BLESS THE LORD O MY SOUL

PUJILAH TUHAN HAI JIWAKU!

The Storm

Dari Daud. Pujilah TUHAN, hai jiwaku! Pujilah nama-Nya yang kudus, hai segenap batinku! Pujilah TUHAN, hai jiwaku, dan janganlah lupakan segala kebaikan-Nya! ~ Mazmur 103:1-2

Ayat yang singkat dan sederhana ini seharusnya memberikan kepada kita inspirasi serta motivasi yang kuat untuk memuji dan menyembah TUHAN. Ada sebuah paradigma baru yang TUHAN mau tanamkan kepada kita mengenai ayat ini yaitu: KITA HARUS MEMAKSA JIWA KITA UNTUK MEMUJI TUHAN, artinya di dalam memuji TUHAN, roh kita yang seharusnya menggerakkan jiwa kita bukan jiwa kita yang menggerakkan kita. Mengapa?  Karena jiwa kita banyak dipengaruhi dengan apa yang kita pikirkan, yang kita alami/rasakan serta kehendak pribadi kita. Keadaan yang sering kali terjadi adalah apabila kita sedang merasakan kebahagiaan, perasaan senang atau damai, sangat mudah bagi kita untuk memuji-muji TUHAN. Tapi saat kita mengalami peristiwa atau perasaan yang tidak mengenakan seperti kesedihan, kekecewaan, kebencian, perasaan gagal dan yang lainnya, rasanya sulit sekali bagi kita untuk memuji-muji TUHAN. Untuk itu memuji TUHAN harus diperintahkan. Bukan hanya saat keadaan sedang enak/baik saja bahkan didalam keadaan yang kurang baik juga.

Dua cara yang paling efektif untuk memaksa jiwa kita memuji TUHAN adalah :

1. MENGINGAT SEGALA KEBAIKAN-NYA! “Dia yang mengampuni segala kesalahanmu, yang menyembuhkan segala penyakitmu, Dia yang menebus hidupmu dari lobang kubur, yang memahkotai engkau dengan kasih setia dan rahmat, Dia yang memuaskan hasratmu dengan kebaikan, sehingga masa mudamu menjadi baru seperti pada burung rajawali.” ~ Mazmur 103:3-5

Pemazmur mengingatkan kita akan beberapa kebaikan TUHAN yang tidak boleh kita lupakan seumur hidup kita : a.     PENGAMPUNAN. “Dia yang mengampuni segala kesalahanmu…”

b.    KESEMBUHAN. “yang menyembuhkan segala penyakitmu…”

c.     PENEBUSAN. “Menebus hidupmu dari lobang kubur…”

d.    PEMULIHAN / RESTORASI “Dia yang memuaskan hasratmu dengan kebaikan, sehingga masa mudamu menjadi baru seperti pada burung rajawali…”

2. KESADARAN BAHWA TUHAN BERTAHTA DIATAS PUJI-PUJIAN KITA. “Padahal Engkaulah Yang Kudus yang bersemayam di atas puji-pujian orang Israel.” ~ Mazmur 22:4

“Kalau Saudara memuji dan menyembah DIA, maka Saudara sedang membangun sebuah tahta untuk DIA bersemayam. Ini penting ! Sebab pada saat DIA duduk di atas tahta yang Saudara buat untuk-Nya, Dia akan bertanya kepada Saudara, “Apa yang kau perlukan anak-Ku? Apa yang kamu mau Aku perbuat bagimu? Apa yang kamu mau Aku lakukan bagimu?”. Kalau Saudara tahu rahasia ini, mau tidak mau Saudara harus banyak memuji dan menyembah Dia. Buatkan Dia tahta supaya Dia bersemayam di atas pujian dan penyembahan Saudara, sehingga apa yang Saudara perlukan saat ini atau mungkin banyak pintu-pintu di depan Saudara yang sedang tertutup, maka TUHAN akan membukakannya.”

Betapa dahsyat janji yang DIA berikan untuk kita. Kalau kita menyadari rahasia ini, yakni bahwa TUHAN bertahta diatas puji-pujian kita dan apa dampaknya kalau TUHAN bersemayam diatas puji-pujian kita, kita akan memaksa jiwa kita untuk memuji-muji TUHAN dalam segala keadaan. Amin.

BLESS THE LORD O MY SOUL…
O.. MY SOUL… WORSHIP HIS HOLY NAME…
SING LIKE NEVER BEFORE…
O MY SOUL…
I WORSHIP YOUR HOLY NAME…

Advertisements