THE GOD OF SECOND CHANCE ( TUHAN MEMBERIKAN KESEMPATAN KEDUA KALI)

Gof of A 2nd Chance_wm

“THE GOD OF A SECOND CHANCE “

Video kesaksian ps benny hinn second chance

a Testimony of Pastor Benny Hinn on his tour to South Africa in April 2016.

Please pay attention to his detailed testimony. He says in 2015 he had heart attack and was taken to the hospital for heart surgery and while in the hospital he had a dream and in that dream he found himself in a long que at the gate of  heaven and everyone was dressed in white garment. At the gate was Jesus dressed in a shiny sparkling white garment different from everyone  and beside him Pastor Benny Hinn saw a woman that was playing a piano.

Jesus would nod his head in signal as to whether a person was accepted or denied to enter. If it was a yes, the pianist would play glorious melodies and the glory was overwhelming and the gates would automatically open but if it was a denial the pianist would play horrible melodies and demons would come to take the person away to hell. He says, out of the whole que only 20 percent entered…

Spirit of Heaviness (Roh Beban Berat)

01. garment-of-praise-1_wm

Shalom… Rick Ridings (Watchtower in Jerusalem) baru-baru ini mendapat vision, tentang the spirit of antiChrist yg sedang dilepaskan untuk menekan orang-orang kudus, terutama para pemuji penyembah dan pendoa (Imam & Lewi)

02. worship-through-the-fire-wendy-smith_wm

Dia liat di seluruh middle east dan israel ada penyihir- penyihir atau witches, sorcerers melepaskan mantera-mantera yang melepaskan roh heaviness (berbeban berat). Saat mereka melepas mantera itu keluar debu-debu asap tebal warna hitam menyebar keatas imam-imam yang…

RAHASIA PASKAH & PENYEMBAHAN ANUNNAKI

Kebenaran Paskah dan Rahasia Penyembahan Anunnaki – Dewa Bangsa Sumeria Kuno

Artikel berikut diambil dari buku J.R Terrier “History of Easter – Hidden, Secret Origins and Mystery Religion” (Sejarah Paskah – Terpendam, Rahasia Asal Usul dan Agama Misterius).

Paskah adalah perayaan tahunan yang dirayakan di seluruh dunia orang Kristen. Namun, sama sekali tidak ada ayat dalam Alkitab yang membenarkan atau menyetujui memelihara tradisi ini.

Lebih jauh – Alkitab tidak menyebutkan apa-apa mengenai telur Paskah, keranjang Paskah, kelinci Paskah atau bahkan Prapaskah. Penulis memasukkan bukti yang menyakinkan untuk menunjukkan bahwa hal-hal tersebut adalah bagian-bagian ritual pagan dari Agama Misterius Babel kuno.

child sacrifice Anunnaki -- Baal Ishtar Inanna_wm

Darimana tradisi merayakan Paskah bermula?

Penulis membuka catatan tersembunyi dari

We Are Tired Waiting

berjagajaga.wordpress.com

Kami lelah menanti – Cindy Jacob

 “Bangsa yang berjalan di dalam kegelapan telah melihat terang yang besar; mereka yang diam di negeri kekelaman, atasnya terang telah bersinar.” – Yesaya 9:2

Ketika saya berpikir tentang cerita-cerita yang mengisi halaman Alkitab, saya menyadari sesuatu yang sama daripadanya – menanti.

Abraham dan Sara menantikan keturunan mereka yang dijanjikan. Bangsa Israel menantikan pembebasan dari perbudakan. Daud menantikan waktunya menjadi raja. Yesus menantikan untuk menyingkapkan diriNya sebagai Anak Allah

IDENTITY CRISIS ( KRISIS IDENTITAS )

WHAT’S YOUR IDENTITY NOW ? ( APA IDENTITASMU SEKARANG ? )

image

IDENTITY CRISIS – KRISIS IDENTITAS

Sebab kamu tidak menerima roh perbudakan yang membuat kamu menjadi takut lagi, tetapi kamu telah menerima Roh yang menjadikan kamu anak Allah. Oleh Roh itu kita berseru: “ya Abba, ya Bapa!” Roh itu bersaksi bersama-sama dengan roh kita, bahwa kita adalah anak-anak Allah. (Roma 8:15-16)

Tuhan Yesus telah membayar mahal untuk kita mendapatkan status baru. Dimerdekakan dari budak dosa dan dijadikan keluarga Allah. Identitas yang ada pada kita bukanlah sesuatu yang murahan. Berubah status dari budak dosa menjadi ANAK RAJA tidak langsung bisa kita hidupi dengan konsisten….

LIFE BEGINS AT HOME – COURAGEOUS

LIFE BEGINS AT HOME – COURAGEOUS
HIDUP DIMULAI DARI KELUARGA – KEBERANIAN
image

Keadaan dunia saat ini yang penuh dengan tindakan amoral, tindakan kekerasan, tindakan pemberontakan terhadap segala hal… Semua bermula dari keluarga ! Pemulihan hati Bapa harus terjadi atas setiap keluarga. Agar hati Bapa dapat mengalir dalam kehidupan pribadi lepas pribadi. Sehingga terang itu dapat bersinar dalam kehidupan kita.

Setelah kita diselamatkan, maka kita harus mengenal Allah Bapa kita.
Seperti apakah Allah Bapa itu? Jika Dia benar-benar ada, seperti apakah Dia?

I. YESUS MEMBAWA KITA MENGENAL BAPA

Kata Yesus kepadanya: “Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku. Sekiranya kamu mengenal Aku, pasti kamu juga mengenal Bapa-Ku. Sekarang ini kamu mengenal Dia dan kamu melihat Dia” (Yohanes 14:6-7)

Tujuan Yesus datang ke dunia adalah untuk memperkenalkan Bapa. Pada kenyataannya banyak orang Kristen yang belum mengenal Bapa. Kalau kita mengenal Bapa, hidup kita menjadi tenang. Yesus telah membayar harga yang mahal agar kita mengenal Bapa, dengan cara disalibkan, dikutuk dan diejek. Kalau ada dosa, maka tidak akan ada damai, sehingga manusia perlu menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juru Selamat.
image

Pada suatu hari ada seorang anak berumur 5 tahun dalam kesederhanaannya yang kekanak-kanakan mengajukan pertanyaan kepada ayahnya, yang banyak orang dewasapun ingin mendapatkan jawabannya, yaitu: jika Allah itu ada, seperti apakah Dia?
   
“Tidak seorangpun yang pernah melihat Allah; tetapi Anak Tunggal Allah, yang ada dipangkuan  Bapa, Dialah yang menyatakan-Nya” (Yohanes 1:18).

Ayah anak itu mengatakan bahwa Allah itu seperti Yesus.
Sebenarnya bagaimana Bapa di sorga?
Yohanes 14:9 Kata Yesus kepadanya: ”Telah sekian lama Aku bersama-sama kamu, Filipus, namun engkau tidak mengenal Aku? Barangsiapa telah melihat Aku, ia telah melihat Bapa; bagaimana engkau berkata: Tunjukkanlah Bapa itu kepada kami

Standar ideal Bapa adalah Yesus.
Gambaran Yesus sebagai Allah Bapa:
1.    Penuh kemurahan,
2.    Pengampunan,
3.    Keramahan
4.    Kasih sayang.
Melalui kehidupan-Nya Ia memperlihatkan sifat Bapa surgawi kita.

Dalam Yohanes 14:9 dikatakan “Barangsiapa telah melihat Aku, ia telah melihat Bapa; ..”
   
Salah satu contoh tentang bagaimana Yesus menyatakan Bapa kepada kita ada dalam Alkitab, ketika beberapa ibu ingin agar anak-anak mereka diberkati Yesus, murid-murid-Nya berpikir Ia terlalu sibuk untuk itu. Namun Yesus memarahi murid-murid-Nya dan berkata kepada mereka: “Biarkan anak-anak itu datang kepada-Ku, jangan menghalang-halangi mereka,…” Lalu Ia memeluk anak-anak itu dan sambil meletakkan tangan-Nya atas mereka Ia memberkati mereka. (Markus 10:13-16).

Sering kali kita bertanya-tanya mengapa kita dilahirkan ke dunia sebagai bayi yang tidak berdaya. Padahal Allah dapat memberlakukan sistem reproduksi yang dapat menghasilkan manusia dengan fisik yang lengkap seperti manusia ciptaan-Nya yang pertama-Adam dan Hawa. Tetapi Ia memilih untuk menciptakan kita sebagai makhluk dalam proses, orang yang akan bertumbuh perlahan-lahan secara fisik, emosional dan mental, dan akhirnya muncul sebagai orang yang dewasa. Karena Ia bermaksud untuk menjadikan keluarga sebagai wadah tempat kasih-Nya, sehingga anak-anak dapat bertumbuh dengan perasaan dimengerti, dikasihi dan diterima. Sayang sekali banyak keluarga tidak memenuhi ideal ini.
image

II. PENGHALANG KITA MENGENAL BAPA DI SURGA:
Penghalang kita mengenal Bapa di surga adalah karena adanya gambar bapa jasmani yang rusak
   
Tidak mudah orang mengakui dan mengenal Bapa, berbeda dengan Yesus dan Roh Kudus. Yesus dan Roh Kudus adalah nama yang sangat jarang digunakan, sedangkan Bapa sering digunakan untuk memanggil bapa kita didunia, sehingga apabila gambaran kita mengenai bapa di dunia rusak, maka pandangan kita terhadap Bapa kita di sorga juga akan rusak.  Kalau kita memiliki gambaran yang buruk atau memiliki trauma dengan bapa kita, maka harus dipulihkan.
Macam-macam gambaran bapa yang rusak:
–    Bapa yang otoriter, terlalu keras
–    Bapa yang terlalu memanjakan atau gampangan
–    Disiplin yang salah
–    Kurang penghargaan
–    Sulit berkomunikasi
–    Kasih yang bersyarat

Tujuh hal yang berbeda mengenai salah pengertian terhadap-Nya yang seringkali berasal dari keadaan masa kanak-kanak:
1.    Otoritas
    Kita kadang sering menjauh dengan ciut hati dari otoritas Allah Bapa, karena kita anggap Ia sama dengan tokoh lain yang berotoritas dalam hidup kita, yang kejam, galak, sewenang-wenang, padahal otoritas sebenarnya adalah pengayoman. Kasih Allah adalah sempurna. (Efesus 6:4) à “Dan kamu, bapa-bapa, janganlah bangkitkan amarah di dalam hati anak-anakmu, tetapi didiklah mereka di dalam ajaran dan nasihat Tuhan.” (Yesaya 49:15)

2.    Kepercayaan
    Allah adalah satu-satunya Bapa yang tidak akan pernah mengecewakan kita. Dalam             2 Timotius 2:13 à “Jika kita tidak setia, Dia tetap setia, karena Dia tidak dapat menyangkal diri-Nya.” Apabila Ia berjanji, Ia pasti akan menepatinya (Bilangan 23:18)

3.    Penghargaan / Nilai-nilai
Seringkali orang tua kita tidak pernah memberikan suatu penghargaan atas keberhasilan kita. Mereka hanya mengkritik dan tidak pernah memuji. Hal ini menyebabkan anak merasa minder dan tidak berharga, padahal Firman Tuhan berkata bahwa kita adalah serupa dan segambar dengan Allah (Yesaya 42:4 A).
image

4.    Disiplin dan Kasih
Bapa adalah penuh kasih, tetapi Ia juga Bapa yang adil dan mendidik, menghukum kita apabila kita melakukan kesalahan. Dialah yang mengejar kita dengan pengampunan dan kasih, bukan kita yang mencari-cari-Nya. “Aku menarik mereka dengan tali kesetiaan, dengan ikatan kasih. …” (Hosea 11:4). Kalau kita hanya menerima kasih, kita akan menjadi anak yang manja. Apabila kita hanya didisiplin tanpa dikasihi, maka kita akan penuh dengan kepahitan. Amsal 3:11-12

5.    Kehadiran / Pengertian isi hati
    Salah satu sifat Allah yang tidak dapat ditiru oleh orang tua manapun, yaitu kesanggupan-Nya untuk berada bersama kita sepanjang waktu. Karena orang tua terbatas dan tidak bisa memberi perhatian terus selama 24 jam setiap hari. Dia bersama kita setiap saat dan Ia juga memberi seluruh perhatian-Nya kepada kita: “Serahkanlah segala kekuatiranmu kepada-Nya, sebab Ia yang memelihara kamu.” (1 Petrus 5:7). Ia juga yang mengerti isi hati kita, bagaimana kita rindu menyenangkan hati Bapa. Seringkali orang tua hanya melihat hasil akhir dan tidak memahami perjuangan anak.

6.    Penerimaan
    Allah adalah Allah yang mengasihi tanpa syarat. Kita tidak perlu berbuat apa-apa untuk meyakinkan Dia supaya mengasihi kita, namun kita perlu menerima kasih-Nya. Ia hanya meminta kita datang kepada-Nya dengan jujur dan sungguh-sungguh; maka Ia akan mengampuni kita dan menjadikan kita anak-anak-Nya. Dalam Alkitab, nabi Zefanya melukiskan perasaan serupa di dalam hati Allah bagi kita: “Tuhan Allahmu ada diantaramu sebagai pahlawan yang memberi kemenangan. Ia bergirang karena engkau dengan sukacita, Ia membaharui engkau dalam kasih-Nya, Ia bersorak-sorak karena Engkau dengan sorak-sorai” (Zef 3:17). Anak yang orang tuanya memiliki kasih bersyarat, maka ia selalu memakai topeng dan berpura-pura baik, karena takut tertolak. Kisah anak yang hilang – anak yang sulung (Lukas 15;11-32)
image

7.    Komunikasi
    Komunikasi yang hangat dan terbuka sangat sukar bagi banyak orang tua, namun Allah dengan jelas mengkomunikasikan kasih-Nya kepada kita. Sesungguhnya, Ia begitu mengasihi kita, (Yohanes 3:16). Sehingga melalui Yesus komunikasi kita dengan Bapa tidak terhalang oleh dosa. Akibat komunikasi kita dengan orang tua kita buruk adalah tidak tahan berdoa, karena kita sulit berkomunikasi dengan orang tua kita dan menganggap Allah tidak punya waktu untuk kita. Mazmur 145:18.

III. PEMULIHAN GAMBAR BAPA MELALUI PENGAMPUNAN

Maleakhi 4:5-6
Kalau kita mau dipulihkan, kita harus mengampuni bapa kita. Pemulihan memori. Kasih Bapa tidak bersyarat. Kasih Bapa tidak bertambah walaupun kita tambah baik atau tambah buruk. Kisah anak yang hilang.

Tiga aspek dari hati Allah Bapa terlihat dalam perumpamaan tentang anak yang hilang:

1.    Kebebasan untuk Memilih
Sang ayah cukup mengasihi anaknya untuk membiarkannya meninggalkan rumah. Meskipun hatinya berduka.
#    Allah yang berdaulat memilih untuk memberi kehendak bebas kepada manusia.
#    Ia mengambil resiko untuk ditolak

2.    Menunggu dengan Sabar
Sang ayah amat mengasihi putranya sampai setiap hari ia mengawasi kalau-kalau anaknya pulang.
#    Adanya kasih karunia yang membawa pertobatan
Yesaya 30:18; Roma 2:4. Dialah Bapa yang menanti.

3.    Penerimaan yang Tanpa Syarat
Sang ayah begitu mengasihi anaknya sehingga ketika anaknya pulang ia tidak menghukum anaknya atas tindakan-tindakannya yang salah, tetapi mengampuninya dan merayakan kepulangannya dengan pesta besar.
#    Allah menantikan kita untuk menanggapi kasih-Nya
#    Dan menerima pengampunan-Nya
#    Ketika kita melakukannya, Ia menyambut kita dengan bebas dan sepenuhnya.

Memang Allah itu kasih dan selalu mau mengampuni, tetapi Ia juga membenci kejahatan dan tidak mentolerir kita untuk mendua hati.
image

Karakter BAPA menurut Alkitab :

1.    Pencipta :
Yang menciptakan kita menurut gambar dan rupa-Nya dengan kebebasan untuk memilih apakah mau menanggapi kasih-Nya. Kisah 17:28; Yes. 64:8

2.    Pemelihara :
    Yang memenuhi kebutuhan kita secara jasmani, emosional, mental dan spiritual.
Matius 7:11

3.    Kawan dan penasehat :
    Dialah yang rindu mempunyai persahabatan yang akrab dengan kita dan untuk memberikan nasehat-Nya yang bijaksana serta petunjuk-petunjuk-Nya kepada kita.
    “Engkaulah kawanku sejak kecil!” (Yeremia 3:4).
“… dan namanya disebutkan orang: Penasehat Ajaib, Allah yang Perkasa, Bapa yang Kekal, Raja Damai.” (Yesaya 9:5).
“Dengan nasihat-Mu Engkau menuntun aku.” (Mazmur 73:24).

4.    Korektor :
Dialah yang mengoreksi (menegur) dan mendisiplinkan kita.
Ibrani 12:5-6,8,11

5.    Penebus :
    Dialah yang mengampuni kesalahan anak-anak-Nya dan mendatangkan kebaikan dari kegagalan dan kelemahan mereka; Dialah yang menyelamatkan.
    “Tuhan adalah penyayang dan pengasih, panjang sabar dan berlimpah kasih setia Sejauh timur dari barat, demikian dijauhkan-Nya dari pada kita pelanggaran kita. Seperti Bapa sayang kepada anak-anak-Nya, demikian sayang kepada orang-orang yang takut akan Dia.” (Mazmur 103:8, 12-13).

6.    Penghibur :
    Dialah yang mengasihi kita dan menghibur kita pada saat susah.
     “Terpujilah Allah, Bapa Tuhan kita Yesus Kristus Bapa yang penuh belas kasihan dan Allah sumber segala penghiburan. Yang menghibur kami dalam segala penderitaan kami.” (2 Kor. 1:3, 34).

7.    Pembela dan pembalas :
    Dialah yang melindungi, membela dan membebaskan/melepaskan anak-anak-Nya Mazmur 91:1-3

8.    Bapa
    Dialah yang ingin membebaskan kita dari segala ilah palsu sehingga Ia dapat menjadi Bapa kita. ”Dan Aku akan menjadi Bapamu, dan menjadi anak-anak-Ku laki-laki dan anak-anak-Ku perempuan, demikianlah firman Tuhan, yang Maha Kuasa.” (2 Korintus 6:18).

9.    Bapa bagi yang tidak berayah:
    Dialah yang mempedulikan anak yatim dan janda.
    “Bapa bagi anak yatim dan pelindung bagi para janda, itulah Allah  di kediaman-Nya yang Kudus: Allah memberi tempat tinggal kepada orang-orang sebatang kara.”               (Mazmur 68:6-7).

10.    Bapa yang mengasihi:
    Dialah yang menyatakan Diri-Nya melalui Yesus Kristus.
    “Sebab Bapa sendiri mengasihi kamu, karena kamu telah mengasihi Aku dan percaya, bahwa Aku datang dari Allah.” (Yoh. 16:27).

Allah adalah Bapa yang menanti, Bapa yang mengasihi, dan banyak lagi! Ketika kita menghabiskan waktu bersama Dia, kita akan menemukan pandangan yang segar terhadap karakter-Nya dan kedalaman yang baru dalam hubungan dengan Dia.
image

SINOPSIS FILM :

Judul Film: Courageous
Tagline: Honor begins at home….
Pemain : Alex Kendrick, Kevin Downes, Ben Davies, Ken Bevel, Matt Hardwick

Film rohani ini buat saya sangat inspiratif. Sebuah film keluarga yang patut ditonton saat kumpul dalam acara keluarga.

Dikisahkan ada 5 orang pria dewasa. 4 orang berprofesi sebagai polisi dan 1 orang yang masih penganguran. Alex Kendrick produser sekaligus actor yang berperan sebagai sheriff di Albany Georgia bersama 3 orang rekannya.

Sebagai seorang ayah, sheriff ini sangat kaku. Baginya urusan membesarkan anak adalah peran yang lebih banyak dipikul oleh istrinya (Victoria). Buat dia, pekerjaan sebagai polisi lah yang utama. Mereka dikaruniai sepasang anak. Anak laki-laki nya yang berusaha mengajak sang ayah untuk ikut perlombaan lari ayah-putra dengan jarak 5 km, mendapat penolakan sang ayah. Sedangkan sang anak perempuan yang lebih dekat dengan sang ayah mengajak dan membujuk ayahnya untuk menari bersama-sama. Namun harapan sang anak pun kandas. Sang ayah menolak karena malu dilihat orang dan tidak bisa menari. Hal yang kemudian sangat disesali sang sheriff setelah sang putri meninggal karena ditabrak pengemudi mabuk. Kejadian ini kemudian mengubah paradigm sang sheriff dan ia berusaha untuk menjadi ayah yang baik bagi sang putranya. Sebuah usaha yang tidak mudah. Ia harus mengubah hatinya terlebih dahulu. Ia memohon pertolongan Tuhan untuk mengatasi masalah kehilangan anak perempuan mereka. Ia harus menguatkan istri yang menyesal telah mengijinkan anaknya untuk pergi ke acara nari sebelum akhirnya ditabrak. Ia harus menguatkan anaknya laki-lakinya yang merasa belum menjadi seorang kakak yang baik. Terlebih lagi ia harus mengatasi rasa sesalnya telah menolak sang putri untuk menari bersama. Akhirnya ia pun menari seorang diri di taman dimana dulu anak gadisnya itu mengajaknya, sembari berkata kepada Tuhan: “Tuhan,, tolong sampaikan kepada anakku,aku mau menari untuknya saat ini…” Sebuah usaha yang tidak mudah untuk mengubah hidupnya untuk bisa bertindak sebagai ayah yang ‘hebat’, setelah salah seorang anaknya telah meninggal.

* * * * *

Bawahan sang sheriff memiliki masalah yang berbeda. Ia baru saja diberi ijin untuk menggunakan senjata api yang diperlukan dalam melaksanakan tugasnya. Ia tidak percaya dengan hal-hal yang religius. Ia yang termuda dari keempat polisi. Dengan bermodalkan wajahnya yang tampan, ia telah berhubungan dengan seorang gadis sehingga sang gadis hamil. Namun ia lari dari tanggung jawab. Buatnya hubungan dengan sang gadis hanya untuk memuasakan kedagingannya saja. Setelah tahu sang gadis hamil, ia pun meninggalkannya sampai sang gadis melahirkan dan  membesarkan anak perempuan mereka sendirian. Alasannya sederhana : ia merasa tidak mencintai sang gadis. Berkat sang sheriff dengan resolusi buat para ayah, ia pun berusaha untuk berkumpul kembali dengan gadis yang telah dihamilinya dan memberikan sosok ayah bagi putrinya. Akan berhasilkah usahanya?

********
image

Seorang rekan kerja sang sheriff yang berkulit hitam memiliki masalah yang berbeda. Ia sangat protektif. Anak gadisnya (15 tahun) dilarangnya berpacaran sampai berusia 17 tahun. Namun sang anak dengan dalih hanya jalan-jalan ke mal, tetap ingin ‘berkencan’ dengan pemuda pilihannya. Saat sang pemuda datang, ia pun dilarang sang ayah berkencan dengan anak gadisnya. Sebenarnya keluarganya merupakan keluarga yang ‘sehat’ namun dengan kesadaran baru yang didapat dari sang sheriff yang kehilangan gadisnya dan mengikuti resolusi bagi para ayah, ia pun mengalami perubahan. Ia pun mengajarkan nilai yang sangat berharga bagi seorang gadis dengan mengajak sang anak gadis nya berkencan. Sebenarnya ia sendiri mengalami luka batin yang diterimanya dari ayahnya. Dan ketika telah dewasa, kepahitan dalam dirinya membuatnya tak memaafkan ayahnya walaupun ayahnya sudah terbujur kaku dan berada dalam liang kubur. Bagaimana akhirnya ia mampu mengampuni sang ayah?

********
image

Rekan sang sheriff yang terakhir memiliki masalah yang lain lagi. Ia telah bercerai dengan istri. Putra mereka tinggal dengan sang istri. Ia memiliki hak untuk mengunjungi sang putra. Setelah bergabung dengan resolusi bagi para ayah, ia pun berusaha dekat dengan sang anak. Sayangnya, gaya hidupnya membuatnya terjerumus dalam tindakan criminal lainnya sehingga akhirnya ia pun di penjara. Ia menyesal dan meminta sang sheriff untuk mengawasi perkembangan dan menemani sang putra.

********
image

Yang terakhir, adalah seorang hispanik yang walau telah memiliki ijin bekerja di Amerika, namun belum mendapat pekerjaan yang dibutuhkan untuk menghidupi keluarganya (istri dan kedua anaknya). Tak putus-putusnya ia memohon pertolongan Tuhan untuk mendapat pekerjaan. Mujijat pun terjadi. Ia berkenalan secara tak sengaja dengan sang sheriff yang memang kebetulan sedang membutuhkan orang untuk melakukan pekerjaan tukang. Melihat kualitas pekerjaannya yang baik, sang sheriff pun mengenalkannya pada perusahaan tekstil yang membutuhkan tenaga kerja. Berkat integritas nya akhirnya ia mendapat mencukupi kebutuhan keluarganya

********

Intinya peran seorang ayah dalam keluarga tidak dapat ditiadakan. Banyak berandal dan kriminal (pelaku kejahatan) yang bila diteliti latar belakangnya berasal dari keluarga yang kehilangan figure seorang ayah. Bisa karena ayahnya bercerai , melarikan diri dari tanggung jawab setelah ibunya hamil, kekakuan sang ayah karena mementingkan tugas, atau pun ayah yang terlalu protektif. Para ayah sendiri punya masalah karena pengaruh dari lingkungan keluarganya dahulu. Bagaimana bisa berubah? Pertolongan dan pengenalan akan Tuhan Yesus diperlukan untuk itu. Perlu sebuah resolusi yang berlandaskan firman Tuhan bagi para ayah. Diperlukan para ayah yang berani dan bertekad kuat (courageous) untuk mau melakukan resolusi bagi para ayah.
image

Film ini juga dilatarbelakangi pekerjaan polisi yang sangat beresiko karena berhadapan dengan para kriminal dan anggota gang.

Film yang bercerita tentang kehidupan pada umumnya, tapi berbeda dengan film lainnya karena menceritakan tentang kehidupan para penegak hukum di Albany Georgia yang sarat dengan dunia penuh kekerasan.
Mereka harus tetap berjibaku dengan kekerasan, menghadapi resiko kematian setiap kali menjalankan tugas, menghadapi pengedar /bandar narkoba,hidup dalam lingkungan yang sarat dengan korupsi,tapi harus tetap menjadi orang-orang yang hidup dalam Tuhan.
Kehidupan dalam institusi kepolisian mungkin akan memancing banyak reaksi dan reflek yang berbau kekerasan karena berhubungan dengan dunia penegakkan hukum dijalanan dan sekali lagi sarat dengan “ajakan untuk melakukan banyak dosa karena banyak bersifat duniawi.
Bisakah mereka, tetap berprinsip kasih ketika senjata ditodongkan kepada mereka?
Bisakah ketika mereka ditembaki dalam sebuah baku tembak seru, “mereka memberikan pipi yang lain jika pipi mu ditampar orang?”
Atau
bisakah mereka menutup mata jika korupsi atau pelanggaran terjadi pada rekan atau keluarga di depan matanya sebagai penegak hukum?
image

Film ini akan menjawabnya, dan tak rugi jika bisa menontonnya karena mengandung banyak inspirasi dan pesan moral untuk bertindak sebagai orang-orang yang mau berubah demi sesama, tentunya dengan meninggalkan keegoisan diri masing-masing.

MARILAH KITA MEMPERSIAPKAN DIRI MENJADI MEMPELAI YANG KUDUS DAN BERKENAN DALAM SETIAP ASPEK KEHIDUPAN KITA. BERJAGA-JAGALAH !

WWW.BERJAGAJAGA.WORDPRESS.COM
image