HENOKH – Bergaul Karib Dengan Allah

HENOKH – BERGAUL KARIB DENGAN ALLAH

image

       Kata “Bergaul” dalam Kamus Bahasa Indonesia adalah “Berteman dan bersahabat” sedangkan kata”Karib” artinya “Dekat sekali, rapat dan erat sekali”. Misalnya dalam hubungan keluarga/famili. Jadi dari arti diatas bahwa beragaul karib dengan Allah artinya bersahabat (berteman) dengan Allah secara erat sekali atau rapat sekali tanpa ada batasan-batasan apapun.

Di dalam Alkitab ada salah satu tokoh terkenal di Alkitab yang bergaul karib dengan Allah yakni : Henokh

Kejadian 5:21-24 (TB)  Setelah Henokh hidup enam puluh lima tahun, ia memperanakkan Metusalah.
Dan Henokh hidup bergaul dengan Allah selama tiga ratus tahun lagi, setelah ia memperanakkan Metusalah, dan ia memperanakkan anak-anak lelaki dan perempuan.
Jadi Henokh mencapai umur tiga ratus enam puluh lima tahun.
Dan Henokh hidup bergaul dengan Allah, lalu ia tidak ada lagi, sebab ia telah diangkat oleh Allah. 

      Henokh berasal dari keturunan Yared. Yared memperanakan Henokh setelah berumur 162 tahun (Kej.5:18). Setelah Henokh berumur 65 tahun, maka henokh memiliki anak namanya adalah Metusalah (Kej.5:21). Henokh juga berasal dari keturunan ketujuh dari Adam (Yudas 1:14). Henokh juga pernah bernubuat pada masa hidupnya, menyampaikan suara Allah yaitu dalam kitab Yudas 1:14-16 dengan mengatakan: “Sesungguhnya Tuhan datang dengan beribu-ribu orang kudus-Nya, hendak menghakimi semua orang dan menjatuhkan hukuman atas orang-orang fasik karena semua perbuatan fasik, yang mereka lakukan dan karena semua kata-kata nista, yang diucapkan orang-orang berdosa yang fasik itu terhadap Tuhan.” Mereka itu orang-orang yang menggerutu dan mengeluh tentang nasibnya, hidup menuruti hawa nafsunya, tetapi mulut mereka mengeluarkan perkataan-perkataan yang bukan-bukan dan mereka menjilat orang untuk mendapat keuntungan. Henokh bisa menyuarakan suara Allah, karenaHenokh hidup bergaul karib dengan Allah. Kehidupan Henokh sangat pantas untuk diteladani mengenai hubungannya dengan Allah.

Dikatakan di dalam Alkitab bahwa Henokh bergaul karib dengan Allah sangat lama, selama 300 tahun berlangsung (Kej.5:22). 
Hal inilah yang membuat kehidupan Henokh berkenan dihadapan Allah.
◇ Henokh menjadi kesukaan Allah.
◇ Henokh memiliki kualitas hidup yang baik dihadapan Allah.
◇ Dalam pergaulannya dengan Allah, Henokh tidak berbuat jahat atau kepura-puraan untuk datang kepada Allah, akan tetapi dia memiliki kesungguhan hati dalam menghampiri tahta hadirat Allah.
Dengan alasan itulah Allah akhirnya mengangkat Henokh tanpa mengalami kematian secara daging (Ibrani 11:5).
◇ Allah melihat juga, Henokh memiliki iman yang tangguh selama hidupnya.
◇ Henokh percaya kepada Allah, dengan menyatakan di dalam dirinya bahwa Allah itu benar-benar ada dan nyata. Dan hal itu dibuktikan banyak orang di dalam Alkitab. Henokh juga percaya bahwa Allah memberi upah jasmani maupun upah kekal kepada orang-orang yang sungguh-sungguh mencari Dia (Ibrani 11:6).

 Ada 3 hal kita pelajari dari dalam diri Henokh mengenai bergaul karib dengan Allah;

– Henokh bergaul karib dengan keyakinan penuh kepada Allah.

 a) Keyakinan mengenai posisi Allah bahwa Allah benar-benar ada dan nyata.

 b) Keyakinan terhadap janji-janji Allah/upah yang disediakan oleh Allah.

– Henokh bergaul karib secara sungguh-sungguh kepada Allah.

– Henokh tidak membatasi kuasa Allah bekerja di dalam dirinya.

Advertisements