PENANTIAN SANG MEMPELAI – BRIDE OF CHRIST IN WAITING

BRIDE OF CHRIST in Waiting (Penantian Sang Mempelai)
image

Mempelai wanita dalam penantian bukanlah tentang bagaimana menemukan pria yang tepat, tetapi bagaimana menjadi mempelai yang tepat. Menjadi wanita yang tepat dapat di pelajari dalam alkitab dengan melihat kisah hidup Rut, seorang janda dari Moab yang saleh di hadapan Tuhan.

Ada 10 sifat Rut yang patut di pelajari oleh para wanita lajang agar menjadi seorang wanita bahkan mempelai yang berkualitas semasa penantiannya yakni :
 
1. Mempelai Dengan Penyerahan Tanpa Ragu

Setiap wanita memimpikan menjadi seorang wanita yang utuh. Utuh menurut pandangan mereka adalah ketika mereka menemukan seorang pria yang tepat untuk menjadi pasangan hidup mereka. Dengan demikian kesedihan karena kesendirian mereka akan menjadi sirna. Namun hal itu bukanlah pengertian utuh yang sebenarnya. Seorang mempelai hanya akan menjadi utuh di dalam Tuhan Yesus.  

Pada masa Tuhan Yesus ketika seorang wanita muda mencapai usia untuk menikah, keluarganya akan membelikan sebuah kotak batu pualam putih yang mahal dan mengisinya dengan minyak. Dan kotak itu akan di pecahkan di bawah kaki pria yang akan di nikahinya dan minyak itu di gunakan untuk mengurapi sang pria. Hal ini menunjukan suatu tanda penghormatan kepada mempelai prianya. Dalam masa pelayanan Tuhan Yesus, ada seorang wanita pendosa yang datang kepada Tuhan Yesus dan memecahkan kotak batu pualam putihnya di kaki Yesus dan mengurapi-Nya dengan minyak. Wanita ini melakukan penghormatan yang sangat tinggi kepada Yesus dan dengan keteguhan hatinya ia menyerahkan dirinya untuk di ampuni dan di layakan oleh Sang Pangeran Surgawi. Datang kepada Tuhan Yesus dan memecahkan batu pualam putih adalah suatu pilihan yang sangat tepat bagi wanita dalam penantiannya. Menyerahan diri sepenuhnya terlebih dahulu kepada Tuhan dan selanjutnya  Tuhan yang akan menjadikanmu utuh.

Rut dengan keteguhan hatinya juga melakukan pilihan yang sama. Ia rela meninggalkan kehidupan lamanya, mengikuti mertuanya dan mengabdi sepenuhnya kepada ALLAH. Pilihan Rut ini membuat ALLAH menghargai imannya. Rut  tidak mengizinkan teman-teman, lingkungan dan kepercayaan lamanya untuk menghalanginya akan masa depan yang cerah. Masa depan cerah yang di mulai dengan pilihan kritis pertamanya: Penyerahan Tanpa Ragu Pada Yesus Kristus.

Setiap mempelai juga memiliki pilihan ini, yakni pilihan untuk meninggalkan keadaanya yang biasa-biasa saja di belakang dan berani berketetapan mengejar Yesus dengan segenap hati, jiwa dan pikiran. Dengan demikian masa depan cerah dengan keutuhan yang penuh dapat di peroleh. Hanya mempelai pilihan yang mengerti arti menjadi utuh di dalam Kristus sajalah yang cukup matang untuk menjadi penolong. 
image

2. Mempelai Yang Rajin

Waktu lajang adalah waktu yang Tuhan berikan kepada seorang wanita untuk membentuknya menjadi seorang wanita yang berkarakter. Rut adalah wanita yang berkarakter rajin. Ketika Rut berada di negeri asing yang tak di kenalnya, ia tidak hanya duduk diam di dalam rumah. Tetapi dengan tekun ia melayani mertuanya. Untuk memenuhi kebutuhan hidupnya, ia mengumpulkan gandum di ladang kerabat setiap hari. Hal ini mengindikasikan bahwa Rut  rela menggunakan hidupnya untuk rajin mengerjakan apapun yang Tuhan ingin ia lakukan.

Masa lajang adalah masa yang tepat untuk memperkaya hikmat dan pengalaman, bukan untuk mengasihani diri di rumah dengan puisi-puisi melankolis dan lagu-lagu sedih. Salah satu cara memperkaya hikmat dan pengalaman adalah dengan melayani Tuhan dalam segala hal dengan rajin dan tidak membuang-buang waktu yang ada. Melayani dengan penuh kesungguhan, tak teralihkan pada perhatian lain dan pantang menyerah adalah hal-hal yang ingin Tuhan eksplorasi dari diri seorang wanita lajang dalam masa penantiannya sehingga ia terbentuk menjadi seorang penolong yang dapat di andalkan. 

3. Mempelai Yang Beriman

Kekuatiran akan pasangan hidup adalah suatu persoalan yang selalu di hadapi oleh setiap wanita lajang yang tidak beriman. Akibatnya setiap waktu dan kesempatan dalam hidupnya hanya di gunakan untuk berusaha mengejar pria di manapun mereka berada. Mulai dari memanipulasi kencan, pergi ke tempat yang banyak pria, terlibat persekutuan, gereja, KKR untuk memperoleh laki-laki yang saleh dan masih banyak hal lagi.

 Namun berbeda dengan Rut. Rut lebih memilih untuk mengikuti Naomi dan Allahnya ke tempat asing, meski kemungkinan ia harus tetap melajang. Walaupun tidak di janjikan peluang bersuami, Rut tetap mempercayakan masa depannya kepada Allah. Ia melihat segala sesuatu tidak dengan pandangan fisik namun dengan mata iman. Iman Rut kepada Allah israel pada waktu itu memang masih muda namun untuk masa depan yang tidak dapat di lihat dengan matanya, ia memilih utuk percaya penuh kepada Tuhan. Akhirnya Allah memepertemukan Rut dengan Boas.

Masa lajang memang masa yang sulit dan penuh dengan frustasi jika seorang wanita lajang tidak memiliki iman. Mempelai akan di tawan oleh berbagai-bagai pertanyaan-pertanyaan tentang kekuatiran dan ketakutan mereka. Oleh karena itu untuk semua mempelai, milikilah mata iman. Datanglah segera kepada Tuhan Yesus dan serahkan seluruh kekuatiran yang di miliki (1 Petrus 5 : 7). Allah tidak akan pernah kehilangan alamat berkas kita, Ia tau keadaan kita dan apa yang kita butuhkan. Cucilah setiap mata iman dengan Firman Tuhan, ambil keputusan terpenting dalam hidup untuk berserah kepada Yesus dan yakinlah bahwa sama seperti Allah membawa Hawa kepada Adam, Rut kepada Boas, Ia akan membawamu kepada pasangan hidupmu dalam sebuah pertemuan ilahi yang indah pada waktu-Nya. Berkembanglah menjadi seorang mempelai yang beriman di masa lajang.
image

4. Mempelai Yang Penuh Kewajiban

Rut tidak memiliki rambut dan tubuh yang indah, mata yang menawan atau wajah yang rupawan. Namun apakah yang membuat boas jatuh hati kepadanya? Apa lagi dalam hidupnya yang masih muda, Rut mengalami banyak pencobaan. Namun Ia dengan berani menghadapi segala tekanan dan gelora perubahan dalam hidupnya hingga pada akhinya ia memiliki iman yang cantik di hadapan Tuhan. Iman yang cantik inilah yang menarik hati Boas kepadanya.

Untuk menikahi seorang pangeran, seorang wanita harus menjadi seorang puteri. Menjadi puteri artinya bukan saja memiliki wajah yang cantik, tubuh yang indah, pakaian yang mewah. Tetapi tingkah laku terutama hati yang bagaikan mutiara. Sama seperti Ribka yang di pinangkan bagi ishak. Ia tidak saja memiliki paras yang cantik namun ia memiliki banyak karakter  yang luar biasa (baca Kejadian 24 diantaranya tekun, taat kepada orang tua, menghargai orang lain, melayani tanpa di minta, sabar, jujur, pemurah tidak suka membuang waktu untuk hal-hal yang tidak penting melainkan menata dirinya menjadi lebih baik dan berkenan bagi ALLAH. Karena ALLAH tau bagaimana kebajikan yang Ribka miliki, ALLAH membuat Ishak langsung jatuh cinta kepada Ribka pada pandangan pertama.

Jadi untuk semua wanita lajang, Tuhan akan membawa hati seorang laki-laki kepadamu jika kamu terlebih dahulu mengembangkan karakter ilahi dan menjadi berkenan di hadapanNya. Sama seperti yang Tuhan Yesus katakan, carilah dahuli kerajaan ALLAH beserta kebenarannya maka semuanya akan di tambahkan padamu. Boas menjadi perhatian kepada Rut, Ishak jatuh cinta kepada Ribka bukan karena kecantikan luar mereka tetapi karena mereka memiliki kecantikan hati di hadapan Tuhan. Jika saat ini kamu sedang merasa pahit di bentuk oleh Tuhan, bersyukurlah karena Tuhan sedang mempercantik imanmu dan membawamu kepada pria saleh yang kamu impikan.

5. Mempelai Yang Penuh Pengabdian

Wanita masa kini banyak yang mengabdikan dirinya untuk sebuah hubungan cinta bukan dengan Tuhan. Mereka secara salah mencari kasih dalam rasa dan janji-janji. Namun tidak dengan Rut pada masanya. Rut dengan setia mengabdikan dirinya dengan Tuhan. Rut menjalani hubungan yang sangat penuh kasih dengan Allah sekalipun mertuanya memiliki gambaran negatif tentang Allah. Dan hal itu membuat Boas memuji pengabdiannya terhadap Allah (Rut 2 : 12).

Sebagai mempelai seharusnya menanamkan dalam pikirannya bahwa kelajangan merupakan suatu kesempatan luar biasa dalam memaksimalkan waktu untuk bersekutu dengan Tuhan. Sebab Allah begitu rindu akan persekutuan yang dalam dengan ciptaanNya (manusia). Saat kita mengenal siapa sesungguhnya Tuhan kita, Tuhan akan memenuhi kebutuhan-kebutuhan kita akan kasih. Bukan berarti hal ini yang menjadi motivasi dasar persekutuan wanita lajang dengan Tuhan (bersekutu dengan Tuhan agar di beri pasangan hidup).  Yang Tuhan inginkan hanyalah hati yang tulus dan murni kepadaNya. Oleh karena itu pengabdian kepada Kristus dalam masa lajang haruslah menjadi sebuah komitmen yang serius pada Ketuhanan Kristus. Kristus telah mengasihi kita dan menyerahkan diri sepenuhnya bagi kita. Sebagai balasannya kita harus mengabdikan diri sepenuh hati untuk mengasihi dan menikmati Dia selama 365 hari setahun.
image

6. Mempelai Yang Murni

Di zaman sekarang ini, kita hidup dalam suatu masa di mana ketidakmurnian seksual begitu terang-terangan. Banyak fakta yang membuktikan bahwa banyak wanita muda telah melepaskan keperawanan mereka. Dalam masyarakat yang kacau secara seksual pada masanya, Rut adalah wanita yang murni, bahkan di tengah situasi yang berpotensi untuk membuatnya berkompromi. Hal ini mau mengajarkan bahwa Di dalam masa penantian, seorang wanita lajang harus berusaha menjaga dirinya agar tetap murni, tidak terperdaya oleh dusta iblis, menahan diri dari segala hal yang berusaha membuatnya jatuh apalagi dalam dosa seks. Seks adalah suatu karunia dari Tuhan jika di gunakan pada waktu yang telah Tuhan tetapkan (setelah menikah), jika manusia melanggar (melakukan seks sebelum menikah) tentu akan terjadi kerusakan berjangka panjang dalam hidupnya. Apalagi untuk seorang wanita. Allah menciptakan wanita dengan penuh kasih, oleh karena itu Ia ingin menjaga wanita dari hal-hal yang merengut harta kesuciannya.

Bagaimana dengan mereka yang terlanjur jatuh? Allah kita, adalah Allah yang maha mengampuni dan melupakan segala dosa umatnya. Oleh karena itu, datanglah kepadaNya, memohon ampun dan berusaha untuk tidak terjatuh lagi pada kesalahan yang sama. Meskipun telah mengaku bahwa kita telah terlepas dari kesalahan oleh Tuhan, jangan biarkan iblis memanipulasi pikiran kita dengan perasaan bersalah. Agar hal ini tidak terjadi, yang harus kita lakukan adalah mengampuni dan melupakan dosa diri kita sendiri dan mereka yang telah berdosa kepada kita. Ketika kita telah memilih untuk mengampuni datanglah kepada Allah agar Ia membereskan emosi yang masih ada.

Terimalah pengampunan Allah dan tolaklah perasaan diri seperti barang rusak. Allah memiliki hal-hal yang baik yang tersimpan bagi kita. Bagi allah wanita dalam penantian adalah Harta. Si musuh akan selalu berusaha menipu namun jangan kehilangan penglihatan akan betapa berharganya yang anda miliki dan akan siapa anda. Jangan izinkan gemerlap kesenangan satu malam “bercinta” menghancurkan “cinta sejati” seumur hidup.

7. Mempelai Yang Memiliki Rasa Aman

Rut – wanita muda, lajang dan janda – pasti telah mengalami kerinduan dan kesepian akan kehangatan seorang suami. Tetapi ia hidup dalam kemenangan atas keinginan untuk berburu pria. Sebaliknya ia duduk diam dan membiarkan Allah membawa pangerannya kepada dia. Rut adalah wanita yang memiliki rasa aman.

Rasa tidak aman pada umumnya di miliki oleh setiap wanita lajang. Mereka cenderung mempercayai dusta bahwa Allah tidak mampu menyiapkan yang terbaik bagi mereka. Akhirnya dengan cara mereka sendiri (tanpa mengandalkan Tuhan) mereka berusaha memburu pria idaman mereka (yang menurut mereka mampu memberikan kasih yang aman) bahkan dengan cara manipulasi atau manuver sekalipun.

Hal ini tidak akan terjadi pada para mempelai jika ia datang kepada Tuhan Yesus dan meletakan rasa aman di dalam tanganNya. Pada waktu lajang, kita harus membawa hati dan emosi kita kepada Tuhan. Sebab semua yang terbaik bagi kita ada di dalam tanganNya. Semuanya terdengar sebagai suatu gagasan yang baik, namun bagaimana cara memulainya? Untuk membangun rasa aman dalam hidupmu, habiskanlah waktu dalam firman Allah. Amsal 1:33 mengatakan bahwa yang mendengarkan firman Tuhan akan tinggal dengan aman. Sebagai mempelai yang memiliki rasa aman dalam penantian,  Izinkanlah rancanganNya yang terjadi atasmu dan biarkan firmanNya membentukmu menjadi sempurna. 

8. Mempelai Yang Puas dan Mengucap Syukur

Mempelai yang puas adalah mempelai yang di tengah-tengah penderitaan yang dapat menjadi alasan untuk tidak puas malah mensyukuri keadaannya dan tidak buru-buru dalam mengambil keputusan. Mempelai yang puas adalah wanita yang tidak memperdaya dirinya dengan kubangan-kubangan ketidakpuasan, tidak membiarkan dirinya terpedaya oleh pasangannya dan tidak membiarkan pikirannya melalang buana dengan fantasi-fantasi dunia.

Bagaimana agar menjadi mempelai yang puas? Sama halnya dengan Rut. Di tengah penderitaan yang mampu membuatnya untuk tidak menjadi puas, ia menyerahkan hidupnya di dalam tangan Tuhan. Ia percaya bahwa Tuhan akan menguatkan dia untuk berjalan di dalam keadaan menyenangkan atau paling suram. Ia tidak pernah membantah Wasit surgawinya, ia tidak membiarkan keinginan dan kesombongannya yang terjadi namun ia tetap mendengarkan Tuhan dengan rendah hati sebagai Wasit surgawinya.

             Seorang mempelai membutuhkan pemantau rohani. Pemantau rohani adalah mereka yang mampu memberikan saran yang tepat di saat kubangan-kubangan ketidakpuasan menyerang diri wanita lajang dan membatasi pikiran para wanita lajang yang mulai melalang buana ketika sedikit perhatian di berikan oleh seorang pria. 
image

9. Mempelai Yang Penuh Keyakinan

Mempelai yang penuh keyakinan adalah pribadi yang memandang masa depannya dengan menyerahkan semuanya di tangan Tuhan dan tidak pernah menyerah dengan keadaan yang di hadapinya. Ia tidak pernah menanggap dirinya sebagai benda rusak, sehingga ia yakin bahwa Tuhan akan mempertemukannya dengan laki-laki yang sesuai dengan standar yang Allah karuniakan lewat roh di dalam hati mereka (pria berstandar tinggi yang pantas di nantikan). Ciri-ciri pria yang patut di nantikan oleh wanita dengan penuh keyakinan :

· Menempatkan kebutuhan orang lain di atas kebutuhan diri sendiri (Filipi 2 : 3 – 4)

· Bersukacita dalam hubungannya dengan Kristus (Yohanes 5:11)

· Menjaga hubungan sebagaimana patutnya (Ibrani 12:14)

· Tidak mau melompat mendahului waktu Tuhan (Maz. 37:7)

· Berusaha memenuhi kebutuhan praktis orang lain (Efesus 4:32)

· Membela yang benar (Roma 2:10)

· Menyelesaiakan tugas dan tanggung jawab yang Tuhan berikan (1 Kor. 4:2)

· Mengerti pentingnya perasaan dan emosi (kolose 3:12)

· Lari dari pencobaan yang berkompromi (Amsal 25:28)

Hal ini tidak berarti seorang pria haruslah sempurna untuk di kencani. Maksudnya adalah pria itu harus bertumbuh dalam keserupaan dengan Kristus dan di mampukan oleh kuasa roh kudus sebelum wanita lajang mulai berkencan dengannya. Jika Tuhan masih belum mempertemukan wanita lajang dengan kekasih hatinya, itu artinya Allah masih membentuk pria itu agar dapat memiliki karakter Ilahi. Standar yang tinggi ini akan menjaga hati para wanita lajang agar tidak terburu-buru mengambil keputusan. Menikahi pria yang mengasihi Tuhan dan ingin melayani-Nya adalah hak yang paling istimewa dalam hidup, pria itu pantas di nantikan berapapun harganya. Karena itu, tetapkanlah keyakinan dalam penantian. 

10.Mempelai Yang Sabar

             Rut adalah contoh wanita yang sabar. Rut tidak mengijinkan lingkungannya atau ketiadaan rekan pria membuatnya tidak sabar. Sebaliknya ia berkonsentrasi pada pengembangan dengan Bapa Surgawinya dan memilih untuk mengizinkan Allah membawakan suami jika ia pandang cocok. Rut dengan sabar menggunakan masa penantiannya untuk menjadi seperti yang Allah inginkan (menjadi wanita berkarakter ilahi). Dan pada akhirnya Allah pun menyediakan seorang suami baginya.

             Penantian adalah sebuah hal yang sangat sulit namun perlu di hadapi dengan kesabaran oleh para mempelai agar tidak menyesal dengan konsekuensi ketidaksabaran. Untuk itu, mengembangkan kesabaran harus di lakukan oleh para mempelai dengan selalu percaya dan bersandar pada Tuhan. Menanti dengan sabar artinya memberi waktu kepada Allah bukan hanya untuk membentuk wanita lajang namun juga kekasihnya agar di masa mendatang apapun masalah yang di hadapi sebagai pasangan dapat teratasi dengan baik. Oleh karena itu biarkanlah Bapa Sorgawi melengkapi pekerjaan-Nya untuk masa depan yang cerah dan penuh harapan. 
image

Menjadi mempelai dalam penantian di mulai dengan penyerahan tanpa ragu kepada Yesus. Kekuatan dan disiplin yang di perlukan untuk menjadi mempelai yang rajin, beriman, baik, penuh pengabdian, murni, aman, puas, penuh keyakinan dan sabar, di temukan di dalam relasi dengan mempelai surgawi secara radikal.

Membawa pemikiran para Mempelai dalam penantian untuk tidak mengasihani dirinya atas apa yang di alaminya, melainkan menjadikan penantiannya sebagai sebuah kesempatan untuk bertumbuh lebih baik di dalam Kristus lewat setiap proses yang Tuhan lakukan dalam hidupnya.
image
image

Berjaga-jagalah karena waktunya sudah sangat dekat !

Advertisements