PASTIKAN NAMA KITA TERCATAT DI KITAB KEHIDUPAN !

KHOTBAH VISI
Pdt. Dr. Ir. Niko Njotorahardjo
JCC, 05 April 2015

“PASTIKAN NAMA KITA TERCATAT DI KITAB KEHIDUPAN!”

Book of life

Shalom Saudara yang dikasihi Tuhan, hari ini adalah hari yang istimewa sebab kita sedang memperingati kebangkitan dari Tuhan Yesus. Jadi kalau hari Jum’at lalu kita memperingati kematian Tuhan Yesus di SICC, ini memang tidak biasanya terjadi dimana Jum’at Agung dan Ibadah Paskahnya ada di minggu pertama, tetapi hari ini kita bersukacita karena persis minggu pertama ini kita ada di tempat ini.

Mari kita buka 1 Korintus 15 : 3 – 9, 3Sebab yang sangat penting telah kusampaikan kepadamu, yaitu apa yang telah kuterima sendiri, ialah bahwa Kristus telah mati karena dosa-dosa kita, sesuai dengan Kitab Suci, 4bahwa Ia telah dikuburkan, dan bahwa Ia telah dibangkitkan, pada hari yang ketiga, sesuai dengan Kitab Suci; 5bahwa Ia telah menampakkan diri kepada Kefas dan kemudian kepada kedua belas murid-Nya. 6Sesudah itu Ia menampakkan diri kepada lebih dari lima ratus saudara sekaligus; kebanyakan dari mereka masih hidup sampai sekarang, tetapi beberapa di antaranya telah meninggal. 7Selanjutnya Ia menampakkan diri kepada Yakobus, kemudian kepada semua rasul. 8Dan yang paling akhir dari semuanya Ia menampakkan diri juga kepadaku, sama seperti kepada anak yang lahir sebelum waktunya. 9Karena aku adalah yang paling hina dari semua rasul, bahkan tidak layak disebut rasul sebab aku telah menganiaya Jemaat Allah.

Saudara, Firman Tuhan berkata bahwa Tuhan Yesus mati karena dosa-dosa kita. Yang seharusnya mati itu adalah kita, tetapi Tuhan Yesuslah yang mati karena dosa-dosa kita. Alkitab katakan, Semua orang telah berbuat dosa dan telah kehilangan kemuliaan Allah, upah dosa adalah maut, mati! Tetapi Yesus yang tidak mengenal dosa telah dijadikan dosa oleh karena kita supaya di dalam Dia, supaya yang percaya kepada Yesus dibenarkan oleh Allah. (Roma 3 : 23, Roma 6 : 23).

Saudara, berbicara tentang kematian itu ada 3, yaitu :
1. Kematian secara rohani
Artinya kita dipisahkan dari Allah dimana Roh Allah meninggalkan kita.

2. Kematian secara jasmani
Roh manusia terpisah dari tubuh ini.

3. Kematian kekal selama-lamanya
Ini tempatnya di NERAKA!
Kita akan lihat apa yang Tuhan Yesus katakan tentang neraka. Tuhan Yesus berkata bahwa neraka adalah tempat kegelapan yang paling gelap dimana di situ akan terdapat ratap dan kertak gigi. Akan terjadi penyiksaan-penyiksaan yang luar biasa di sana yang bukan hanya 1 tahun, 2 tahun, 10 tahun, bukan 100 tahun melainkan selama-lamanya! Dan Tuhan Yesus juga berkata bahwa neraka adalah tempat dimana ulat-ulat bangkai tidak mati dan api tidak pernah padam.
Saudara, neraka itu adalah sesuatu yang sangat mengerikan! Dan saya hari ini khusus untuk menekankan hal ini kepada Saudara. Jangan sampai kita masuk neraka!

Saudara, hari-hari terakhir ini Tuhan banyak berbicara kepada saya tentang neraka. Saya disuruh membaca di Alkitab dan juga membaca buku-buku dari mereka-mereka yang oleh Tuhan memang ditunjukkan sorga dan neraka. Saya belakangan ini justru banyak membaca, semakin saya membaca itu semakin saya mengerjakan keselamatan saya dengan lebih takut dan lebih gentar lagi.
Saudara yang dikasihi Tuhan, hari-hari ini Tuhan mengingatkan kita supaya kita mengerjakan keselamatan kita dengan takut dan gentar. Saya merekomendasikan supaya Saudara membaca buku-buku yang seperti itu. Memang ada sebagian orang yang berkata, “Ah itu mungkin hanya sebagian dari sensasi saja”, tidak demikian! Karena itu benar-benar Tuhan yang suruh. Kalau saya membaca, contohnya dari Mary Baxter, Park Yong Gyu, Choo Thomas, mereka semua ketika diperlihatkan sorga dan neraka untuk menuliskannya mereka butuh waktu lama untuk berdoa dan bertanya bagaimana caranya menuliskannya, apalagi untuk menuliskan tentang neraka. Kalau sorga memang begitu indah luar biasa, tetapi neraka mereka dengan gemetar menuliskan bagaimana ngerinya keadaan di neraka itu. Dan untuk itu mereka berdoa dan berdoa sehingga dituntun oleh Roh Kudus untuk menuliskannya. Ini bukan buku main-main! Saya merekomendasikan kepada Saudara, seperti Tuhan menyuruh saya maka banyaklah membaca buku-buku seperti itu. Benar Saudara, ketika saya banyak membaca akhir-akhir ini, itu benar-benar satu perubahan yang lebih lagi. Saya semakin mengerjakan keselamatan saya dengan semakin takut dan gentar. Itu persis seperti Rasul Paulus yang berkata, “Tetapi aku melatih tubuhku dan menguasainya seluruhnya, supaya sesudah memberitakan Injil kepada orang lain, jangan aku sendiri ditolak…” (1 Kor 9 : 27)

Jadi tiap-tiap hari saya mempraktekkan apa yang dulu Rasul Paulus praktekkan. Saya terus mengoreksi diri saya dan itu yang Tuhan mau. Saya berdoa supaya semua yang ada di tempat ini masuk sorga dan jangan sampai masuk neraka. Dan saya mau beritahu 1 hal kepada Saudara, tidak semua yang namanya orang Kristen masuk sorga! Tetapi hanya mereka yang taat dan sungguh-sungguh melakukan kehendak Tuhan, melakukan Firman Tuhan dan taat sampai akhir. Hanya merekalah yang masuk sorga!

Kalau saya membaca dari buku-buku itu, sungguh mengerikan! Di nereka itu bukan hanya ada orang-orang yang tidak mengenal Tuhan Yesus, tetapi mereka juga banyak melihat yang namanya pendeta, majelis, penatua dan jemaat. Dikatakan bahwa itu adalah orang Kristen tetapi yang berdosa, yang tidak pernah bertobat dari dosanya. Sekali lagi saya mau katakan kepada Saudara, neraka itu sesuatu yang sangaaaatttt mengerikan! Jangan sampai kita masuk ke sana, oleh karena itu Tuhan Yesus datang dan Dia yang adalah Allah menjelma menjadi manusia untuk menyelamatkan Saudara dan saya. Supaya kita yang percaya kepada Dia dibenarkan dan kita tidak usah masuk neraka lagi. Untuk itulah Tuhan Yesus datang dan mati bagi kita!

Kalau kita lihat cara mati dari Tuhan Yesus, itu sungguh-sungguh sangat mengerikan. Sebetulnya kita yang harus mengalami seperti itu, tetapi Dialah yang menggantikan kita. Dia mati dengan cara demikian!

Mengapa Tuhan Yesus harus mati dengan cara yang seperti itu? Alkitab berkata :
1. Tanpa penumpahan darah tidak ada pengampunan dosa!
2. Penyakit kitalah yang ditanggung-Nya
3. Kesengsaraan kita yang dipikulnya
4. Oleh bilur-bilurnya kita disembuhkan.

The Passion of the Christ 5

Mari kita angkat tangan kita dan katakan bersama, “Tuhan Yesus, Engkau baik, Engkau sungguh baik dan sangat baik (mari letakkan tangan kita di dada) kepada saya!”

Mari kita renungkan sebentar bagaimana cara mati dari Tuhan Yesus.
Penderitaan Tuhan Yesus dimulai di Taman Getsemani. Dia tahu bahwa Dia akan mengalami hal-hal yang mengerikan. Jangan lupa bahwa Tuhan Yesus selain 100% Allah, Dia juga 100% manusia seperti Saudara dan saya. Tuhan Yesus sangat ketakutan bahwa dikatakan bahwa peluh-Nya bertetesan seperti darah, itu satu bentuk tekanan emosi yang luar biasa sehingga menghasilkan yang seperti itu. Saudara yang dikasihi Tuhan, itu semua buat Saudara dan saya. Kalau ada di antara Saudara yang saat ini mengalami ketakutan, Saudara hanya datang kepada Tuhan sebab Tuhan sudah menanggung semua buat Saudara dan saya. Saya percaya ketakutan yang kita alami itu masih tidak seberapa dibanding apa yang Tuhan Yesus alami pada waktu itu.

Kemudian pada waktu itu datanglah murid Tuhan Yesus yang selalu bersama-sama dengan-Nya, salah seorang murid yang bernama Yudas Iskariot. Yudas datang dengan ciuman mautnya dan Tuhan Yesus dikhianati.
Kalau Saudara pernah mengalami dikhianati oleh orang yang dekat dengan Saudara, kira-kira bagaimana dengan Saudara? Mungkin Saudara mulai sakit hati dan kepahitan kepada orang itu, tetapi saya mau beritahu Saudara supaya jangan sampai sakit hati apalagi kepahitan. Kalau Saudara sudah sampai mengalami seperti itu datanglah kepada Tuhan Yesus dan saya percaya Tuhan Yesus akan berkata, “Anak-Ku, Aku sudah mengalami hal yang lebih daripada kamu. Kamu hanya perlu mengampuni”. Jangan sampai Saudara kepahitan, sebab orang yang kepahitan dan dibawa sampai nanti, maka tempat Saudara bukan di sorga, melainkan di neraka! Saya harus jelas mengatakan ini! Saudara, jagalah hatimu dengan segala kewaspadaan, karena dari situlah terpancar kehidupan (Amsal 4 : 23).

Lalu Tuhan Yesus ditangkap dan dibawa ke rumah Imam Besar Kayafas. Di sana Tuhan Yesus ditampar, diludahi, dikata-katai hal-hal yang jahat, dsb. Pernahkah Saudara mengalami yang seperti itu? Sekali lagi, kalau Saudara mengalami yang seperti itu, jaga hati dan datang kepada Tuhan Yesus. Dia yang sudah menebus dan menanggung buat Saudara dan saya.

Pada waktu Tuhan Yesus dibawa kepada Pilatus, dia diperingati oleh istrinya, “Jangan engkau mencampuri perkara orang benar itu, sebab oleh karena Dia aku sangat menderita dalam mimpi tadi malam”. (Matius 27 : 19). Pilatus mencari apa kesalahan Tuhan Yesus dan tidak dapat menemuinya. Sementara itu orang-orang Yahudi berkata, “Salibkan Dia! Salibkan Dia!”. Lalu kerusuhan mulai terjadi dan Pilatus terus mencoba untuk melepaskan Tuhan Yesus, tetapi dia tidak mampu. Dan akhirnya Pilatus menyerahkan Tuhan Yesus kepada orang-orang Yahudi untuk disalibkan.

Langkah awal dari penyaliban itu, Tuhan Yesus dihukum cambuk. Jubah-Nya dibuka dan Tuhan Yesus diikat pada sebuah tonggak. 2 algojo memegang cambuk yang ujungnya dari potongan tulang dan potongan besi. Setiap kali cambuk itu dihujamkan ke tubuh Tuhan Yesus, maka akan menimbulkan luka yang sangat dalam! Darah bercucuran dan sakitnya luar biasa! Tuhan Yesus berteriak-teriak kesakitan!

Belum selesai sampai disitu, Tuhan Yesus lalu diberi mahkota duri! Duri ditancapkan diatas kepala-Nya, sakitnya luar biasa dan darah kembali keluar. Itu belum selesai, tangan dan kaki Tuhan Yesus lalu dipaku. Sakitnya luar biasa dan darah kembali bercucuran. Akhirnya Tuhan Yesus digantung di atas kayu salib dan Dia sangat-sangat menderita. Dada-Nya sangat sesak akibat cairan yang menekan jantung-Nya. Sementara dalam keadaan yang berlumuran darah, orang-orang yang lalu-lalang semuanya menghujat Tuhan Yesus. Orang-orang Farisi, ahli-ahli Taurat dan para tua-tua semuanya menghujat Tuhan Yesus bahkan salah satu penjahat yang disebelah Tuhan Yesus ikut menghujat-Nya. Tuhan Yesus menderita lahir dan batin.

Saudara, sekitar jam 12 siang hingga jam 3 sore tiba-tiba di Golgota mulai gelap. Tuhan Yesus gelisah dan kemudian mulai berteriak, “Eli, Eli, lama sabakhtani? Eli, Eli, lama sabakhtani? Allah-Ku, Allah-Ku, mengapa Engkau meninggalkan Aku?” (Mat 27 : 46).
Tuhan Yesus pada waktu itu ditinggalkan oleh Bapa. Orang yang berdosa itu ditinggalkan dari Allah Bapa dan Tuhan Yesus harus menanggung itu. Itu yang paling berat! Saya percaya penderitaan yang lain tidak dapat dibandingkan dengan pada waktu Dia ditinggalkan Bapa. Saya pribadi kalau sampai tidak merasakan hadirat Tuhan, buat saya itu satu siksaan.

Saya selalu menjaga dalam hidup ini supaya bisa terus bisa merasakan hadirat Tuhan. Itu yang menjadi segalanya bagi saya. Saya tidak tahu dengan Saudara, tetapi berbahagialah Saudara kalau Saudara mempunyai 1 prinsip hidup, “Saya setiap saat mau merasakan hadirat Tuhan”. Sehingga hal-hal yang membuat kita tidak bisa merasakan hadirat Tuhan akan kita koreksi. Mungkin ada dosa, mungkin ada hal-hal yang tidak berkenan dihadapan Tuhan, itu harus kita selesaikan supaya kita bisa merasakan hadirat Tuhan dan itulah Tuhan Yesus! Tuhan Yesus yang selalu merasakan hadirat Bapa, tiba-tiba Dia harus merasakan ditinggalkan Bapa-Nya.

Akhirnya Tuhan Yesus mati, “Sudah selesai!. Tuhan Yesus menyerahkan nyawa-Nya dan Tuhan Yesus dikuburkan. Seperti Alkitab katakan tadi, Tuhan Yesus mati karena dosa-dosa kita, Dia dikuburkan, tetapi pada hari yang ketiga Dia bangkit dari kematian. Haleluya!

Saudara, Tuhan Yesus hidup! Dia bangkit! Tetapi tidak semua orang yang percaya kalau Tuhan Yesus itu hidup karena pada waktu itu disiarkan kabar bahwa mayat Tuhan Yesus dicuri murid-murid-Nya. Tentunya kabar itu sampai hari ini masih beredar sehingga banyak orang yang tidak percaya kalau Tuhan Yesus itu hidup. Tetapi berbahagialah Saudara dan saya yang percaya bahwa Tuhan Yesus benar-benar hidup sesuai apa yang dikatakan oleh kitab suci.

Apa yang Alkitab katakan kalau sampai Tuhan Yesus tidak hidup? Kalau sampai Tuhan Yesus tidak hidup, Alkitab katakan :
1. Pemberitaan Firman Tuhan itu sia-sia
2. Kepercayaan kita sia-sia dan kita masih ada di dalam dosa-dosa kita
3. Orang-orang yang mati di dalam Tuhan akan tetap binasa
4. Kita dikatakan orang-orang yang paling malang dari segala manusia.
5. Mujizat dan kesembuhan itu tidak akan ada lagi

Tetapi puji Tuhan karena Tuhan Yesus hidup, maka yang terjadi adalah :
1. Pemberitaan Firman Tuhan tidak sia-sia.
2. Kepercayaan kita tidak sia-sia, kita tidak di dalam dosa kita lagi, tetapi kita akan hidup kekal bersama Dia selama-lamanya.
3. Orang-orang mati di dalam Tuhan tidak binasa tetapi akan hidup kekal selama-lamanya.
4. Kita bukan orang-orang yang paling malang dari segala manusia, tetapi justru orang-orang yang paling beruntung dari segala manusia.
5. Mujizat dan kesembuhan itu masih ada dan itu nyata. Haleluya!

Saudara, saya salah satu hamba Tuhan yang diberikan oleh Tuhan karunia untuk melakukan pelayanan dalam kesembuhan. Sudah 9 tahun terakhir Tuhan memberikan itu dan saya adalah saksi-Nya bahwa mujizat dan kesembuhan seperti apa yang dilakukan Tuhan Yesus 2000 tahun yang lalu itu sampai dengan hari ini masih ada dan itu nyata. Saya melihat dengan mata sendiri, orang buta melihat, lumpuh berjalan, tuli mendengar, kanker dan tumor yang hilang seketika, orang mati dibangkitkan dan kepada orang miskin diberitakan kabar baik.

Saudara, Tuhan Yesus sekarang ada di sorga duduk disebelah kanan Allah Bapa. Sampai kapan Tuhan Yesus ada di sana? Kisah 3 : 21 berkata demikian, Kristus itu harus tinggal di sorga sampai waktu pemulihan segala sesuatu, seperti yang difirmankan Allah dengan perantaraan nabi-nabi-Nya yang kudus di zaman dahulu.
Tuhan Yesus akan tetap di sorga sampai waktu pemulihan segala sesuatu. Kalau itu selesai maka Tuhan Yesus akan datang kembali menjemput Saudara dan saya. Dan waktunya sudah sangat singkat!

Ada 2 pesan yang Tuhan berikan begitu kuat akhir-akhir ini :
1. Kedatangan Tuhan Yesus sudah sangat-sangat-sangat dekat
2. Hari-hari ini kita sedang memasuki satu penuaian jiwa besar-besaran.

Saudara, Tuhan Yesus berpesan kepada kita hari ini dan saya percaya ini merupakan pesan Paskah buat Saudara dan saya, “BERJAGA-JAGALAH!”
Saya diingatkan apa yang Tuhan Yesus pesankan kepada Jemaat di Sardis. Kalau Saudara membaca Wahyu 3 : 3 maka disitu dikatakan, …Karena jikalau engkau tidak berjaga-jaga, Aku akan datang seperti pencuri dan engkau tidak tahu pada waktu manakah Aku tiba-tiba datang kepadamu.

Artinya, kalau kita tidak tahu maka kita akan ketinggalan. Pada waktu pengangkatan terjadi, kita tidak tahu apa-apa dan kita akan ketinggalan. Tetapi saya percaya kita semua adalah orang-orang yang mau berjaga-jaga. Kalau kita mau berjaga-jaga, kita tidak akan ketinggalan. Apa yang dimaksudkan dengan berjaga-jaga disini?

Tuhan Yesus berkata kepada Jemaat di Sardis, Aku tahu segala pekerjaanmu: engkau dikatakan hidup, padahal engkau mati! (Wahyu 3 : 1)
Saudara, kenampakan dari luar rasanya seperti hidup apalagi kalau di gereja. Mungkin kalau di gereja yang berseru paling keras, “Haleluya! Haleluya!”, tetapi di dalamnya justru dia melakukan sesuatu yang menyakitkan hati-Nya Tuhan. Engkau kelihatan hidup padahal engkau mati! Tetapi Tuhan Yesus berkata kepada orang-orang yang seperti ini, Bangunlah, dan kuatkanlah apa yang masih tinggal yang sudah hampir mati, sebab tidak satupun dari pekerjaanmu Aku dapati sempurna di hadapan Allah-Ku. Karena itu ingatlah, bagaimana engkau telah menerima dan mendengarnya; turutilah itu dan bertobatlah! (Wahyu 3 : 2 – 3)

Bertobatlah itu artinya berjaga-jaga! Mari sekarang kita koreksi diri kita sebentar, mungkin kita kelihatan hidup dimana diluar kelihatan begitu rohani, tetapi di dalamnya Tuhan yang tahu. Tuhan akan berkata, “Engkau dikatakan hidup (mungkin orang-orang menganggap engkau hidup) tetapi sebetulnya engkau mati! Bertobatlah! Bertobatlah!”. Artinya, berjaga-jaga.

Dan Tuhan juga katakan, Barangsiapa menang (artinya siapa yang bertobat), ia akan dikenakan pakaian putih yang demikian; Aku tidak akan menghapus namanya dari kitab kehidupan, melainkan Aku akan mengaku namanya di hadapan Bapa-Ku dan di hadapan para malaikat-Nya. (Wahyu 3 : 5)

Saudara, pada waktu kita bertobat dan menjadi orang Kristen lahir baru, nama kita ditulis dalam Kitab Kehidupan. Kalau kita keluar sebagai pemenang sampai akhirnya nanti, nama kita tidak akan dihapus. Tetapi kalau sampai kita kalah, jadi Kristen yang kalah, nama kita bisa dihapus!

Saudara, ini pesan Tuhan dan dengarkan baik-baik! Pastikan nama kita tertulis dalam Kitab Kehidupan. Karena itu kita harus koreksi diri terus. Sebab ini bisa hilang dan begitu kita kalah maka nama kita dihapus oleh Tuhan dari Kitab Kehidupan, tetapi barangsiapa menang namanya tetap tidak akan dihapus dan itu yang akan membawa kita masuk sorga. Amin!

Kesaksian Pemuda Yang Dibawa Ke Neraka
Saudara, ada sebuah kesaksian yang menarik. Ada seorang pemuda yang namanya berinitial ”W”. Dia adalah jemaat ditempat kita. Dia bersekolah di London untuk mengambil gelar master. Beberapa tahun yang lalu dia mengalami satu peristiwa yang luar biasa. Itu yang dia saksikan dengan gemetar kepada saya dan beberapa orang yang mendengarnya.

Pemuda ini adalah seorang Kristen yang sudah dibaptis, suka membaca Alkitab dan berdoa. Saya bertanya kepadanya, “Kekristenanmu bagaimana?”. Dia tidak bisa menjawab, dia hanya mengatakan, “Ya biasa-biasa saja, Pak”. Saya tidak tahu ukuran ‘biasa-biasa’-nya itu, sebab orang ketika ditanya pasti akan menjawab seperti itu. Atau mungkin ada yang berkata bahwa dia sungguh-sungguh, namun menurut ukurannya sendiri. Tetapi bagi pemuda ini apa yang terjadi? Beberapa tahun yang lalu ketika dia tidur tiba-tiba dia didatangi oleh orang yang berpakaian hitam, muka dan tangannya tidak kelihatan. Tiba-tiba dia menjadi ketakutan, “Waduh, ada apa ini?”. Sepertinya dia bangun tetapi ketika menoleh ke belakang, dia melihat badannya masih tidur. Jadi dia duduk tetapi dia masih bisa melihat badannya masih tidur. Lalu orang yang berpakaian hitam itu berkata, “Kamu sudah mati” dan tiba-tiba dia dibawa seperti naik terbang dan dibawa pada satu antrian. Di depannya dia lihat ada malaikat besar dan ada mimbar serta sebuah buku di atasnya. Di sebelah malaikat besar itu ada malaikat-malaikat kecil, artinya seukuran manusia. Setiap kali malaikat besar itu berkata kepada orang yang ada di depannya, lalu dia memberikan perintah kepada malaikat yang lebih kecil dan tiba-tiba orang itu dibawa oleh malaikat tersebut. Pemuda itu masih tidak mengerti, lalu tibalah gilirannya. Malaikat yang besar itu melihatnya dan membuka-buka buku yang ada di depannya. Pemuda itu tahu bahwa itu adalah buku kehidupan. Malaikat itu kelihatan menggelengkan kepalanya dan pemuda itu langsung ketakutan dan berkata, “Waduh, rasanya nama saya tidak ada”. Ternyata benar dan tiba-tiba malaikat yang besar itu berkata kepada malaikat yang kecil, “Bawa dia ke neraka!”. Pemuda itu tidak terlalu kaget, karena dia masih berpikir apakah dia hanya bermimpi tetapi dia mau dimasukkan ke neraka. Lalu tiba-tiba malaikat yang kecil itu memegang lengannya dengan satu tangan dan diajak terbang. Dia melihat langit biru yang cukup bagus, namun setelah terbang cukup lama dia melihat gunung-gunung dan ada lubang di gunung tersebut seperti gua dan mereka masuk ke sana. Yang dia lihat pertama, itu adalah tempat yang gersang, gelap dan tidak ada kehidupan. Lalu dia diajak berjalan dan sampailah kepada 1 pintu gerbang yang ada obor di kiri-kanannya untuk menerangi karena gelapnya di sana. Kemudian dia dibawa masuk ke dalam pintu gerbang itu dan dia melihat ada kelihatan cahaya merah. Namun setelah melewati itu tiba-tiba malaikat yang mengantarnya itu hilang! Dia kaget tetapi lalu berkata, “Ah, saya tahu jalan keluarnya. Saya mau ikut keluar, tadi lewat sana kan?”. Tetapi begitu dia berbalik jalan untuk kembali ternyata jalannya sudah tidak ada lagi! Dia sudah terjebak di dalam tempat itu! Dia sangat ketakutan dan terdengarlah suara, “Ini neraka lantai pertama!”. Yang dia lihat di langit-langit itu banyak orang bergelantungan dan pada sekujur tubuh mereka ada seperti agar-agar hijau yang bergerak-gerak menutupi dari kepala sampai kaki. Mereka tidak berteriak-teriak, hanya berdesis, “Huuff…huff..”. Dalam keadaan ketakutan tiba-tiba dia melihat agar-agar itu datang kepadanya dan menempel kepadanya. Lalu tiba-tiba dia pun digantung juga seperti itu! Yang dia rasakan, pertama dia sesak nafas luar biasa lalu di dahinya rasanya panas tetapi di belakang kepalanya dingin. Dia juga merasakan gatal di punggungnya tetapi tidak bisa menggaruk. Dia lalu berteriak-teriak, “Tuhan Yesus tolong!…Tuhan Yesus tolong!..” tetapi dibiarkan. Dia merasa sepertinya 3 hari dia ada di sana. Lalu kemudian tiba-tiba muncul 1 orang yang membawa lentera dan berkata, “Hei, kamu jangan teriak-teriak Nama itu! Kalau kamu teriak-teriak Nama Yesus nanti ada 2 setan yang akan menyeret kamu ke tempat yang lebih bawah”. Tetapi pemuda itu berpikir, “Kalau saya berbicara dalam hati, dia juga tidak akan tahu”. Di dalam hatinya dia terus berkata-kata, “Tuhan Yesus tolong!…Tuhan Yesus tolong!”…. Dan akhirnya apa yang terjadi?

Tiba-tiba dia seperti jatuh di suatu ruangan dan ada orang yang berpakaian putih besar. Dia tahu bahwa itu adalah Tuhan Yesus. Dia langsung tertelungkup di hadapan Tuhan Yesus, “Tuhan Yesus tolong saya, ampuni saya…”. Dia juga berjanji, “Saya mau melayani…saya mau hidup kudus, saya mau bayar perpuluhan…”. Mungkin selama ini dia tidak membayar perpuluhan rupanya. Pokoknya dia berjanji apa saja kepada Tuhan Yesus. Kemudian dia berpikir, “Kalau saya kembali, rasanya sudah 3 hari. Badan saya mungkin sudah diformalin. Bagaimana nanti?”. Itu perasaannya. Tetapi Tuhan Yesus berkata, “Aku berikan kepadamu kesempatan 1x lagi!”. Tiba-tiba pemuda itu terbangun dan dia kembali ke kamarnya. Dia berkata bahwa kamarnya itu dingin sekali karena AC-nya diatur 16 derajat, tetapi justru dia merasakan kepanasan luar biasa. Dan yang membuatnya kaget, orang yang berbaju hitam itu masih ada di sana!

Saudara, itu peristiwa beberapa tahun yang lalu. Pada waktu pemuda itu bersaksi di hadapan saya, dia ketakutan dan banyak diam. Kemudian dia berkata kepada saya, “Pak Niko, apa yang harus saya perbuat?”. Saya balik bertanya kepadanya, “Waktu kamu dibebaskan oleh Tuhan Yesus, apa yang kamu janjikan?”. Dia berkata, “Saya mau bersaksi”. Apakah sudah dilakukan? “Belum”. Saya beritahu kepadanya, “Tuhan mengasihi kamu”. Dia juga berkata, “Pak, 2 tahun yang lalu saya sudah koma dan saya tahu saya diingatkan ini”. Memang saya tahu bahwa Tuhan mengasihani anak ini dan dia bisa bertemu dengan saya. Saya katakan kepadanya, “Mulai sekarang kamu harus menyaksikan ini kemana-mana dan hidupmu harus berubah. Sebab kalau kamu tidak berubah maka kamu akan berakhir seperti itu, namamu tidak terdapat dalam kitab kehidupan”. Dia dengan gemetaran berkata, “Iya Pak, saya tahu”.

Saudara, saya tahu ini bukan kebetulan karena hari-hari ini Tuhan banyak berbicara kepada saya, “Kamu lebih banyak bicara tentang sorga dan neraka”. Kalau orang banyak membaca dan melihat itu maka orang akan lebih menghargai kematian dan kebangkitan Tuhan Yesus. Amin!

Saudara, saya pribadi setelah saya dituntun seperti itu, sekarang rasanya saya lebih lagi dan lebih lagi menghargai serta menghormati kematian Tuhan Yesus. Cara mati dari Tuhan Yesus itu benar-benar seharusnya kita yang mengalaminya. Saudara perhatikan baik-baik! Pastikan nama Saudara ada di dalam Kitab Kehidupan!
Ini doa saya setiap hari, supaya Saudara semua masuk sorga! Berhati-hatilah, jangan sekarang Saudara ikut-ikutan berita-berita yang di luar sana. Dalam buku-buku yang saya baca itu ada dituliskan juga. Dikiranya kita bisa berbuat semaunya saja di hadapan Tuhan dan kita tetap selamat! Itu tempatnya di neraka! Sebab tidak pernah Alkitab berkata demikian, namun yang namanya pendeta sudah cukup banyak yang berkata demikian. Tetapi sekali lagi saya mau beritahu Saudara, pastikan nama Saudara ada dalam Kitab Kehidupan, sebab kalau sampai tidak ada maka tempatnya bukan di sorga! Dan saya berdoa supaya Saudara semua masuk sorga dan selagi masih ada di dalam dunia Saudara mengalami hari-hari ini pelipatgandaan mujizat. Amin!

——- M A R A N A T H A ——-

Advertisements

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s