengambil Alkitab dan membaca Matius 25. Ternyata isinya tentang perumpamaan 5 gadis bijaksana dan 5 gadis bodoh. Lima gadis bijaksana tetap siap saat mempelainya datang, karena mereka memiliki minyak, sedangkan yang 5 lagi tidak siap karena mereka tidak memiliki minyak. Lalu Tuhan berkata: “Retah, minyak berbicara tentang Roh Kudus. Ketika Aku naik ke surga dan duduk di sebelah kanan Bapa, Aku meninggalkan Roh Ku, yaitu Roh Kudus. Dia-lah pribadi yang akan menghibur mu, membimbing mu, pengantara mu dan pembela mu. Pokoknya semuanya untuk mu. Namun sayang, tidak semua anak-anak-Ku mengalami Roh Kudus. Mengapa? Karena dosa menjadi dinding pemisah antara Roh-Ku dan manusia. Banyak dari umat-Ku berada jauh dari hadirat-Ku sehingga mereka tidak bisa mendengar Roh Kudus berbicara, padahal Roh-Ku ada di dalam diri mereka, Aku begitu dekat dengan kalian anak-Ku.”
Lalu Tuhan mengajari aku tentang bagaimana agar kita anak-anak-Nya dipenuhi oleh Roh Kudus dan siap pada kedatangan-Nya yang ke-dua kali: “Anak-Ku, langkah awal agar engkau dipenuhi oleh Roh Kudus adalah engkau harus ‘mati’ terlebih dulu. Yaitu mati dari kedagingan dan dosa, setelah itu baru Roh-Ku bisa memenuhi mu. Jadi, engkau harus ‘mati’ agar Roh-Ku bisa mengisi tubuh mu. Retah, jika tubuhmu telah dipenuhi oleh Roh Ku, maka aliran-aliran air hidup bisa mengalir sampai meluap-luap kemudian dapat memberkati orang lain, dan menghasilkan buah.”  Kemudian Ia melanjutkan: “Retah, tinggallah di dalam Firman-Ku, tingallah di dalam Aku maka Aku akan tinggal di dalam kamu melalui Roh-Ku.”

Karena kecelakaan itu, dan karena Aldo, aku akhirnya banyak bergaul dengan Allah dan banyak menerima pewahyuan dari-Nya sebagaimana yang Aldo terima. Berawal dari kecelakaan yang saya kira pengalaman yang terburuk, namun kini saya sadari bahwa kecelakaan itu merupakan awal dari perjumpaan Aldo, saya dan seluruh keluarga dengan Yesus. Kecelakaan ini mengangkat kami ke tingkat yang baru berjalan dengan iman dan bukan karena melihat. Semua kejadian ternyata mendatangkan kebaikan bagi kami dan bahkan bagi seluruh dunia.

Tanggal 26 Mei 2007, Aldo menuliskan: “Yesus mengatakan bahwa kita akan pergi ke seluruh dunia dan memberitakan firman-Nya. Yesus mengatakan bahwa kita hanya harus pergi dan patuh. Dia akan membantu ibu dengan kemampuan bahasa Inggris mu, seperti ia telah membantu ibu sampai sekarang. Apakah engkau tahu ibu, bahwa Ia telah menyiapkan pelayanan yang besar bagi engkau? Dia akan mengajarkan mu ibu, dan ibu akan mengajar orang tentang Yesus.” Menurut saya ini sebuah konfirmasi yang lebih dari cukup, bahwa saya juga akan dipakai-Nya untuk memberitakan tentang Yesus bersama-sama dengan Aldo ke seluruh dunia. Sebagai kesaksian kami bagi dunia, saya telah menulis semua kejadian yang kami alami secara terperinci dalam sebuah buku berjudul “The Message from God” yang baru-baru ini saya luncurkan di Kuala Lumpur, Malaysia.

Peringatan bagi Gereja-Nya: “Mempelai-Ku bersiaplah…”
Saat ini hampir 3 tahun sejak pertama kali Aldo menulis pengalaman surgawinya, kini ia sudah bisa berjalan dan sehat. Matanya tertutup sebelah dan bahasanya seperti orang bergumam, oleh sebab itu komunikasinya utamanya masih tetap melalui tulisan. Dalam rentang waktu itu banyak pesan Tuhan melalui Aldo
tentang Gereja-Nya.
Tanggal 23,25,27 Peb 2007 Aldo menulis tentang peringatan terhadap Gereja-Nya,
ia menulis
:

Jumat, 23 Pebruari 2007

• Tahukah Saudara bahwa kita akan bersama-sama di surga?
• Di surga kita tidak akan pernah sakit lagi. Setiap orang akan sehat dan Tuhan duduk di takhta-Nya dan Anak-Nya duduk di samping-Nya.
• Dia ingin datang untuk menjemput mempelai-Nya, namun mempelai-Nya belum siap. Mempelainya harus meninggalkan dosa-dosanya. Karena Mempelai Pria adalah Kudus.
• Ibu, kamu harus beritahu orang-orang bahwa saat ini kita berada dalam kategori Gereja Laodikia3 (Why 3:14-22).
• Tuhan akan mendatangkan penghukuman kepada semua orang yang tidak mau menerima-Nya.

Sabtu, 24 Pebruari 2007

• Bersedialah apabila Tuhan mengutus Anak-Nya menjemput kita!
• Karena itu akan terjadi lebih cepat dari yang kita sangkakan.
• Maukah Saudara menerima Yesus sebagai Juruselamat-mu? Atau kamu akan terlambat!
• Ketahuilah bahwa Neraka itu nyata, Tuhan Yesus mempelihat-kan kepada saya semuanya. Percayalah dengan saya; Saudara tidak akan mau masuk ke Neraka!!! Tapi Tuhan Yesus berkata, barang siapa mau menerima-Nya sebagai Tuhan dan juruse-lamat, ia tidak akan binasa dan dilemparkan ke dalam neraka.
• Surga itu dipenuhi Kasih dan mereka yang di surga akan hidup bersama-sama dengan Tuhan.
• Maukah Saudara mempercayai saya dan mau menerima Tuhan Yesus sebagai Tuhan dan juruselamat?
• Kamu boleh menjadi mempelai-Nya, tapi itu belum cukup, Saudara harus menyerahkan seluruh hidupmu, TOLONG lakukan itu sekarang juga!

Minggu, 25 Pebruari 2007

• Kamu harus memperingatkan kepada semua orang bahwa Tuhan SEDANG dalam perjalanan untuk kedatangan-Nya yang ke-dua kali, dan orang-orang harus siap sedia untuk kedatangan-Nya itu.
• Perjamuan Kawin sudah siap dan sedang menunggu mereka yang sudah siap. Bacalah Matius 25.
• Saya mengasihi Tuhan Yesus, terima kasih karena Engkau telah mati bagi saya. Saya mengasihi-Mu Roh Kudus.
• Buanglah segala benda di rumah mu yang bukan berasal dari Tuhan, mintalah pertolongan Roh Kudus.
• Tahukah ibu, bahwa engkau dipanggil oleh Tuhan sendiri, dan engkau harus hidup HANYA untuk Tuhan semata.
• Siapa yang mau pergi dan memberitahu dunia tentang Dia?
• Tuhan akan menyembuhkan saya, dan saya akan berbakti kepada-Nya selama saya masih hidup.
 Saya ini bukan seorang hamba Tuhan, atau seorang pendeta. Saya ini miss kecantikan dan konsultan pengembangan diri, jadi saya tidak tahu apa itu “mempelai Kristus.”
Suatu hari saat saya dalam perjalanan ke Cape Town untuk ceramah di Pulpit Radio. Sepanjang perjalanan, di pesawat saya berbicara kepada Roh Kudus: “Tuhan, tunjukkan kepada saya bagaimana rupa mempelai-Mu. Aku (Gereja) ingin menjadi mempelai-Mu yang berkenan?” Lalu Tuhan mengajari saya tentang hal ini: “Anak-Ku, dari sekian banyak manusia yang ada di dunia ini orang-orang Kristen adalah orang yang beruntung, sebab mereka sempat mengenal-Ku. Namun sayang, dari sekian banyak orang Kristen, kebanyakan dari mereka tidak Aku kenal. Mereka mengaku Kristen dan merasa baik-baik saja dengan jadwal seminggu sekali mereka untuk pergi ke gereja. Mereka tidak pernah membaca Firman-Ku, atau pergi memberitakan Firman-Ku, mereka hanya duduk diam dalam kenyamanan berkat-berkat-Ku. Mereka sama sekali tidak pernah memikirkan Aku sebagai Mempelai Pria-nya. mereka tidak pernah ada dimana Aku ada.” Lalu Allah berfirman: “Retah, siapakah diantara murid-murid-Ku yang kepalanya berbaring di dada-Ku saat Aku berada di dunia ini?” Mendengar pertanyaan itu, aku berfikir sejenak, tapi kemudian Tuhan menjawabnya: “Ia adalah Yohanes, ia adalah orang yang membaringkan kepalanya di dada-Ku dan mendengar detak jantung-Ku. Ia mewakili umat-Ku yang aku sebut MEMPELAI KRISTUS. Ia ada di dekat-Ku senantiasa.” Lalu Ia bertanya lagi: “Retah dimanakah kepala mempelai-Ku seharusnya berada?” Aku menjawab: “Pada dada Mempelai Pria-nya!” Lau Ia menjawab: “Ya, anak-Ku! Jika engkau dan Aku menjadi satu maka tidak ada yang dapat memisahkan kita. Datanglah dan bersekutulah dengan Aku dalam keintiman, sebagaimana seorang mempelai berkasih-kasihan. Anak-Ku, Aku mengasihi-mu.”  Setelah
itu, aku terdiam. Saat itu juga Tuhan menuntunku untuk banyak merenungkan kitab Kidung Agung. Lalu Ia melanjutkan kerinduan-Nya: “Retah anak-Ku, jika engkau hendak melakukan hubungan intim dengan suamimu, apakah engkau datang dengan sebuah daftar permintaan kepada suamimu, atau engkau melakukannya karena rasa cinta semata?” Mendengar pertanyaan itu, aku tertunduk malu, sebab saya menangkap maksud dari pertanyaan tersebut.
Saya menyadari bahwa setiap kali saya duduk di kaki-Nya, saya tidak lupa membawa banyak permintaan dalam doa, itu pun belum termasuk segala permohonan mengenai Aldo. Malu rasanya, namun saya mulai mengerti, mempelai-Nya perlu memiliki hubungan yang intim seperti Yohanes melakukannya kepada Yesus. Yohanes mengerti hati Yesus, ia datang mendekat hanya untuk duduk diam, mengagumi Yesus, mendengarkan suara-Nya, memuji-muji, mengucap syukur buat segala yang terjadi. Kemudian Ia berkata: “Mulailah mengucapkan syukur atas kecelakaan yang terjadi.”
Tak lama kemudian saya mendapat konfirmasi untuk apa yang Tuhan ajarkan kepada saya. Beberapa hari setelah percakapan saya dengan Tuhan di pesawat, Aldo menulis sesuatu yang saya tahu ini hanya bisa datang dari Tuhan: “Ibu, kita harus mulai mengucapkan terima kasih atas kecelakaan yang kita alami, karena hanya Allah yang dapat memulai kehidupan kita seturut rencana-Nya. Ibu, hidupmu kini milik Kristus. Aku bisa melihat ruang Takhta Allah, dan Yesus berkata: Ia akan menjemput kita, kita hanya harus bersabar. Perjamuan Anak Domba telah siap, Tuhan Yesus rindu menjemput mempelai-Nya.” Pesan yang tidak terbantahkan bukan? Jadi, apakah Saudara mempelai-Nya atau umat Kristen yang tidak dikenal-Nya?
“Bukan setiap orang yang berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan! akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga, melainkan dia yang melakukan kehendak Bapa-Ku yang di sorga. Pada hari terakhir banyak orang akan berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan, bukankah kami bernubuat demi nama-Mu, dan mengusir setan demi nama-Mu, dan mengadakan banyak mujizat demi nama-Mu juga? Pada waktu itulah Aku akan berterus terang kepada mereka dan berkata: Aku tidak pernah mengenal kamu! Enyahlah dari pada-Ku, kamu sekalian pembuat kejahatan!” (Mat 7:22)

Kesimpulan
Aldo dan Retah McPherson pada tahun 2012

Dari awal saya adalah seorang Kristen dan selalu mengaku bahwa saya seorang Kristen. Saya tahu Tuhan Yesus. Saya percaya pada Tritunggal Mahakudus dan bahkan melayani Tuhan. Namun, ketika saya melihat ke belakang, sekarang saya menyadari bahwa saya hanya menjalani kehidupan yang baik dan diisi dengan perbuatan baik. Saya tidak benar-benar tahu karakter Allah dan tidak tahu apa artinya harus benar-benar mempersembahkan seluruh tubuh ini kepada-Nya —padahal itu merupakan satu-satunya korban yang ber-kenan dalam pandangan-Nya (Rom 12:1).

Saya harus melewati tragedi yang mengerikan dan penderitaan besar, sebelum akhirnya saya mengerti dan rela mengorban-kan segalanya, termasuk mengorbankan anak saya kepada Allah. Melalui tragedi itu, saya akhirnya menyerahkan kendali hidup saya kepada-Nya dan berusaha mengenal Dia secara pribadi.
Setelah saya memberikan hidup saya kepada-Nya sebagai persembahan yang hidup, saya bisa sejalan dengan rencana Tuhan yang sempurna untuk hidup saya —untuk hidup dalam hubungan cinta dengan Allah yang hidup! Saya tidak pernah berfikir bahwa Allah begitu realitas seperti ini.
Kisah atau kesaksian yang kami bagikan ini memang tentang kami, namun ini sebenarnya tentang Dia. Ya, ini semua tentang Yesus. Melalui tulisan-tulisan Aldo, ada rencana-Nya agar Gereja-Nya semakin mengasihi-Nya, meninggalkan keinginan-keinginan duniawi, menyerahkan seluruh hidupnya bagi Yesus dan sebagainya.
Untuk waktu yang lama saya pikir itu adalah tanggung jawab suami saya untuk membuat saya bahagia, tapi sebenarnya tidak ada manusia yang bisa membuat Anda benar-benar bahagia. Hanya Yesus yang bisa melakukannya untuk Anda. Dia adalah JAWABAN atas semua pertanyaan, JALAN KELUAR untuk semua masalah Anda, PEMENUHAN semua kebutuhan dan keinginan Anda. Dia adalah SEGALA hal yang SEMUA orang butuhkan! Saya mencoba untuk memuaskan dahaga saya dengan segala macam hal-hal seperti perfeksionisme, ketenaran, kekayaan dan prestasi. Tapi, sekarang saya tahu bahwa api Roh Kudus telah memurnikan saya dari dalam ke luar, saya tahu Yesus adalah sumber air yang hidup. Dia adalah satu-satunya yang bisa memuaskan dahaga saya selamanya. Bagaimana dengan Saudara? Maukah Saudara menerima Yesus sebagai satu-satunya untuk semua masalah mu? Maukah Saudara menjadi mempelai-Nya yang kudus? Sebab Ia akan datang segera!
YA, IA DATANG SEGERA! Ia hidup, dan ia datang segera! Yesus dari Nazaret, anak Daud, Dia datang untuk menjadi Raja, dan Ia hidup. Persiapkan jalan bagi-Nya. Umat Tuhan, bersiaplah dengan sungguh-sungguh, Ia bukan manusia yang bisa ingkar janji, Ia berkata akan kembali, bersiaplah, bersiaplah, bersiaplah! (Vs.)
Spastik atau lumpuh otak, adalah suatu kondisi terganggunya fungsi otak dan jaringan syaraf yang mengendalikan gerakan, dengan ciri terlalu lemah dan kaku sehingga hanya dapat terbaring.
2 Bahasa Afrikaans, semua tulisan Aldo ditulis dalam bahasa Afrikaans, yaitu bahasa Jermanik Barat yang kini digunakan/dituturkan di Afrika Selatan, Namibia, Boswana dan Zimbabwe.
3 Jemaat Laodikia pada kitab Wahyu adalah gambaran Gereja Tuhan saat ini yang suam-suam kuku, yaitu jemaat yang kompromi dengan dunia dan sangat mirip dengan masyarakat sekitarnya; Mengakui Kristen namun hidupnya sama dengan orang dunia, malang dan menyedihkan secara rohani. Jemaat/Gereja Laodikia sangat diberkati Tuhan, secara jasmani mereka tidak berkekurangan atau kaya, namun secara rohani sebenarnya mereka melarat, miskin, buta dan telanjang. Tidak memiliki harta di surga, tidak memiliki kepekaan rohani dan hidup dalam dosa. Dengan tulus Kristus mengundang jemaat untuk bertobat dan untuk dipulihkan kepada tempat iman, kebenaran, penyataan, dan persekutuan.
13 Juni 2005, “Jadilah seperti Samuel. Tuhan Yesus akan memakai kita berdua untuk kemuliaan-Nya, ibu. Segera-lah sembuh, Aldo. Kita akan pergi tanpa rasa takut terhadap apa yang terbentang di depan bagi kita. Kita akan pergi dan melakukan apa yang Tuhan minta dari kita. Hari ini, jadilah seperti yang apa Tuhan ingin bagi kita. Tuhan berkata: Kita akan menjadi seperti Samuel yang pergi ke Bait Allah dan melayani Allah sepenuh waktu. Bersama-sama, kita akan menyenangkan Tuhan dan melakukan kehendak-Nya. Yesus mengatakan bahwa ibu akan memberitakan firman-Nya di Port Elizabeth dan mereka akan berse-mangat ingin mendengarkan Anda. Bersama-sama kita akan melayani Tuhan. Aku akan menjadi sehat.”
 
 
 
“Milikilah iman kepada Tuhan. Aku mencin-taimu ibu. Aku mencintai kalian semua teramat-sangat. Saya tahu bahwa saya akan berbicara lagi. Terima kasih Yesus. Milikilah iman di dalam Tuhan. Milikilah iman di dalam Tuhan. cinta.”
 
 
 
23 Mei 2007, “Yesus berbicara kepada saya tentang Firman-Nya dan kedatangan-Nya, yang sangat, sangat dekat. Ibu, apakah engkau tahu bahwa mereka yang menerima Yesus harus mengorbankan hidup mereka. Ia sedang dalam perjalanan untuk menjemput mempelai-Nya. Saya mempelai wanita-Nya dan saya ingin semua orang untuk pergi bersama.”
 
 
 
6 Nov 2007, “Yesus berkata Ia akan datang lagi dan mereka yang siap akan pergi dengan-Nya. Anda harus jelaskan ini kepada semua orang. Aku mencintaimu ibu. Saya suka Daddy dan Josh. Aku mengasihi Yesus dan Tuhan dan Roh Kudus. Ketahuilah bahwa satu hari, seperti Allah, kita semua akan hidup di Surga.”
 
 
 
 
21 Feb 2007, “Mempelai-Nya harus siap, engkau akan menjadi pengantin Tuhan, seperti saya. Allah akan mengajarkan mempelai-Nya apa yang harus dikatakan dan akan mempersiap-kan dirinya. Beritakan kehendak-Nya kepada orang-orang di Barat, Selatan, Utara dan Timur. Kehendak-Nya adalah bahwa pengantin-Nya harus siap. Anda harus memberitahu mempelai-Nya bahwa mempelainya harus berani memutuskan untuk dirinya sendiri agar rela melepaskan segala sesuatu.”
 
 
Pustaka :
–  Aldo McPherson, “Mesej Dari Tuhan”; Divine Revelations, http://www.spiritlessons.com
–  Retah McPherson, “Retah McPherson Full Testimony”; Retah McPherson Ministries, http://www.rethamcpherson.com
–  Retah McPherson Ministries, “There is always hope”; Divine Revelations, http://www.spiritlessons.com
–  Rozanne Myburgh, “ ’n Hemelse reis” (Sebuah perjalanan ke surga); Jouwêreld e-tydskrif, http://www.jouwereld.co.za/jh_retha.html
–  Sarah Chew, “To heaven and back”; Sabah Forum, http://www.sabahforum.com