FIRST LOVE never dies… (KASIH MULA-MULA)

First Love (Kasih Mula-Mula)

image

Masih adakah kasih mula-mula ? 

Semua orang Kristen yang lahir baru pasti pernah mengalami yang namanya kasih mula-mula. Tetapi seiring dengan perjalanan waktu kasih kita kepada Tuhan juga bisa luntur dan di hadapan Tuhan itu adalah satu kejatuhan yang besar. Tak peduli apapun yang sedang kita hadapi saat ini, satu hal yang perlu kita lakukan adalah : bangkitlah, raih kembali kasih mula-mula itu kembali. Sebab apa artinya kita mengikuti Tuhan tanpa kasih yang mula-mula ? Apa artinya kita melayani Tuhan tanpa disertai dengan kasih ? Tuhan ingin kita mengasihi DIA dengan segenap hati, segenap jiwa dan segenap kekuatan kita. Tuhan ingin kita memprioritaskan DIA dari segalanya ….                                             
                                                         
Wahyu 2 : 4 ” Namun demikian Aku mencela engkau, karena engkau telah meninggalkan kasihmu yang semula.”  

Saudara-saudari yang kekasih dalam Kristus…

Ayat ini ditujukan Tuhan kepada jemaat di Efesus yang pada waktu itu sudah kehilangan kasih yang semula atau kasih yang mula-mula. Saudara-saudari yang kekasih, kalau kita membaca Wahyu fasal 2 : 1-7 maka kita akan mengetahui ternyata jemaat di Efesus adalah jemaat yang berjerih lelah dalam  pelayanan Tuhan, dan jemaat begitu tekun melakukan pekerjaan Tuhan.

Jemaat di Efesus merupakan jemaat yang cinta Tuhan dan rela berkorban. Mereka mencintai kebenaran dan mereka memiliki roh membedakan sehingga mereka bisa menguji mana rasul yang asli atau bukan. Mereka begitu giat dan berjerih lelah dalam melayani Tuhan. Jemaat yang mereka gembalakan bisa jadi sangat berkembang sehingga mereka begitu giat dan sibuk mengerjakan visi Tuhan. 

Tetapi sekalipun demikian, Tuhan mencela mereka, kenapa ? Hanya karena satu hal, itulah kasih mula-mula. Ternyata jemaat di Efesus sudah kehilangan kasih yang mula-mula, dan Tuhan katakan itu satu kejatuhan bahkan dikatakan kejatuhan yang paling dalam ( Wahyu 2 : 5a “ Sebab itu ingatlah betapa dalamnya engkau telah jatuh ! “ )

Lalu apakah yang dimaksud dengan kasih yang mula-mula itu? Dalam versi King James, kasih yang mula-mula ditulis dengan kata ‘first love’. Kasih mula-mula adalah kasih yang kita miliki dan dan kita rasakan ketika kita baru mengalami pertobatan atau kelahiran baru. Semua orang Kristen yang mengalami pertobatan sejati pasti akan mengalami kasih yang mula-mula ini. 
 
Saat kita memiliki kasih mula-mula, kita begitu bersemangat dan berkobar-kobar bagi Tuhan. Setiap hari rasanya begitu penuh sukacita dan ingin memuji Tuhan selalu. Kemanapun kita pergi maka kita akan menyaksikan kebaikan dan kasih Tuhan kepada orang lain. Kita ingin orang lain juga bisa merasakan kebahagiaan yang kita alami saat itu.

Mungkin dulunya jemaat di Efesus pernah mengalami indahnya kasih yang mula-mula dan api kebangunan rohani yang luar biasa. Tetapi sekarang mereka sudah kehilangan kasih itu. Memang sekarang mereka tetap mengerjakan pelayanan Tuhan dengan tekun, tetapi mereka melakukan semuanya itu tanpa kasih. Tanpa sadar mereka melakukan pelayanan itu semata-mata karena program dan tuntutan manusia semata-mata ataupun karena sebuah kewajiban. Mereka tidak menempatkan hubungan dengan Tuhan sebagai prioritas utama dalam hidup mereka. Mungkin mereka masih setia mencari wajah Tuhan, memiliki jam-jam doa dan melakukan saat teduh dengan Tuhan, tetapi semua itu bukan lahir dari kasih mereka kepada Tuhan melainkan hanya sekedar menunaikan kewajiban saja. Banyak gereja masa kini yang  keadaannya sama dengan jemaat di Efesus ini. Hati-hati, bila tidak bertobat maka Tuhan akan mengambil kaki dian kita.

Adakah diantara kita yang sudah kehilangan kasih yang mula-mula?

Apakah saudara merasa tidak ada sukacita lagi dalam mengikuti Tuhan? Mungkin saudara adalah seorang pelayan bahkan seorang Hamba Tuhan. Di hari minggu saudara melayani sebagai song leader atau berkotbah sebagai seorang pendeta atau guru sekolah minggu tetapi kehidupan rohanimu kering, haus dan kosong. Orang kristen yang melayani tanpa kasih mula-mula akan mudah merasa kering dan mudah putus asa dalam pelayanan dan dalam hidupnya. Saudara sibuk dengan segala bentuk pelayanan tetapi apa artinya kalau tanpa kasih mula-mula ? Satu hal yang perlu kita ketahui : Pelayanan kita tidak dapat menggantikan kasih kita kepada Tuhan. Yang Tuhan inginkan adalah kasih kita kepadaNya, yang Tuhan rindukan adalah pelayanan yang didasarin oleh kasih kita kepadaNya.

Hal utama yang dituntut Tuhan dari kita adalah menempatkanNya sebagai prioritas utama. Kita harus mengasihiNya dengan segenap hati, dengan segenap jiwa dan dengan segenap kekuatan kita, sebab ini merupakan hukum yang terutama.

Saudara-saudari yang kekasih dalam Kristus, Tuhan tidak mau kita terpuruk dalam kejatuhan yang dalam. Tuhan mau mengangkat kita keluar dari lobang kejatuhan itu. Itu sebabnya bagi kita yang sudah kehilangan kasih yang mula-mula, ada 2 solusi yg Tuhan berikan :

Wahyu 2 : 5b “ Bertobatlah dan lakukanlah lagi apa yang semula engkau lakukan. “

1.Bertobat. Bertobat dan berbalik dari kejatuhan kita, dan segera kembali kepada Tuhan.

2. Lakukan kembali apa yang sudah pernah kita lakukan.

Apa yg sudah pernah saudara lakukan dulunya ? Mungkin dulu saudara suka mencari wajah Tuhan, bersekutu dengan Tuhan, berkomunikasi dengan Tuhan lewat doa-doa kita, memiliki jam-jam doa, bahkan kita suka berdoa sampai berjam-jam lamanya, menyembah Tuhan dan merasakan hadiratNya, membaca dan merenungkan Firman Tuhan. Dan semuanya itu kita lakukan karena didorong oleh kobaran api kasih yang ada dalam hati kita, dalam hati kita ada satu gairah yang luar biasa, rasanya ada nyala api dan kobaran api yang tidak bisa dipadamkan oleh apapun, kita ingin mengasihiNya di setiap saat dan setiap waktu, dan kita ingin menyenangkan hatiNya di dalam setiap hal, begitulah kasih mula-mula yg kita miliki saat pertama kita mengenal Tuhan, saat kita dibaptis dan dipenuhi oleh Roh KudusNya. Tapi kini semuanya sepertinya sudah tinggal nostalgia…semuanya sudah berlalu…semuanya sudah berakhir…

Apabila itu yang sedang saudara alami saat ini, Tuhan mencela itu adalah satu kejatuhan, bahkan disebutkan kejatuhan yang paling dalam ! Mari, bangkitlah, kita memohon supaya Roh Kudus sekali lagi membaharui kasih kita, dengan kekuatan sendiri kita tidak akan mampu, kita perlu memohon supaya Roh Kudus yang memberi kita kekuatan dan membaharui kasih kita kembali sehingga kita akan memiliki kasih itu kembali. Kita akan mengerjakan kembali apa yg sudah pernah kita kerjakan dahulu, dan itu didasari karena kita mengasihi Tuhan.

Sebab sebenarnya Tuhan selalu terkenang dan teringat kepada kasih mula-mula yang pernah kita berikan kepadaNya, Tuhan selalu mengingatnya dan Tuhan selalu menantikan kita untuk bisa kembali meraih kasih mula-mula yang mungkin sudah sempat hilang dari hidup kita. Saudara, kasih mula-mula itu sungguh luar biasa sampai-sampai Tuhan tidak dapat melupakannya, Tuhan selalu mengingatnya.

Yeremia 2 :2b “ Aku teringat kepada kasihmu pada masa mudamu, kepada cintamu pada waktu engkau menjadi pengantin, bagaimana engkau mengikuti Aku di padang gurun, di negeri yang tiada tetaburannya. “

Begitu luar biasa kasih mula-mula itu, sekalipun keadaan yang sedang dihadapi itu bagaikan padang gurun, negeri yg tiada tetaburannya, tidak ada yang bisa ditabur apalagi menuai ? Kalau tidak ada yang bisa ditabur berarti otomatis tidak ada juga yang bisa dituai. Tetapi sekalipun demikian kehidupan itu masih tetap bisa mengasihi Tuhan, kasihnya tak tergoyahkan oleh situasi yang ia hadapi. Kasih yang demikianlah yang akan selalu Tuhan ingat.

Tuhan katakan :  Aku teringat kepada kasihmu pada masa mudamu, itulah kasih mula-mula yang kita miliki yang akan selalu Tuhan ingat. Sebab kasih mula-mula itu bagaikan kasih seorang pengantin, kasih yang begitu luar biasa, yang begitu bergairah, penuh semangat dan tak dapat dihalangi oleh apapun termasuk oleh kesulitan hidup ini. Sekalipun padang gurun, itu bukan masalah bagi seorang pengantin untuk memberikan kasihnya kepada belahan jiwanya. Dan itulah yang Tuhan kehendaki dari kita untuk tetap memiliki kasih yang demikian.

Sekali lagi : “ Apakah saudara mengasihi Tuhan ? “  Tuhan sedang menantikan jawabanmu saudara….

Mari bangkitlah, dan raih kembali kasih kita yang sudah sempat hilang itu…

Advertisements