Cucu Tentara Nazi Mengembalikan Menorah Emas yang di rampas oleh Titus pada tahun 70 Masehi

“Dia berkata kepadaku,“ Apa yang kamu lihat? ”Dan aku menjawab,“ Aku melihat menorah semuanya dari emas, dengan mangkuk di atasnya. Lampu-lampu di atasnya berjumlah tujuh, dan lampu-lampu di atasnya memiliki tujuh pipa; “Zakharia 4: 2 (The Israel Bible ™)

Sekelompok kecil orang Kristen yang iman yang luar biasa, mereka memiliki aspirasi yang luar biasa: untuk memperbaiki menorah emas yang di rampas dari Bait Allah oleh Kaisar Titus pada tahun 70 Masehi. Selain itu, mereka juga berusaha untuk mengembalikan citra buruk Negara Jerman dimana Jerman pernah melakukan kejahatan yang mengerikan atas orang Yahudi yang di kenal Holocaust.

cita2 tersebut akan diwujudkan dalam pengembalian menorah emas seberat 265 pound atau seberat 120kg pada saat hari kemerdekaan bangsa israel ke-71

Alexander Dietz adalah seorang Kristen Jerman yang telah menjadi relawan di Israel selama lebih dari tiga tahun. Dietz dibesarkan secara sekuler tanpa mengertii tentang agama. Dia sangat bermasalah waktu masih muda dan memiliki gaya hidup yang tidak sehat secara fisik maupun spiritual. Situasi tersebut membawanya kepada “krisis spiritual.” Krisis tersebut membuatnya belajar Zen Buddhisme dan tetapi tidak membuatnya makin baik dan akhirnya dia pindah ke Dresden. kemudian dia datang di bawah perawatan seorang fisioterapis, seorang wanita berusia 55 tahun yang dia sebut sebagai “ibu.”

“Dia membuat sup untuk saya dan mendengarkan cerita saya,” kata Dietz kepada Breaking Israel News. “Suatu kali, dia berkata, ‘Tuhan Yesus bisa menyembuhkanmu.’ tetapi ‘saya tidak percaya padanya tapi dia tetap sangat baik hingga suatu ketika dia mengundang saya ke sebuah gereja, dan sayapun coba ikut pergi bersamanya. pertama kali ke gereja saya merasa sangat aneh tetapi yang lebih aneh lagi saya pergi lagi dan bahkan lagi. Saya selalu membantu di rumahnya dan “ibu rohani” saya terus bikinkan saya sup yang benar-benar enak. Suatu malam, saya mengalami krisis dan dia “ibu Rohani” saya bukan hanya Ibu Rohani tapi juga seorang teman yang baik, beliau berdoa untuk saya. Sampai-sampai Saya tidak bisa menjelaskannya pada saat itu saya merasa langit terbuka. pada saat itu Tuhan Yesus menyentuh hati saya dan menyembuhkan hati saya, Tuhan Yesus benar-benar Tabib yang ajaib. ”

Tuhan Yesus benar-benar membuat hidupku dipulihkan dan saya mengerti bahwa ini perjalanan hidupku baru saja dimulai. Saya meninggalkan semuanya pada usia 28 tahun. Yang saya miliki hanyalah kamar dan Alkitab, tetapi itu yang membuat saya paling bahagia yang pernah saya miliki.

Dietz is a devout Christian and has a strong belief in Jesus but, through his Bible study, he realized that this necessarily connected him to the Jews.

“tiba-tiba saya tersadar bahwa ternyata saya sedang membaca kitab Tauratnya Orang Yahudi. Saya mencoba membaca tentang karakter keluarga orang Yahudi, tentang Israel, dan tentang Yerusalem. dan pada saat itu saya menyadari Mesias adalah Mesias untuk semua orang di dunia. dan saya melihat ternyata Orang-orang Yahudi sedang menunggu Mesias. Tentu saja, ada banyak pembicaraan tentang apakah  “DIA” sudah datang atau belom tetapi kita semua masih juga menunggu kedatangan Moshiach yang berbeda. Disinilah saya mencoba menggabungkan pertanyaan-pertanyaan tersebut dengan berpikir bahwa kita harus menyatukan pandangan orang kristen dan orang yahudi megenai Mesias apakah DIA akan datang pertama kalinya atau kedua kalinya. Kita harus bergabung untuk mempersiapkan kedatangan Mesias. Walaupun Kita masing-masing memiliki bagian berbeda dalam rencana penebusan Allah untuk seluruh dunia, tetapi kita harus mengingatnya tetapi Allah adalah Satu. “

hal tersebut menuntun Dietz ke sebuah perjalanan hidup yang baru dan membawa belahan hatinya menikmati bulan madu mereka ke tanah perjanjian. sekembalinya ke Gereja menuntunnya untuk menemukan sebuah teologi baru sebagai pengganti teologi yang kekristenan yang rusak selama ini.


Dietz berdoa dan Tuhan menjawab doanya. Dia mencatat bahwa begitu banyak perubahan yang dia saksikan dalam beberapa tahun terakhir, meningkatnya hubungan antara orang kristen dan Yahudi.

Hasil gambar untuk new reformation

“kita membutuhkan sebuah reformasi baru, yang didasarkan pada Alkitab,” kata Dietz. “Martin Luther memiliki pandangan bahwa Roh Kudus akan membawa kita mengalami perjumpaan yang nyata dengan Tuhan Yesus.  Tetapi pada akhir hidupnya seorang Martin Luther menjadi antisemit karena dia melihat orang-orang Yahudi menolak untuk menerima Yesus. hal ini juga menyebabkan seorang Hitler yang memiliki dasar atau faham antisemitismenya dari Martin Luther dan itu juga menjadi salah satu penyebab holocaust ”

Saat menjadi sukarelawan, Dietz menemukan bahwa ada sekitar 150.000 korban Holocaust yang tinggal di Israel. Dietz juga menemukan bahwa ia memiliki hubungan pribadi dengan orang2 pada masa Holocaust.

“Kakekku sudah sangat tua,” kata Dietz. “Kami tahu bahwa seperti semua orang Jerman seusianya, ia berperang. Tetapi dia tidak pernah membicarakannya. Ketika dia sakit dan jelas bahwa dia akan meninggalkan dunia, dia tiba-tiba mengeluarkan sekotak penuh medali termasuk beberapa medali Nazi. Itu adalah hal utama dalam hidupnya tetapi dia menolak untuk membicarakannya. Tetapi bagi kami, Holocaust tiba-tiba menjadi sangat pribadi. ”

“Kekristenan dulu adalah musuh terburuk bagi orang Israel sekarang kita memiliki peluang terbesar untuk menjadi teman terdekat Israel,” kata Dietz.

Gambar terkait
“Dalam keKristenan, kami menyebutnya ‘Grace’ atau ‘anugerah’ tetapi dalam bahasa Ibrani, kita sebut Chesed

חֶסֶד

Chesed memiliki arti Mercy atau pengampunan atau steadfast love atau kasih setia, dengan alasan itulah mengapa saya sekarang ini ada. “Jika Anda adalah KASIH maka kita harus memberi KASIH,” kata Dietz. “Dan satu-satunya cara untuk melakukan itu terhadap Tuhan YESUS adalah dengan meneruskannya kepada sesamamu.”

Hasil gambar untuk chessed

Dietz dan istrinya juga terhubung dengan kelompok-kelompok Kristen Jerman yang datang ke Israel.

“Saya memberi tahu mereka, ‘Diam dan bersinar’,” kata Dietz. “Ini bukan tentang teologi. Kita perlu melayani dan membiarkan terang Tuhan memberikan pesan. ”

Dietz mencatat bahwa jumlah orang yang selamat dari Holocaust menurun setiap tahun saat generasi mereka memudar. Dia melihat perkembangan politik sekarang sangat  mengganggu di Eropa dan Amerika, di mana kebencian, ekstremisme, dan penolakan terhadap Tuhan Yesus terlihat semakin kuat.

kita harus memiliki ” Mata Tuhan” agar tidak muda tertipu oleh rencana jahat para penguasa kegelapan dan para penguasa kerajaan seperti Haman atau Hitler.

Gambar terkait

Dietz, tentu saja, merujuk Israel sebagaimana dimaksud dalam seluruh Alkitab, terutama dalam Kitab Zakharia.

2:8 Sebab beginilah firman TUHAN semesta alam, yang dalam kemuliaan-Nya telah mengutus aku, mengenai bangsa-bangsa yang telah menjarah kamu–sebab siapa yang menjamah kamu, berarti menjamah biji mata-Nya

Dia menjelaskan interpretasinya tentang frasa, mencatat bahwa sejarah membutuhkan perspektif yang lebih besar daripada berbicara tentang manusia yang mencakup banyak generasi.

“Satu-satunya cara bagi bangsa-bangsa untuk tidak tertipu oleh banyaknya pemerintahan yang buruk, adalah dengan melihat peristiwa masa kini dari sudut pandang Tuhan Yesus, bagaimana bisa memiliki mata yang bisa melihat dari sudur pandang Tuhan adalah dengan cara terhubung dengan Tuhan Yesus melalui orang-orang yang terhubung dengan Hashem, melalui nilai-nilai dan kebenaran-Nya.”

Dietz mencatat bahwa banyak negara yang memperlakukan Israel dan Yahudi dengan buruk, termasuk Jerman, dan mereka menderita sebagai balasannya.

“Bahkan hari ini, Jerman masih bingung siapa musuh dan siapa kawan,” kata Dietz. “Jerman membalikkan punggung mereka pada Israel lagi.”

“Israel, seperti negara-negara lain, ada yang baik dan ada juga yang buruk,” Dietz menjelaskan. “Tapi kita disini bukan untuk menilai Israel akan baik dan buruknya mereka. Kami juga tidak memuliakan Israel untuk kepentingan kita  sendiri. Alkitab  mengidentifikasi Allah kita juga sebagai Allah Israel. Ini adalah IDENTITAS Hashem. Orang Kristen dan Yahudi, kita semua saling membutuhkan. ”

Alexander Dietz (left) warmly embraces a Holocaust survivor. (Courtesy)

Dietz sekarang terlibat dalam misi yang paling luar biasa. Ketika berada di Israel, ia bertemu Bart Repko, seorang Kristen Belanda yang telah menubuatkannya, dimana dia akan menjadi orang yang membawa perdamaian bagi Yerusalem dan itu membawa saya ke Kotel (Tembok Barat) setiap hari dan berdoa disana. Repko sebagai seorang pelajar sejarah tentu menyadari begitu banyak ketidakadilan yang dilakukan terhadap orang-orang Yahudi atas nama agama.
Hasil gambar untuk bart repko
“Dia ingin memperbaiki ketidakadilan dengan berdoa tetapi juga melalui tindakan,” kata Dietz. “Dia memiliki visi dimana kita perlu mengembalikan Menorah Emas, cahaya Tuhan, yang di rampas oleh Raja Titus.”

Repko telah meninggal dunia tetapi kelompok kecil Reforma-Tzion telah membuat visinya menjadi kenyataan. Proyek Menorah membutuhkan € 120.000 dalam bentuk sumbangan pribadi dan membutuhkan 18 bulan untuk membuat dan pada akhirnya mereka berhasil: duplikat menorah berlapis emas seberat 265 pound yang digambarkan di zaman Arch of Titus di Roma sekarang dalam perjalanan menuju ke Israel. Persis seperti Menorah zaman Raja Titus, replika itu dibuat dengan beberapa cabang yang patah.

“Kami ingin menorah berdiri sebagai pengingat bagi orang Kristen bahwa kami telah melanggar sesuatu,” kata Dietz. “Ini bisa menjadi pertanda pertobatan kita. Orang-orang Yahudi telah kembali tetapi orang-orang Kristen perlu memperbaiki apa yang kami langgar, untuk mengembalikan apa yang kami curi. ”
Hasil gambar untuk arch titus

“Kami melihat bahwa perampasan Menorah pada tahun 70 M bukan hanya hanya merampas emas,” kata Dietz. “Setelah merampas Menorah, Roma menyatakan diri mereka sebagai kota Allah, Israel sejati. Tuhan Yesus tidak pernah meninggalkan Israel tetapi kita juga harus mengembalikan apa yang dicuri. Semuanya harus kembali ke sumbernya, di mana itu dimulai. ”
Hasil gambar untuk 71th independence day of israel

Rute pengembalian Menorah dilakukan sama persis dengan saat perampasan pada waktu itu. Rabu lalu, Kami membawa Menorah dari Jerman demgan berdiri di depan Arch of Titus. Dan saat ini kami sedang dalam perjalanan dari Yunani ke Haifa dimana pada saat itu Menorah akan di sambut dengan ibadah sukacita. Pada hari Selasa, kami akan tiba di Yerusalem tepat pada hari Kemerdekaan Israel yang dimulai pada hari Rabu malam.

Advertisements