Tradisi Pernikahan Yahudi & Pengangkatan

Tradisi Pernikahan Yahudi & Pengangkatan

image

Yang mendukung kedatangan Tuhan untuk gerejaNya /tubuhNya/ mempelaiNya?
[Yoh 14:1-3; 1Tes 4:13-18; 1Kor 15:51-54]
Pengangkatan Sang Mempelai Perempuan

Ada beberapa pendapat yang berbeda tentang eskatologi Kitab Suci (peristiwa akhir zaman). Artikel ini berkaitan dengan “pengangkatan”, suatu kejadian supranatural ‘penjemputan’ umat Kristen dimasa depan  untuk bersama Tuhan sebelum murka-Nya dicurahkan keatas planet bumi.

Analogi ini menawarkan beberapa informasi yang mendukung pengangkatan sebelum masa tribulasi tiba. Seperti yang kita semua tahu, Allah sangat sering menggunakan simbolisme dalam Kitab Suci untuk menyampaikan arti spiritual. Kita juga tahu bahwa Allah memanggil gereja “The Bride” atau “Mempelai Kristus”
( Ef 5:22-33; 2 Kor 11:2-3 ).

Dalam konteks inilah kita akan melihat kebiasaan pernikahan Yahudi pada zamannya Yesus itu dan menganalisa persamaannya dengan mempelai / gereja.

Yohanes 14:1-3 (TB)  “Janganlah gelisah hatimu; percayalah kepada Allah, percayalah juga kepada-Ku.
Di rumah Bapa-Ku banyak tempat tinggal. Jika tidak demikian, tentu Aku mengatakannya kepadamu. Sebab Aku pergi ke situ untuk menyediakan tempat bagimu.

Dan apabila Aku telah pergi ke situ dan telah menyediakan tempat bagimu, Aku akan datang kembali dan membawa kamu ke tempat-Ku, supaya di tempat di mana Aku berada, kamu pun berada.

ANALOGI DARI  TRADISI PERNIKAHAN  YAHUDI

Mempelai laki-laki Yahudi mengambil inisiatif dalam perkawinan dengan meninggalkan rumah ayahnya dan bepergian ke rumah calon mempelai.

Demikian juga Yesus meninggalkan rumah Bapa-Nya di surga dan melakukan perjalanan ke bumi; rumah calon Gereja-Nya (mempelai wanita) [Yoh 6:32-33; 6:51]. Yesus datang ke bumi untuk mendapatkan gereja (mempelai wanita) melalui pembentukan perjanjian.
Pada malam yang sama Yesus membuat janji-Nya dalam Yohanes 14, Dia melembagakan komuni. Dalam persekutuan ini, ia melewatkan cangkir anggur kepada murid-murid mengatakan: “Cawan ini adalah perjanjian baru oleh darah-Ku.” (1 Korintus 11:25)

Di rumah calon mempelai, mempelai laki-laki Yahudi akan bernegosiasi dengan ayahnya untuk menentukan harga (mohar) ia harus membayar untuk membeli istrinya.

Yesus membayar harga untuk membeli gereja (mempelai wanita). Harga yang dibayarkan adalah DARAHNYA, hidup-Nya. (Kis 20:28; 1 Kor 6:19-20)

Setelah mempelai laki-laki membayar harga pembelian, perjanjian pernikahan didirikan. Sang pria muda dan gadis itu dianggap sebagai suami dan istri. Sejak saat itu, Mempelai wanita dinyatakan KUDUS atau dikuduskan; terpisah khusus untuk mempelai pria.

Jadi gereja dikatakan dikuduskan dan ditetapkan atau dipisahkan secara eksklusif bagi Kristus.
(Efesus 5:25-27; 1 Kor 1: 2; 6:11, Ibrani 10:10; 13:12)

Sebagai simbol dari hubungan perjanjian, mempelai pria dan mempelai wanita akan minum dari cangkir anggur di mana berkat pertunangan telah diucapkan.

Cangkir persekutuan berfungsi sebagai lambang perjanjian melalui mana Kristus telah memperoleh gereja (mempelai wanita). (1 Kor 11: 25)

Jadi LANGKAH BESAR PERTAMA dalam pernikahan Yahudi adalah hari pertunangannya. Ini mendirikan perjanjian pernikahan.

Yesus membentuk sebuah perjanjian yang kekal melalui darah-Nya. Roh Kudus-Nya seolah-olah simbol “CINCIN KAWIN” pada zaman modern – yaitu ‘penyegelan’ atau pemeteraian mempelai wanita dengan jaminan bahwa DIA akan kembali untuknya. (Ibrani 13:20, Luk 22:20, Ef 1:13)

Setelah perjanjian pernikahan didirikan, mempelai pria akan meninggalkan rumah mempelai perempuan dan kembali ke rumah ayahnya. Di sana ia akan tetap terpisah dari istrinya untuk jangka waktu sekitar 12 bulan.

Sama seperti mempelai pria Yahudi meninggalkan rumah istrinya dan kembali ke rumah ayahnya, demikian juga Yesus meninggalkan bumi, rumah dari gereja (mempelai wanita) dan kembali ke rumah Bapa-Nya di surga setelah Dia mendirikan perjanjian baru dan bangkit dari kematian.
Gereja saat ini tinggal di periode ‘pemisahan’ menunggu kedatangan Kristus. (2 Kor 11:2)

Selama periode pemisahan, mempelai wanita Yahudi menggunakan waktu ini untuk mengenakan baju pengantinnya dan mempersiapkan diri dan mempercantik diri untuk kehidupan pernikahannya. (Kol 3:1-3). Mempelai pria juga menyibukkan diri dengan persiapan akomodasi tinggal di rumah ayahnya di mana ia akan membawa istrinya.

Sejalan dengan kebiasaan mempelai pria Yahudi mempersiapkan akomodasi hidup bagi istrinya di rumah ayahnya, demikian juga Kristus mempersiapkan akomodasi hidup bagi gereja di dalam rumah Bapa-Nya di surga. (Yoh 14:2)

Pada akhir periode pemisahan, mempelai pria akan datang mengambil mempelai wanita untuk tinggal bersamanya. Pengambilan pengantin wanita biasanya berlangsung pada malam hari.

Jadi Kristus akan datang kembali mengambil gereja (mempelai wanita) untuk hidup bersama-Nya di akhir periode pemisahan. (Yoh 14:3)

Mempelai pria, pria terbaik (best man) dan pendamping laki-laki lain akan meninggalkan rumah ayah mempelai laki-laki Yahudi dan melakukan prosesi cahaya obor ke rumah mempelai wanita.

Sama seperti menjemput mempelai wanita Yahudi dilakukan dengan prosesi mempelai pria dan pendamping pria dari rumah ayah ke rumah mempelai wanita, demikian pula proses pengangkatan gereja (Mempelai) akan dilakukan dengan prosesi penjemputan oleh Kristus dengan pengawalan malaikat dari surga. (1 Tes 4:16)

Meskipun mempelai wanita Yahudi mengharapkan mempelai pria datang untuknya, dia tidak tahu waktu yang tepat dari kedatangan-Nya.

Jadi gereja (mempelai wanita) tidak mengetahui waktu yang tepat kedatangan Kristus untuknya. (Mat 25:1-13, Wahyu 3:2-3;3:11)
Kedatangan mempelai pria akan didahului dengan teriakan. Teriakan ini akan memperingatkan mempelai harus siap untuk kedatangan mempelai pria dengan memasang cadarnya.

Demikian juga kedatangan Kristus akan didahului oleh teriakan. (1 Tes 4:16)

Setelah pengantin pria Yahudi menerima mempelai wanita bersama-sama dengan pembantu perempuannya, rombongan pesta menjadi makin besar dan berangkat bersama-sama kembali dari rumah mempelai wanita ke rumah ayah mempelai pria itu.

Demikian pula, gereja (mempelai wanita) akan kembali dengan Kristus ke rumah Bapa-Nya di surga setelah ia diangkat dari bumi untuk bertemu dengan-Nya. (1 Tes 4:17, Yoh 14:2-3)

Setibanya di sana, rombongan para mempelai menemukan bahwa para tamu telah berkumpul untuk pesta pernikahan.

Demikian juga, Kristus dan gereja (mempelai wanita) akan menemukan jiwa orang-orang kudus di Perjanjian Lama yang sudah berkumpul di surga ketika mereka tiba. Jiwa-jiwa ini berfungsi sebagai tamu pernikahan.

Tak lama setelah kedatangan, mempelai wanita (masih bercadar) dan mempelai pria akan dikawal oleh anggota panitia dari pesta pernikahan ke kamar mempelai (huppah) -Chamber room.

Sementara pengiring pria dan pengiring wanita menunggu di luar, pasangan mempelai  memasuki kamar mempelai berdua saja. Didalam kamar mempelai, mereka akan masuk ke dalam kesatuan fisik untuk pertama kalinya menuntaskan perjanjian pernikahan (pertunangan) yang dijanjikan sebelumnya.
Demikian juga Kristus dan gereja (mempelai wanita) akan mengalami kesatuan spiritual setelah kedatangan mereka di surga.

Setelah pernikahan dilaksanakan, mempelai pria akan mengumumkan penuntasan kawin kepada anggota panitia dari pesta pernikahan yang sedang menunggu di luar kamar. Pada gilirannya mereka menyampaikan berita ini kepada para tamu pernikahan. Setelah mendengar kabar baik ini, para tamu mulai pesta dan berpesta selama 7 hari berikutnya.

Selama 7 hari dari perayaan pernikahan (disebut “7 hari huppah”), mempelai wanita tetap tersembunyi di kamar pengantin. Paralel dengan tradisi mempelai wanita Yahudi yang tersembunyi  di kamar mempelai selama 7 hari setelah tiba di rumah ayah mempelai pria, demikian juga gereja (mempelai) akan tetap tersembunyi selama 7 tahun setelah tiba di surga.
Sementara itu masa kesusahan besar 7 tahun berlangsung di bumi, gereja akan disembunyikan dari pandangan mereka yang hidup di bumi. [Dan 9:25-27]

Pada akhir dari 7 hari, mempelai pria akan membawa mempelainya keluar dari kamar mempelai, dan sekarang dengan kerudungnya dilepas, sehingga semua bisa melihat siapa istrinya itu.

Jadi Kristus akan membawa Gereja (Bride) dari surga dalam kedatanganNya yang kedua kali pada akhir masa kesusahan 7-tahun, di tampilkan penuh kepada semua yang hidup, sehingga semua bisa melihat siapa Gereja yang sebenarnya (Bride). (Kol 3:4, Hak 1:14; Mat 24:30)

Demikianlah hubungan antara tradisi pernikahan Yahudi dan pengangkatan (rapture).

Berjaga-jagalah karena waktunya sudah sangat dekat akan pengangkatan kita… Kita tidak tahu tanggal dan waktunya, tapi ‘season’ nya kita tahu… inilah ‘season’ nya !

image

Maranatha.

Advertisements