Waktu Kedatangan-Nya sudah sangat…sangat…sangat singkat

image


Shalom Saudara yang dikasihi Tuhan, kalau bulan yang lalu kita bersama-sama memperingati Paskah, kematian dan kebangkitan Tuhan Yesus, maka bulan ini kita akan memperingati kenaikan Tuhan Yesus dan pencurahan Roh Kudus.

Tuhan sangat menekankan apa yang akan saya katakan kepada Saudara, bahwa Tuhan Yesus sangat-sangat mengasihi Saudara. Kalau kita baca dari Yohanes 3 : 16, Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, Namanya siapa? YESUS! supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal.

Saya ingin mengajak Saudara hari ini bersama-sama untuk merenungkan dan merasakan kasih Tuhan Yesus yang luar biasa kepada Saudara dan saya. Saya tidak tahu keadaan Saudara yang datang ke tempat ini, tetapi apa pun yang Saudara alami, apa pun yang terjadi dalam hidup Saudara, Saudara harus tahu 1 hal, yaitu Tuhan Yesus sangat mengasihi Saudara. Tuhan Yesus datang ke dunia ini supaya Saudara dan saya tidak binasa, tidak masuk neraka, tapi hidup kekal selama-lamanya bersama Tuhan Yesus di sorga.

Memang akhir-akhir ini seperti apa yang sudah saya katakan bulan lalu, Tuhan menyuruh saya untuk lebih memperhatikan dan memperkatakan tentang sorga dan neraka. Sebab saya lihat memang gereja mulai kehilangan akan hal ini. Dulu ketika saya masih kecil, zamannya Gereja Pentakosta yang luar biasa, para pendeta dengan lantang berkhotbah, “Sorga – Neraka!” Lama-lama agak turun, “Selamat – tidak selamat!” lalu turun lagi, “Diberkati – tidak diberkati”

Saya kadang-kadang malu kalau melihat Saudara kita dari Muslim, mereka sampai hari ini masih berani ngpmong tentang hal itu. Mengapa gereja tidak berani? Karena takut kehilangan jemaat! Gereja sudah mengalami satu degradasi yang sangat-sangat menyakitkan hati-Nya Tuhan. Oleh sebab itu Tuhan perintahkan kepada saya, “Kamu kembali ngomong dengan jelas tentang sorga dan neraka.” Dan hari-hari ini Tuhan menyuruh saya membaca pengalaman-pengalaman mereka yang dibawa Tuhan melihat sorga dan neraka, tidak semua orang percaya, tetapi saya mau beritahu kepada Saudara bahwa SAYA SANGAT PERCAYA kisah-kisah itu! Karena itu saya kadang-kadang menyitir dari sana, karena itu kalau ada orang yang tidak setuju boleh bicara dengan saya!

Begitu akhir-akhir ini Tuhan lebih menyuruh saya untuk melihat hal tersebut, timbul kengerian di hati saya seperti apa yang tadi Pak Kim Seng lihat. Pak Kim Seng belum pernah menerima penglihatan yang seperti itu dan baru kemarin dia bilang ketakutan melihat penglihatan itu. Itu bagus! Kalau kita tahu ngerinya neraka dan indahnya sorga maka kita akan lebih menghormati dan menghargai pengorbanan Tuhan Yesus dan kita akan mengerjakan keselamatan kita lebih takut dan gentar. Itu maksud Tuhan supaya kita mengerjakan keselamatan kita dengan takut dan gentar. Memang Tuhan yang bekerja di dalam kita baik kemauan maupun pekerjaan menurut kerelaan-Nya, tapi ingat kita bukan robot! Saudara harus tahu bahwa Tuhan Yesus datang ke dunia ini karena mengasihi Saudara dan saya supaya tidak masuk neraka tetapi masuk sorga.

Bulan yang lalu ketika saya ngomong ini ada yang cerita kepada saya, “Pak, saya ini ditelpon oleh beberapa orang, “Pak Niko, ko’ ngomong neraka terus sih sekarang? Kenapa tidak ngomong yang enak-enak soal sorga. Ko’ ngomong tentang neraka terus?” Saya tersenyum, orang ini saya pastikan bahwa sebetulnya takut tapi dia belum mau atau belum rela berubah dari dosa yang dia lakukan. Kalau orang yang mau berubah akan berkata, “Saya mau berubah, Tuhan….Saya mau berubah”.

Saya merasakan hari-hari ini, begitu Tuhan menyuruh saya melihat/menggali/membaca pengalaman-pengalaman mereka yang dibawa Tuhan melihat sorga dan neraka supaya mereka bercerita sehingga lebih banyak orang yang masuk sorga. Itlulah maksudnya! Tapi kadang-kadang disalah-artikan dan memang itu tipuan iblis! Sebab neraka bukan tempatnya manusia melainkan iblis tapi saya mau katakan bodohnya manusia sendiri kalau mau diajak masuk neraka!

Tuhan Yesus datang ke dunia supaya Saudara dan saya tidak binasa melainkan beroleh hidup kekal selama-lamanya. Satu hal yang saya ingin katakan kepada Saudara, kalau selama ini Saudara mendengar khotbah-khotbah memang kebanyakan orientasinya seperti yang tadi. Tadinya tentang ‘Sorga-Neraka’ lalu turun menjadi ‘Selamat-Tidak Selamat’, kemudian lebih turun lagi ‘Diberkati-Tidak diberkati.’ Ini kan masalah di bumi. Jadi yang terus dikhotbahkan adalah, “Bagaimana anda sukses dalam mengasuh anak (ini memang bagus), bagaimana anda sukses, kaya, diberkati dan popularitas tinggi”. Tetapi lupa bahwa semua petunjuk-petunjuk seperti itu adalah supaya Saudara masuk sorga. Saudara camkan baik-baik apa yang saya katakan ini, para pengkhotbah hati-hati! Pesan Tuhan yang begitu kuat kepada saya, “Jangan hanya bawa pesan untuk hidup di dalam dunia ini!”. Sebab berapa lama kita hidup dalam dunia ini? Alkitab katakan 70 tahun dan kalau kuat 80 tahun dan nanti kehidupan yang panjang dan selama-lamanya bukan di bumi ini tapi di sorga! Jadi Saudara jangan tukar kehidupan yang sementara (70 – 80 tahun) di bumi ini dengan kehidupan kekal di neraka. Apalagi umur saya sudah dekat 70 tahun dan saya mau beritahu Saudara bahwa hari-hari ini saya lebih sungguh-sungguh. Setiap langkah saya perhatikan baik-baik. Selalu saya katakan, “Apakah saya selalu memperkenankan hati Tuhan atau tidak?”

Hari-hari ini manusia, anak-anak Tuhan atau orang-orang Kristen dibawa hanya untuk yang di dunia. Jangan lupa Saudara dan saya nanti di sorga. Amin!

Saudara, mari kita renungkan bagaimana Tuhan Yesus sangat mengasihi kita semua supaya kita hidup kekal bersama-sama dengan-Nya di sorga?

1. Tuhan Yesus mati buat Saudara dan saya
Tuhan Yesus mati karena dosa-dosa kita karena semua orang telah berbuat dosa dan telah kehilangan kemuliaan Allah dan upah dosa itu adalah maut, mati! Mari kita renungkan betapa kasihnya dan betapa baiknya Tuhan kepada Saduara dan saya. Dia harus mati gantikan Saudara dan saya dan cara matinya ini yang harus Saudara perhatikan. Bukan hanya tinggal dipenggal kepalanya dan beres sudah! Itu gampang! Tetapi ini adalah cara mati yang benar-benar luar biasa.

Dimulai dari Taman Getsemani dimana Tuhan Yesus mengalami ketakutan yang luar biasa sampai peluh-Nya berubah menjadi seperti tetesan-tetesan darah. Ini adalah suatu bentuk tekanan yang luar biasa.
Saya percaya tekanan-tekanan yang kita alami tidak akan melebihi tekanan yang Tuhan Yesus alami sebab Dia menanggung itu buat Saudara dan saya.

Kemudian Yudas Iskariot murid yang dikasihi-Nya datang dengan ciuman maut. Tuhan Yesus dikhianati, sakitnya luar biasa. Saudara, kalau saat ini Saudara sedang di‘khianati’ oleh teman dekat, saudaramu yang dekat, jangan Saudara sakit hati dan bertindak tetapi datang kepada Tuhan Yesus, Dia sudah menanggung itu buat Saudara dan saya. Dia akan memampukan Saudara dan saya untuk mengampuni orang itu.

Tuhan Yesus ditangkap dan dibawa ke hadapan iman Kayafas. Dia ditanyai, diludahi, ditampar, dipukul, sakitnya luar biasa.

Lalu Dia dibawa ke Pilatus dan orang-orang yang tadinya mengelu-ngelukan Dia serta memuji-muji Tuhan, “Hosana bagi Sang Raja!”, tiba-tiba hari itu berteriak, “Salibkan Dia!…Salibkan Dia!” Secara manusia hati Tuhan Yesus pasti hancur, tetapi Dia mengajar kepada kita (itu tidak gampang) untuk mengampuni orang-orang yang seperti itu, yang tadinya mengelu-elukan Saudara tiba-tiba hanya karena urusan sepele keluar dari pelayanan di gereja Saudara dan di luar menjelek-jelekkan Saudara tidak karu-karuan. Tetapi kita diajar untuk mengampuni orang yang seperti itu.

Tuhan Yesus kemudian disalibkan. Langkah awal sebelum penyaliban Tuhan Yesus harus dihukum cambuk, sakitnya luar biasa! Sekujur tubuh-Nya penuh dengan luka dan darah mengalir, Tuhan Yesus berteriak-teriak kesakitan. Belum selesai, kepala-Nya diberi mahkota duri, duri ditancapkan sakitnya luar biasa!
Belum selesai tangan dan kaki-Nya di paku dan Dia digantung di atas di kayu salib. Dia merasa sesak dan secara fisik sakitnya luar biasa. Belum lagi orang-orang yang lalu-lalang menghujat Dia, Imam Kepala, Ahli-ahli Taurat, Orang Farisi semua menghujat Dia. Bahkan salah satu penjahat yang digantung di sampingnya ikut menghujat, Tuhan Yesus menderita secara lahir dan batin. Semua itu untuk Saudara dan Saya.

Sekitar jam 12.00 – 03.00 petang keadaan menjadi gelap di daerah Golgota, Tuhan Yesus gelisah…Dia gelisah…Dia merasa ditinggalkan oleh Allah Bapa. Mengapa? Sebab pada waktu itu Dia sedang menanggung dosa manusia seisi dunia. Orang yang berdosa ditinggalkan oleh Bapa. Roh Allah meninggalkan Dia dan Tuhan Yesus harus menanggung ini. Tuhan Yesus berteriak, “Eli…Eli…Lama Sabaktani – AllahKu…AllahKu…mengapa Engkau meninggalkan Aku?” Saya percaya ini puncak penderitaan Tuhan Yesus.

Tuhan Yesus “tidak terlalu” menderita ketika dipukul, diludahi, dicambuk, diberi mahkota duri, digantung di atas kayu salib, tapi justru ketika ditinggalkan oleh Allah Bapa.
Secara pribadi saya sangat menekankan 3 hal dalam pelayanan saya, yaitu :
1. Hadirat Tuhan/hadirat Roh Kudus
2. Pengurapan oleh Roh Kudus
3. Bahasa Roh
Dalam kehidupan sehari-hari kalau saya kehilangan dan tidak merasakan hadirat Tuhan saya betul-betul tersiksa, apakah Saudara juga merasakan hal seperti itu?

Lalu Tuhan Yesus mati. Saudara yang dikasihi Tuhan, poin yang paling penting adalah mari rasakan kasih Yesus! Ini yang Tuhan katakan kepada saya, “Kamu bawa mereka untuk merasakan tentang kasih-Ku kepada mereka dan kamu perkatakan, “Aku mengasihi mereka!”

2. Tuhan Yesus bangkit buat Saudara dan saya
Yesus kemudian dikuburkan tetapi pada hari yang ke-3 Dia bangkit dari kematian! Tuhan Yesus bangkit karena Dia mengasihi Saudara dan saya. Bayangkan kalau sampai Tuhan Yesus tidak bangkit maka :
1. Pemberitaan Firman Tuhan sia-sia
2. Kepercayaan kita sia-sia dan kita tetap di dalam dosa-dosa kita
3. Orang-orang yang mati di dalam Tuhan juga akan binasa
4. Kita adalah orang-orang yang paling malang di antara semua manusia
5. Mujizat dan kesembuhan tidak ada lagi

Tapi Puji Tuhan, TUHAN YESUS BANGKIT!, karena itu :
1. Pemberitaan Firman tidak sia-sia
2. Kepercayaan kita kepada Dia tidak sia-sia, kita tidak dalam dosa kita lagi, tetapi justru kita akan hidup kekal bersama-sama dengan Dia selama-lamanya
3. Orang yang mati di dalam Tuhan tidak akan binasa dan mereka akan dibangkitkan
4. Kita adalah orang-orang yang paling beruntung dari segala manusia di dunia
5. Mujizat dan kesembuhan masih ada dan Tuhan katakan, “Tahun 2015 Tahun Pelipatgandaan Mujizat!”. Itu karena Tuhan Yesus mengasihi Saudara dan saya.

3. Tuhan Yesus berulang-ulang menampakkan diri-Nya
Setelah itu selama 40 hari Tuhan Yesus berulang-ulang menampakkan diri kepada murid-murid-Nya, apa maksudnya?
1. Untuk membuktikan bahwa Dia hidup
Supaya mereka percaya bahwa Dia hidup, sebab kalau tidak percaya maka mereka tidak akan selamat. Seperti apa yang dikatakan firman Tuhan, Sebab jika kamu mengaku dengan mulutmu, bahwa Yesus adalah Tuhan, dan percaya dalam hatimu, bahwa Allah telah membangkitkan Dia dari antara orang mati, maka kamu akan diselamatkan. Karena dengan hati orang percaya dan dibenarkan, dan dengan mulut orang mengaku dan diselamatkan (Roma 10 : 9 – 10)
Supaya kita selamat maka Yesus menampakkan diri dan membuktikan, “Aku ini hidup!” , karena pada waktu itu ada ‘plintiran’ dusta Mahkamah Agama.

2. Karena Dia mengasihi murid-murid-Nya
Dia kunjungi murid-murid-Nya yang frustrasi, yang tergoncang dan yang mengalami guilty feeling seperti Petrus, Dia kunjungi satu-persatu.

Tuhan Yesus Mengunjungi Tomas
Saya ingat pada waktu Tuhan Yesus mengunjungi Tomas. Ketika Tuhan Yesus datang Tomas tidak ada di tempat. Setelah itu Tomas baru datang dan murid-murid lain berkata, “Tuhan Yesus benar-benar bangkit!”, tapi Tomas tidak percaya, “Mana mungkin? Aku tidak percaya! Sebelum aku melihat bekas paku di tangan-Nya, sebelum aku mencucukkan tanganku di tangan dan lambung-Nya, sekali-kali aku tidak percaya.” 8 hari setelah itu ketika Tomas bersama-sama murid-murid yang lain, Tuhan Yesus datang khusus untuk Tomas, “Tomas ini Aku, nih…lihat ini bekas paku coba cucukkan tanganmu ke tangan dan lambung-Ku. Sekarang Tomas, jangan sampai kamu tidak percaya lagi, tetapi percayalah!”

Ini PENTING! Kita harus percaya Tuhan Yesus bangkit dan Dia hidup! Banyak orang yang tidak percaya. Kalau Tuhan Yesus lahir dan mati semua orang percaya, tapi bangkit apalagi naik ke sorga tidak semua yang percaya, tapi berbahagialah Sadura yang percaya karena engkau akan diselamatkan. Karena itu Tuhan Yesus khusus datang kepada Tomas, “Tomas, jangan sampai engkau tidak percaya. Percayalah Tomas, ini serius!”.
Langsung Tomas tersungkur dan Tuhan Yesus tersenyum, “Tomas, kamu percaya karena kamu telah melihat Aku, namun berbahagialah mereka yang tidak melihat, mungkin mendengar namun percaya.”

Kadang-kadang ada mujizat terjadi namun kita menganggapnya sepele, karena tidak melihat. Bahkan melihat pun kita tetap tidak percaya. Tapi Tuhan Yesus berkata, ”Berbahagialah mereka yang tidak melihat, mungkin mendengar namun percaya”. Itulah Saudara. Amin!

Tuhan Yesus Mengunjungi 7 Murid Yang Sedang Frustrasi
Saya ingat bagaimana Tuhan Yesus mengunjungi 7 murid-Nya yang dalam keadaan frustrasi dan Tuhan memberikan mujizat yang luar biasa. Semalam-malaman mereka mencari ikan tapi tidak mendapatkan ikan, ketika hari mulai terang mereka pulang dengan keadaan frustrasi. Lalu tiba-tiba dari pantai ada suara, “Hai, anak-anak, apakah ada lauk-pauk padamu?” , mungkin karena mereka sedang kesal jawabannya agak sedikit ‘sengak’, “Nggak ada!!”. Mereka tidak tahu kalau itu Tuhan Yesus.
Tapi Tuhan Yesus dengan lembut berkata, “Kalau begitu tebarkan jalamu ke sebelah kanan perahu, kamu akan memperolehnya nanti”. Kalau kita baca Alkitab kelihatannya mereka langsung bertindak tapi saya percaya pasti ada tenggang waktu dimana mereka akan bertanya-tanya, “Siapa orang ini? Tidak kenal tetapi bisa-bisanya ngomong tebarkan jala ke sebalah kanan perahu?” . Tetapi akhirnya mereka taat.

Saya mendapatkan satu pengertian dari Tuhan, orang yang dalam keadaan frustrasi itu susah untuk mendengar suara Tuhan. Tapi ini rahasianya, kalau kita hidup intim dengan Tuhan, seperti ke-7 murid ini hidupnya intim dengan Tuhan, jadi meskipun dalam keadaan frustrasi dan tidak tahu, mereka berkata dalam hati, “Rasanya saya pernah dengar suara ini..”. Itu akibat hubungan yang begitu dekat dengan Tuhan dan mereka taat. Jadi untuk taat perlu tenggang waktu karena tidak gampang waktu itu. Dan begitu taat mereka mengalami pelipatgandaan mujizat! 153 ekor ikan besar-besar dan jalanya tidak koyak!

Melihat itu, murid yang dikasihi-Nya, yaitu Yohanes berseru, “Itu Tuhan!…Itu Tuhan!..” dan Petrus yang sudah sekian lama memendam di hatinya rasa bersalah kepada Tuhan. Saya percaya sejak dia menyangkal Tuhan Yesus 3x mungkin dia sering tidak tidur, dia akan terus berkata, “Tuhan ampuni saya…ampuniii..”. Petrus berbeda dengan Yudas. Ketika dia mendengar itu Tuhan, dia langsung memakai pakaiannya dan lompat menghampiri Tuhan. Itulah Petrus!

Tuhan Yesus Memulihkan Petrus
Dan untuk Petrus khusus Tuhan datang untuk memulihkan dia. Rasa bersalah ini sangat menyiksa Petrus, dia pasti sering berkata, “Saya harus bertemu Tuhan, saya mau minta ampun…saya mau minta ampun”.
Kalau saya baca, minta ampun sama Tuhan dan bertobat itu sangat…sangat…sangat penting! Ini kunci! Saya dan Saudara kadang-kadang bisa berbuat salah bahkan kadang-kadang sering, tapi yang Tuhan mau, “Tuhan, ampuni saya Tuhan…ampuni saya..” . Saya mau beritahu, Tuhan Yesus pasti mengampuni Saudara dan kau akan masuk sorga! Jangan sampai pada waktu kita dipanggil, kita belum menyelesaikan semua ini di hadapan Tuhan, saya tidak jamin itu bisa masuk sorga!

Tuhan Yesus spesial datang untuk Petrus dan berkata, “Simon, anak Yohanes…apakah engkau mengasihi Aku lebih daripada yang lain-lain?”. Dan Petrus menjawab, “Ya Tuhan, aku mengasihi Engkau. Tuhan berkata, ”Kalau begitu gembalakan domba-domba-Ku.”

Sampai 3x Tuhan Yesus bertanya dan Petrus menangis, “Ya Tuhan, sungguh aku mengasihi Engkau”. Dan Tuhan kembali berkata, “Kalau begitu gembalakan domba-domba-Ku.”

Para gembala saya ingatkan Saudara, “Gembalakan domba-dombamu dengan baik!”. Saya baru-baru ini mendengar dan ini perlu sampaikan di sini, ada seseorang (saya tidak usah sebut namanya) yang ingin meninggalkan domba-domba yang dipercayakan Tuhan padanya, saya mau beritahu pada Saudara, “Pikir dan bertobat!”. Jangan main-main! Tidak mungkin Tuhan suruh, “Tinggalkan domba-dombamu!”, lalu mau kemana?

Saya mau beritahu kepada Saudara, engkau yang pernah melayani Tuhan, maaf saya mau menyitir bahwa mereka yang dibawa ke sorga dan neraka itu melihat hamba Tuhan/Pendeta yang pernah melayani dan kemudian murtad, pada akhirnya dia mengalami siksaan yang luar biasa di neraka! Ini jangan sampai terjadi pada kita! Kadang-kadang memang kita tidak tahan menghadapi jemaat (maaf…Saudara semuanya termasuk jemaat bagi saya dan saudara-saudara sendiri juga punya jemaat juga, bukan?). Menghadapi jemaat memang ‘puyeng’, tetapi menghadapi Pendeta lebih pusing lagi! Ini benar! Kadang-kadang menghadapi 1 pendeta sama seperti menghadapi 100 Politikus! Ia bisa berdalih macam-macam, tetapi tetap harus digembalakan. Tetapi kalau dia salah, ada aturan dalam Alkitab dan harus dibereskan bukan dibiarkan artinya, “Oh tidak apa-apa”. Jangan seperti Imam Eli!

Saya kemarin diperingatkan oleh Tuhan tentang Imam Eli. Waktu itu dia memberi nasehat kepada anak-anaknya, “Jangan begitu, anakku.” Di hadapan Tuhan itu salah! Harus ditindak! Jadi kalau di sini ada yang ditindak, jangan bicara soal kasih! Sebab selalu itu yang dipakai sebagai dalih. Semua ada aturannya, tetapi harus digembalakan. Amin!

4. Tuhan Yesus Akan Datang Kembali
Setelah 40 hari Tuhan Yesus berulang-ulang menampakkan diri kepada murid-murid-Nya, Tuhan Yesus naik ke sorga. Mari kita renungkan kasih Tuhan. Tuhan Yesus pernah berkata dalam Yohanes 14 : 2 – 3, 2Di rumah Bapa-Ku banyak tempat tinggal. Jika tidak demikian, tentu Aku mengatakannya kepadamu. Sebab Aku pergi ke situ untuk menyediakan tempat bagimu. 3Dan apabila Aku telah pergi ke situ dan telah menyediakan tempat bagimu, Aku akan datang kembali dan membawa kamu ke tempat-Ku, supaya di tempat di mana Aku berada, kamupun berada.

Sekarang Tuhan Yesus sedang ada di sorga, tetapi sebentar lagi Dia akan datang kembali untuk menjemput Saudara dan saya, gereja-Nya yang sungguh-sungguh dengan Dia. Amin!

Kemarin Pak Kim Sheng dengan gemetar bersaksi kepada saya seperti yang tadi sudah disampaikan tentang penglihatannya, bahwa waktu kedatangan-Nya sudah sangat…sangat…sangat singkat! Saudara mau ikut dalam pengangkatan? Saya berdoa semua ikut! Sebab kalau Saudara tertinggal maka Saudara akan masuk dalam fase lainnya yaitu mid-tribulation. Saya tidak tahu Saudara akan kuat atau tidak karena antikris sudah muncul dan murka Allah sudah dicurahkan. Tahan atau tidak, saya tidak tahu. Yang ketiga adalah pasti anugerah bagi orang-orang Israel.

Kita percaya ada pre-tribulation, mid-tribulation dan post-tribulation, tapi yang kita yakini itu adalah pre-tribulation. Itu adalah keyakinan dari GBI dan GBI juga tetap mempergunakan Alkitab terjemahan Lembaga Alkitab Indonesia (LAI) yang ada kata Allah bukan Yahweh! Supaya Saudara mengerti.

Sekarang sudah banyak orang yang mau ngomong Allah tapi tidak berani dan selalu memakai kata Yahweh Dari mana? Bukankah itu YHWH? Dan itu bagaimana mau dibacanya? Ada yang tidak berani ngomong Allah dan menggantikannya dengan Yeshua, mengapa? GBI tetap berpegang kepada Alkitab Terjemahan LAI yang ada Allah-nya dan GBI tidak menganut ‘once save always save’.

Saudara harus tahu bahwa kita ada aturan main semua di sini. Dan saya ingatkan kepada para pengajar semua harus ikut permainan. Mungkin ada yang berkata, “Kayak paling benar sendiri!”. Memang kita bukan yang paling benar tetapi apa yang kita yakini, ini harus kita punya. Sehingga tidak percaya yang ini dan itu, karena jika demikian jemaat mau dibawa kemana? Ke neraka?

Saya ditempatkan di sini untuk membawa Saudara dan saya sendiri juga ke sorga. Saya juga tidak mau ketinggalan. Jangan seperti apa yang Rasul Paulus katakan, “Supaya sesudah memberitakan Injil kepada orang lain, jangan aku sendiri ditolak” Aku tidak mau! Aku harus melatih tubuhku dan menguasainya seluruhnya. Itu yang harus kita lakukan!
Tuhan Yesus sekarang ada di sorga ada pesan-Nya yang begitu penting, yaitu BERJAGA-JAGALAH! Di dalam berjaga-jaga ada 2 hal yang Tuhan bicara begitu kuat kepada saya, sbb :

1. Saudara harus tetap berada dalam kondisi kasih yang mula-mula
Sebab kalau tidak maka seperti pesan Tuhan Yesus kepada Jemaat di Efesus. Pada waktu itu Tuhan Yesus berkata, “Aku tahu segala pekerjaanmu: baik jerih payahmu maupun ketekunanmu. Aku tahu, bahwa engkau tidak dapat sabar terhadap orang-orang jahat, bahwa engkau telah mencobai mereka yang menyebut dirinya rasul, tetapi yang sebenarnya tidak demikian, bahwa engkau telah mendapati mereka pendusta. Dan engkau tetap sabar dan menderita oleh karena nama-Ku; dan engkau tidak mengenal lelah, engkau membenci segala perbuatan pengikut-pengikut Nikolaus, yang juga Kubenci Namun demikian Aku mencela engkau, karena engkau telah meninggalkan kasihmu yang semula. Sebab itu ingatlah betapa dalamnya engkau telah jatuh! Bertobatlah dan lakukanlah lagi apa yang semula engkau lakukan. Jika tidak demikian, Aku akan datang kepadamu dan Aku akan mengambil kaki dianmu dari tempatnya, jikalau engkau tidak bertobat.”

Perbuatan pengikut Nikolaus adalah percabulan itu tidak mempengaruhi keselamatan yang mana ini bertentangan dengan 1 Korintus 6 : 9 – 10, 9Atau tidak tahukah kamu, bahwa orang-orang yang tidak adil tidak akan mendapat bagian dalam Kerajaan Allah? Janganlah sesat! Orang cabul, penyembah berhala, orang berzinah, banci, orang pemburit, 10pencuri, orang kikir, pemabuk, pemfitnah dan penipu tidak akan mendapat bagian dalam Kerajaan Allah.

Jemaat Efesus begitu luar biasa, bayangkan mereka mau rajin dan tekun, tetap sabar dalam penderitaan karena Nama Yesus, tidak mengenal lelah dan terus melakukan pekerjaan Tuhan, membenci perbuatan-perbuatan pengikut Nikolaus, apakah kita seperti itu?

Tetapi Tuhan Yesus bilang apa? “Namun demikian Aku mencela engkau, karena engkau telah meninggalkan kasihmu yang semula. Sebab itu ingatlah betapa dalamnya engkau telah jatuh! Bertobatlah dan lakukanlah lagi apa yang semula engkau lakukan. Jika tidak demikian, Aku akan datang kepadamu dan Aku akan mengambil kaki dianmu dari tempatnya, jikalau engkau tidak bertobat.”

Saudara, apapun yang kita lakukan dalam melayani pekerjaan Tuhan, kalau tidak didasarkan kepada kasih yang mula-mula, maka Tuhan akan berkata kepada kita, “Betapa dalamnya engkau telah jatuh!”

Kesaksian Ibu Suzette Hattingh
Saya baru-baru ini membaca kesaksian dari Ibu Suzette Hattingh dan dia ungkapkan ini dengan hati-hati sebab takut pengertiannya diplintir-plintir. Memang saya bilang kalau mau diplintir-plintir, itu gampang plintirnya.
Pada tahun 2000 Ibu Suzette Hattingh diperlihatkan tentang kedatangan Tuhan Yesus kali yang kedua. Dia dibawa kepada pesta perkawinan Anak Domba yang sudah diambang pintu, tetapi pada waktu itu memang masih ada persiapan-persiapan. Dan di situ dia mengatakan, “Saya waktu itu benar-benar tidak siap!” Tahun 2013 diberikan mimpi lagi dan mimpi yang terakhir ini adalah bulan Mei 2014. Di situ Tuhan Yesus berkata, “Sekarang sudah siap, ini waktunya untuk masuk dalam pesta Perkawinan Anak Domba!” Jadi tidak ada kesempatan lagi, itu dalam mimpinya!

Semua bergegas dan dia melihat banyak orang memakai pakaian putih. Dia cari pakaian putihnya dan ketika dia memakainya itu dia kaget karena dilipatan sebelah kirinya ada noda, tapi dia tidak bisa berpikir lagi, tidak bisa tidak dan dia sudah harus segera pergi sebab pesta Perkawinan Anak Domba sudah akan dimulai dan penjemputan/rapture sudah datang, saya harus pergi!

Ketika dia sampai di pesta itu dia merasa kurang bergairah kepada Sang Mempelai Pria! Lalu tiba-tiba dia terbangun dan Tuhan bicara, “Sekarang mempelai-mempelai wanita-Ku itu memang mengasihi Aku, tapi mereka terlalu sibuk sehingga kehilangan kasih mula-mula. Yang Aku minta keintiman bukan kegiatan!”

Ini yang perlu kita renungkan hari-hari ini, kita kadang sibuk dengan pelayanan pekerjaan Tuhan, bagaimana caranya supaya gereja penuh, bagaimana supaya seminar pertumbuhan gereja, dsb yang begitu menyita waktu, seperti Marta. Itu semuanya bagus tapi sekarang ini waktunya sudah sangat dekat, kita harus dalam kondisi kasih yang mula-mula.

Saya akan berikan Saudara satu pengarahan, Saudara mau melayani pekerjaan Tuhan lakukanlah dengan sungguh-sungguh, tapi kalau sampai Tuhan melayani pekerjaan Tuhan membuat Saudara kehilangan kasih mula-mula maka BERHENTI! Bukan berarti tinggalkan domba-domba-Nya, tetapi masuk PERHENTIAN! Duduk di kaki Yesus seperti Maria, maka Saudara nanti akan kembali kepada kasih mula-mula.

Sekarang ini sudah waktu Double-Sabbath, artinya kita harus banyak beristirahat dalam hadirat Tuhan, banyak doa dan pujian-penyembahan kepada Tuhan. Jangan main-main lagi!
Saya tahu sekarang jarang pengajaran yang seperti ini, tetapi pengajaran seperti inilah yang baru bisa membawa orang menjadi mempelai. Kalau pengajaran, “Anda Kristen Tidak apa-apa, semuanya sudah di-cover oleh kasih karunia. Engkau berbuat apa saja Tuhan akan mengerti”. Kira-kira yang seperti itu mau jadi mempelai tidak? Tidak bakalan jadi mempelai Tuhan. Karena Saudara akan berpikir, “Untuk apa repot-repot? Susah-susah pikul salib, hidup kudus? Apalagi ngomong neraka? Buat apa? Semua ngomongnya hanya tentang sorga saja”.

Hari-hari ini saya minta para pengkhotbah, juga dalam memilih pengkhotbah-pengkhotbah dari luar Saudara harus perhatikan akan hal ini. Amin! Saya lebih setuju ‘cetak’ sendiri dari dalam karena saya melihat ada yang men’cetak’ sendiri.

Awalnya sebelum gereja ini ada, dimulai dari follow up persekutuan-persekutuan yang ada. Parachurch istilahnya, dan disitu seperti pertandingan para pengkhotbah. Siapa yang ngetop maka orang-orang akan berbondong-bondong datang. Tapi mulai gereja ini didirikan di Jakarta, maka pengkhotbahnya semua dari orang yang tidak terkenal karena dari dalam semua sehingga pada waktu itu ada perkataan, “Apa itu khotbah di Gereja Niko, dangkal semua! Cuma muji-nyembah…muji-nyembah.” Tapi ada embel-embel untungnya, “Tapi heran ya…yang datang ko’ banyak?” Itu saja!

Saudara harus berani sebab awalnya gereja ini didirikan oleh Tuhan modelnya seperti itu. Jangan ikut-ikutan dengan yang lain, itu sebabnya Tuhan katakan, “Kembali kepada DNA-mu!”

2. Kita diminta untuk memikirkan perkara-perkara yang di atas bukan yang di bumi
Dan sebetulnya sejak bulan lalu saya ingin sampaikan pesan Tuhan yang sangat kuat, bahwa Tuhan mau kita mengumpulkan harta di sorga, bukan yang di bumi.
Tetapi kumpulkanlah bagimu harta di sorga; di sorga ngengat dan karat tidak merusakkannya dan pencuri tidak membongkar serta mencurinya. Karena di mana hartamu berada, di situ juga hatimu berada (Matius 6:20-21)

Kalau Saudara sekarang fokus mengumpulkan harta di bumi maka hatimu pasti ada di bumi dan inilah yang ditonjol-tonjolkan oleh banyak pengkhotbah sekarang ini. Tapi yang Tuhan mau kita fokus mengumpulkan harta di sorga.

“Tak seorangpun dapat mengabdi kepada dua tuan. Karena jika demikian, ia akan membenci yang seorang dan mengasihi yang lain, atau ia akan setia kepada yang seorang dan tidak mengindahkan yang lain. Kamu tidak dapat mengabdi kepada Allah dan kepada Mamon.” (Matius 6:24)

Jadi harus pilih TUHAN atau MAMON, jadi menjadi orang Kristen tidak boleh memiliki hidup ganda! Sekarang banyak orang Kristen yang hidup ganda! Sekarang Tuhan ingatkan untuk kita kumpulkan harta di sorga. Amin!

Kesaksian Park Yong Gyu
Saya mau singgung lagi tentang cerita Park Yong Gyu sekalipun Saudara bisa membacanya di Google.
Saya sangat percaya cerita ini. Nanti Saudara baca cerita ini berulang-ulang, sebab setiap kali saya baca ulang itu ada sesuatu yang baru.

Park Yong Gyu adalah pendeta dari Presbyterian kuno, jadi pasti dia orang yang percaya ‘once save always save’. Dia tidak percaya cerita sorga dan neraka dimana dia katakan sendiri. Dia tidak percaya tentang harus hidup kudus sebab dia seorang pendeta dari sini.

Pada umur 50 tahun dia mati karena sakit, saya percaya dia kena stroke berat karena tekanan darah tinggi. Yang perlu digarisbawahi, dia punya asset yang mana saya tidak tahu ini asset pribadi atau asset gereja, tetapi yang model begini biasanya asset pribadi. Pada tahun 1987 assetnya USD 150 juta, sekarang kira-kira 2 trilyun dan punya 5 mobil mewah. Dia lalu mati dan dibawa lihat sorga dan neraka. Setelah pulang dari sana hidupnya berubah, dia jual semua dan dia berikan kepada orang-orang yang membutuhkan. Dia berkata bahwa ternyata dia salah selama ini, sebab untuk masuk sorga ternyata tidak demikian.

Kalau saya lihat dan kadang-kadang saya perlu singgung juga, di neraka dia diperlihatkan orang Kristen di sana! Dia lihat pendeta, diaken, penatua di neraka dan mereka yang ditunjukkan oleh Tuhan Yesus ada di neraka itu justru orang-orang yang percaya! Jadi kalau ada orang yang ngomong orang Kristen tidak ada yang masuk neraka itu omong kosong semua. Baca Alkitab, sebab Alkitab adalah dasarnya!

Dan yang penting di sorga dia diperlihatkan ada 3 tempat :
1. Tempat anak-anak
Anak-anak ditaruh di taman yang indahnya luar biasa

2. Rumah-rumah orang-orang Kristen atau anak-anak Tuhan yang sungguh-sungguh
Orang-orang Kristen yang sungguh-sungguh punya rumah di sorga. Ada yang rumahnya besar, ada yang sedang.

3. Rumah seperti kandang ayam
Sesudah itu dia dibawa ke suatu tempat lain yang jauh dari situ dan di sana ada tempat yang seperti kandang ayam. Waktu dia masuk dia bertanya, “Mana rumahnya?” Begitu dibuka dia melihat ada bagian untuk para pendeta, ada bagian untuk para pemimpin. Tetapi yang dia lihat seperti kandang ayam itu. Dan muka orang-orangnya suram dan pakaiannya juga suram. Tiba-tiba dia melihat, “Loh, ini kan pendeta yang jadi icon di Korea? Ko’ bisa di sini?” Malaikat yang mendampingi dia berkata, “Ya, dia tidak pernah kirim bahan ke sorga untuk buat rumah”. Tetapi pendeta itu berkata, “Untung masih di sorga. Tapi kalau saya bisa memilih saya tidak mau di sini, saya mau di tempat tadi yang ada rumah sendiri.”

Dia kemudian diberikan ayat tentang ini dari 1 Korintus 3 : 12 – 15, 12Entahkah orang membangun di atas dasar ini dengan emas, perak, batu permata, kayu, rumput kering atau jerami, 13sekali kelak pekerjaan masing-masing orang akan nampak. Karena hari Tuhan akan menyatakannya, sebab ia akan nampak dengan api dan bagaimana pekerjaan masing-masing orang akan diuji oleh api itu. 14Jika pekerjaan yang dibangun seseorang tahan uji, ia akan mendapat upah. 15Jika pekerjaannya terbakar, ia akan menderita kerugian, tetapi ia sendiri akan diselamatkan, tetapi seperti dari dalam api.

Jadi pondasi kita dimana kita membangun tubuh kehidupan kita dengan dasar Tuhan Yesus. Sekarang bahan yang kita bangun itu apa? Apakah emas, perak, batu permata, kayu, rumput kering atau jerami? Itu semua akan diuji dengan api. Kalau terbakar, selamat sih selamat tapi seperti keluar dari dalam api. Inilah orang-orang itu yang ada di kandang ayam itu, tapi untung masih selamat kalau kepeleset sedikit masuk neraka. Itu harus hati-hati!

Dulu saya waktu masih kecil ada seorang Om yang berkata, “Pokoknya saya masuk sorga di pagar-pagarnya juga tidak apa-apa”. Saya pikir begitu dipagar kena senggol jatuh dan masuk ke tempat lain lagi! Ini sekedar gambaran seperti itu.

Saya ingat waktu itu dia diperlihatkan rumahnya karena dia memaksa mau melihat rumahnya. Waktu itu dia bertanya, “Kenapa orang-orang ini berada di rumah seperti kandang ayam tapi ada juga yang punya rumah mereka sendiri?” dan dijawab oleh malaikat yang mendampinginya, “Karena selama di bumi mereka mengirimkan bahan”. Apa sajakah bahannya itu?

Ada 7 hal yang harus kau perhatikan, yaitu:
1. Berapa lama waktu yang kaugunakan untuk pujian dan penyembahan
2. Berapa lama waktu yang kau gunakan untuk membaca Alkitab
3. Berapa lama waktu yang kau gunakan untuk berdoa
4. Berapa lama waktu yang kau gunakan untuk menginjil orang lain
5. Berapa banyak engkau membawa jiwa-jiwa kepada Tuhan Yesus
6. Seberapa taat kamu memberikan perpuluhan dengan benar
7. Melayani Pekerjaan Tuhan melalui gereja
Disitu disebut gereja. Itu bagus karena memang betul pelayanan perlu di-cover oleh gereja. 7 hal inilah yang akan mengirimkan bahan ke sorga.

Park Yong Gyu ini penasaran lalu minta ditunjukkan rumahnya di sana. “Saya mau lihat rumah saya?”. Tapi dijawab, “Tidak bisa, kamu kan belum mati” . Tapi dia tetap ngotot untuk melihat karena katanya, “Supaya saya ada gambaran tentang rumah saya”. Dan akhirnya Tuhan Yesus mengizinkannya.

Apa yang terjadi? Dia shock! Sebab rumahnya masih berupa pondasi! Wah, dia stress, “Masa masih pondasi? Dulu saya jual rumah saya untuk bangun gereja, saya penulis buku, salah satu ‘best seller” dan uangnya saya gunakan untuk bangun Sekolah Alkitab yang sudah menghasilkan 240 Pendeta. Saya memberikan bea-siswa kurang lebih kepada 400 anak-anak yang kurang mampu. Saya membangun rumah-rumah untuk janda-janda”.

Apa jawabannya? “Tetapi itu semua tidak berkenan di hadapan Tuhan, sebab apa yang kamu lakukan itu, kamu cuma inginkan puj-pujian dari orang lain. Kamu terima banyak pujian kan?”

Di situ Park Yong Gyu baru mengerti bahwa selama ini kelihatannya dia begitu dermawan, mungkin memanggil TV dan siarkan ke seluruh Korea. Mungkin adakan perjamuan-perjamuan ucapan syukur buat keberhasilan dalam hal kebaikan dia. Memanggil para wartawan untuk menulis semua itu. Malaikat berkata, “Itu tidak mengirimkan bahan ke sorga, itu percuma”. Jadi rupanya benar Firman Tuhan yang berkata, “Kalau tangan kanan memberi tangan kiri tidak boleh tahu”.

Saudara, kalau satu-persatu saya baca, itu juga untuk mengkoreksi diri saya dan ini perlu. Mungkin selama ini ada orang yang kelihatan begitu dermawan, tetapi begitu masuk sorga (kalau masuk) jadi kaget, “Hahh…di kandang ayam?!”

Hari-hari ini saya mau ingatkan Saudara supaya sungguh-sungguh dengan Tuhan. Park Yong Gyu berkata begini, “Saya ini dari Presbyterian kuno, tidak pernah ngomong tentang kekudusan, saya tidak pernah percaya tentang Sorga dan Neraka tetapi sekarang saya harus jadi penulis kisah tentang Sorga dan Neraka”. Apakah semua harus mengalami seperti itu baru percaya?

Dan hal berikutnya dia berkata, “Ampuni orang sebanyak mungkin dan bertobat setiap hari, berulang-ulang kalau itu perlu.” Artinya selalu koreksi diri….setiap hari koreksi diri. Jangan seperti pengajaran-pengajaran sekarang ini, “Ooo tidak perlu, itu Tuhan tahu”. Tinggal lambaikan tangan kepada Tuhan dan berkata, “Wah Tuhan, saya gagal!”. Benar-benar gagal nantinya!

Dan dia berkata begini, “Banyak orang mengira bahwa kalau dia percaya Tuhan Yesus dia bisa hidup seenaknya tetapi ternyata saya melihat tempat mereka itu di neraka.”

Saudara, memang hari-hari ini kita sedang memperingati kenaikan Tuhan Yesus ke sorga dan pencurahan Roh Kudus. Tetapi saya harus tutup dulu sampai di sini. Tuhan Yesus mengasihi Saudara, karena itu Dia datang ke dunia ini. Amin!

——- M A R A N A T H A ——-

Advertisements

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s