HATI-HATI DENGAN PENYESATAN DENGAN KEDOK HYPER GRACE!!!

Hati-Hati Bahaya Hyper-Grace!
Mari sekali lagi saya ajak Saudara untuk membuka Yudas 1 : 3 – 4, 3Saudara-saudaraku yang kekasih, sementara aku bersungguh-sungguh berusaha menulis kepada kamu tentang keselamatan kita bersama, aku merasa terdorong untuk menulis ini kepada kamu dan menasihati kamu, supaya kamu tetap berjuang untuk mempertahankan iman yang telah disampaikan kepada orang-orang kudus. 4Sebab ternyata ada orang tertentu yang telah masuk menyelusup di tengah-tengah kamu, yaitu orang-orang yang telah lama ditentukan untuk dihukum. Mereka adalah orang-orang yang fasik, yang menyalahgunakan kasih karunia Allah kita untuk melampiaskan hawa nafsu mereka, dan yang menyangkal satu-satunya Penguasa dan Tuhan kita, Yesus Kristus.
 
Saudara, ini peringatan buat kita semua. Hari-hari ini kita melihat orang menyalahgunakan kasih karunia Allah dengan intepretasinya sendiri, untuk keuntungannya sendiri dan membuat orang-orang kebingungan. Tetapi Firman Tuhan berkata, “Supaya kamu tetap berjuang untuk mempertahankan iman yang telah disampaikan kepada orang-orang kudus!”. Amin!
 
Berjuang disini dalam bahasa Yunaninya adalah ‘epagonisomai’ yang menggambarkan pertempuran yang harus diikuti oleh orang percaya yang setia dalam rangka mempertahankan iman. Amin!
Secara harafiah berjuang ini artinya bergumul, menderita, dibawah tekanan besar, berjuang dalam pertempuran, kita harus mengerahkan segala tenaga kita untuk mempertahankan Firman Allah dan iman kita sekalipun itu menuntut pengorbanan besar. Kita harus menyangkal diri dan apabila perlu bersiap mati syahid demi Injil!
 
Sekali lagi saya mau ulangi bahwa hari-hari ini ada satu pengajaran yang sedang ramai yang disebut dengan Hyper-grace atau kasih karunia overdosis. Pelajaran tentang kasih karunia itu sendiri indah dan saya sangat senang dan mengasihinya. Sebab kasih karunia Allah ini akan memberikan kemurahan, pengampunan, keinginan dan kemampuan kita untuk melakukan Firman Tuhan. Dan selama hidup kita sebagai orang Kristen, kita akan berurusan terus dengan kasih karunia Tuhan. Tetapi apa artinya karunia yang overdosis?
 
Saya lihat dari buku Michael Brown yang berkata bahwa kasih karunia yang overdosis artinya anugerah yang dilebih-lebihkan, anugerah yang melebihi daripada apa yang Firman Tuhan katakan (jadi menambah Firman-Nya),  anugerah dimana harus membuang dan atau menambal-sulam Firman Allah yang merupakan campuran dan tidak murni lagi dan merupakan anugerah yang dipolusi dan didistorsi.
 
Saudara, kasih karunia itu sendiri indah tetapi yang namanya overdosis, kalau tadinya menjadi obat akhirnya menjadi racun. Pada waktu Michael Brown ini diwawancara oleh Sid Roth dimana Sid Roth adalah pendiri dari acara program TV mingguan yang terkenal yang disebut It’s Supernatural di Amerika. Pada waktu diwawancara Sid Roth ini memberikan kata pengantar begini, “Pesan kasih karunia itu indah, tetapi kasih karunia overdosis merupakan penipuan akhir zaman yang menyebabkan jutaan orang percaya akan gugur imannya daripada Tuhan”. Saya berdoa dan ini bagian saya, yaitu harus selalu mengingatkan Saudara akan bahaya dari ajaran ini.
 
Saudara dengarkan baik-baik, pengajaran kasih karunia overdosis ini berkembang luar biasa seperti jamur di awal musim semi sejak sepuluh tahun terakhir ini di pelbagai negara barat dan sekarang juga masuk di Indonesia. Ini yang Saudara harus garis-bawahi, yaitu berkembang secara luar biasa! Pertanyaannya, mengapa hal ini bisa terjadi? Seharusnya ini tidak terjadi kalau kita membaca Alkitab!
 
Mengapa pengajaran hyper-grace bisa berkembang? Jawabannya adalah :
1.    Karena kebanyakan orang Kristen tidak atau kurang membaca Alkitab! Bolehkah saya bertanya kepada Saudara, berapa banyak yang membaca Alkitab setiap hari? Bagi yang belum, mari kita baca Alkitab setiap hari!
 
2.    Karena kebanyakan orang Kristen sikapnya berpusat pada dirinya sendiri atau kepada “aku”. Dikatakan bahwa di Amerika kebanyakan Injil yang dikhotbahkan selalu berpusat kepada, “Yesus mati buat saya supaya saya menjadi lebih besar, lebih baik, lebih kaya, lebih sukses….”. Jadi intinya, “Yesus mati buat saya supaya aku diberkati!”. Tidak banyak orang Kristen yang berkata, “Apa yang harus saya lakukan untuk menyenangkan hati-Mu?”.
 
3.    George Barna yang adalah President dari Barna Research Group Ltd, yaitu badan yang biasanya melakukan penelitian. Melalui penelitian yang komprehensif di tahun 1997 beliau tuliskan begini, “Kami membandingkan keyakinan, sikap, nilai-nilai dan tingkah laku orang percaya dan yang tidak percaya di Amerika Serikat, kesimpulannya, sangat sulit bagi orang non Kristen untuk memahami kekristenan karena hanya ada sedikit orang Kristen lahir baru yang meneladani iman yang Alkitabiah. Pengetahuan Alkitab orang-orang Kristen lahir baru adalah kombinasi dari unsur-unsur Alkitab dan hikmat duniawi yang dicampur menjadi bubur teologia yang menjijikkan!”. Itulah keadaan orang Kristen yang lahir baru disana. Saya berdoa itu tidak terjadi di Indonesia. Meskipun saya tahu cukup banyak yang seperti ini. Namanya lahir baru atau pernah lahir baru tetapi keadaannya seperti ini.
 
4.    Orang Kristen yang diberkati luar biasa dalam materi :
          Tidak suka membalas atau berinvestasi dalam prioritas-prioritas Tuhan.
          Mau melayani orang lain jika harus, hanya sedikit yang melayani orang lain karena kasih.
          Pandai berhubungan antar sesama orang Kristen tetapi bukan membicarakan hal-hal yang membuat kita dewasa dalam Tuhan, tetapi lebih sering untuk merasa bahagia, nyaman dan aman. Saya percaya kalau Saudara ada di Cool maka tidak akan terjadi seperti ini. Karena lebih banyak kita akan berdiskusi dan saling menguatkan supaya kita lebih dewasa. Jadi bukan hanya perkumpulan sosial yang seperti tadi hanya untuk merasa enak, aman dan nyaman.
          Gaya hidup mereka tidak menunjukkan realitas praktis iman Kristen. (Jadi Saudara bisa lihat mengapa sekarang Hyper-grace gampang menyebar). Jadi selama ini ketika mereka dituntut untuk mengerjakan keselamatan kita dengan takut dan gentar dengan melakukan hukum moral Allah, mereka sangat tertekan dan ada yang acuh tak acuh.
Karena orang Kristen modelnya seperti itu, ketika Tuhan menuntut untuk melakukan hukum moral Allah, mereka jadi frustrasi dan acuh tak acuh. Mereka banyak yang bergelimang di dalam dosa sehingga begitu ajaran dari Hyper-grace ini masuk, mereka menyambutnya dengan sukacita. Mereka berkata, “Ini pengajaran yang benar ternyata yang lama itu tidak benar!”.
 
Sekarang apakah yang diajarkan oleh Hyper-Grace?
1.    Anti kekudusan
2.    Melawan atau menentang kelaparan dan kehausan kita akan Tuhan.
Mengapa? Sebab mereka berkata, “Tidak ada yang perlu kita lakukan, sebab Tuhan Yesus telah melakukan semuanya di atas kayu salib untuk kita”. Artinya, tidak perlu berdoa, tidak perlu membaca Alkitab, tidak usah perlu memberi perpuluhan, kalau perlu juga jarang ke gereja!  Tidak perlu melakukan apa-apa sebab Tuhan sudah melakukan semuanya.
 
3.    Menentang pertobatan. Jadi tidak perlu bertobat sebab Tuhan sudah mengampuni.
 
4.    Menentang penemplakan akan dosa
 
5.    Tidak perlu mengaku dosa. Jadi kalau mereka berdosa, mereka langsung berkata, “Tuhan, sorry ya…Wah saya salah nih! Tapi sudahlah Tuhan, saya berada dibawah kasih karunia, saya pasti tidak dihukum, saya tetap selamat!”. Tetapi dia tetap berbuat dosa terus.
 
Saudara yang dikasihi Tuhan, hati-hati! Sebab dosa sangat menghambat hubungan kita dengan Tuhan. Dan kalau kita terus melakukan dosa, meskipun kita tahu kebenaran jelas Firman Tuhan berkata bahwa itu tempatnya dimana? NERAKA!
Ini yang ada di hati saya terus dan saya berdoa buat jemaat, “Tuhan, jangan sampai mereka mempunyai pengertian yang salah seperti itu!”. Michael Brown bersaksi bahwa tadinya dia melihat orang itu baik, tetapi begitu dia menerima pengajaran ini, dia menjadi berubah. Dia mengizinkan dosa masuk, yang tadinya tidak begitu tiba-tiba saja dia berubah. Saya berdoa agar setiap kita mendapatkan keselamatan dari Tuhan. Tetapi bukan cara yang seperti tadi dan saya akan terus-menerus berbicara kepada Saudara mengenai hal ini.
. Amin!
Advertisements