Apakah 2015 Krisis Ekonomi Dunia? 2015 AMERIKA COLLAPSE ????

Adanya koneksi yang kuat dan nyata antara siklus Tahun Sabat dengan kebangkitan maupun kehancuran (ekonomi) sebuah bangsa, yakni Amerika Serikat, yang memiliki kaitan erat dengan bangsa pilihan Israel.
pada saat Tahun sabat terjadi, yakni pada tahun 2008 dan tahun 2001, Ekonomi dunia mengalami kejatuhan yang sangat telak dimana ekonomi Amerika Serikat dan dunia ambruk.
.
Pada tanggal 29 September 2008 (29 Elul 5968) indeks saham Dow Jones anjlok sebesar 777,68 poin karena kasus Subprime Mortgage,
Pada tanggal 11 September 2001 (23 Elul 5761) indeks saham yang sama anjlok sebesar 1.370 poin sebagai dampak yang amat dramatis dari serangan teroris terhadap Menara World Trade Center (drastis) di New York.
Bahkan di tahun sebelumnya, indeks saham Nasdaq mengalami goncangan hebat dari pecahnya gelembung bisnis dotcom yang hanya berumur 3 tahun. Hanya dalam 1,5 tahun Nasdaq mengalami kerugian lebih dari 70% dari nilai kapital yang dicapai pada puncaknya pada 10 Maret 2000 (5.048 poin) menjadi hanya 1.129 poin pada 8 Oktober 2002.
Sesungguhnya, bukan hanya di tahun 2001 dan tahun 2008 saja. Jika kita hitung mundur setiap 7 tahun dan teliti semua krisis maupun kebangkitan ekonomi yang menimpa Amerika Serikat, yakni 1994 (hancurnya pasar surat obligasi Amerika Serikat sebesar lebih dari satu triliun dolar), 1987 (indeks Dow Jones terjun bebas sebesar lebih dari 22% dalam satu hari), 1980, 1973 dan seterusnya maka kita akan mendapat korelasi dengan Tahun Sabat begitu nyata,
Namun dalam sekian banyak Tahun Sabat yang lampau dari rangkaian masa yang ada, ada enam Tahun Sabat yang paling signifikan untuk kita perhatikan, yakni tahun 1917, 1945, 1973, 2001, 2008 dan 2015. Berikut ini poin utamanya:
1917 – Menjelang akhir Perang Dunia I, kuasa dari empat penguasa dunia yang sebelumnya runtuh, yakni Jerman, Rusia, kerajaan Austro – Hungaria serta Ottoman Turki yang saat itu telah menguasai kota Yerusalem selama 400 tahun. Di tahun ini pula kekuasaan penguasa dunia mulai beralih kepada Inggris Raya dan Amerika Serikat. Melalui Deklarasi Balfour, Inggris mengambil alih Israel dan Palestina dari Ottoman Turki.
1945 – Akhir dari Perang Dunia II, Amerika Serikat makin mengukuhkan kedudukannya sebagai penguasa dunia setelah Tentara Sekutu berhasil mengalahkan kekuasaan Nazi Jerman, Jepang dan Italia. Pada tahun ini juga rencana pembangunan Menara WTC mulai digulirkan.
1973 – Amerika Serikat harus menelan kekalahan yang amat dramatis setelah 18 tahun berperang dengan Vietnam. Tidak bisa dibayangkan sebelumnya bahwa Amerika Serikat yang begitu perkasa menang dalam Perang Dunia II mengalami kekalahan konyol dari sebuah negara sekelas Vietnam. Namun hal ini bukan tanpa sebab. Tanggal 22 Januari 1973 pemerintah Amerika Serikat melegalkan aborsi dan diterima serta didukung hampir semua pihak secara nasional. Pada tahun yang sama, Menara WTC diresmikan setelah proses pembangunannya selama 7 tahun sejak 1966.
2001 –  Menara WTC runtuh karena serangan teroris. Kata “menara” dalam bahasa Ibrani adalah migdal, yang berasal dari kata dasar “gadal” yang artinya kebesaran atau keagungan (greatness). Jadi pendirian maupun keruntuhan dari sebuah menara memang memiliki korelasi yang kuat dengan kebangkitan maupun keruntuhan dari keagungan sebuah bangsa. Dan memang sejak tahun ini, Amerika Serikat mulai menapaki jalan menuju kehancurannya.
2008 – Keruntuhan Amerika Serikat semakin nyata melalui krisis ekonomi yang diawali dengan macetnya kredit perumahan (Subprime Mortgage). Pemberian kredit yang gila-gilaan dan luar biasa masif tanpa mempertimbangkan semua resiko yang ada menjadikan hutang dan defisit neraca keuangan Amerika Serikat membengkak jauh lebih besar lagi. Dan hingga kini hutang dan defisit tersebut tidak kunjung surut, malahan sebaliknya makin membesar dan menjadi sebuah bom waktu yang amat mengerikan, bukan saja untuk Amerika sendiri, melainkan juga untuk ekonomi dunia.
2015

NEW YORK – Ekonomi Amerika Serikat(AS) kian terpuruk. Padahal, ekonomi AS cemerlang pada tahun 2013 dan 2014. Tapi memasuki tahun 2015, perekonomian AS diprediksi akan menunjukkan kian melemah. Padahal pada tahun 2013, perekonomian AS mencatatkan kinerja terbaiknya sejak empat tahun terakhir.

Melansir CNN Money, Selasa (31/3/2015), memasuki tiga bulan pertama di 2015, ekonomi Negara Adidaya tersebut mulai menunjukkan tanda-tanda pelemahannya. Para ekonom di AS menyimpulkan, goyahnya ekonomi AS ini disebabkan oleh dua faktor. Pertama, upah buruh yang naik tidak signifikan dan melambatnya ekonomi negara di dunia yang secara langsung memberi tekanan pada ekonomi AS.

Advertisements