Category: Keselamatan

FORGIVE AND FORGIVEN – MENGAMPUNI

Mengampuni orang yang bersalah kepada kami
FORGIVE AND FORGIVEN
image

Matius 6:9-15 (TB)  Karena itu berdoalah demikian: Bapa kami yang di sorga, Dikuduskanlah nama-Mu, datanglah Kerajaan-Mu, jadilah kehendak-Mu di bumi seperti di sorga. Berikanlah kami pada hari ini makanan kami yang secukupnya dan ampunilah kami akan kesalahan kami, seperti kami juga mengampuni orang yang bersalah kepada kami; dan janganlah membawa kami ke dalam pencobaan, tetapi lepaskanlah kami dari pada yang jahat. [Karena Engkaulah yang empunya Kerajaan dan kuasa dan kemuliaan sampai selama-lamanya. Amin.]
Karena jikalau kamu mengampuni kesalahan orang, Bapamu yang di sorga akan mengampuni kamu juga.
Tetapi jikalau kamu tidak mengampuni orang, Bapamu juga tidak akan mengampuni kesalahanmu.”

Setiap orang pernah disakiti hatinya, tersinggung dan dipersalahkan. Bagaimana caranya kita menanggapi saat hati kita disakiti ?
Menurut Alkitab, kita perlu mengampuni.

Efesus 4:32 menyatakan, “Tetapi hendaklah kamu ramah seorang terhadap yang lain, penuh kasih mesra dan saling mengampuni, sebagaimana Allah di dalam Kristus telah mengampuni kamu.”
Kolose 3:13 mengatakan, “Sabarlah kamu seorang terhadap yang lain, dan ampunilah seorang akan yang lain apabila yang seorang menaruh dendam terhadap yang lain, sama seperti Tuhan telah mengampuni kamu, kamu perbuat jugalah demikian.”
Kunci dalam kedua ayat ini adalah kita harus mengampuni orang lain sama seperti Tuhan telah mengampuni kita. Mengapa kita mengampuni? Karena kita telah diampuni!

Pengampunan adalah mudah jika kita hanya harus memberikannya kepada mereka yang datang memintanya dalam kesedihan dan penyesalan. Alkitab mengatakan kita harus mengampuni orang-orang yang bersalah kepada kita, tanpa syarat. Menolak mengampuni seseorang menunjukkan kebencian, kepahitan, dan kemarahan – dan tidak ada satupun dari semua ini yang pantas dimiliki oleh seorang Kristen.
Dalam Doa Bapa Kami, kita meminta Tuhan mengampuni kesalahan-kesalahan kita, sama seperti kita mengampuni orang yang bersalah kepada kita (Matius 6:12). Dalam Matius 6:14-15 Yesus berkata, “Karena jikalau kamu mengampuni kesalahan orang, Bapamu yang di sorga akan mengampuni kamu juga. Tetapi jikalau kamu tidak mengampuni orang, Bapamu juga tidak akan mengampuni kesalahanmu.” Dalam terang ayat-ayat lain yang berbicara mengenai pengampunan Tuhan, Matius 6:14-15 paling tepat dipahami sebagai mengatakan bahwa orang yang menolak mengampuni orang lain belum benar-benar mengalami pengampunan Tuhan untuk mereka.

Setiap kali kita tidak mencapai sasaran karena tidak menaati salah satu dari perintah-perintah Tuhan, kita berdosa kepada Tuhan. Ketika kita melukai hati orang lain, bukan saja kita berdosa kepada mereka, kita juga berdosa terhadap Tuhan. Ketika kita memperhatikan betapa luar biasanya belas kasihan Tuhan dalam mengampuni kita, kita menyadari bahwa kita tidak berhak menahan anugrah ini dari orang lain. Kita telah berdosa kepada Tuhan dengan cara yang jauh melampaui apapun yang orang lain dapat lakukan untuk melukai hati kita. Kalau Tuhan dapat mengampuni kita sedemikian rupa, bagaimana mungkin kita dapat menolak mengampuni orang lain yang bersalah begitu sedikit ?

Perumpamaan Yesus dalam Matius 18:23-35 adalah ilustrasi yang kuat sekali untuk kasus ini. Tuhan berjanji bahwa saat kita datang kepadaNya untuk mohon pengampunan, Dia akan memberikannya dengan bebas (1 Yohanes 1:9). Pengampunan yang kita berikan haruslah tanpa batas, sama seperti pengampunan Tuhan yang tanpa batas (Lukas 17:3-4).
image
* MENGAMPUNI *

Ketika hatiku t’lah di sakiti
Ajarku memberi hati mengampuni
Ketika hidupku t’lah dihakimi
Ajarku memberi hati mengasihi

Ampuni bila kami
Tak mampu mengampuni
Yang bersalah kepada kami
Seperti hati Bapa
Mengampuni mengasihi tiada pamrih

Advertisements

MELESAT SEPERTI ANAK PANAH !

image

Seperti anak- anak panah di tangan pahlawan, demikianlah anak- anak pada masa muda.

Pernahkah kamu mengalami suatu keadaan yang membuat hidupmu seperti ditarik mundur, jauh dari harapan?

Pernahkah kamu melihat orang-orang yang dulunya berapi-api tiba-tiba seperti kehilangan semangat bahkan lenyap dari peredaran?

Pernahkan kamu melihat atau bahkan merasakan bahwa orang-orang yang pernah kau lihat (atau bahkan dirimu sendiri) mengalami kemunduran itu, lalu tiba-tiba melesat cepat ke depan dan meraih banyak hasil?

Pasti pernah, bukan?
image

Kita seperti anak panah di tangan Tuhan..

Ada masa-masa anak panah itu melesat cepat terlepas dari busurnya menuju sasaran yang dimaksudkan.
Ada masanya anak-anak panah itu harus istirahat dalam kantong-Nya.
Namun di saat yang diperlukan, anak panah itu akan dipasang dalam busur-Nya ditarik kebelakang..
Sejauh mungkin untuk mencapai suatu sasaran.
Semakin jauh tarikannya, semakin jauh pula jarak yang akan ditempuh.
Semakin panjang rentang busur menarik ancang-ancang, makin cepat pula anak panah itu melesat.

Jadi…
Jika kau seperti dalam keadaan yang mundur, bersabarlah :
Tuhan tengah meletakkanmu di busur-Nya.
Menarikmu jauh-jauh ke belakang, agar di saat kau dilepaskan, kau memiliki daya dorong yang kuat untuk mencapai sasaran..

Dan jika kau melihat seorang teman seperti tengah mengalami kemunduran, jangan buru-buru menghakimi dengan mengatakan “Apinya telah padam”
Jadilah teman yang baik, yang mendampingi di saat temanmu sedang “dimundurkan” karena dengan demikian kau ikut menjaganya agar tidak sampai putus asa dan terkulai.
Kamu, aku, dia, mereka… adalah anak-anak panah ditangan Tuhan.
Hidup untuk mencapai suatu sasaran yang sudah ditetapkan.
image

DAMPAK NYATA PASSION OF THE CHRIST

image

Apakah Anda mengenal James Caviezel? Dia adalah pemeran Yesus Kristus (Jesus Christ) di dalam film Passion of the Christ. Ada beberapa hal yang saya kagumi dari seorang James Caviezel…

Pertama, dia memiliki integritas di dalam hidupnya. Dia berani menolak sesuatu yang tidak sesuai dengan imannya, meskipun itu berarti menolak uang puluhan juta dollar. Dia adalah seorang bintang Holywood yang langka, satu dari sedikit bintang Holywood yang menolak untuk melakukan love scene (baca: sex scene) di dalam film yang dia perankan. Dia menolak untuk melakukan adegan pornografi, seperti pernyataan yang dia keluarkan pada tahun 2002 berikut ini.

“Staunchly Catholic Hollywood actor Jim Caviezel refused to strip off for a sex scene with beautiful actress Ashley Judd. The 33-year-old star threatened to walk out unless director Carl Franklin shot the scene for thriller High Crimes with both parties wearing clothes. He says, “I told Carl, ‘It’s no problem, I don’t have to do this movie. Go ahead and find someone else.’ I see our culture as not respecting people too much, treating people like objects. There are times where sex is appropriate, but I’ve yet to see butts and breasts act themselves out of a scene!” It’s not the first time Caviezel has refused to get naked for scenes with beautiful co-stars. He refused to film a love scene with sexy Jennifer Lopez in Angel Eyes because she was topless and asked rising star Dagmara Domincyzk to cover her nipples while shooting The Count Of Monte Cristo. The married star says, “My acting stems from inside, from God. And that’s the only way I can act. If I violate that, then I don’t think I’d be around this business much longer.“

Hal ini yang saya kagumi. Dia punya kesempatan untuk melakukan itu, tetapi dia menolaknya, karena integritas pada imannya. Dia rela jika dia harus disingkirkan karena tidak melakukan “perintah” director film tersebut. Seandainya semua bintang film seperti ini, tentunya pornografi akan dapat berkurang, bahkan bukan tidak mungkin dapat hilang!

Selain itu, dia juga tidak gila harta. Dia bahkan menolak tawaran sebesar US$ 75 juta karena tidak sesuai dengan imannya.

Hal ini membawa James Caviezel menerima tawaran yang sangat sulit dari Mel Gibson, yaitu memerankan tokoh utama di dalam filmnya “Passion of The Christ”, yaitu sebagai Yesus Kristus. Satu hal yang unik adalah inisial nama James Caviezel (JC) sama dengan inisial nama Jesus Christ.

Bagaimana beratnya James Caviezel menjalani peran ini dapat dibayangkan melalui kesaksian Caviezel berikut.

Dulunya aku pikir belajar bahasa-bahasa kuno akan menjadi tantangan terberat. Tetapi, ternyata penderitaan fisik jauh lebih berat.

Sejak dari awal, pembuatan film ini merupakan siksaan bagiku dalam segala bentuk. Aku diludahi dan dipukuli. Aku memanggul salibku selama berhari-hari, lagi dan lagi menyusuri jalan-jalan yang sama; tulang bahuku sempat terlepas karena beban salib yang berat. 

Aku tidur empat jam sehari. Pukul 2 pagi aku harus mulai di makeup; aku tak dapat duduk, karena makeup akan lengket di tubuhku. Delapan jam diperlukan untuk mengenakan makeup padaku dan kemudian dua jam diperlukan untuk melepaskan semua makeup itu plus aku harus duduk di bawah pancuran air selama setengah jam agar makeup benar-benar lepas. Juga, karena makeup yang hebat, aku tidak dapat melihat dengan mata kananku, sehingga aku mengalami hyper-focus pada mata kiri. Dengan segala makeup yang menempel di tubuhku, kadang, aku merasa gatal-gatal seperti terbakar di sekujur tubuhku. Mel akan menghampiriku dan bercanda, “Jim, kamu adalah pizza terbesar di seluruh dunia.”

Pengambilan gambar dilakukan di Italia pada musim dingin. Aku tergantung di atas salib, hanya dengan selembar kain penutup pinggang, di tengah udara yang dingin membeku. Aku memandang ke bawah melihat ratusan kru dengan jaket tebal dan syal serta sarung tangan, sementara aku sendiri tak dapat berbuat apa-apa karena tangan-tanganku terikat pada kayu salib. Angin bertiup mengiris-iris tubuhku. Karena dingin yang menggigit, aku menderita hypothermia, yang rasanya seperti menjepitkan seluruh tubuhmu dalam balok es. Sungguh menderita. Aku sulit bernapas, tidak dapat mencerna makanan dengan baik, berat badanku turun drastis dan aku menderita sakit kepala berkepanjangan. Mesin pemanas memang ada, tetapi tidak mungkin didekatkan padaku karena segala makeup itu akan meleleh.

Aku ingat suatu ketika, di atas salib, aku mengeluh kepada Tuhan, “Jadi, apakah Engkau tidak menginginkan film ini dibuat?” Pada akhirnya, aku harus pergi ke tempat yang lebih dalam dari kepalaku, aku harus pergi ke dalam hatiku. Dan satu-satunya cara untuk sampai ke sana adalah dengan doa. Sungguh menyakitkan.

Adegan yang cukup lama di mana Yesus didera dengan cambuk-cambuk besi sungguh mengerikan. Untuk adegan ini Mel telah mengatur supaya ditempatkan suatu papan di punggungku, kira-kira setengah inci tebalnya, agar para prajurit Romawi tidak mengenai punggungku. Tetapi, pukulan salah seorang dari mereka luput, menghantam tepat di punggungku dan merobek kulitku. Aku tidak dapat berteriak, aku tidak dapat bernapas. Pukulan itu begitu menyakitkan hingga seluruh sistem tubuhku tergoncang. Aku jatuh tersungkur dan Mel mengatakan, “Jim, ayo bangun.” Ia tidak tahu bahwa aku sungguh terkena. Cambukan itu meninggalkan luka sepanjang 14 inchi (± 36 cm) di punggungku yang kemudian menjadi contoh untuk ‘membuat’ luka-luka penderaan lainnya. Aku tidak terkena pukulan lagi sesudahnya, tetapi insiden itu menyadarkanku akan bagaimana kira-kira rasanya dicambuk.

Aku menganggap semua penderitaan itu layak untuk memainkan peran Yesus. Peran ini sungguh berarti bagiku. Dengan memerankannya, aku jauh lebih menghayati Jalan Salib. Jalan Salib adalah sengsara Kristus demi umat manusia, demi menebus dosa-dosa kita, demi membawa kita kembali kepada Allah; dan Kasih yang melakukan semuanya.

Ketekunan Caviezel dalam menjalani peran ini sungguh membuat saya kagum. Bagi yang ingin melihat aksi Caviezel dalam film tersebut, dapat melihat foto-foto yang ada di tulisan saya: “Cinta Sejati” / TRUE LOVE.

Apa yang dapat saya teladani dari seorang James Caviezel? Yang dapat saya pelajari adalah integritasnya. Bagaimana dia tidak hanya “sok suci” saat memerankan tokoh yang suci (Jesus Christ), tetapi dia adalah seorang yang beriman teguh dan berintegritas di dalam kehidupannya.

~Wawancara James Caviezel mengenai pembuatan film Passion of The Christ 

image

FIRST LOVE never dies… (KASIH MULA-MULA)

First Love (Kasih Mula-Mula)

image

Masih adakah kasih mula-mula ? 

Semua orang Kristen yang lahir baru pasti pernah mengalami yang namanya kasih mula-mula. Tetapi seiring dengan perjalanan waktu kasih kita kepada Tuhan juga bisa luntur dan di hadapan Tuhan itu adalah satu kejatuhan yang besar. Tak peduli apapun yang sedang kita hadapi saat ini, satu hal yang perlu kita lakukan adalah : bangkitlah, raih kembali kasih mula-mula itu kembali. Sebab apa artinya kita mengikuti Tuhan tanpa kasih yang mula-mula ? Apa artinya kita melayani Tuhan tanpa disertai dengan kasih ? Tuhan ingin kita mengasihi DIA dengan segenap hati, segenap jiwa dan segenap kekuatan kita. Tuhan ingin kita memprioritaskan DIA dari segalanya ….                                             
                                                         
Wahyu 2 : 4 ” Namun demikian Aku mencela engkau, karena engkau telah meninggalkan kasihmu yang semula.”  

Saudara-saudari yang kekasih dalam Kristus…

Ayat ini ditujukan Tuhan kepada jemaat di Efesus yang pada waktu itu sudah kehilangan kasih yang semula atau kasih yang mula-mula. Saudara-saudari yang kekasih, kalau kita membaca Wahyu fasal 2 : 1-7 maka kita akan mengetahui ternyata jemaat di Efesus adalah jemaat yang berjerih lelah dalam  pelayanan Tuhan, dan jemaat begitu tekun melakukan pekerjaan Tuhan.

Jemaat di Efesus merupakan jemaat yang cinta Tuhan dan rela berkorban. Mereka mencintai kebenaran dan mereka memiliki roh membedakan sehingga mereka bisa menguji mana rasul yang asli atau bukan. Mereka begitu giat dan berjerih lelah dalam melayani Tuhan. Jemaat yang mereka gembalakan bisa jadi sangat berkembang sehingga mereka begitu giat dan sibuk mengerjakan visi Tuhan. 

Tetapi sekalipun demikian, Tuhan mencela mereka, kenapa ? Hanya karena satu hal, itulah kasih mula-mula. Ternyata jemaat di Efesus sudah kehilangan kasih yang mula-mula, dan Tuhan katakan itu satu kejatuhan bahkan dikatakan kejatuhan yang paling dalam ( Wahyu 2 : 5a “ Sebab itu ingatlah betapa dalamnya engkau telah jatuh ! “ )

Lalu apakah yang dimaksud dengan kasih yang mula-mula itu? Dalam versi King James, kasih yang mula-mula ditulis dengan kata ‘first love’. Kasih mula-mula adalah kasih yang kita miliki dan dan kita rasakan ketika kita baru mengalami pertobatan atau kelahiran baru. Semua orang Kristen yang mengalami pertobatan sejati pasti akan mengalami kasih yang mula-mula ini. 
 
Saat kita memiliki kasih mula-mula, kita begitu bersemangat dan berkobar-kobar bagi Tuhan. Setiap hari rasanya begitu penuh sukacita dan ingin memuji Tuhan selalu. Kemanapun kita pergi maka kita akan menyaksikan kebaikan dan kasih Tuhan kepada orang lain. Kita ingin orang lain juga bisa merasakan kebahagiaan yang kita alami saat itu.

Mungkin dulunya jemaat di Efesus pernah mengalami indahnya kasih yang mula-mula dan api kebangunan rohani yang luar biasa. Tetapi sekarang mereka sudah kehilangan kasih itu. Memang sekarang mereka tetap mengerjakan pelayanan Tuhan dengan tekun, tetapi mereka melakukan semuanya itu tanpa kasih. Tanpa sadar mereka melakukan pelayanan itu semata-mata karena program dan tuntutan manusia semata-mata ataupun karena sebuah kewajiban. Mereka tidak menempatkan hubungan dengan Tuhan sebagai prioritas utama dalam hidup mereka. Mungkin mereka masih setia mencari wajah Tuhan, memiliki jam-jam doa dan melakukan saat teduh dengan Tuhan, tetapi semua itu bukan lahir dari kasih mereka kepada Tuhan melainkan hanya sekedar menunaikan kewajiban saja. Banyak gereja masa kini yang  keadaannya sama dengan jemaat di Efesus ini. Hati-hati, bila tidak bertobat maka Tuhan akan mengambil kaki dian kita.

Adakah diantara kita yang sudah kehilangan kasih yang mula-mula?

Apakah saudara merasa tidak ada sukacita lagi dalam mengikuti Tuhan? Mungkin saudara adalah seorang pelayan bahkan seorang Hamba Tuhan. Di hari minggu saudara melayani sebagai song leader atau berkotbah sebagai seorang pendeta atau guru sekolah minggu tetapi kehidupan rohanimu kering, haus dan kosong. Orang kristen yang melayani tanpa kasih mula-mula akan mudah merasa kering dan mudah putus asa dalam pelayanan dan dalam hidupnya. Saudara sibuk dengan segala bentuk pelayanan tetapi apa artinya kalau tanpa kasih mula-mula ? Satu hal yang perlu kita ketahui : Pelayanan kita tidak dapat menggantikan kasih kita kepada Tuhan. Yang Tuhan inginkan adalah kasih kita kepadaNya, yang Tuhan rindukan adalah pelayanan yang didasarin oleh kasih kita kepadaNya.

Hal utama yang dituntut Tuhan dari kita adalah menempatkanNya sebagai prioritas utama. Kita harus mengasihiNya dengan segenap hati, dengan segenap jiwa dan dengan segenap kekuatan kita, sebab ini merupakan hukum yang terutama.

Saudara-saudari yang kekasih dalam Kristus, Tuhan tidak mau kita terpuruk dalam kejatuhan yang dalam. Tuhan mau mengangkat kita keluar dari lobang kejatuhan itu. Itu sebabnya bagi kita yang sudah kehilangan kasih yang mula-mula, ada 2 solusi yg Tuhan berikan :

Wahyu 2 : 5b “ Bertobatlah dan lakukanlah lagi apa yang semula engkau lakukan. “

1.Bertobat. Bertobat dan berbalik dari kejatuhan kita, dan segera kembali kepada Tuhan.

2. Lakukan kembali apa yang sudah pernah kita lakukan.

Apa yg sudah pernah saudara lakukan dulunya ? Mungkin dulu saudara suka mencari wajah Tuhan, bersekutu dengan Tuhan, berkomunikasi dengan Tuhan lewat doa-doa kita, memiliki jam-jam doa, bahkan kita suka berdoa sampai berjam-jam lamanya, menyembah Tuhan dan merasakan hadiratNya, membaca dan merenungkan Firman Tuhan. Dan semuanya itu kita lakukan karena didorong oleh kobaran api kasih yang ada dalam hati kita, dalam hati kita ada satu gairah yang luar biasa, rasanya ada nyala api dan kobaran api yang tidak bisa dipadamkan oleh apapun, kita ingin mengasihiNya di setiap saat dan setiap waktu, dan kita ingin menyenangkan hatiNya di dalam setiap hal, begitulah kasih mula-mula yg kita miliki saat pertama kita mengenal Tuhan, saat kita dibaptis dan dipenuhi oleh Roh KudusNya. Tapi kini semuanya sepertinya sudah tinggal nostalgia…semuanya sudah berlalu…semuanya sudah berakhir…

Apabila itu yang sedang saudara alami saat ini, Tuhan mencela itu adalah satu kejatuhan, bahkan disebutkan kejatuhan yang paling dalam ! Mari, bangkitlah, kita memohon supaya Roh Kudus sekali lagi membaharui kasih kita, dengan kekuatan sendiri kita tidak akan mampu, kita perlu memohon supaya Roh Kudus yang memberi kita kekuatan dan membaharui kasih kita kembali sehingga kita akan memiliki kasih itu kembali. Kita akan mengerjakan kembali apa yg sudah pernah kita kerjakan dahulu, dan itu didasari karena kita mengasihi Tuhan.

Sebab sebenarnya Tuhan selalu terkenang dan teringat kepada kasih mula-mula yang pernah kita berikan kepadaNya, Tuhan selalu mengingatnya dan Tuhan selalu menantikan kita untuk bisa kembali meraih kasih mula-mula yang mungkin sudah sempat hilang dari hidup kita. Saudara, kasih mula-mula itu sungguh luar biasa sampai-sampai Tuhan tidak dapat melupakannya, Tuhan selalu mengingatnya.

Yeremia 2 :2b “ Aku teringat kepada kasihmu pada masa mudamu, kepada cintamu pada waktu engkau menjadi pengantin, bagaimana engkau mengikuti Aku di padang gurun, di negeri yang tiada tetaburannya. “

Begitu luar biasa kasih mula-mula itu, sekalipun keadaan yang sedang dihadapi itu bagaikan padang gurun, negeri yg tiada tetaburannya, tidak ada yang bisa ditabur apalagi menuai ? Kalau tidak ada yang bisa ditabur berarti otomatis tidak ada juga yang bisa dituai. Tetapi sekalipun demikian kehidupan itu masih tetap bisa mengasihi Tuhan, kasihnya tak tergoyahkan oleh situasi yang ia hadapi. Kasih yang demikianlah yang akan selalu Tuhan ingat.

Tuhan katakan :  Aku teringat kepada kasihmu pada masa mudamu, itulah kasih mula-mula yang kita miliki yang akan selalu Tuhan ingat. Sebab kasih mula-mula itu bagaikan kasih seorang pengantin, kasih yang begitu luar biasa, yang begitu bergairah, penuh semangat dan tak dapat dihalangi oleh apapun termasuk oleh kesulitan hidup ini. Sekalipun padang gurun, itu bukan masalah bagi seorang pengantin untuk memberikan kasihnya kepada belahan jiwanya. Dan itulah yang Tuhan kehendaki dari kita untuk tetap memiliki kasih yang demikian.

Sekali lagi : “ Apakah saudara mengasihi Tuhan ? “  Tuhan sedang menantikan jawabanmu saudara….

Mari bangkitlah, dan raih kembali kasih kita yang sudah sempat hilang itu…

Pentingnya ROH KUDUS pada calon MEMPELAINYA

PENTINGNYA ROH KUDUS PADA CALON MEMPELAINYA

image

Yohanes menulis, “Sebab ada tiga yang memberi kesaksian di dalam sorga: Bapa, Firman dan Roh Kudus; dan ketiganya adalah satu. Dan ada tiga yang memberi kesaksian di bumi. Roh dan air dan darah dan ketiganya adalah satu.”(1 Yoh 5:7,8). 
Roh Kudus adalah salah satu pribadi dari Allah Tritunggal. 

Seperti dalam amanat agung yang disampaikan oleh Yesus bahwa Bapa, Anak, dan Roh Kudus adalah sama hakekatnya.  Seperti halnya dalam Perjanjian Lama, Allah memberi kuasa untuk para nabi untuk memberitakan akan Firman Tuhan kepada bangsa-bangsa, seperti itu jugalah kuasa yang diberikan oleh Allah lewat Roh Kudus untuk memberikan kuasa bagi orang percaya untuk dapat bersaksi tentang Yesus. 
Roh Kudus menolong orang yang percaya supaya ia dengan penuh kuasa dapat meneruskan kepada orang-orang lain kebenaran yang diajarkan oleh Roh Kudus kepadanya (1 Kor. 2:1-5; I Tes. 1:5; Kis. 1:8).

Bahwa setiap orang percaya kepada Yesus akan diberikan kuasa oleh Roh Kudus untuk dapat bersaksi kepada orang lain tentang Yesus. 
Roh Kudus adalah janji Tuhan Yesus kepada murid-murid-Nya.  Di dalam Kisah Para Rasul diceritakan bahwa para rasul menerima kuasa dari Roh Kudus sehingga mereka dapat melakukan mujizat. 

Dalam gereja mula-mula yang didirikan para rasul, peran Roh Kudus sangat penting.  Roh Kudus yang mendiami setiap orang yang telah percaya kepada Kristus membuat kehidupan mereka berubah drastis.  Dalam I Korintus 1:26 adalah bukti tentang berubahnya orang-orang yang telah menerima Roh Kudus di dalam hati mereka karena percaya kepada Yesus.  Jemaat mula-mula sangat pesat pertumbuhannya walaupun didera penderitaan yang sangat besar. 

Pengertian Roh Kudus

            Roh Kudus dalam bahasa Ibrani adalah “Ruah” dan dalam bahasa Yunani adalah “Pneuma” berarti “Nafas” atau “Angin”, dan diterjemahkan dengan “Roh”, yang menunjukkan kuasa pemberi kehidupan yang tak terlihat. Jika digabungkan dengan “Kudus”, maka kuasa itu dikatakan sebagai yang ilahi, meskipun kombinasi dua kata tersebut hanya tampak tiga kali dalam Perjanjian Lama (Yesaya 63:10,11; Mzm. 51:11).

Siapakah Roh Kudus ?

🔥Roh Kudus adalah Allah

Roh kudus adalah Allah sama halnya dengan Allah Bapa, dan Allah Putra, maka Roh Kudus ialah salah Satu dari pribadi Allah.

Alkitab sendiri menyebut Roh Kudus adalah Allah. Sebelum Yesus terangkat ke sorga, Yesus menjelaskan amanat agung kepada para murid. Matius 28:19 berkata:” Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus,” Disini Yesus dengan jelas menempatkan Roh Kudus pada kedudukan yang sama seperti Allah Bapa dan Putra. Ia bersabda bahwa Roh Kudus mempunyai wewenang kuasa dan kemuliaan seperti Bapa, dan Putra.

Dari bagian Alkitab dapat dipahami bahwa Roh Kudus sesungguhnya adalah salah satu bagian dari doktrin Tritunggal Allah yang suci. Perkataan Tuhan Allah dalam Perjanjian Lama sama dengan perkataan dari Roh Kudus dalam Perjanjian Baru (Yer.31:33;Ibr.10:15-16).

Roh Kudus adalah Allah dalam hal Ia melaksanakan pekerjaan yang tak dapat dilakukan siapapun kecuali Allah. Roh Kudus menciptakan langit dan bumi serta segala isinya dengan kehendak Allah (Kejadian 1:2: Ayub 26:13),
Ia membangkitkan orang mati (Rom. 1:4; 6:11), menyebabkan orang dilahirkan kembali (Yohanes 3:5-7), menginsafkan dunia akan dosa,
kebenaran dan penghakiman (Yoh. 16:8)
dan mengusir setan (Matius 12:28).

Lebih dari bukti-bukti ini, Roh Kudus mempunyai semua sifat Allah yaitu yang bersifat kekal, Mahatahu, Mahakuasa, dan Mahahadir.

🔥Roh Kudus adalah Pribadi

🎯Pertama, Roh Kudus memiliki dan menunjukkan sifat-sifat dari suatu pribadi.
Roh Kudus memiliki: 
🌟Pertama, Kecerdasan. Dia mengetahui dan menyelidiki segala sesuatu yang dari Allah (1 Kor. 2: 10-11).: Dia memiliki pikiran (Rm. 8:27); dan Dia dapat mengajar manusia (1 Kor. 2:13). 
🌟Kedua,  Perasaan. Dia dapat berdukacita karena semua tindakan orang-orang percaya yang penuh dosa (Efesus 4:30). 
🌟Ketiga, Kehendak. Dia menggunakan kehendak untuk membagikan karunia-karunia kepada tubuh Kristus (1 Kor.12:11); Dia juga memmpin segala aktivitas orang Kristen (Kis.16:6-11). Karena pribadi yang sesungguhnya memiliki kecerdasan, perasaan dan kehendak dan karena Roh Kudus memiliki semua sifat ini, maka Dia pasti adalah suatu pribadi.

🎯Kedua, Dia menyatakan tindakan-tindakan dari suatu pribadi.
Buktinya, Dia memimpin kita kepada kebenaran dengan cara mendengar berbicara dan menunjukkan (Yoh. 16:13). Dia juga meyakinkan akan dosa (Yoh. 16:8). Dia melakukan mujizat-mujizat (Kis. 8:39) dan berdoa syafaat (Rm, 8:26).

Seluruh aktivitas tersebut tidak dapat dilakukan oleh suatu pengaruh ataupun penjelmaan. Namun Alkitab menunjukkan bahwa Roh Kudus dapat melakukannya.

🔥Baptisan Roh Kudus

Nikodemus adalah seorang pemimpin orang-orang Farisi, sekelompok orang Yahudi yang dengan tekun memelihara hukum Taurat dan upacara keagamaan. Karena ia tidak menemukan kebenaran dan kepuasan dalam agamanya maka ia datang kepada Yesus pada malam hari.
Sebagai tanggapan atas pernyataan yang menggelisahkan adalah jika seseorang tidak dilahirkan kembali, ia tidak dapat melihat kerajaan Allah (Yoh.3:3). Nikodemus bertanya  “Bagaimanakah orang dapat diperanakkan pada masa tuanya? Dapatkah ia masuk kembali ke dalam rahim ibunya, dan diperanakkan pula?” (Yoh. 3:4). “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya jika seorang tidak dilahirkan dari air dan Roh, ia tidak dapat masuk ke dalam Kerajaan Allah. Apa yang dilahirkan dari daging, adalah daging, dan apa yang dilahirkan dari Roh, adalah roh.
Janganlah engkau heran, karena Aku berkata kepadamu: Kamu harus dilahirkan kembali (ayat 5-7). Yohanes 1:13 berkata: “Orang-orang yang diperanakkan bukan dari darah atau dari daging, bukan pula secara jasmani oleh keinginan seorang laki-laki, melainkan dari Allah.”
Karena itu keselamatan berarti bahwa seseorang manusia dari daging dilahirkan kembali melalui Roh Kudus oleh anugerah Allah  dan pada intinya ia menjadi seorang makhluk rohani. Inilah yang dikerjakan oleh Allah untuk manusia. Keselamatan dimungkinkan hanya oleh pemberian Allah.

Sebelum orang-orang percaya di Efesus menerima Roh Kudus, gereja benar-benar lemah dan sakit. Tetapi setelah orang-orang menerima kepenuhan Roh Kudus melalui pelayanan Paulus, suatu kehidupan yang ajaib dan penuh kuasa. Iman kepada Yesus Kristus meledak ditengah-tengah mereka.
Beberapa waktu kemudian mereka menjadi suatu gereja terkenal yang memazmurkan Firman Allah diseluruh Asia kecil. Dengan mempertimbangkan kebenaran ini, kita dapat melihat bahwa kelahiran baru dan baptisan Roh Kudus merupakan dua pengalaman yang berlainan. Kelahiran baru ialah pengalaman menerima kehidupan Tuhan Yesus melalui Roh Kudus dan Alkitab.
Baptisan Roh Kudus ialah pengalaman yang di dalamnya Yesus Kristus dan Roh Kudus memenuhi orang beriman dengan kuasa-Nya untuk melaksanakan pelayanan, kebaktian dan kehidupan yang berkemenangan. Kelahiran baru memberikan kepada seseorang kehidupan kekal, sedangkan baptisan Roh Kudus memberikan kepada orang beriman yang lahir baru suatu kuasa Allah untuk memberitakan Kristus. Orang percaya tidak boleh melalaikan Roh Kudus dan bahkan gereja Tuhan, hamba-hamba Tuhan, tidak boleh melalaikan Roh Kudus.

image

 Menerima Baptisan Roh Kudus

🚩Pertama, Melihat pada era para Rasul. Setelah para murid melihat Yesus Kristus naik ke sorga dari gunung zaitun mereka mematuhi perintah Yesus dan berhimpun bersama-sama dan berdoa sehati dengan tekun (Kis. 1:1-4).

Mereka yang ingin menerima baptisan Roh Kudus yang dijanjikan oleh Allah kepada mereka, mereka harus mempunyai harapan yang kuat dan hasrat yang bulat untuk menerima Roh Kudus.

Kepenuhan Roh Kudus selalu datang apabila orang beriman bertekad dan berniat bahwa orang beriman takkan mau pergi sebelum mendapat jawaban terhadap kebutuhan anda yang sungguh-sungguh. Pengalaman yang sama terjadi pada Paulus yang menerima Roh Kudus Ananias menumpangkan tangannya keatas dia (Kis.9:10-18). 

Orang percaya di Efesus juga menerima kepenuhan Roh Kudus ketika tangan ke atas mereka  oleh Rasul Paulus (Kis. 19:1-7). Setiap orang menerima kepenuhan Roh Kudus bila orang beriman mempunyai hasrat yang kuat untuk menerima, walaupun doa mereka lemah. Bila seorang hamba Tuhan yang dipenuhi oleh Roh Kudus menyampaikan Firman  yang diurapi, maka pendengar akan mengalami suatu gerakan yang besar dari Roh Kudus.

🚩Kedua, Mempersiapkan hati kita.
Bagaimana cara kita untuk mempersiapkan hati kita untuk menerima baptisan Roh Kudus ?  mereka yang ingin menerima Roh Kudus harus mempunyai bukan saja suatu hasrat tetapi juga pengetahuan dan pegangan atas janji-janji Allah yang terpercaya.
Ia masih memberikan kepenuhan Roh Kudus yang sama seperti yang diberikan-Nya pada zaman para Rasul. Alkitab menyimpulkan hendaklah ia memintanya dalam iman dan sama sekali jangan bimbang (Yakobus 1:6-8).

Setelah kita mendapat keyakinan bahwa berkat kepenuhan Roh Kudus itu bagi kita masa kini, kita harus bertobat dari semua dosa yang belum diakui dihadapan Allah dan bergantung pada darah Yesus yang mulia untuk penyucian yang sempurna.
Petrus dalam penyampaian Firman Allah dalam Kisah Para Rasul 2:38 berkata: “Bertobatlah dan hendaklah kamu masing-masing memberi dirimu dibaptis dalam nama Yesus Kristus untuk pengampunan dosamu, maka kamu akan menerima karunia Roh Kudus.”

Tindakan-Tindakan Roh Kudus Terhadap Orang Percaya

👑Roh Kudus berbicara (Why. 2:7)
👑Roh Kudus menolong orang percaya (Rm.8:26)
👑Roh Kudus berdoa bagi orang-orang percaya (Rm.8:26)
👑Roh Kudus adalah guru orang percaya yang mengajar untuk melaksanakan kehendak Bapa dan menginsafkan yang sudah orang percaya terima dari Dia (Yoh.14:26).
👑Roh Kudus bersaksi tentang Tuhan (Yohanes 15:26)
👑Roh Kudus memimpin orang percaya (Yohanes 16:13)
👑Roh Kudus memanggil orang dalam pekerjaan Allah (Kis. 13:2)
👑Roh Kudus menghibur pada orang beriman (Kis. 9:31).

image

Orang beriman dan Roh Kudus

Seseorang dapat diselamatkan dari darah-Nya bukan karena perbuatan baik, ataupun karena usaha untuk mendapatkan keselamatan, namun karena kuasa Allah dan Roh Kudus, melalui kasih Karunia-Nya yang besar (Efesus 2:8-9). Maka olehnya itu, betapa pentingnya setelah orang percaya diselamatkan dari darah-Nya, bahwa peranan Roh Kudus bermanfaat untuk merawat, mengingatkan, menghibur dan menuntun orang-orang percaya agar tetap berjalan dalam kebenaran. Roh Kudus menyucikan dan membantu orang percaya dalam kelemahan. Roma 8:26 berkata: “Demikian juga Roh membantu kita dalam kelemahan kita; sebab kita tidak tahu, bagaimana sebenarnya harus berdoa; tetapi Roh sendiri berdoa untuk kita kepada Allah dengan keluhan-keluhan yang tidak terucapkan.”

Orang percaya mengakui adanya permasalahan serius melawan dirinya hingga terjadi banyak rintihan-rintihan yang sulit untuk diungkapkan. Pada waktu kita masih orang-orang tak beriman, kami masih hidup dalam hawa nafsu daging dan menurut kehendak daging dan pikiran kami yang jahat (Efesus 2:3). Pada waktu itu, kita tidak merasa bersalah, walaupun hidup dalam dosa. Mengapa? Karena jiwa mati dihadapan Allah. Tetapi ketika kita menerima hidup yang kekal, dosa menjadi suatu masalah kepada kita. Bagaimana kita mempunyai kuasa untuk mengalahkan dosa ? Roma 7-8 menjadi jawaban tentang hal ini, dan Roma 6 mengajar tentang perubahan dasar yang berlangsung ketika seseorang percaya kepada Yesus Kristus.

Alkitab juga memerintahkan kita untuk mengubah sikap dan pemikiran kita. Demikianlah hendaknya kamu memandangnya bahwa kami telah mati bagi dosa, tetapi kamu hidup bagi Allah dalam Kristus (Roma 6:11). Kita harus percaya bahwa siapa yang ada dalam Kristus, Ia adalah ciptaan baru ( 2 Korintus 5:17). Demikianlah sekarang tidak ada penghukuman bagi mereka yang ada dalam Yesus Kristus. Roh yang memberi hidup telah memerdekakan kamu dalam Kristus dari hukum dosa dan hukum maut (Roma 8:1-2).

Jadi, Dia yang sudah mengalahkan dosa, maut, iblis dan kutuk, kini kemenangan sudah menjadi kepunyaan orang percaya. Kemenangan adalah milik usaha yang tidak berjuang dalam lingkungan usaha mereka sendiri. Orang percaya yang berkemenangan pasti sudah menerima dan mengalami kehidupan baru dari Yesus Kristus. Orang percaya harus tetap bergantung sepenuhnya kepada Dia yang merupakan kehidupan, kebenaran dan kekudusan.

Kekudusan berarti terpisah dari dosa dan bersepakat dengan Allah. Jika kita terpisah dari sesuatu, maka kita pergi kepada sesuatu yang lain. Jika kita berpisah dari dosa, maka kita tidak boleh melayani diri sendiri melainkan melayani Allah sepenuhnya. Dengan demikian Roh Kudus membantu kita dalam kelemahan dan Ia menghayati kehidupan iman melalui kita. Roh Kudus mengajar orang beriman. Sama seperti seorang anak harus menerima ajaran rohani, moral dan kecerdasan untuk bertumbuh menjadi manusia dewasa yang bertanggungjawab, demikian pula seorang Kristen yang lahir baru harus dibimbing untuk bertumbuh dalam Kristus Yesus dan pribadi yang bertugas mengajar orang percaya ialah Roh Kudus (Yohanes 14:26).

Ajaran Roh Kudus selalu memimpin orang-orang beriman kearah pelajaran yang harus dikuasai. Roh Kudus mengajarkan orang-orang beriman untuk mengikut Yesus Kristus. Roh Kudus menyanggupkan kita melayani Tuhan yang menciptakan langit dan bumi. Roh Kudus memimpin mereka agar menjadikan hal memperkenalkan Bapa di Sorga sebagai prioritas tertinggi. Roh Kudus membawa kita kepada persamaan dari Kristus. Melalui kecerdasan kita, Ia bekerja untuk menyadarkan kita tentang arti Firman Allah yang semakin mendalam. Sebelum Yesus meninggalkan dunia ini, Ia berulang-ulang menjanjikan bahwa Roh Kudus akan datang untuk mengajarkan seluruh kebenaran dan menyanggupkan orang-orang percaya untuk memahami dan menanggungnya (Yohanes 16:12-14). Janji-janji Tuhan semacam itu digenapi dalam kehidupan para murid sesudah hari pentakosta. Dilahirkan baru dan dipenuhi Roh Kudus dapat dibandingkan dengan memasuki “Sekolah Roh Kudus”. Sekolah ini tidak mengenal libur ataupun hari besar. Dalam setiap situasi kehidupan, Roh Kudus menampilkan Kristus sebagai teladan kita dalam pelajaran Firman. Roh Kudus menghibur orang percaya. Tetapi ketika Yesus meninggalkan mereka, Para murid merasa bagaikan yatim piatu tanpa hiburan. Mereka tidak mengerti janji Yesus Kristus kepada mereka. Yohanes 14:16 berkata: “Aku akan minta kepada Bapa, dan Ia akan memberikan kepadamu seorang Penolong yang lain, supaya Ia menyertai kamu selama-lamanya,”  Pada hari pentakosta, Para murid ini dipenuhi oleh Roh Kudus dan mereka mulai berkata-kata dalam bahasa-bahasa lain seperti yang diberikan oleh Roh kepada mereka untuk diucapkan. Setelah mereka mengalami peristiwa yang ajaib itu, hati mereka penuh dengan penghiburan, sejahtera dan keberanian.

image

KESIMPULAN

🍁Roh Kudus adalah Allah itu sendiri (Yoh 4:24).
🍁Pribadi Roh Kudus disebut juga Hembusan nafas Allah (Yoh 20:22),
🍁Roh dari Allah (1 Kor 3:16),
🍁Roh Kristus (Roma 8:9),
🍁Roh Yesus (Fil 1:99),
🍁Roh Penolong (Yoh 14:16 ),
🍁Roh Kebenaran (Yoh 14:17), Roh Kemuliaan (1 Pet 4:14),
🍁Roh Hikmat (Yes 11:2).
🍁Dia adalah pribadi ketiga dari Allah Tritunggal.
🍁Orang menjadi percaya karena pertolongan Roh Kudus, dapat mengaku dengan mulutnya bahwa Yesus Kristus adalah Tuhan (I Kor 12:3;1 Yoh 4:2).
🍁Sepanjang perjalanan kehidupan manusia terutama orang percaya, mutlak membutuhkan keberadaan dan pertolongan Roh Kudus, bahkan Dia-lah yang menjadi pemilik hidup kita dan yang mengontrol hidup kita.

Roh Kudus tetap tinggal di dalam kehidupan setiap orang percaya sebagai Bait Allah yang Kudus. Sebab itu setiap orang percaya pasti memiliki Roh Kristus. Dengan demikian dia adalah milik Kristus. Sebab itu setiap orang percaya yang menerima kepenuhan Roh Kudus akan mengalami pembaharuan demi pembaharuan di dalam hidupnya.

Memiliki rasa haus dan lapar akan kebenaran firman Allah dan memiliki roh yang menyala-nyala untuk melayani. Hubungan yang intim dengan Allah semakin dirasakan. Kasih Allah mengalir seperti sungai yang tidak pernah kering, kasihnya kepada jiwa-jiwa yang terhilang menjadi tanda dalam kehidupannya. Hal itu berarti juga bahwa setiap orang percaya memiliki kuasa kebangkitan dari antara orang mati, sebagaimana Roh itu pula yang telah membangkitkan Yesus dari antara orang mati ( Roma 8 : 9-11 ).

Rindukah anda untuk memiliki Roh Kudus dan di penuhi Roh Kudus dalam hidupmu setelah membaca artikel ini ? Minta, cari dan ketuk pintu hati Tuhan…

LUKISAN NERAKA – INSIDE HELL

Lukisan-lukisan dari Neraka oleh seorang seniman Korea

 IMG_20140325_064731
Seorang seniman muda Korea telah dibawa ke Neraka. Si pelukis telah dibawa ke Neraka oleh Tuhan Yesus Sendiri. Seniman ini telah menghadiri pertemuan doa semalaman pada bulan April 2009 dan terus melakukannya selama ini sudah lebih dari setahun. Artist: “As I was praying all night long, I am now able to love Jesus more than ever”… One day… Jesus came and said in my heart, “I will show you the deeper things of Heaven.”

Seniman: Karena saya berdoa sepanjang malam, sekarang saya lebih mampu mengasihi Yesus lebih dari pada sebelumnya” … Suatu hari … Yesus datang dan berkata di dalam hatiku, ”Aku akan menunjukkan kepadamu hal-hal Sorga yang lebih dalam.


I thought I was going to visit heaven but instead of I had visited hell…as soon as Jesus spoke into my Heart, we entered into the spiritual realm…But Jesus took me and showed me Hell first… Saya pikir saya akan mengunjungi sorga, tapi sebaliknya saya telah mengunjungi neraka… Segera sesudah Yesus berbicara ke dalam hati saya, kami masuk ke dalam alam spiritual… Yesus membawa saya dan menunjukkan kepada saya neraka terlebih dahulu…


As I followed Jesus, I cried the whole time… Selagi saya mengikuti Yesus, saya menangis sepanjang waktu I then began to hear moans, screams, and wailing sounds…. “Ahhhhhh!!!”
Lalu saya mulai mendengar suara-suara lenguhan, teriakan dan ratapan…. “Ahhhhhh!!!”

Artist: “Most people have a misconception about hell. They are deluded and many people think only if you “believe” in Jesus Christ, they will end up in Heaven. Some even think that once they die that will all be it, nothing.
Many all believe as they think. Therefore they live their lives as they desire…

Seniman: “Kebanyakan orang salah mengerti mengenai neraka. Mereka terlena oleh muslihat dan banyak orang berpikir sekedar jika engkau “percaya” tentang Yesus Kristus, sorga akan menjadi tujuan akhirmu. Beberapa orang bahkan berpikir jika mereka meninggal itulah akhir dari segalanya, tidak ada apa-apa lagi. Banyak orang percaya seperti yang mereka pikirkan. Oleh karena itu mereka menjalani kehidupan mereka sebagaimana yang mereka inginkan…

SATAN FROM TV: As people watch violent secular movies, the demons would actually torment the person’s soul without the person realizing or knowing it. As a person watches the scenes from TV, their soul is in torment and in pain. The soul is damaged and wounded. Watching secular TV does not help in any way for Christians to progress their loving relationship with God, our bridegroom Jesus. We can watch some news once in a while but please do not watch TV, period! Amen!!
IBLIS DARI TV: Selagi orang-orang menonton film-film dunia yang dipenuhi kekerasan, setan-setan sebenarnya menyiksa jiwa orang itu tanpa orang itu sadari atau ketahui. Selagi seseorang menonton adegan-adegan dari TV, jiwanya disiksa dan disakiti. Jiwa itu dilukai dan dihancurkan. Menonton TV duniawi sama sekali tidak membantu orang-orang Kristen dalam cara manapun untuk membuat kemajuan dalam hubungan kasih mereka dengan Tuhan, Mempelai kita Yesus. Kita bisa menonton sedikit beberapa berita, namun saya mohon, jangan menonton TV, titik! Amin!!

Artist: As Jesus witnessed the sins committed by man, He cried. Satan and his demons would tie the bodies of sinners so tight with iron chains and they would control us. Therefore sinners would go deeper and deeper in sin. I am pleading to you not to commit sin. Do not live as you desire too. In hell, the senses are hundreds of times more vivid than you actually feel in physical realm. So the pain is more severe.

Seniman: Selagi Yesus menyaksikan dosa-dosa yang diperbuat oleh seseorang, Dia menangis. Iblis dan setan-setannya akan mengikat tubuh-tubuh dari para pendosa sedemikian erat dengan rantai-rantai besi dan mereka akan mengendalikan kita. Oleh karena itu para pendosa akan masuk lebih dalam dan lebih dalam lagi ke dalam dosa. Saya memohon kepadamu untuk tidak melakukan dosa. Jangan hidup seperti yang engkau inginkan. Di neraka, indera-indera seratus kali lipat lebih peka dari pada yang engkau rasakan di alam jasmani, karena itu sakitnya jauh lebih parah.

THE REALITY OF CIGARETTE SMOKING AND DRINKING ALCOHOL.
Spirit of Snakes are filled in the alcoholic drinks and in cigarette smoke.

REALITA MENGENAI MEROKOK DAN MINUM ALKOHOL Roh ular memenuhi minuman-minuman alcohol dan dalam rokok

Jesus took many people to hell and showed them about hell.

Jesus: I see countless people falling into the eternal deep sea of fire of hell every single day… Please tell the people what you have witnessed in hell! You must tell them about hell! Tell people how awful and gruesome hell is! You must paint the scene of hell as if you are within My heart. Draw the scenes with My aching heart!
Yesus membawa banyak orang ke neraka dan menunjukkannya kepada mereka. Yesus: Aku melihat tak terhitung orang yang sedang jatuh ke dalam lautan api neraka yang dalam setiap hari… Tolong ceritakan kepada orang-orang apa yang telah engkau saksikan di neraka! Engkau harus menceritakan kepada mereka mengenai neraka! Ceritakanlah kepada orang-orang betapa sangat buruk dan sangat mengerikan neraka itu. Engkau harus melukis adegan neraka seperti engkau berada di dalam hati-Ku. Lukiskanlah adegan-adegan itu dengan hati-Ku yang pilu!


They are falling into the Fire of Hell
Mereka sedang jatuh ke dalam Api Neraka


Draw it with My aching heart….
Lukiskanlah itu dengan hati-Ku yang pilu …
Artist: As I was painting the scenes of hell, Satan attacked me severely…but I wanted to shout out to the world with Jesus’ heart through these paintings… I wanted to deliver the aching heart of Jesus and how He felt so pitiful about those people who are falling down into hell every single day!
Seniman: Selagi saya melukiskan adegan-adegan neraka, Iblis menyerang saya dengan sangat hebat… tetapi saya ingin meneriakkan kepada dunia dengan hati Yesus melalui lukisan-lukisan ini… Saya ingin menceritakan hati Yesus yang pilu dan betapa Dia sangat kasihan kepada orang-orang yang sedang jatuh ke dalam neraka setiap hari!


People being tormented on the cross
Orang-orang disiksa di atas salib
People who did not want to eat the bread of life…
Orang-orang yang tidak mau makan Roti Hidup…

She did not want to eat the bread of life…(God’s word)

Ia tidak mau makan Roti Hidup (Firman Tuhan)


People who had not discussed the things in their lives with Jesus but had made their own decisions and had their own will.

Orang-orang yang tidak mau membincangkan kehidupan mereka dengan Yesus melainkan membuat keputusan-keputusan mereka sendiri dan mengikuti keinginan mereka sendiri.


People who had drank, partaken, and eaten prohibited things.

Orang-orang yang minum, mengambil bagian dan makan hal-hal yang terlarang.
Jesus: Please tell people who hurt each others’ hearts by their words that they must not hurt or wound their brothers/sisters in Christ. They must not say things without care.
Yesus: Tolong katakan kepada orang-orang yang menyakiti hati orang lain dengan kata-kata mereka bahwa mereka tidak boleh menyakiti atau melukai saudara-saudara mereka dalam Kristus. Mereka tidak boleh berkata-kata dengan tidak mempedulikan orang lain.
Speaking without caring or love

Berbicara tanpa mempedulikan atau mengasihi


The penalty for lying.
Hukuman untuk berdusta.
Liars…
Pendusta…
Stealing money or funds…
Mencuri uang atau dana-dana (korupsi)…
People who stole money will be penetrated by arrows and/or poked by needles.
Orang-orang yang mencuri uang akan ditikam dengan panah-panah dan/atau ditusuk dengan jarum-jarum.
Persecution of the gospel.
Penganiayaan terhadap injil.


The first half of the portrait describes demons that influence the persecutors (people) to persecute and harass or kill the messengers of the full and true gospel.
Separuh pertama dari potret ini menggambarkan setan-setan yang mempengaruhi para penganiaya (orang-orang) untuk menganiaya dan mengusik atau membunuh para pembawa pesan Injil yang benar dan sepenuhnya.
This is how Murderers, rapists and child kidnappers will be tormented.

Beginilah siksaan terhadap para pembunuh, pemerkosa dan penculik anak-anak.


This woman sees the outside….”Only if I can get out of here!”
Wanita ini melihat ke luar… “Jika saja saya bisa keluar ke situ!”


I wish I can get out of here….!
Saya berharap seandainya saya bisa keluar dari sini….!
The place of insects that is located in hell. This hell is for people who have committed sins by their thoughts, minds and for those who are filled with their own thoughts and knowledge. They are covered by countless of maggots. Their whole bodies are wounded by insects. The maggots and insects in hell are so much bigger in size compare to earthly ones. Thousands of maggots and insects are going in and out of person’s mouth, ears, and head. They crawl throughout the whole body!
Tempat bagi serangga-serangga terletak di neraka. Bagian neraka ini adalah untuk orang-orang yang melakukan dosa dengan pikiran-pikiran mereka dan bagi mereka yang dipenuhi dengan pikiran dan pengetahuan mereka sendiri. Mereka diselimuti oleh ngengat-ngengat yang tak terhitung banyaknya. Seluruh tubuh mereka dilukai oleh serangga-serangga. Ulat-ulat dan serangga-serangga di neraka berukuran jauh lebih besar dari pada yang ada di bumi. Ribuan belatung dan serangga keluar masuk di mulut, telinga dan kepala mereka, merayap di seluruh tubuh mereka!




These people were filled with their own thoughts and knowledge.
Orang-orang ini dipenuhi dengan pikiran-pikiran dan pengetahuan mereka sendiri.Tambah Gambar
This hell is for people who are so strong with their perception. For example, ‘why would Jesus work in my life or in me? Who am I? I don’t think He loves me. I am very evil. I don’t think He would love someone like me.” Those people who do not attempt to align their thoughts with God’s will end up in hell. We must fix our mind and thoughts. These are also people who violate God’s word and ignore God’s commandments. They will be fried on frying pan in hell that is burning with Hell fire.
Bagian neraka ini adalah untuk orang-orang yang bersikeras dengan sudut pandang mereka. Misalnya, “Mengapa Yesus harus bekerja dalam kehidupan saya atau di dalam saya? Siapakah saya? Saya pikir Dia tidak mengasihi saya. Saya sangat jahat. Saya pikir Dia tidak akan mengasihi seseorang seperti saya.” Orang-orang yang tidak berusaha menyesuaikan pikiran-pikiran mereka dengan Tuhan akan berakhir di neraka. Kita harus memperbaiki pikiran-pikiran kita menjadi benar. Ini juga adalah orang-orang yang melanggar Firman Tuhan dan mengacuhkan perintah-perintah Tuhan. Mereka akan digoreng di atas wajan di neraka dengan dibakar oleh api neraka.


This hell is for the people who did not spread or share the gospel. They did not evangelize the good news to the lost.

Bagian neraka ini adalah untuk orang-orang yang tidak menyebarkan Injil. Mereka tidak memberitakan Kabar Baik kepada yang terhilang.

This torment is for the people who had ignored God’s word and still continued to commit sin.
They are the ones who had performed evil in the eyes of the Lord.
Siksaan ini adalah untuk orang-orang yang telah mengabaikan Firman Tuhan dan terus melakukan dosa. Di mata Tuhan mereka adalah orang-orang yang melaksanakan kejahatan.

This hell is for the people who had complained and grumbled even in their hearts.

Neraka ini adalah untuk mereka yang telah mengeluh dan bersungut-sungut bahkan di dalam hati mereka.


This place of hell is for the men who had a family but had cheated on their spouses and/or became gay and/or bisexual. They will be penetrated by knives and spear.

Tempat di neraka ini adalah bagi orang-orang yang mempunyai suatu keluarga tapi telah mengkhianati pasangan-pasangan mereka dan/atau menjadi homo dan/atau biseksual. Mereka akan ditusuk dengan pisau-pisau dan tombak.

Men who are sexually corrupted. Their private part will be pierced every second.
Orang-orang yang rusak secara seksual. Bagian pribadi mereka akan ditikam setiap detik.
This hell is for the people who worshipped idols, had bad evil thoughts in their head and who were so stubborn with their own ways.
Neraka ini adalah untuk orang-orang yang menyembah berhala-berhala, memiliki pikiran-pikiran jahat dalam kepala mereka dan telah sedemikian keras kepala dengan cara-cara mereka sendiri.
The place is endless. The torment will be endless… If you do not repent…

Tempat itu tidak berakhir. Penyiksaan itu tidak akan berhenti. Jika engkau tidak bertobat …

A woman and a boy in this painting were a mother and a son when they lived on earth. But because of the unbearable pain, they did not love each other but try to escape the torment by stepping on top of each other.
Seorang wanita dan seorang anak laki-laki di dalam lukisan ini adalah ibu dan anak ketika mereka hidup di bumi. Namun karena sakit yang tidak tertanggungkan, mereka tidak mengasihi satu dengan yang lain, tapi berusaha untuk meloloskan diri dari penyiksaan itu dengan melangkahi satu dengan yang lain.
Jesus is saying… Focus Me..You must focus only Me…
Yesus sedang berkata… Berfokuslah kepada-ku… Engkau harus berfokus hanya kepada-Ku..
You must kill the Satan or devil that is living inside of you..
Engkau harus membunuh Iblis atau setan yang hidup di dalammu…
This shows us when we repent and pray before God, the armies of angels will come down and pierce the demons with their swords.

Ini menunjukkan kepada kita apa yang terjadi ketika kita bertobat dan berdoa di hadapan Tuhan, bala tentara malaikat akan turun dan menikam setan-setan itu dengan pedang-pedang mereka.

Don’t go to Hell!!!
Jangan pergi ke neraka!!!