Trump adalah Sang Mesias ?atau kah sebagai pembuka jalan untuk Sang Mesias?

Image result for trump and jerusalem

seorang Rabi terkemuka di Yerusalem telah menemukan hubungan yang unik antara Presiden Trump dan Raja Daud dimana hubungan tersebut akan dapat menjadi pewujudan nubuatan alkitab. Dia mengatakan tanda-tanda itu pertama kali menjadi jelas pada saat kampanye pemilihan Presiden Trump dan itu sebenarnya adalah sebuah kemenangan pemilu yang sangat mustahil.

“Saman dahulu Raja Daud juga harus mengatasi pertentangan besar untuk membangun kedudukannya sebagai raja atas Israel,” kata Rabi Yosef Berger kepada Breaking Israel News (BIN). “Trump seperti terkoneksi dengan hal itu. dan ini selesai ketika presiden Trump mengakui Yerusalem sebagai ibukota atas Israel yang sejatinya adalah miliki Orang-orang Yahudi, sama seperti Raja Daud. ”

Rabi Berger adalah rabi yang mengawasi Makam Raja Daud di Gunung Zion, dan putra seorang pemimpin Hasidik yang disegani.

Pada bulan September 2016 – selama panasnya kampanye presiden – Partai Republik menyelenggarakan sebuah acara di Kota Tua Yerusalem atas nama Trump.

Mereka menggelar pertemuan dan acara kampanye ditempat yang terletak tepat di atas tempat “makam Raja Daud yang sebenarnya” – tempat tersebut adalah sebuah tempat yang di anggap suci dan lokasinya adalah di gua di mana beberapa raja dan nabi Israel lainnya telah dimakamkan.

Selama acara tersebut, pidato yang direkam oleh Trump dan pasangannya, Mike Pence di putar di layar lebar. Pada saat dalam kampanye itu, tidak ada yang mengira bahwa Donald Trump akan memiliki peluang untuk memenangkan kursi kepresidenan.

Tetapi Rabbi Berger percaya acara ini akan membantunya memenangkan pemilihan, dan juga membuat Donald Trump berada di jalur yang lebih menguntungkan.

“Donald Trump di Gematria (numerologi Ibrani) sama dengan 424, yang sama dengan Moshiach ben David (Mesias dari keluarga Daud),” jelas Rabbi Berger.

“Ini tentu saja tidak berarti dia akan langsung menjadi Mesias, tetapi itu menunjuk bahwa dia akan berperan dalam mempersiapkan jalan bagi kedatangan Mesias. Dia, Trump sangat jelas memiliki kecenderungan ini. Kenapa? Hanya Donald Trump yang mengadakan acara kampanye yang menghadap ke Tembok Ratapan atau Bait Suci di Yerusalem? selama ini Tidak ada kandidat presiden lain di Amerika yang melakukan ini. ”

Related image

Rabi Berger juga tertarik dengan fakta bahwa cap presiden Amerika Serikat berisi Elang Botak. Ia mengatakan bahwa rajawali memainkan nubuatan akhir zaman.

“Elang melambangkan Rumah Daud. Elang tidak diizinkan di dekat perjanjian dengan Abraham pada saat itu, tetapi pada akhirnya, Mesias dari Rumah Daud akan berdiri di depan semua bangsa lain dan membawa mereka ke kota Daud untuk menyelesaikan perjanjian dengan Abraham ”

“Trump, di bawah tanda ayit (elang), membuka jalan bagi bangsa-bangsa lain, yang sekarang datang ke Yerusalem dan membuka kedutaan mereka sebagai persiapan untuk Mesias,” kata Rabbi Berger.

Sementara orang-orang Yahudi menunggu kemunculan pertama Mesias, orang-orang Kristen dengan bersemangat menunggu Kedatangan Kedua Mesias Yesus.

Related image

Rabi Berger juga berpikir bahwa Presiden Trump – pembangun utama – akan memainkan peran dalam pembangunan Kuil Ketiga Israel.

Beberapa sumber kerabian mengatakan bahwa Bait Suci Ketiga akan dibangun oleh “keturunan Edom,” sebuah ungkapan yang dalam literatur kerabian kemudian merujuk pada dunia Kristen, Berger menjelaskan kepada BIN.

Kata Ibrani Edom berarti “merah”, dan berasal dari nama pendirinya, Esau, putra tertua dari patriark Ibrani Ishak, karena ia dilahirkan “merah seluruh”. Sebagai seorang dewasa muda, ia menjual hak kesulungannya kepada saudaranya, Yakub.

Presiden Trump diejek dalam kampanye karena warna rambutnya – yang memiliki warna oranye-kemerahan.

Related image

Rabbi Berger menjelaskan: “Tidak ada pemimpin Amerika yang dalam sejarah mereka yang mengakui Yerusalem sebagai ibu kota orang-orang Yahudi dan Israel … hanya Presiden Donald Trump adalah wakil Edom yang akan melakukan perbaikan bersejarah TERAKHIR bagi seluruh bangsanya dengan membangun BAIT SUCI KE 3.”

So, Apakah Trump adalah Mesias, ataukah hanya pembuka jalan bagi sang Mesias yang di nantikan oleh Bangsa Israel?
Kita tunggu gebrakan-gebrakan beliau berikutnya….
berhasilkah Trump membuka jalan perdamaian Israel dengan Palestina yang sesungguhnya itu sebuah kemustahilan
Apakah Trump juga yang akan membangun BAit Suci ke 3????
terus tunggu kabar berikutnya yah teman2….di berjagajaga.wordpress.com
Tambahan cerita ….
Gematria bahasa Ibrani dari “Donald Trump” = 424 = sama dengan gematria dari “Meshiach ben David”, suatu korelasi positif dari Presiden dengan waktu Kedatangan Kedua Mesias.

Gematria bahasa Ibrani dari “Hillary Clinton” = 510 = sama dengan gematria dari “haram”, “penindasan”, “kemiskinan”, “rasa malu” dan “Amalek”, musuh bebuyutan Allah yang berperang melawan Musa dan Yosua dalam perjalanan ke Tanah Perjanjian. Tuhan berkata Dia akan berperang melawan orang Amalek sampai akhir.

Siapa pun yang masih pro-Hillary atau anti-Trump berada di sisi sejarah yang salah, dan moralitas! “Waspadalah … jangan dulu,” seperti yang diperingatkan Gamaliel, “jangan sampai kamu ditemukan berperang melawan Tuhan.” (Kisah 5:39)

Tuhan Yesus memberkati!
Advertisements