Mengenal Illuminati Versi Komik Marvel

Mengenal Illuminati Versi Komik Marvel

Los Angeles Menyimak sejarah perkembangan komik superhero terbitan Marvel, sangat menarik jika kita menelusuri berbagai pahlawan seperti Captain America, Spider-Man, Hulk, dan masih banyak lagi, bersatu membentuk sebuah tim demi sebuah misi atau agenda khusus.

Maka tak jarang pihak penerbit beserta para penulis yang salah satunya dipelopori Stan Lee, memberikan bumbu-bumbu aktual di dalamnya. Tak lepas dari hal-hal yang misterius dan kontroversial demi bisa menambah warna tersendiri di kisah para superhero itu.

Salah satu cara Marvel Comics dalam memberi pendekatan yang cukup aktual adalah dengan memasukkan nama Illuminati sebagai kelompok yang diwakili oleh para pemimpin tim superhero populer seperti X-Men, Fantastic Four, Avengers, dan Defenders.

Illuminati adalah salah satu organisasi yang dianggap kontroversial di hampir seluruh belahan dunia, tak lepas juga di Indonesia. Bayangkan saja, bagaimana mungkin sebuah organisasi yang bergerak di balik bayang-bayang, diyakini bisa mempengaruhi para pemimpin dunia untuk melakukan apa yang mereka inginkan.

Sisi kontroversial lainnya, Illuminati biasanya kerap bersinggungan dengan hal-hal sensitif seperti agama, politik, hingga ekonomi. Namun untungnya, apa yang ditawarkan oleh Marvel Comics tidaklah serumit itu.

Rasanya cukup menarik jika kita menelusuri lebih dalam lagi mengenai organisasi Illuminati dalam jagat komik superhero Marvel. Semoga saja tidak ada yang menganggap kelompok superhero ini dibuat sebagai cerminan organisasi aslinya.

Anggota Illuminati di Marvel Comics

Kemunculan Illuminati dalam jagat komik Marvel, pertama kali terlihat dalam kisah New Avengers nomor 7 terbitan Juli 2005 oleh Brian Michael Bendis. Sejarahnya pertama kali didiskusikan dalam cerita khusus bertema New Avengers: Illuminati terbitan Mei 2006. Kelompok ini didirikan tak lama setelah Perang Kree-Skrull yang digambarkan dalam Avengers nomor 89 hingga 97 terbitan 1971 hingga 1972.

Kelompok Illuminati dalam komik ini, digambarkan bergerak secara rahasia di balik layar sepanjang jagat utama kisah Marvel Comics. Anggotanya terdiri dari para pemikir yang merupakan superhero berintelijensi tinggi. Mereka adalah Mister Fantastic, Iron Man, Profesor X, Doctor Strange, Black Bolt, dan Namor.

Mereka semua bertemu secara rahasia dan selama beberapa tahun berkolaborasi secara informatif dan strategis, lalu beroperasi yang pada awalnya relatif berhasil meskipun sifat unik mereka dan perbedaan yang cukup besar di hampir segala hal.

Masing-masing anggota Illuminati mewakili kelompok atau masyarakat istimewa di Jagat Marvel. Masing-masing memiliki sudut pandang yang unik yang tidak dimiliki oleh orang lain:

Namor, adalah raja yang 71 persen menguasai planet ini. Tentu saja, karena ia adalah penguasa Samudera Atlantis. Sosok yang kerap dipanggil The Submariner ini mewakili pola pikir seorang anti-hero.

Tony Stark alias Iron Man mewakili Avenger dan merupakan tipe pahlawan, orang yang pengertian dan membuktikan bahwa pahlawan bisa bekerja dengan pemerintah, bukannya bertindak atas kemauan sendiri.

Illuminati dikenal sebagai organisasi kontroversial. Di dunia komik superhero Marvel, ada kelompok bernama sama. Seperti apa mereka?

Sementara sisanya adalah Reed Richard dari Fantastic Four yang mewakili komunitas superhero dari sisi ilmu pengetahuan, Black Bolt yang mewakili Inhumans, Dr Strange yang berbicara dari sisi mistis, dan Profesor Xavier yang mewakili X-Men yang ada di sana untuk komunitas para mutan.

Sejarah Illuminati Versi Marvel Comics

Terbentuk beberapa waktu pasca-Perang Kree-Skrull dan setelah Perang Avengers/Defenders, Illuminati muncul ketika Iron Man menyadari bahwa masing-masing anggota individu memiliki informasi tentang ras alien tersebut terlebih dahulu, dan mereka bisa menghentikannya bersama-sama.

Ia lalu membentuk Illuminati bersama dengan Black Panther di Wakanda, dan mengusulkan agar mereka membentuk pemerintahan manusia super mirip dengan PBB. Namun, Namor menolak, dengan alasan bahwa terlalu banyak superhero asing yang mengandalkan kekerasan (contohnya Hawkeye dan Quicksilver, keduanya mantan penjahat).

Xavier menolak dengan alasan mutan sudah ditakuti dan dibenci, dan jika Iron Man berpikir bisa bertarung bersama para superhero X-Men, itu akan mengakibatkan para pahlawan ditakuti dan dibenci seperti mutan. Doctor Strange menolak dengan alasan terlalu banyak pahlawan yang anti kemapanan, dan dikumpulkannya superhero oleh Iron Man demi mendirikan badan yang bukan ‘anti kemapanan’, malah berpotensi membentuk ‘kontra-pendirian’.

Akan tetapi, kelompok ini setuju melakukan pertemuan untuk bertukar informasi secara teratur. Satu-satunya superhero yang hadir dan menolak melakukan pertukaran adalah Black Panther. Ia mempermasalahkan sikap mereka yang seolah merasa benar sendiri dan takut kelompok ini akan berakhir dalam waktu kurang dari debut aksi mereka untuk membantu kepentingan orang lain. Black Panther juga meramalkan bahwa anggota kelompok Illuminati suatu hari akan bertentangan satu sama lain.

Ada beberapa chapter dalam kisah komik Marvel yang membuat Illuminati harus turun tangan. Kisah-kisah tersebut antara lain berkaitan dengan Kerajaan Skrull, Pride, Runaways, Beyonder, Sentry, Hulk, Civil War, hingga Infinity Gauntlet.

Selain nama-nama di atas, kelompok ini juga menarik superhero cerdas lain seperti Medusa, Captain America, Beast, Hulk, Captain Britain, Amadeus Cho, dan Yellowjacket. Bahkan Black Panther yang awalnya menolak pun sempat bergabung sebagai anggota Illuminati.

Dalam versi animasi, Illuminati muncul di film Planet Hulk. Mereka tampil melalui sebuah rekaman video untuk menyampaikan pesan kepada Hulk bahwa sang raksasa terlalu berbahaya untuk berada di bumi.

Mereka meminta maaf atas apa yang telah dilakukan kepada Hulk dengan memprogram sebuah kapal berisi sang raksasa hijau agar mendarat di sebuah planet tumbuh-tumbuhan. Namun sayangnya, Hulk malah mendarat di Planet Sakaar yang berisi para petarung Gladiator.

Melihat aksinya di setiap bab kisah Illuminati, tentunya agenda kelompok ini tetap berfokus pada esensi seorang superhero: Menolong dan membantu kepentingan orang lain yang membutuhkan.

Advertisements