Category: Penyesatan

THE INVISIBLE WAR ! WASPADALAH…

WASPADALAH, UJILAH DAN BERJAGA-JAGALAH !

Saudara-saudaraku kekasih di dalam nama Tuhan kita Yesus Kristus…
Kita sedang berdiri di akhir zaman, dan di zaman akhir ini, penyesatan telah dan semakin merajalela. Iblis tetap bekerja bahkan semakin gencar di masa-masa penghabisan ini. Tidak ada gereja yang kebal dari kemungkinan dimasuki penyesatan. Semua dapat dijangkau dan diracuni.

image

Keberadaan iblis memang lari dari ibadah kita, ketika seluruh jemaat bersehati mengusirnya dengan iman yang sungguh. Tapi penyesatan adalah anak panah iblis yang menempel dan menyatu di pikiran manusia. Ke pertemuan-pertemuan ibadah manapun manusia pergi, penyesatan selalu ada. Sebab Penyesatan selalu menempel di dalam sistem keyakinan manusia. Cara satu-satunya menyembuhkan kesesatan adalah bila kebenaran Yesus Kristus disuntikkan ke pikirannya. Awalnya akan terjadi polemik di pikirannya, mana yang benar mana yang salah. Tapi ketika ia mengasihi Allah, serta bergumul di dalam doa dengan penyangkalan diri, mencari wajah Tuhan untuk meminta kebenaran, Roh akan memberitahu kepadanya kebenaran-Nya. Tepat pada waktunya, kita akan bertobat…

Dari manakah datangnya penyesatan? Ia berasal dari roh-roh penipu yang bekerja aktif di alam roh, dan disebarluaskan kepada jemaat melalui khotbah atau ajaran-ajaran. Jadi ketahulilah, penyesatan bekerja dari mimbar, dari depan, bukan dari kursi belakang.

Hamba-hamba Tuhan adalah golongan yang paling diincar iblis untuk program penyesatan. Ini sehubungan dengan kapasitas wibawa dan pengaruh luas yang ada pada mereka. Semakin besar pengaruh seorang hamba Tuhan, sebenarnya ia semakin diminati kerajaan penyesat.

Jadi besarnya ukuran gereja dan popularitas si pendeta tidak boleh kita jadikan patokan untuk memastikan apa pun. Kebal tidaknya seorang pengajar dari kesesatan tidak tergantung kepada jumlah jemaat, popularitas atau megahnya gereja, tapi kepada ada tidaknya pintu yang terbuka bagi iblis untuk masuk ke pikirannya.

Iblis berani datang dan mencoba menipu daya siapa saja. Jangankan hamba-hamba Tuhan yang terkenal ke seluruh dunia, bahkan kepada Yesus sendiripun iblis berani datang dan mencoba menipu-Nya. Ini fakta pertama yang harus kita ketahui, sehingga kita semua bisa mengambil sikap yang benar.

image

Dari fakta pertama yang kita singkapkan itu, inilah pesan-pesan yang hendak saya bagikan: kepada jemaat, berdoalah untuk gembala sidangmu, para pengkhotbah, para pemimpinmu di kelompok-kelompok kecil yang anda ikuti, bahkan juga untuk para pengajar yang buku atau tulisan-tulisannya anda baca. Jujur, saya sangat berharap ada kiranya di antara pembaca yang membawa saya dalam doanya. Jangan berhenti menopang para hamba Tuhan dengan doa-doamu. Bukan hanya di ruang ibadah di depan telinganya, tetapi terlebih di kamar doa pribadimu di rumah. Berdoalah bagi mereka untuk pengurapan Tuhan, penyertaan dan penopangan Roh, agar kepada mereka semakin disingkapkan pewahyuan-pewahyuan dari Allah, dan agar mereka terhindar dari pengajaran-pengajaran yang salah.

Juga janganlah kita mengultuskan hamba Tuhan manapun. Anda harus memiliki pemahaman yang jelas perbedaan antara menghormati dengan mengultuskan.

Khusus mengenai pengultusan ini, dari apa yang saya amati di lapangan, lebih banyak digerakkan oleh lapisan kedua atau ketiga kepemimpinan, atau yang umumnya dinamai pelayan-pelayan gereja. Sering kali gembala sidang sebenarnya seorang yang rendah hati, tetapi pelayan-pelayan pembantu yang ada di bawahnya, sering kali terjebak menjadi seorang yang bersikap penjilat, supaya nampak dekat dengan atas, yang ketika berhadapan dengan kumpulan kecil, secara tidak sadar, mendorongkan gejala pengultusan ini. Sedikit-sedikit, mereka berkata: “Kata Pak Gembala… Perintah Pak Gembala… Pak Gembala bilang…”.

Saudaraku, itu mengintimidasi jemaat, membuat mereka gagal menjadi imamat yang rajani, terjebak kepada roh yang ketergantungan pada wibawa manusia. Bahkan seringkali cara-cara seperti itu menghalangi Roh Kudus sendiri. Anda tahu, Roh Kudus dapat berbicara lewat siapa saja tanpa pandang jabatan dalam kumpulan. Ketika anda –sebagai pelayan jemaat di pertemuan itu- membantah suatu pewahyuan ilahi hanya karena statusnya jemaat biasa dengan jurus: “Pak Gembala bilang…”, anda berpotensi menyeret domba-domba awam yang hadir disitu untuk terpisah dari Gembala Agung mereka, Yesus Kristus.

Maka kita semua, pelayan-pelayan di gereja, harus menjalin hubungan langsung dengan Tuhan. Meskipun kita menerima gaji dari gereja misalnya, tetap Tuan kita satu-satunya adalah Yesus. Tuhanlah satu-satunya yang kita kultuskan. Nama Yesuslah satu-satunya yang kita nyatakan dan banggakan. Jadi ketika seorang jemaat awam bertanya sesuatu kepada kita, kita jangan lagi berkata: “Pak Gembala bilang…”, tapi harus berkata: “Tuhan Yesus bilang…” atau “Alkitab berkata…”, sekalipun anda pada awalnya memperoleh hikmat jawaban itu dari khotbah Pak Gembala. Kenapa? Sebab Pak Gembala sendiri memperolehnya dari Tuhan Yesus, dan dia sama saja dengan kita, seorang hamba.

Saya juga menyarankan kepada para pemimpin supaya tidak terlalu mudah mengangkat seseorang menjadi pelayan jemaat. Selain telah memiliki hubungan pribadi yang intim dengan Yesus, ia juga haruslah memiliki hati seorang hamba, yang rendah hati, lemah lembut dan tidak menganggap dirinya lebih utama dari jemaat yang diasuhnya. Jika seseorang masih berwatak mencari pengakuan identitas, memiliki kebanggaan diri yang besar, lebih baik jangan dulu dijadikan pelayan apalagi pelayan penting. Orang-orang seperti itu mudah diperdaya pikiran kedagingan dan roh-roh penyesat.

Tahukah anda? Sepanjang sejarah gereja, dari yang terdahulu sampai yang terbaru, kesesatan selalu dimulai ketika gembala sidang telah dikultuskan. Pengultusan akan membuat jemaat tidak berani menguji ajaran gembala sidang sekalipun di dasar hatinya. Ia merasa berdosa untuk meragukan khotbah gembalanya. Dan ketika suatu hari, si gembala mengajarkan sesuatu yang salah, diterimalah kesalahan itu sebagai “sabda yang kudus dari Allah.” Dalam waktu cepat, tersesatlah gereja itu dari pusat sampai cabang-cabangnya.

image

Saudara…

Jangan takut untuk menguji setiap ajaran dari siapapun. Itu perintah Tuhan, dan dinyatakan pula oleh rasul-rasul. Yesus berkata: supaya kita tidak disesatkan oleh siapapun. Jadi bila anda mendengar ajaran-ajaran yang masih asing bagi anda selama ini, atau nubuat-nubuat, ujilah semua itu.

Menguji ajaran bukanlah bentuk dari penghakiman atau tidak menghormati, melainkan wujud dari kewaspadaan kita. Anda tahu, kelak setiap orang akan menghadapi Pengadilan Allah sendiri-sendiri. Anda tidak dapat dibenarkan karena alasan: “TUHAN, kalaupun aku sesat begitu, itu karena aku menghormati hamba-Mu dan tidak berani menguji khotbahnya”. Sudah terlalu banyak orang kristen mati sia-sia di dalam neraka karena terseret oleh kesesatan pemimpinnya. Mereka adalah orang buta yang dituntun orang buta, yang keduanya akan jatuh ke dalam jurang maut.

Firman Tuhan berkata:

Ujilah segala sesuatu dan peganglah yang baik. (I Tesalonika 5 : 21)

Jawab Yesus kepada mereka: “Waspadalah supaya jangan ada orang yang menyesatkan kamu!”
(Matius 24 : 4).

Tetapi juga jagalah jangan sampai anda, dengan alasan menguji, lalu jatuh ke dalam dosa menggosip atau mengata-ngatai hamba Tuhan di belakangnya, atau menghakiminya tanpa kebenaran apa-apa. Menguji suatu ajaran adalah dengan merenungkan Alkitab, menggumulinya dalam doa, dan bila dirasa penting, mintailah pendapat hamba-hamba Tuhan lainnya yang dapat anda percayai kematangan rohani serta memiliki pengurapan Roh Tuhan. Jika anda sungguh-sungguh mencari hikmat Tuhan, Dia yang menghendaki anda untuk tidak disesatkan oleh siapapun, tepat pada saatnya akan menyingkapkan kepada anda.

Jadi betapa perlunya anda bertumbuh di dalam pengenalan dan penguasaan firman Tuhan supaya anda tidak mudah diombang-ambingkan rupa-rupa pengajaran. Sejak sekarang, anda harus banyak membaca Alkitab. Alkitab anda harus terlihat makin lama makin kucel, karena sering-sering dibaca dan distabilo.

Kita juga harus memiliki pergaulan yang intim dengan Tuhan melalui kehidupan doamu. Jangan berdoa seperti mengguman kepada diri sendiri, tapi berbicaralah kepada Tuhan yang mendengar. Bangun kesadaranmu bahwa Yesus hadir, mengenalmu dan mengasihimu, meski mata anda tidak bisa melihat-Nya.

Sekedar berbagi pengalaman, saya sering kali harus menangis bercucur air mata dengan berlutut di hadapan Yesus di kamar doa saya, ketika saya bergumul menguji suatu pengajaran yang asing di telinga, atau suatu yang disebut-sebut nubuat atau pewahyuan dari Tuhan. Bahkan sampai hari ini, saya masih memiliki beban pergumulan tentang beberapa ajaran, yang tidak perlu saya ungkapnya disini.

Ketika anda merasa asing, jangan langsung dakwa ajaran atau nubuatan itu sesat, kecuali anda sudah memiliki kematangan dalam hikmat Roh Kudus. Ujilah dahulu. Gumulkanlah dahulu, bila penting dengan berpuasa, sampai anda menperoleh pernyataan Tuhan. Pecayalah, Tuhan kita adalah Tuhan yang berbicara. Jika ternyata sesat, tolaklah, tetapi jika itu kebenaran dari Tuhan, terimalah sebagai berkat rohani.

Dan untuk saudara-saudara para hamba Tuhan, kita semua harus senantiasa menyangkal diri di hadapan firman Allah. Jangan biarkan kebanggaan ego memasuki hatimu. Jangan berprilaku seperti bangsawan-bangsawan di hadapan rakyat jelata. Bersikaplah sebagai saudara, sahabat dan teladan bagi mereka, bukan sebagai kultus yang harus ditakuti. Janganlah intimidasi jemaatmu dengan rupa-rupa ketakutan untuk menguji ajaranmu. Beranilah untuk diuji, sebab Allah kita sendiri berani untuk diuji. Jangan biarkan mereka mencium tanganmu seperti mereka mencium tangan seorang dewa, melainkan kita harus tetap melayani dengan merendahkan diri, yang sanggup membasuh kaki mereka, seperti teladan yang Tuhan ajarkan. Penuhlah oleh kasih dan belas kasihan.

Di kamar doa pribadi, kita harus tetap berlutut, merendahkan diri di hadapan takhta Bapa. Paling tidak, itulah yang saya lakukan terus menerus, bahkan sering kali saya sampai telungkup tiarap di hadapan-Nya, menangis tersedu-sedu seperti anak kecil. Dan hal terkuat yang selalu saya peroleh dari bimbingan Roh-Nya yang lembut, ialah bahwa Ia sangat mengasihi kita serta Ia mengharapkan kita taat kepada-Nya.Kasih-Nya dan ketaatan kita, itulah yang Ia ajarkan di hati saya. Dan itulah inti dari segala tulisan saya yang pernah saya bagikan kepada anda. Dengan iman, kita mempercayai kasih karunia-Nya. Dan dengan kerelaan membayar harga, kita menuruti semua firman-Nya.

image

Saudara…

Tujuan iblis adalah untuk memisahkan kita dari Bapa. Tetapi banyak saudara kita tidak percaya bahwa iblis dapat menerkam mereka. Mereka menerima suatu pengajaran yang salah, yang berkata: sekali bertobat, selamanya selamat. Dengan doktrin sesat yang dinamai Antinomianisme ini, mereka menjadi sangat tidak hati-hati serta sanggup melanggar rupa-rupa firman Tuhan tanpa merasa bersalah sama sekali. Mereka jatuh ke dalam jurang kenyamanan, menjadi kaum yang dinamai Tuhan sebagai “Jemaat Laodikia.”

Paulus memang membuat suatu pernyataan tegas di dalam Roma 8 : 31-35. “Jika Allah ada di pihak kita, siapakah yang menjadi lawan kita? Siapakah yang akan memisahkan kita dari kasih Kristus?” Ini menjadi salah satu kutipan yang paling sering diambil, secara sembarang. Tetapi mereka tidak mengerti bahkan tidak mau tahu, siapakah yang Paulus maksudkan dengan “kita” di dalam pernyataannya itu. Untuk mengetahuinya, kita harus melihat ke ayat-ayat awal dari pasal tersebut. Saya kutip Roma 8 : 8, 13, 14 dan 17 :

8. Mereka yang hidup dalam daging, tidak mungkin berkenan kepada Allah.
13. Sebab, jika kamu hidup menurut daging, kamu akan mati; tetapi jika oleh Roh kamu mematikan perbuatan-perbuatan tubuhmu, kamu akan hidup.
14. Semua orang, yang dipimpin Roh Allah, adalah anak Allah
17. Dan jika kita adalah anak, maka kita juga adalah ahli waris, maksudnya orang-orang yang berhak menerima janji-janji Allah, yang akan menerimanya bersama-sama dengan Kristus, yaitu jika kita menderita bersama-sama dengan Dia, supaya kita juga dipermuliakan bersama-sama dengan Dia.

Jadi orang-orang kristen yang hidup dalam daging, atau yang jalan hidupnya menentang firman Allah, tidak termasuk sebagai “kita” dalam pernyataan Paulus di atas. Dengan kata lain, dosa akan membuat kita terpisah dari Allah. Dan inilah peluang bagi iblis untuk merampas kita dari Bapa, yaitu jika ia dapat membuat kita jatuh dalam dosa.

Ketika seorang anak Allah telah tercemar oleh dosa, iblis juga akan mendakwa dan membuatnya terintimidasi, sehingga dia merasa tertolak oleh Allah. Ia merasa tidak diterima untuk kembali, gersang dan hampa, tiada pengharapan. Bahkan sering pula musuh mendakwa kita untuk dosa-dosa kita di masa lalu, yang telah pernah kita selesaikan di hadapan Tuhan.

Saya harus membuat pemahamannya jelas. Ketika kita tercemar oleh dosa, kita memang terpisah dari hadirat Allah. Tetapi terpisah berbeda dengan dibuang. Keterpisahan itu bukan oleh penolakan Allah, tetapi karena kesalahan langkah kita sendiri. Sebaliknya Bapa memanggil kita untuk kembali dan Ia ingin memeluk kita.

Pernahkah anda melihat seorang anak yang terpisah dari ibunya di mall karena anak itu terlalu larut dengan keasikan di kiri kanannya, sehingga ia tidak fokus mengikuti langkah ibunya? Itulah yang disebut terpisah. Keadaan itu terjadi bukan karena si ibu membuang atau menolak anaknya, tapi karena anaknya melangkah ke arah yang lain. Lalu apa yang akan dilakukan si ibu tersebut? Bukankah ia akan mencari anaknya kesana kemari sampai ketemu? Dan jika sudah ketemu, apakah yang akan dilakukannya? Membuangnya ke dalam api atau memeluknya erat-erat? Demikianlah apa yang saya maksud terpisah dari Tuhan, usaha-usaha apa yang akan Tuhan lakukan untuk memanggil kita kembali, dan jika kita sudah kembali, apa pula yang akan Ia lakukan atas kita.

Tapi ingatlah teguh di dalam hatimu hikmat Roh ini, bukan Tuhan pengikut kita, kitalah pengikut Tuhan. Jadi kebenaran Tuhan yang berlaku, bukan kebenaran pendapat kita sendiri.

Saudara…

Selain mendakwa, membuat kita kehilangan keberanian menyapa Bapa di dalam kasih mesra, iblis juga memiliki banyak jurus yang lain. Terhadap anak-anak Tuhan yang imengejar ketaatan dan kekudusan, iblis punya jurus yaitu menjerumuskan mereka kepada pikiran-pikiran legalisme, sehingga mereka justru menyangkal kasih karunia, dan mengira keselamatan adalah buah dari ketaatan mereka. Tetapi jurus tertua yang pernah dipakainya memperdaya manusia, khususnya anak-anak Tuhan yang percaya kepada kasih karunia Allah, adalah membuat kita merasa benar untuk berbuat dosa.

Hari-hari ini, begitu banyak anak-anak Tuhan yang berdiri sebagai pengajar-pengajar firman, telah berubah menjadi penyesat, kebanyakan tanpa mereka sadari. Iblislah yang menipu mereka, dan setelah mereka tertipu, mereka mengajarkannya kepada jemaat, atau pembaca-pembaca mereka. Demikianlah roh penyesat itu bekerja di tengah-tengah umat pilihan Allah, dan karena ketidakwaspadaan, banyak di antara kita sesungguhnya telah jatuh tanpa disadari.

Saya pernah membaca sebuah tulisan seorang teolog, yang sepertinya cukup berwibawa di suatu area pendidikan teologia, mengenai makan darah.

Dengan terang, Perjanjian Baru melarang kita makan darah (baca Kis. 15: 29). Tapi ahli teologia ini, telah menjadikannya boleh-boleh saja.

Berdasarkan semua argumentasi beserta kutipan-kutipan ayat yang sangat banyak tersebut, maka dibuatnyalah kesimpulannya: makan darah itu sebenarnya diperbolehkan Tuhan…..

Hal yang sama, misalnya, saya temukan berkali-kali di internet mengenai larangan menikah lagi bagi yang bercerai. Dengan tegas Yesus Kristus telah berkata: “Orang cerai tidak boleh menikah lagi” (baca Lukas 16 : 19 dan I Korintus 7 : 11), tetapi oleh para sarjana teologia tersebut, telah berubah menjadi: “Orang cerai boleh menikah lagi.” Cara mereka mengubahnya sama seperti di atas.

– Allah menciptakan manusia itu berpasangan. Dijelaskan panjang lebar apa artinya berpasangan, dicantumkan ayatnya.

– Pernikahan itu dikehendaki Allah. Dijelaskan panjang lebar, disebutkan apa resikonya jika menghambat kehendak Allah, dicantumkan ayatnya.

– Allah tahu umumnya manusia tidak tahan bertarak, dan Dia tidak menghendaki terjadinya percabulan. Dijelaskan panjang lebar, dicantumkan ayatnya.

– Allah menghendaki manusia itu beranak cucu. Dijelaskan bagaimana caranya beranak cucu, dicantumkan ayatnya.

– Kita selamat karena kasih karunia oleh iman. Dijelaskan apa itu kasih karunia, dijelaskan apa iman, dicantumkan ayatnya.

– Keselamatan bukan hasil perbuatan. Dijelaskan panjang lebar, dicantumkan ayatnya.

– Kasih Allah tak terukur dalamnya. Dijelaskan panjang lebar, dicantumkan ayatnya.

– Allah melihat hati. Djelaskan panjang lebar, dicantumkan ayatnya. Dsb.

Dan melalui semua alasan-alasan Alkitabiah tersebut, diajarkanlah kesimpulannya: “Orang cerai sebenarnya boleh menikah lagi.” Dan lebih jauh, orang yang melarang diserangnya sebagai orang-orang Farisi, penganut-penganut Taurat, penyangkal-penyangkal kasih karunia.

Demikianlah apa yang tegas-tegas dilarang Tuhan, telah berubah maknanya menjadi diperbolehkan Tuhan, di tangan para sarjana teologia yang sesat ini, sehingga Allah menjadi terlihat seperti pembohong. Dan ketika ajaran mereka disampaikan kepada jemaat-jemaat awam yang polos lugu, ditopang oleh wibawa dan karisma yang besar, dengan cepat jemaat tersebut ditelan oleh kesesatan itu.

Saudaraku…

Lihatlah bagaimana penyesatan demi penyesatan itu masuk ke dalam gereja kita di seluruh permukaan bumi ini. Mereka menjadikan banyak sekali ayat-ayat Alkitab untuk menyerang dan mematikan satu ayat Alkitab.

Demikianlah di tangan para pengajar yang sudah sesat ini, aborsi menjadi boleh; korupsi menjadi boleh; berdoa, berkomunikasi atau minta tolong kepada orang mati menjadi boleh –termasuk kepada Bunda Maria atau orang-orang kudus atau roh-roh leluhur–; beribadah kepada Allah melalui patung menjadi boleh; berobat ke dukun atau yang disebut ‘alternatif’ menjadi boleh; cinta uang menjadi boleh bahkan dikehendaki Allah; bersaksi dusta di pengadilan sekuler menjadi boleh; kecanduan rokok dibenarkan; bercerai menjadi boleh; hidup bersama tanpa menikah (kumpul kebo) dibenarkan; pakai benda-benda okultis ataupun kecakapan sihir menjadi boleh; menikah sesama jenis sah-sah saja bahkan boleh diberkati gereja; membunuh dapat dibenarkan; bahkan berhubungan seks di luar ikatan pernikahan boleh-boleh saja, dan begitu banyak lagi kesesatan lainnya.

Untuk semua itu, masing-masing ada argumentasi pembelaannya, dengan memakai ayat-ayat Alkitab. Tetapi yang paling banyak dijadikan alasan adalah ajaran kasih karunia. Kasih karunia Allah telah dijadikan sebagai bahan untuk mengaretkan semua firman Allah yang sifatnya melarang atau memerintahkan, menurut kebutuhan mereka. Hal yang paling sering mereka katakan ialah: “Pilihlah mana yang paling baik menurutmu, kasih karunia Tuhan bersamamu.” Dengan nasehat ini, mereka membebaskan semua jemaat dari Hukum Tuhan. Firman telah menjadi karet, yang boleh ya, boleh tidak.

image

Fenomena itu sudah dinubuatkan dan diperingatkan Rasul Petrus dua ribu tahun lalu.

II Petrus 3 : 17

Tetapi kamu, saudara-saudaraku yang kekasih, kamu telah mengetahui hal ini sebelumnya. Karena itu waspadalah, supaya kamu jangan terseret ke dalam kesesatan orang-orang yang tak mengenal hukum, dan jangan kehilangan peganganmu yang teguh.

Saudaraku dalam kasih Yesus…

Tahukah anda? Cara seperti itulah persis yang iblis pakai untuk menipu Adam dan Hawa, maupun untuk mencobai Yesus Kristus.

Kejadian 3 : 4-5

Tetapi ular itu berkata kepada perempuan itu: “Sekali-kali kamu tidak akan mati, tetapi Allah mengetahui, bahwa pada waktu kamu memakannya matamu akan terbuka, dan kamu akan menjadi seperti Allah, tahu tentang yang baik dan yang jahat.”

Lihatlah argumentasi iblis di atas. Pada dasarnya iblis sedang berkata: “Allah sangat mengasihimu, Ia penuh pengampunan, Ia tidak akan menghukummu, dan Ia tidak sesederhana yang Ia katakan itu, tetapi ada rahasia-rahasia yang tersembunyi yang tidak kau tahu…” Saya percaya, seandainya saat itu Alkitab sudah ada, iblis akan mengutip begitu banyak ayat, agar Hawa dan Adam percaya kepadanya. Dengan bertamengkan kasih karunia Allah yang memang demikian besar, iblis telah berhasil membuat Adam dan Hawa berani melanggar firman.

Kita melihat contoh yang lebih jelas ketika iblis mencoba menipu daya Yesus di padang gurun.

Matius 4 : 5-6

Kemudian Iblis membawa-Nya ke Kota Suci dan menempatkan Dia di bubungan Bait Allah lalu berkata kepada-Nya: “Jika Engkau Anak Allah, jatuhkanlah diri-Mu ke bawah, sebab ada tertulis: Mengenai Engkau Ia akan memerintahkan malaikat-malaikat-Nya dan mereka akan menatang Engkau di atas tangannya, supaya kaki-Mu jangan terantuk kepada batu.”

Yesus tahu argumentasi iblis tersebut memang terdapat di dalam Alkitab (lihat Mazmur 91).

Tetapi berbeda dengan Adam-Hawa yang tidak menyangkal kehendak-kehendak dirinya sehingga mereka tertipu, Yesus menyangkal diri-Nya dan tetap teguh pada ketaatan-Nya, sehingga Ia menang.

Saudara…

Betapa kita harus senantiasa taat kepada firman-Nya. Sekalipun ayat-ayat argumentasi tersebut benar dari Alkitab, tetapi jika semua itu dipakai untuk mematikan satu ayat tertentu, hati-hatilah, berarti ada pikiran-pikiran iblis si penipu disana. Sebab firman Allah tidak pernah bertentangan satu sama lain.

Mari saudaraku, pengajar-pengajar firman Tuhan, mari menelanjangi tipu daya si iblis, musuh kita. Jangan pernah membiarkan dirimu menjadi saluran bagi roh yang terkutuk itu untuk melakukan penyesatan massal. Kenakanlah terus ikat pinggang kebenaran, dan tangkis pikiran-pikirannya dengan perisai iman, serta lawan dia dengan pedang Roh, yaitu firman Tuhan. Berpeganglah terus pada iman bahwa setiap firman itu “ya” dan “amen”. Ya artinya kita tidak akan membuat bantahan, atau membuat pengertian yang lain, atau menyatakan hal yang sebaliknya. Amen artinya kita tunduk dan melakukannya, apapun harga yang harus kita bayar.

Bila ada di antara kita pernah tertipu oleh iblis dan mengajarkan suatu pengertian yang sebaliknya di masa lalu, entah melalui khotbah entah tulisan, jangan terlalu tertekan perasaan. Kasih karunia Yesus masih ada bagi kita. Mari kita datang kepada-Nya dan mengakui semua kesalahan, dan Ia pasti mengampuni kita.

Juga, bila kita melihat seorang saudara kita tersesat oleh ajaran yang salah, jangalah anda jadi membencinya. Ingatlah selalu, dia hanyalah korban dari musuh kita. musuh kita adalah iblis, yang telah menipu banyak saudara kita sejak semula. Jadi kepada sahabat kita itu, kita harus tetap mengasihi serta berusaha untuk menyadarkannya kembali.

Kasih itu menegur pada saatnya, tetapi juga mengampuni di sisi lainnya. Jangan menjatuhkan penghukuman, tetapi serahkanlah kepada Allah saja. Biarkan Tuhan berperkara, sebab Allah memiliki hubungan pribadi dengan semua anak-anak-Nya. Allah memberikan kesempatan kepada semua orang termasuk kita, untuk bisa menyadari kesalahan dan bertobat. Itu artinya, anda juga harus menyediakan pengampunan di dalam kasih. Justru anda harus berdoa bagi saudaramu itu mencucurkan air mata.

Kasih haruslah dasar dari segala sesuatu yang kita kerjakan didalam Tuhan, entah itu menghibur, ataukah menegur. Tanpa kasih yang mendalam, teguran anda mungkin adalah sebuah serangan penghakiman. Ingatlah, penghakiman itu juga sebuah dosa.

Seperti saya katakan, suatu kesesatan ialah anak panah musuh yang menyatu dalam pikiran, menjadi bagian dari sistem kepercayaan orang itu, dan cara menyembuhkannya hanyalah dengan menyuntikkan kebenaran Kristus ke pikirannya, dan inilah tujuan dari sebuah peneguran di dalam firman.

Memang seseorang yang terlanjur percaya pada suatu ajaran yang salah, tidak dapat begitu mudah menerima kebenaran itu. Akan ada polemik di pikirannya, akan ada pergumulan di dalam doa jika ia seorang yang rendah hati. Tetapi juga sering kali ia akan menyemburkan serangan kepada orang yang menyuntikkan kebenaran itu. Serangan inilah yang disebut salib. Ia bisa jadi sebuah tuduhan, kemarahan, intimidasi, amukan, makian, bahkan pula aniaya fisik termasuk kematian. Ada salib di dalam mengikut kebenaran Tuhan, dan kita tidak boleh takut menanggungnya.

Saya sendiri harus berbenturan dengan banyak teman terkasih yang menganut kesalahan. Bahkan salah seorang sahabat saya sendiri, yang sekian lama saling berbagi firman dan dorongan semangat di facebook ini, telah meninggalkan dan memblokir saya. Saya telah diblokir banyak teman karena mengajarkan kebenaran yang kebetulan membentur keyakinan teologis mereka yang salah. Ah, sesungguhnya saya sudah cukup banyak menerima caci maki, kata-kata pedas, serangan-serangan, bahkan tuduhan-tuduhan jahat khususnya melalui email / pesan, dari teman-teman kristen yang semula bersahabat dengan saya di facebook, karena kebenaran Firman. Itu karena kebenaran yang saya bagikan berbeda dengan kesalahan yang selama ini ia anut. Orang-orang tidak siap menerima teguran firman. Mereka tidak siap keyakinan mereka yang salah diuji kembali. Bahkan mereka sendiri mungkin tidak pernah menguji dengan sungguh-sungguh apa yang mereka pegang itu. Mereka hanya menginginkan khotbah-khotbah yang nyaman di hati dan enak di telinga. Tetapi kita bukanlah pembicara menurut pesanan manusia, melainkan berbicara seturut dengan beban yang Tuhan taruh di hati.

Hanya, ingatlah selalu bahwa kebenaran itu anda ketahui bukan untuk anda pakai mempermalukan saudaramu di muka umum. Yesus mengasihi orang-orang berdosa, dan untuk itulah Ia datang ke bumi, memanggil mereka datang kepada terang-Nya. Kesesatan hanyalah salah satu dosa, dan siapakah di antara kita yang tidak pernah berbuat dosa? Kasih itu mengampuni. Kasih itu memberi waktu. Kasih itu bersabar di dalam pengharapan.

Akan tetapi sekalipun demikian, anda haruslah tetap berpegang kepada kebenaran Kristus. Jangan karena perasaan sungkan pada manusia, anda merahasiakan kebenaran dan menerima kesalahan. Sebagai hamba bagi Allah kita, kita harus terus menyatakan kebenaran-Nya, meskipun hal itu barangkali bertolak belakang dengan ajaran yang dianut mayoritas teman kita sendiri. Mungkin anda akan dikucilkan dari kumpulan karena berpegang teguh pada kebenaran. Tetapi mengikut Tuhan membutuhkan keberanian untuk menerima aniaya.

Demikian pula kepada kita jemaat-jemaat biasa, yang hari ini masih dibelenggu oleh pengajaran-pengajaran yang salah, yang mempraktekkan hal-hal yang bertentangan dengan firman, mari kita datang kepada Yesus Kristus dan mengakui segala kesalahan. Ia pasti mengampuni kita, dan kita memulai kehidupan baru yang mengasihi, mempercayai, dan menaati Dia dengan segenap kekuatan kita.

Juga harus saya nyatakan disini, sekalipun di atas saya menyebut-nyebut teologia atau sarjana teologia, saya tidak bermaksud semua sarjana teologia seperti itu. Banyak hamba-hamba Tuhan di Indonesia ini, bahkan di seluruh dunia, besar atau kecil, adalah pahlawan-pahlawan mengagumkan dari Kerajaan Bapa kita. Mereka juga, sebagian besarnya, berlatar belakang sarjana teologia.

Jadi mohon anda tidak menjadi salah menangkap maksud tulisan saya ini, sebab saya tidak sedang berbicara mengenai sarjana atau bukan sarjana apapun, melainkan supaya kita semua waspada terhadap bahaya penyesatan yang sekarang sedang melanda gereja di seluruh dunia.

Ya, inilah akhir zaman. Yesus akan segera datang kembali, itu juga berarti Antikristus akan lebih dulu muncul mengusung Tatanan Dunia Baru-nya. Tanda-tandanya sudah semakin banyak dan terbuka di depan mata. Dunia dan segala hal yang kita miliki di dalamnya akan segera berlalu. Jadi mengapa kita terlalu merisaukan serta menghabiskan terlalu banyak waktu dan pikiran untuk semua itu? Mari senantiasa berjaga-jaga di dalam roh, membersihkan diri dari segala kesalahan dan dosa, serta bertekun di dalam pergaulan intim dengan Kristus.

Akhirnya, kenalilah setiap ajaran dari tujuannya. Bukan dari banyaknya ayat Alkitab yang dikutip atau sesaknya istilah-istilah bahasa Ibrani atau Yunani yang dipakai supaya terlihat gagah tak terbantahkan.

Roh Tuhan selalu mengajar kita menjadi pelaku atau penurut-penurut firman. Tetapi iblis menghasut kita untuk menjadi pelanggar-pelanggar firman, apapun caranya, termasuk dengan menyamar sebagai domba, dimana ia membungkus tujuan gelapnya dengan banyak ayat Alkitab yang seolah-olah membenarkannya

Kasih-Nya dan ketaatan kita, itulah yang membuktikan bahwa antara Dia dan kita terikat dalam hubungan Bapa dan anak, yang tidak akan terpisahkan.

Dan lagi, Ia yang telah menyediakan pengampunan untuk kita oleh kematian-Nya di kayu salib, tidak akan menyembunyikan pengampunan-Nya itu ketika kita datang mengakui setiap kesalahan dihadapan-Nya.

Kasih Bapa dan kasih karunia Tuhan kita Yesus Kristus menyertai kita sekalian, oleh Roh Kudus-Nya.

image

Berjaga-jagalah !

MENYIKAPI PARA PENGEJEK-PENGEJEK AKHIR JAMAN

Menyikapi para pengejek-pengejek akhir jaman !
Dengan Bersiap sedia untuk kedatangan Tuhan
image

By David Wilkerson

Seorang wanita Kristen yang terkasih di Lousiana menulis kepada kami:
“Minggu lalu, pendeta kami meminta kesaksian tentang apa yang telah Tuhan lakukan selama seminggu.
Seorang anaknya sendiri yang berusia lima tahun berdiri dan berkata, “Saya mendapatkan mimpi semalam. Yesus
memberitahukan bahwa Dia akan datang dengan segera.” Roh Kudus menggunakan anak itu untuk mengingatkan umat Allah dari kebenaran mulia.
Sayangnya, generasi sekarang hanya tahu sedikit tentang kedatangan Kristus dibandingkan generasi di masa lalu. Kedatangan Yesus jarang diberitakan di gereja lagi. Memang, banyak orang yang
menyebut diri mereka Kristen namun tidak ingin mendengar berita itu.

Kenapa?

Hidup itu indah bagi kebanyakan orang, termasuk orang Kristen, dan fokusnya adalah bagaimana menjaga agar saat-saat indah itu bergulir terus. Seperti istri Lot,
banyak orang dimiliki oleh harta mereka sendiri. Mereka telah menjadi kecanduan terhadap hal-hal duniawi, dan dalam pikiran mereka kedatangan Yesus akan menjadi gangguan.
Saya telah mendengar orang-orang yang pergi ke gereja mengejek tentang
kemungkinan Yesus “akan kembali kapan saja setiap saat.” Mereka mengejek ide bahwa Dia dapat segera kembali.
image

Memang, ada suatu doktrin yang menyatakan bahwa Tuhan kita tidak akan kembali selama ribuan tahun.
Idenya adalah gereja akan diberikan waktu untuk menginjili dunia dan mendirikan sebuah tatanan baru sebelum Kristus datang kembali untuk memerintah sebagai raja.
Rasul Petrus menyebutkan hal ini dengan mengatakan, “Yang terutama harus kamu ketahui ialah, bahwa pada hari-hari zaman akhir akan tampil pengejek-pengejek dengan ejekan-ejekannya, yaitu orang-orang yang hidup menuruti hawa nafsunya. Kata mereka: “Di manakah
janji tentang kedatanganNya itu? Sebab sejak bapa-bapa leluhur kita meninggal, segala sesuatu tetap seperti semula, pada waktu dunia diciptakan ” (2 Petrus 3:3-4).
Ada pula yang mengejek dengan berkata,” buat apa kamu bagikan hal-hal akhir jaman ? Hanya mau menakut-nakuti ? Menyebarkan ketakutan ? Isinya hoax dan sebagainya…”
Apakah dengan tanda jaman yang begitu jelasnya terjadi di dunia ini masih membutakan saudara untuk dapat melihat betapa dekatnya kedatangan Tuhan menjemput mempelaiNya ? Dan apakah yang dapat anda simpulkan hanya menyebarkan ketakutan ? Sedangkan hal ini sedang terjadi dan akan terjadi ? Dengan ketidaktahuan akan apa yang terjadi atas dunia ini, bukan berarti tidak terjadi apa-apa… Banyak sekali anak-anak Tuhan bahkan hamba Tuhan baik yang sudah melayani dengan memanggil banyak hamba Tuhan untuk berkotbah bahkan sampai mengundang hamba Tuhan luar negeri… Tapi tidak dapat membaca tanda jaman dan urgensi dari hal ini ! Sungguh disayangkan ! Dengan mengetahui semakin singkatnya waktu, gunakanlah waktu yang ada untuk membangun keintiman lebih lagi dengan Tuhan dan bertobat akan segala sesuatu. Menghitung hari-hari yang tersisa agar menjadi bijaksana, bukan digunakan untuk menghakimi sana-sini ! Jadilah Mempelai yang layak dan berkenan di mata Tuhan.
image

Petrus berbicara mengenai kata yang menunjuk kepada semua orang yang
sengaja menjadi bodoh dan tak perduli seperti: “Tetapi hari Tuhan akan tiba seperti pencuri.
Pada hari itu langit akan lenyap dengan gemuruh yang dahsyat dan unsur-unsur dunia akan hangus dalam nyala api, dan bumi dan segala yang ada di atasnya akan hilang lenyap”. (3:10). Lebih lanjut, Petrus memberitahu kita bahwa ada alasan mengapa Yesus belum datang kembali. Dia
menulis, “Tuhan tidak lalai menepati janji-Nya, sekalipun ada orang yang menganggapnya sebagai kelalaian, tetapi Ia sabar terhadap kamu, karena Ia menghendaki supaya jangan ada yang binasa, melainkan supaya semua orang berbalik dan bertobat”. (3:9). Tuhan kita berlimpah dengan kesabaran terhadap orang fasik.
Secara pribadi, saya kagum dengan kesabaran Allah terhadap kita khususnya untuk generasi ini.
Pergeseran moral merajalela dengan menyedihkan bahkan sampai kepada
pengamat sekuler/non-agamawan. Bahkan jika anda mencoba untuk menjaga hati nurani yang bersih, pikiran anda dijenuhkan dengan laporan kejahatan yang terjadi setiap hari. Ada beberapa hal keji yang sulit
untuk dipahami: pembunuhan di sekolah, pemerkosaan ber-rantai, pelecehan terhadap anak-anak, homoseksual yang militan, kekejaman yang tak terkatakan.
Seringkali hati kita berseru, “Tuhan, kapankah akan ada keadilan?
Ketika anda membawa pelaku kejahatan ke pengadilan?” Kita bertanya-tanya mengapa Tuhan menunggu begitu lama untuk menangani kejahatan yang tak terkatakan dan begitu merajalela pada hari ini. Kita membayangkan adegan ketika si pelaku kejahatan akhirnya berlutut di depan Tuhan,
menghadapi kekudusanNya.
Tetapi Petrus berkata Yesus tidak berfokus pada penghakiman saat ini, bahkan terhadap orang-orang berdosa yang paling buruk. Sebaliknya, Tuhan kita sibuk dengan belas kasihan. Dia tahan menderita
terhadap pelaku kejahatan yang terburuk sekalipun. Dan Dia menunggu untuk menunjukkan belas kasihanNya kepada setiap orang berdosa yang tidak bertobat, merayu dan mengejar mereka.
image

“Jadi, jika segala sesuatu ini akan hancur secara demikian, betapa suci dan salehnya kamu harus hidup yaitu kamu yang menantikan dan mempercepat kedatangan hari Allah.
Pada hari itu langit akan binasa dalam api dan unsur-unsur dunia akan hancur karena nyalanya. Tetapi sesuai dengan JanjiNya, kita menantikan langit yang baru dan bumi yang baru, di mana terdapat kebenaran. Sebab itu, saudara-saudaraku yang kekasih, sambil menantikan semuanya ini,
kamu harus berusaha, supaya kamu kedapatan tak bercacat dan tak bernoda di hadapanNya, dalam perdamaian dengan Dia”. (3:11-14).
Kita bisa menghabiskan hari-hari sibuk kita dengan tanda-tanda zaman, di Timur Tengah atau di tempat lainnya dimana saja. Tapi Tuhan berkata, “Lihatlah hati anda sendiri. Pastikan anda rajin untuk menjaga FirmanKu.” Paulus menambahkan, “Demikianlah setiap orang di antara kita akan memberi pertanggungan jawab tentang dirinya sendiri kepada Allah.”(Roma
14:12). Dia kemudian memperingatkan kita untuk tidak menghakimi orang lain, dan berhati-hati untuk tidak menjadi batu
sandungan terhadap seorang saudara sehingga menyebabkan dia terjatuh.
Kita diyakinkan bahwa Allah akan menghakimi orang fasik. Tak perlu
diperdebatkan bahwa hari ganjaran pasti datang. Ketika saat itu tiba, semua pengejek, pembenci Allah dan orang-orang fasik akan dipanggil untuk memberikan pertanggungjawaban. Buku-buku akan
dibuka, dan setiap perbuatan keji akan menjadi nyata, terungkap semua bahwa orang-orang jahat ini melakukan
perlawanan terhadap otoritas Allah. Perbuatan mereka akan dihukum berat, dan orang fasik akan diusir dari hadirat Allah selamanya.
Yesus meyakinkan murid-muridNya, “Tidakkah Allah akan membenarkan
orang-orang pilihanNya yang siang malam berseru kepadaNya? Dan adakah Ia mengulur-ulur waktu sebelum menolong mereka? ” (Lukas 18:07). Dia berkata, “Ya, suatu hari Allah akan berurusan dengan
mereka yang telah,mengejek, menganiaya, memenjarakan dan membunuhi umatnya. Seruan gereja,yang teraniaya telah
didengar olehNya. Dan dia akan membalaskan dendam mereka dengan
secepatnya.” Namun, Yesus kemudian berkata dalam kalimat berikutnya,”… Akan tetapi, jika Anak Manusia itu datang, adakah Ia mendapati iman di bumi?” (18:08).
image

Pertanyaan Kristus pada bagian akhir ini mengisyaratkan kekhawatiranNya
yang amat sangat. Dia mengatakan, “Ketika Aku kembali, Aku akan mencari orang-orang yang telah percaya pada janjiKu
untuk kembali kepada mereka. Pertanyaannya adalah, apakah orang-orang
tersebut siap dan menantikan aku? Apakah mereka akan dipisahkan dari dunia ini, yang merindukanKu untuk dibawa
pulang sebagai pengantinKu? Apakah mereka akan menjadi tak bercacat, atau malahan kotor tertanam dalam prinsip hidup zaman ini? Apakah ketika Aku tiba
menemukan mereka menangis, ‘Datanglah, Tuhan Yesus? ”
“Tentang hari dan saat itu tidak seorangpun yang tahu, malaikat-malaikat di sorga tidak, dan Anakpun tidak, hanya Bapa sendiri.” (Matius 24:36).Yesus melanjutkan
pernyataannya dengan kata-kata: “Tapi …” (24:37). Dia selanjutnya menggambarkan perilaku yang berlaku pada manusi ketika Dia kembali. Dia tidak memberikan kita tanggal kedatanganNya, tetapi Dia memberitahukan kita tentang masyarakat seperti apakah yang akan terjadi itu.
Dia kemudian membeberkan sejarah dari Alkitab: ” Sebab sebagaimana mereka pada zaman sebelum air bah itu makan dan minum, kawin dan mengawinkan, sampai kepada hari Nuh masuk ke dalam bahtera, dan mereka tidak tahu akan sesuatu, sebelum air bah itu datang dan melenyapkan mereka, semua, demikian pulalah halnya kelak pada kedatangan Anak Manusia.” (24:38-39). Yesus juga, menyebutkan pada zaman Lot: “Demikian juga seperti yang terjadi di zaman Lot: mereka makan dan minum, mereka membeli dan menjual, mereka menanam dan membangun. Tetapi pada hari Lot pergi keluar dari Sodom turunlah hujan api dan hujan belerang dari langit dan membinasakan mereka semua. Demikianlah halnya kelak pada hari, di mana Anak Manusia menyatakan diriNya. “(Lukas 17:28-30).
image

Perhatikanlah bahwa Yesus tidak menyebutkan dosa tunggal dalam tulisan
sejarah ini. Kita semua tahu itu bukan dosa akibat makan atau minum minuman yang sepantasnya, atau untuk bertunangan atau menikah. Juga bukan dosa karena membeli, menjual, atau membangun pabrik. Tidak ada yang salah dengan hal-hal itu. Bahkan, Tuhan telah menugaskan kita untuk tinggal dan menempati dunia ini sampai Dia datang kembali. Jadi Yesus tidak mengutuk kegiatan tersebut. Sebaliknya, dia menunjukkan kepada kita kejadian sehari-hari ini, seolah-olah mengatakan, “Seperti itulah hidup ini ketika Aku kembali. Ini akan menjadi seperti hari-hari biasa lainnya, ketika tidak ada orang yang mengharapkan sesuatu terjadi. ”

Sesungguhnya kita tahu bahwa keduanya; masyarakat zaman Nuh dan zaman
Lot dihancurkan oleh penghakiman Allah. Jadi, apakah yang Yesus katakan tentang adegan yang biasanya terjadi ini?

Secara sederhana, Dia menggambarkan orang-orang yang telah memutuskan
untuk menolak peringatan Allah akan penghakimanNya. Ingatlah, Nuh bernubuat kepada masyarakatnya selama 120 tahun, memperingatkan bahwa kehancuran total akan datang. Tapi, seperti Kitab Suci katakan, “Oleh karena hukuman terhadap perbuatan jahat tidak segera dilaksanakan, maka hati manusia penuh niat untuk berbuat jahat.” (Pengkhotbah 8:11).
Hal ini terjadi sama persis di dalam masyarakat kita hari ini. Telah ada hiruk-pikuk jual beli, makan dan minum, menanam dan membangun. Banyak orang yang terobsesi dengan keuntungan pribadi, dan mereka mematikan pesan negatif yang mungkin akan menjadi penghambat kegiatan mereka.

Bahkan suara para pengamat sekuler/non-agamawan yang memperingatkan akan datangnya bencana keuangan pun diabaikan oleh sebagian besar masyarakat.
Seorang wanita Kristen yang saleh menulis kepada saya tentang percakapan dia dengan seorang wanita tua keturunan Yahudi. Korban pembantaian Yahudi ini mengatakan kepadanya, “Apa yang terjadi di Amerika saat ini mengingatkan saya tentang apa yang telah terjadi di Jerman selama Hitler naik ke tampuk kekuasaan. Semua peringatan telah diabaikan. Pernyataan Hitler yang anti-Semit (Yahudi) dianggap enteng. Aku hanyalah seorang anak kecil, tapi aku masih ingat sejumlah pesta-pesta besar dan megah berlangsung hingga larut malam bahkan setelah Hitler mulai memenjarakan orang-orang Yahudi dan mengirim mereka ke kamar gas beracun.
“Aku ingat orang-orang tua Yahudi berkata,” Ini tak bisa terjadi di sini, tidak di tempat orang yang berpendidikan, masyarakatnya beradab seperti Jerman.” Mereka hanya berdansa semalaman, laki-laki berdasi tuksedo, dan perempuan bergaun koktail yang mahal.
Hanya beberapa minggu kemudian, orang-orang yang sama tersebut sedang digiring seperti ternak ke dalam gerbong-gerbong kereta menuju kamp-kamp konsentrasi. Mereka mengira bahwa saat baik dan kemakmuran akan berlangsung selamanya. Tapi mereka segera terkejut, mengatakan, “Hanya beberapa minggu yang lalu, kami menari dan minum. Apa yang terjadi? Bagaimana hal ini menimpa kita begitu tiba-tiba? “
Tangisan peringatan sekali lagi tertuju kepada gereja Tuhan: “Yesus akan datang! Mempelai laki-laki sedang dalam perjalanan. Hiasilah diri anda, dan bersiaplah untuk pergi keluar untuk menemuiNya.
image

Lihatlah, hari penebusan sudah dekat! ” Namun, meskipun demikian, Yesus
memperingatkan bahwa orang akan mengabaikan panggilanNya. Hal ini akan terjadi seperti pada hari-hari Nuh dan Lot, dimana orang-orang sibuk dengan bisnis mereka, tak terpikir untuk kedatanganNya, mengabaikan semua tanda-tanda kenabian. Dan itulah tanda yang sangat nyata bahwa Dia datang: kita akan melihat sikap masa bodoh dan acuh tak acuh.
Yesus berbicara mengenai hilangnya sejumlah besar orang-orang dari bumi
dengan secara tiba-tiba.
“Aku berkata kepadamu: Pada malam itu ada dua orang di atas satu tempat tidur, yang seorang akan dibawa dan yang lain akan ditinggalkan. Ada dua orang perempuan bersama-sama mengilang, yang seorang akan dibawa dan yang lain akan ditinggalkan.(Kalau ada dua orang di ladang, yang seorang akan dibawa dan yang lain akan ditinggalkan.)” (Lukas 17:34-36).
Murid-murid Yesus bertanya, “Di manakah orang-orang ini akan dibawa?” Dia menjawab, “Di mana ada mayat, di situ berkerumun
burung nasar.” (17:37). Dia mengatakan, “Aku adalah kepala dari tubuh. Dan kepala akan bersatu dengan tubuh.”
Beberapa ahli mengatakan bahwa orang-orang yang diambil tersebut adalah orang berdosa yang terseret ke pengadilan Allah. Tapi Alkitab menunjukkan sebaliknya.
Yesaya berbicara tentang burung-burung rajawali yang mengacu pada gereja: ” tetapi orang-orang yang menanti-nantikan TUHAN mendapat kekuatan baru: mereka seumpama rajawali yang naik terbang dengan kekuatan sayapnya; mereka berlari dan tidak menjadi lesu, mereka berjalan dan tidak menjadi lelah. ” ( Yesaya 40:31).

Demikian pula, Tuhan berkata kepada Israel, “Kamu sendiri telah melihat apa yang Kulakukan kepada orang Mesir, dan bagaimana Aku telah mendukung kamu di atas sayap rajawali dan membawa kamu kepada-Ku.” (Keluaran 19:04).

Dalam kitab Matius, Yesus berbicara tentang orang-orang pilihan yang diambil oleh Allah: “Dan Ia akan menyuruh keluar malaikat-malaikatNya dengan meniup sangkakala yang dahsyat bunyinya dan mereka akan mengumpulkan orang-orang pilihanNya dari keempat penjuru bumi, dari ujung langit yang satu ke ujung langit yang lain.” (Matius 24:31). Paulus membuatnya lebih jelas lagi, dengan mengatakan: ” … maka Tuhan sendiri akan turun dari sorga dan mereka yang mati dalam Kristus akan lebih dahulu bangkit; sesudah itu, kita yang hidup, yang masih tinggal, akan diangkat bersama-sama dengan mereka dalam awan menyongsong Tuhan di angkasa.
Demikianlah kita akan selama-lamanya bersama-sama dengan Tuhan. Karena itu hiburkanlah, seorang akan yang lain, dengan perkataan-perkataan ini.” (1Tesalonika 4:16-18).
Sedramatis peristiwa besar yang akan terjadi ini, maksud Yesus adalah
bahwa hal itu akan terjadi pada hari biasa. Ini akan menjadi seperti hari-hari terakhir penghakiman, di dalam masyarakat Nuh dan Lot. Pria dan wanita akan berada dalam pekerjaan mereka, hari-hari mereka akan berlangsung seperti biasa. Semuanya akan terjadi tiba-tiba, dalam sekejap belaka.
Paulus berkata: “… kita semuanya akan diubah, dalam sekejap mata, pada waktu bunyi nafiri yang terakhir. Sebab nafiri akan berbunyi dan orang-orang mati akan dibangkitkan dalam keadaan yang tidak dapat binasa dan kita semua akan diubah. ” (1 Korintus 15:51-52).
Ini akan terjadi pada hari seperti hari-hari yang lainnya. Semua manusia tidak akan menyadari, tetapi kemudian, dalam sekejap, Kristus akan mengumpulkan pengantinNya.

Apakah anda mencari dan merindukan kedatanganNya? Saya tidak akan pernah
melakukan apapun yang menyebabkan sesama orang percaya menjadi ragu akan kesiapannya.
Kebanyakan orang membaca pesan ini mungkin dapat mengatakan, “Ya, saya siap. Saya sudah bertobat dan mengakui dosa-dosa saya, dan saya sudah diampuni. Saya menaruh percaya dalam kebenaran Yesus. Dan jika Dia datang saat ini, saya tahu bahwa tidak akan ada penghukuman terhadap saya. Saya tahu kepada siapa saya percaya. Saya yakin bahwa saya adalah miliknya.” Saya akan mengatakan hal yang sama tentang diri saya sendiri.
Namun dalam membaca kembali peringatan Kristus, terlintas oleh saya
akan sesuatu yang tidak bisa hilang. Yesus memerintahkan, “Karena itu berjaga-jagalah” (Matius 24:42). Lalu katanya, “Tetapi ketahuilah ini” (24:43). Dengan kata lain: “Jika anda akan bersiap-siap – jika anda ingin berwaspada, seperti yang saya inginkan anda untuk melakukannya – ada sesuatu yang harus anda ketahui”

Yesus kemudian menggambarkan seorang pria yang berpikir bahwa dia telah
siap tetapi ternyata tidak. Rumah orang ini “terbongkar rusak” (24:43). Selanjutnya, Yesus menggambarkan seseorang yang benar-benar telah siap (24:45-47). Akhirnya, Dia memberikan peringatan yang mengerikan tentang para hamba yang jahat yang akan dicampakkan ke dalam neraka yang penuh kemunafikan itu (24:48-51).
Seorang hamba yang benar-benar siap disamakan dengan kepala rumah tangga yang menyediakan makanan daging untuk mereka yang berada di bawah kekuasaan tuannya.
“Siapakah hamba yang setia dan bijaksana, yang diangkat oleh tuannya atas orang-orangnya untuk memberikan mereka makanan pada waktunya?” (24:45). Yesus mengatakan kepada kita bahwa hadiah untuk hamba ini adalah untuk dijadikan penguasa atas barang-barang milik tuannya (lihat 24:47). Terbuktilah, bahwa hamba yang “memberikan makanan pada waktunya” adalah sangat penting.

Siapa penguasa atas rumah tangga yang dimaksud Yesus di sini? Hal ini
berbicara tentang orang tua.
Juga termasuk pendeta, yang berkuasa atas “keluarga Allah” (Efesus 2:19). Jadi, bagaimana orangtua menawarkan “makanan tepat pada waktunya?” Dalam istilah Alkitab, daging merupakan Firman Allah. Dalam bahasa Yunani itu juga berarti “makanan,” dari akar kata yang berarti “membawa keluar.” Selanjutnya, kalimat “pada waktunya” berarti “pada waktu yang
tepat.” Kristus berkata, “Berbahagialah para orang tua yang memelihara anak-anak mereka dengan,Firman Tuhan. Mereka membesarkan mereka dengan nasihat Alkitab, selagi ada waktu, sebelum semuanya terlambat. ”

Gereja-gereja Amerika mengirimkan para misionarisnya ke seluruh dunia untuk menjangkau mereka yang belum diselamatkan. Sementara itu, gereja ini sedang kehilangan seluruh generasi mudanya, dan Allah akan tetap meminta pertanggung-jawaban kita. Ketika Yesus berkata, “Berikanlah mereka daging,” Dia sedang berkata, “Berpaut pada Firman.” Dengan kata lain:
“Jangan kompromi dengan perintahKu yang kudus. Anda tidak bisa membiarkan satu orang muda anda mengancammu untuk membelokkan kebenaran. Aku berjanji untuk menghormati mereka yang menghormati FirmanKu. ”

Semoga Tuhan berkata kepada setiap orang tua Kristen sekarang ini seperti apa yang dikatakanNya kepada Abraham: “Sebab Aku telah memilih dia, supaya diperintahkannya
kepada anak-anaknya dan kepada keturunannya supaya tetap hidup menurut jalan yang ditunjukkan TUHAN ….” (Kejadian 18:19). Para orangtua seperti inilah yang akan menciptakan para penguasa atas barang-barang milik tuan mereka.
Kata-kata Yesus di sini juga berlaku untuk para hamba Tuhan yang bertanggung jawab terhadap rumah tangga imani. Seperti orang tua, gembala dalam rumah Allah harus memberi makan
image

domba-domba mereka dengan daging, bukan hanya susu. Mereka melipat-gandakan domba-domba dalam rasa takut dan dengan nasihat Tuhan, memanggil mereka untuk kedewasaan penuh di dalam Kristus. Yesus berkata bahwa orang-orang yang melakukan hal ini dengan setia: “Berbahagialah para gembala yang ketika Aku datang, ditemukan memberikan makanan bergizi kepada rumah tanggaKu.

Dia yang memberi makan kepada mereka dengan doktrin murni dari FirmanKu. Aku berkata kepada pendeta ini: ketika aku kembali, aku akan menjadikan engkau penguasa atas barang-barang milikKu.
Dan barang-barang tersebut mencakup pula semua yang telah Bapa berikan
kepadaKu.”
Ketika Yesus datang kembali, Dia sendiri akan berkumpul dengan setiap pendeta saleh yang memiliki satu-satunya tujuan yaitu mengawasi jiwa-jiwa yang dipercayakan kepadanya. Para pendeta tersebut tidak menguasai domba-domba mereka dengan maksud memperkaya diri sendiri. Mereka tidak membangun impian mereka sendiri di punggung orang miskin, atau para janda, atau yatim piatu.
Tidak, para pendeta ini berdiri di mimbar dengan rasa takut dan gemetar karena mereka tahu bahwa mereka harus bertanggung-jawab kepada Allah yang kudus. Untuk setiap gembala tersebut, Kristus akan mempercayakan segala harta bendaNya dan membuat mereka menjadi
penguasa atas semua yang dimilikiNya.

Inilah peringatan yang harus kita perhatikan. Ketika Yesus menggunakan
kalimat, “Tetapi ketahuilah ini,” Ia mengatakan kepada kita, “Kamu tidak berani mengabaikan kata ini.” Kemudian Ia memberikan pernyataan berikutnya: “Akan tetapi apabila hamba itu jahat dan berkata di dalam hatinya: Tuanku tidak datang-datang, lalu ia mulai memukul hamba-hamba lain, dan makan minum bersama-sama pemabuk-pemabuk,” (Matius 24:48-49).
Lukas 12 mengidentifikasikan hamba ini sebagai hamba yang sama yang,
pada suatu saat, setia menyediakan “makanan pada waktunya” (Lukas 12:45). Hamba ini dimulai dengan tepat benar. Dia ditakdirkan untuk dihargai sebagai penguasa atas barang-barang milik Tuhan. Tapi sekarang dia telah
berubah secara dramatis. Dia ditemukan sedang memukuli hamba-hamba lain
yang berada di sekelilingnya dan mabuk bersama para pemabuk.
Apa yang terjadi? Sesuatu telah mengisi hati hamba ini – perubahan
mungkin tak terlihat, tetapi,sesuatu telah mempengaruhi sikapnya. Perubahan apakah ini? Yesus mengatakan: “hamba jahat itu (berkata) dalam hatinya, Tuanku menunda-nunda kedatangannya” (24:48).

Kata Yunani untuk “memukul” dalam bagian ini menunjukkan pukulan yang
berulang-ulang. Dengan kata lain, hamba ini kini telah jatuh ke dalam kemunafikan. Saya melihatnya sebagai seorang yang
memprovokasi istrinya, mengutuk dengan bebasnya, mendengarkan cerita-cerita kotor, gosip.
image

Bagaimana dia bisa berubah seperti itu? Dia telah meyakinkan dirinya sendiri bahwa tuannya tidak datang dalam waktu yang dekat. Ketika ia beralasan untuk dirinya sendiri, “Tuanku,” dia sedang berbicara tentang tuan yang berbeda sama sekali, bukan Tuan sebenarnya. Dia sedang mengandung seorang Yesus yang dibuatnya sendiri, Kristus dari Injil yang lain.
Hamba ini tidak memberitakan sikap barunya. Sebaliknya, perubahan telah
terjadi dalam pemikirannya. Dia tidak perlu menyiarkan keyakinannya bahwa tuannya
telah menunda kedatangannya. Dia hanya hidup dari keyakinan itu saja. Dan itulah yang telah membuat semua perbedaan.

Pikirkanlah hal ini: apakah anda bertanya-tanya mengapa begitu banyak
gereja saat ini dipenuhi dengan ketidak-siapan, memanjakan, hanya mengejar kesenangan semata?
Apakah anda bertanya-tanya mengapa begitu banyak pasangan Kristen yang bercerai dengan sedikit provokasi?

Hal ini bukanlah karena pendeta mereka mengajar mereka untuk hidup seperti itu. Tidak, itu terjadi karena banyak gembala yang tidak percaya bahwa Kristus akan datang di dalam generasi mereka. Di beberapa gereja, jika Anda berdiri dan memberitakan Matius 24:44 – “Bersiaplah, karena Yesus akan datang setiap saat” – pendetanya akan tersinggung. Para umatnya hanya akan mengikuti pendetanya.

Bagaimana hamba yang jahat ini “mabuk dengan pemabuk”? Yesus tidak
hanya berbicara tentang alkohol di sini. Alkitab menyebutkan ada banyak cara untuk menjadi mabuk: dengan amarah, dengan kepahitan, dengan menikmati penumbahan darah. Alkohol utama yang ada dalam masyarakat kita obat penenang yang diminum oleh kebanyakan orang pada hari ini – adalah kemakmuran. Dan umat Kristen memanjakan dirinya dengan bebas dalam “minuman” kemakmuran ini.
Yesus sedang memperingatkan kita, “Apakah yang terjadi pada anda setelah kemakmuran melanda anda? Hati anda akan dibungkus dengan barang-barang material.
Tiba-tiba, anda kehilangan kesadaran anda akan kedatanganKu . Hidupmu berputar di luar kendali, karena anda tidak lagi memiliki kompas moral. Dan anda mulai memukuli, melakukan apa pun yang
anda bisa untuk mendapatkan apa yang anda inginkan. Anda menjadi pemabuk, dilempari batu kemakmuran.”
Ingatlah penghakiman yang Yesus jelaskan untuk orang munafik: “… maka tuan hamba itu akan datang pada hari yang tidak disangkakannya, dan pada saat yang tidak
diketahuinya, dan akan membunuh dia dan membuat dia senasib dengan orang-orang munafik. Di sanalah akan terdapat ratapan dan kertakan gigi.” (24:50-51).

Izinkan saya bertanya sekali lagi: Apakah anda siap? Apakah anda mulai
mencintai pemikiran akan kedatangan Kristus? Paulus berkata, “Sekarang telah tersedia bagiku mahkota kebenaran yang akan dikaruniakan kepadaku oleh Tuhan, Hakim yang adil, pada hari-Nya; tetapi bukan hanya kepadaku, melainkan juga kepada semua orang yang merindukan kedatanganNya.” (2Timotius 4:8). Yakobus pun mendesak kita: “Kamu juga harus bersabar dan harus meneguhkan hatimu, karena kedatangan Tuhan sudah dekat!” (Yakobus 5:8).
“… Sesudah itu Ia akan menyatakan diri-Nya sekali lagi tanpa menanggung dosa untuk menganugerahkan keselamatan kepada mereka, yang menantikan Dia.”(Ibrani 9:28).

Akhirnya, Paulus menulis, “Karena kasih karunia Allah yang menyelamatkan semua manusia sudah nyata. Ia mendidik kita supaya kita meninggalkan kefasikan dan keinginan-keinginan duniawi dan supaya kita hidup bijaksana, adil dan beribadah di dalam dunia sekarang ini dengan menantikan penggenapan pengharapan kita yang penuh bahagia dan penyataan kemuliaan Allah yang Mahabesar dan Juruselamat kita Yesus Kristus, yang telah menyerahkan diri-Nya bagi kita untuk membebaskan kita dari segala kejahatan dan untuk menguduskan bagi diri-Nya suatu umat, kepunyaan-Nya sendiri, yang rajin berbuat baik. Beritakanlah semuanya itu,nasihatilah dan yakinkanlah orang dengan segala kewibawaanmu. Janganlah ada orang yang menganggap engkau rendah.” (Titus 2:11-15).

Saya berdoa agar dapat menjadi gembala yang Paulus tuliskan. Ya, saya sedang menantikan Guru saya datang kembali. Dan seperti rasul Paulus, saya dapat berkata
dengan penuh keyakinan, “Aku mempunyai mahkota yang sedang menunggu saya, karena saya suka akan kedatanganNya. Saya siap. Datanglah, Tuhan Yesus. ”
image

Berjaga-jagalah !

Hebat ! Gubernur Texas menandatangani “Pastor Protection Act”

Gubernur Texas menandatangani “Pastor Protection Act / Perlindungan Hak Pendeta” menjadi peraturan perlindungan hak bagi pendeta-pendeta di Texas

image

Beberapa hari sebelum kejadian bersejarah berlangsung yaitu pengesahan dari keputusan Mahkamah Agung atas pernikahan sejenis bagi negara, Gubernur Republikan Greg Abbott dari Texas menandatangani sebuah peraturan yang menyatakan bahwa anggota gerejanya atau pendetanya berhak untuk menolak melakukan prosesi pernikahan yang melanggar dari kepercayaan agama mereka. Abbott mengatakan bahwa hal ini sangat vital atau penting sekali bagi para pemimpin-pemimpin agama untuk memiliki rasa aman dalam kebebasan beragama diluar dari campur tangan pemerintah.

“Pendeta-pendeta sekarang dapat memiliki kebebasan untuk melaksanakan Hak Amandemen Pertama ( First Amendment rights) mereka,” kata Abbott selama menandatangani peraturan tersebut yang disebut “Pastor Protection Act” yang berlangsung di luar rumah gubernur tersebut.
“Kebebasan beragama adalah sesuatu yang paling berharga bagi kebebasan hak kita dan kebebasan untuk menyembah yang diproteksi oleh konstitusi. Para pemimpin di negara Texas harus sepenuhnya memahami hak yang dimiliki mereka untuk kebebasan beragama yang diluar jangkauan pemerintah dan proses hukum.”

“Texas melakukan langkah kecil ini tapi sangat sangat penting untuk mengambil langkah berikutnya untuk lebih melindungi para pendeta dan hamba Tuhan dalam menghadapi serangan-serangan yang dapat menghancurkan kepercayaan mereka dalam hidup,” pernyataan Pengacara umum Ken Paxton asal Texas. “Tidak ada seorang pastor, pendeta, rabbi atau pemimpin agama lain yang dapat dipaksa untuk melakukan atau menyelenggarakan prosesi sebuah pernikahan yang berkontradiksi dengan kepercayaan beragamanya.”

Hebat !!!! Akhirnya berdiri orang-orang yang penuh hikmat yang berjaga-jaga untuk membuat peraturan ini untuk memproteksi para hamba Tuhan. Bukan hanya berdiam diri dan memiliki sikap suam-suam kuku yang tidak berani berdiri atas kebenaran Firman Tuhan. Bukan yang berkompromi dengan keadaan dunia dengan menggunakan pernyataan yang mengambang dengan dalih toleransi dan sebagainya… Yang berani berkata,” YA… YA.. atau TIDAK… TIDAK…” atas pernikahan sejenis yang jelas dilarang dalam Firman Tuhan. Itulah pemisahan sedang terjadi saat-saat ini… dan dari buahnyalah semuanya akan teruji dan terlihat !

Bravo… untuk Gubernur Texas Greg Abbott dan para pendeta yang perduli dan cermat !!!
image

Awas Pedofilia juga meminta hak yang sama dengan LGBT !!!

Awas jaga anak-anak anda !!!
image

Pedofilia akan jadi GAYA HIDUP yang diakui USA/Amerika serikat. (Sodom & Gommorah Life Style jadi gaya hidup Amerika)
Siap- Siap Pedofilia (orientasi seksual kepada anak-anak) akan minta diakui/hak HUKUM yang sama dengan LGBT (Lesbian, Gay, Bi-sex, Transgender) di USA/Amerika Serikat
‪#‎Partai‬ Republik menolak, Namun Demokrat. Rep. Alcee Hastings (D-Fl) setuju. parah!!!!

Partai Republik berusaha untuk menambahkan amandemen menetapkan bahwa “pedofilia tidak tercakup sebagai orientasi,” namun, amandemen dikalahkan oleh Demokrat.

Rep. Alcee Hastings (D-Fl) menyatakan bahwa semua gaya hidup seksual alternatif harus dilindungi oleh hukum. “RUU ini membahas tekad kita untuk mengakhiri kekerasan berdasarkan prasangka dan untuk menjamin bahwa semua orang Amerika, terlepas dari ras, warna kulit, agama, asal negara, jenis kelamin, orientasi seksual, identitas gender, atau cacat atau semua ini ‘philias dan fetishes dan ‘isme’ yang diajukan tidak perlu hidup dalam ketakutan karena siapa mereka. Saya mendorong rekan-rekan saya untuk memilih mendukung peraturan ini. ”

DENGAN taktik yang sama yang digunakan oleh para aktivis “gay”, hak pedofil mulai mencari status yang sama dengan alasan keinginan mereka untuk orientasi seksual terhadap anak-anak. adalah orientasi seksual tidak berbeda dari heteroseksual atau homoseksual.
Kritik dari gaya hidup homoseksual telah lama mengklaim bahwa setelah menjadi diterima untuk mengidentifikasi homoseksualitas sebagai hanya sebuah “gaya hidup alternatif” atau orientasi seksual, secara logis tidak akan terlarang. “Gay” advokat telah tersinggung pada posisi seperti ini bersikeras tidak akan pernah terjadi. Namun, psikiater kini mulai menganjurkan mendefinisikan pedofilia dengan cara yang sama homoseksualitas didefinisikan kembali beberapa tahun yang lalu.
Pada tahun 1973 American Psychiatric Association diklasifikasikan homoseksualitas dari daftar gangguan mental. Sekelompok psikiater dengan B4U-Undang baru ini diadakan simposium mengusulkan definisi baru pedofilia di Manual Diagnostik dan Statistik Gangguan Kesehatan Mental dari APA.
B4U-Undang panggilan pedofil “orang kecil-menarik.” Website organisasi menyatakan tujuannya adalah untuk, “membantu para profesional kesehatan mental belajar lebih banyak tentang daya tarik untuk anak-anak dan mempertimbangkan efek dari stereotip, stigma dan ketakutan.”
Pada tahun 1998 APA mengeluarkan laporan yang mengklaim “bahwa ‘potensi negatif’ dari seks dewasa dengan anak-anak yang ‘berlebihan’ dan bahwa ‘sebagian besar pria dan wanita melaporkan tidak ada efek negatif dari masa kanak-kanak seksual pelecehan seksual pengalaman.”
Pedofilia telah diberikan status dilindungi oleh Pemerintah Federal. The Matthew Shephard dan James Byrd, Jr. Benci Kejahatan Pencegahan Act berisi “orientasi seksual” sebagai kelas yang dilindungi; Namun, itu tidak mendefinisikan istilah.
Partai Republik berusaha untuk menambahkan amandemen menetapkan bahwa “pedofilia tidak tercakup sebagai orientasi,” namun, amandemen dikalahkan oleh Demokrat. Rep. Alcee Hastings (D-Fl) menyatakan bahwa semua gaya hidup seksual alternatif harus dilindungi oleh hukum. “RUU ini membahas tekad kita untuk mengakhiri kekerasan berdasarkan prasangka dan untuk menjamin bahwa semua orang Amerika, terlepas dari ras, warna kulit, agama, asal negara, jenis kelamin, orientasi seksual, identitas gender, atau cacat atau semua ini ‘philias dan fetishes dan ‘isme’ yang diajukan tidak perlu hidup dalam ketakutan karena siapa mereka. Saya mendorong rekan-rekan saya untuk memilih mendukung peraturan ini. ”
Gedung Putih memuji tagihan mengatakan, “Pada root, ini bukan hanya tentang hukum kita; ini adalah tentang siapa kita sebagai orang. Ini adalah tentang apakah kita menghargai satu sama lain – apakah kita merangkul perbedaan-perbedaan kita daripada membiarkan mereka untuk menjadi sumber kebencian “.
Awal tahun ini dua psikolog di Kanada menyatakan bahwa pedofilia adalah orientasi seksual seperti homoseksual atau heteroseksual.
Van Gijseghem, psikolog dan pensiunan profesor dari University of Montreal, mengatakan kepada anggota DPR, “Pedofil tidak hanya orang-orang yang melakukan pelanggaran kecil dari waktu ke waktu melainkan bergulat dengan apa yang setara dengan orientasi seksual seperti individu lain mungkin akan bergulat dengan heteroseksualitas atau bahkan homoseksualitas. ”
Dia melanjutkan dengan mengatakan, “Benar pedofil memiliki preferensi eksklusif untuk anak-anak, yang sama dengan memiliki orientasi seksual. Anda tidak dapat mengubah orientasi seksual orang ini. Dia mungkin, bagaimanapun, tetap berpuasa. ”
Ketika ditanya apakah ia harus membandingkan pedofil untuk kaum homoseksual, Van Gijseghem menjawab, “Jika, misalnya, Anda tinggal di sebuah masyarakat di mana heteroseksualitas adalah dilarang atau dilarang dan Anda diberitahu bahwa Anda harus mendapatkan terapi untuk mengubah orientasi seksual Anda, Anda mungkin akan mengatakan bahwa yang sedikit gila. Dengan kata lain, Anda tidak akan menerima bahwa sama sekali. Saya menggunakan analogi ini untuk mengatakan bahwa, ya memang, pedofil tidak mengubah orientasi seksual mereka. ”
Dr. Quinsey, profesor emeritus psikologi di Universitas Queen di Kingston, Ontario, setuju dengan Van Gijseghem. Quinsey mengatakan kepentingan seksual pedofilia ‘lebih anak-anak dan, “Tidak ada bukti bahwa semacam ini preferensi dapat diubah melalui pengobatan atau melalui apa pun.”
Pada bulan Juli 2010 Harvard kesehatan Publikasi mengatakan, “Pedofilia adalah orientasi seksual dan tidak berubah. Pengobatan bertujuan untuk memungkinkan seseorang untuk menolak bertindak atas dorongan seksualnya. ”
Linda Harvey, Misi Amerika, mengatakan dorongan untuk pedofil untuk memiliki hak yang sama akan menjadi lebih dan lebih umum sebagai kelompok LGBT terus menegaskan diri mereka sendiri. “Ini semua bagian dari rencana untuk memperkenalkan seks kepada anak-anak di usia muda dan lebih muda; untuk meyakinkan mereka bahwa persahabatan yang normal sebenarnya adalah daya tarik seksual. ”
Milton Diamond, University of Hawaii profesor dan direktur Pusat Pasifik untuk Sex dan Masyarakat, menyatakan bahwa pornografi anak dapat bermanfaat bagi masyarakat karena, “Potensi pelaku seks menggunakan pornografi anak sebagai pengganti seks terhadap anak-anak.”
Diamond adalah dosen dibedakan untuk Institut untuk Studi Lanjutan dari Seksualitas Manusia di San Francisco. The IASHS secara terbuka menganjurkan untuk pencabutan larangan perang Revolusioner pada homoseksual yang melayani di militer.
Daftar IASHS, di situsnya, daftar “hak-hak seksual dasar” yang mencakup “hak untuk terlibat dalam tindakan seksual atau kegiatan dalam bentuk apapun, asalkan mereka tidak melibatkan nonconsensual tindakan, kekerasan, kendala, pemaksaan atau penipuan.” hak lain adalah untuk, “bebas dari penganiayaan, hukuman, diskriminasi, atau intervensi sosial dalam perilaku seksual pribadi” dan “kebebasan setiap pikiran seksual, fantasi atau keinginan.” Organisasi ini juga mengatakan bahwa tidak ada yang harus “dirugikan karena usia. ”
Seks hukum pelaku melindungi anak-anak telah ditantang di beberapa negara termasuk California, Georgia dan Iowa. Pelaku seks mengklaim hukum yang melarang mereka dari yang tinggal di dekat sekolah atau taman yang tidak adil karena menghukum mereka untuk hidup.

Ya Tuhan…  benar-benar bejad manusia akhir jaman… bukankah ini semua tanda-tandanya sudah mulai digenapi ? Masih mau menunggu tanda apa lagi ? Baru kita mau berjaga-jaga ?  sekarang pedofilia juga berbuat hal yang sama… benar-benar kita sudah di dalam keadaan akhir jaman yang maksimal kejahatannya…

Get Right with GOD !
image

Sodom dan Gomora tergenapi ! Pernikahan sejenis di Amerika di legalkan !

Peraturan Mahkamah Agung Amerika : Pernikahan sejenis harus di legalkan di seluruh 50 kota bagian Amerika

(U.S. Supreme Court Rules: Same-Sex ‘Marriage’ Must Be Legalized in All 50 States)

Chad Biggs, left, and his fiance, Chris Creech, say their wedding vows at the Wake County Courthouse in Raleigh, North Carolina, on Friday, October 10, after a federal judge ruled that same-sex marriage can begin there.

 

June 26, 2015

WASHINGTON — U.S. Supreme Court mengubah peraturan dasarnya mengenai pernikahan sejenis hari jumat ini tgl 26 Juni 2015, mendeklarasikan bahwa seluruh 50 kota bagian di Amerika harus dan diwajibkan me-legal-kan perkawinan sejenis dalam konstitusi Amerika.

“Pengadilan sekarang menyatakan bahwa pernikahan sejenis mempunyai hak untuk dilakukan. Kebebasan ini tidak akan dihalangi lagi bagi mereka,” Anthony Kennedy berkata.
Dimana pengadilan yang dulu mendefinisikan bahwa pernikahan adalah penyatuan antara dua insan yang berlainan jenis dirubah dengan pernikahan adalah kelangsungan hidup kedua insan dan perubahan pada kedua insan manusia, dan saat ini sudah berevolusi.

Same-sex marriage supporters rejoice after the U.S Supreme Court hands down a ruling regarding same-sex marriage today outside the Supreme Court in Washington, DC. The high court ruled that same-sex couples have the right to marry in all 50 states.

“Tidak ada penyatuan yang lebih baik daripada pernikahan dan itu terdapat pada kesamaan dalam hal cinta, dedikasi, pengorbanan dan keluarga,”konklusi dari pengadilan. “Dalam penyatuan suatu pernikahan, dua orang manusia berubah menjadi lebih baik saat mereka bersatu bahkan sampai mati,” menurut Kennedy,
Mereka sangat menghormati satu sama lain, sehingga harus disatukan…menurut mereka atas peraturan yang dibuat.

Oh Tuhan… inilah akhir jaman, salah satu contoh keadaan dunia yang sedang terjadi !!! Apakah anda masih merasa aman-aman saja ? Anda masih tidak mau berjaga-jaga di masa ini ? Masih menganggap enteng keadaan disekitar kita yang terasa nyaman, aman dan tidak terjadi apa-apa ? Wake up !!!

Sodom Gomora semakin digenapi ! Api Murka Allah akan segera turun seperti apa yang telah pernah terjadi atas Sodom dan Gomora

https://i0.wp.com/img05.deviantart.net/0d27/a/large/indyart/scifi/rain_of_fire_revised.jpg

 

Mendekatlah pada Tuhan lebih lagi…. carilah hikmat dari Tuhan lebih dalam lagi… bukan hikmat manusia tapi hikmat yang datangnya dari Allah… kejarlah kekudusan ! Waktunya sudah sangat singkat dan semakin digenapi !

Tuhan Yesus memberkati