Misteri tanda 666

666_logoDisney – Coca Cola – Pepsi Cola – Cadbury’s

ChromeChrome

adobe-reader-666Adobe

disney-666Walt Disney

MISTERI TANDA 666 (Tanda Antikristus Di Dahi Dan Tangan Kanan Menurut Kitab wahyu

Jika sudah berbicara mengenai angka 666, maka biasanya topik ini akan menjadi seperti “bola liar.” Tiap orang Kristen maupun tiap kelompok komunitas Kristen berusaha untuk menafsirkan menurut pemahamannya, bahkan cenderung semaunya sendiri. Banyak yang bukan mencari makna aslinya tetapi menjadikan ayat ini sebagai peluru untuk menguatkan pemahaman yang sudah terbentuk di otaknya. Contoh ajaran yang paling berpengaruh menyatakan bahwa angka 666 adalah angka latinisasi, artinya “si binatang”/ antikristus/ penguasa akhir zaman itu jumlah bilangan nama latinnya adalah 666. Sebagian besar dari mereka mengatakan bahwa si 666 tidak lain tidak bukan adalah Paus (pemimpin Roma Katolik), dengan argumentasi gelarnya yakni “wakil Putera ALLAH” atau dalam bahasa Latinnya Vicarius Filii Dei memiliki jumlah angka 666.

V = 5              F = O            D = 500

I = 1               I = 1              E = 0

C = 100          L = 50           I  = 1

A = 0              I = 1

R = 0              I = 1

I = 1

U = 5

S = 0

Ada juga yang mengatakan berdasarkan hitungan matematika mereka bahwa 666 adalah kaisar Nero karena ketika nama Nero di Ibranikan Nron Qsr (dilafalkan Neron Kaisar) jumlahnya 666:

nun (50), resh (200), waw (6), nun (50), qof (100), sameks (60), dan resh (200).

Menjadi semakin liar karena ada yang menghubungakan bahwa internet merupakan sistem yang digunakan oleh antikristus “si 666” karena dalam bahasa Ibrani huruf “vav” atau “waw” atau “W” adalah huruf yang memiliki bilangan angka 6, sehingga www = 666. Jadi jika menggunakan internet, maka kita sudah menjadi bagian dari pemerintahan antikristus.

Itulah beberapa fakta yang berkembang dalam masyarakat Kristen, banyak penafsiran yang akhirnya menuduh, menyakiti perasaan orang lain serta penafsiran yang konyol dan cenderung bodoh. Daripada akhirnya kita menuduh orang lain sebagai si 666 (belum tentu benar dan fitnah adalah dosa) atau menjadi orang yang “aneh/ parno” karena menganggap semua di dunia ini 666, mari sekarang coba kita “bedah” kata per kata di Wahyu 13:18 ini. Semoga dengan mengeksposisi dengan benar kita dapat menemukan Kebenaran sejatinya:

Eksposisi Wahyu 13:18

“Yang penting di sini ialah hikmat: barangsiapa yang bijaksana, baiklah ia menghitung bilangan binatang itu, karena bilangan itu adalah bilangan seorang manusia, dan bilangannya ialah enam ratus enam puluh enam” (Why 13:18).

Pentingnya Hikmat

“Yang penting di sini ialah hikmat….” Itu kalimat awal di ayat ini. Apa yang dimaksud dengan hikmat itu? Dalam bahasa Yunani “hikmat” di sini menggunakan kata sophia. Dalam kamus Yunani sophia selain berarti hikmat, juga bisa berarti ilmu, kepandaian, kitab Hikmat dan Hikmat. Perhatikan Hikmat (dengan huruh awal besar), itu artinya menunjuk kepada hikmat yang dipersonifikasikan. Paulus pernah dengan cukup jelas mengatakan siapakah hikmat yang dipersonifikasikan ini: “Tetapi yang kami beritakan ialah hikmat Allah yang tersembunyi dan rahasia, yang sebelum dunia dijadikan, telah disediakan Allah bagi kemuliaan kita. Tidak ada dari penguasa dunia ini yang mengenalnya, sebab kalau sekiranya mereka mengenalnya, mereka tidak menyalibkan TUHAN yang mulia” (I Kor 2:7-8). Secara tegas Paulus kemudian berkata, “… Kristus adalah kekuatan Allah dan hikmat Allah” (I Kor 1:24). Jadi hikmat yang dipersonifikasikan menurut Paulus dan Alkitab tidak lain adalah YESUS KRISTUS.

Hikmat TUHAN atau KRISTUS adalah sifat dan kualitas ALLAH yang membuat Ia sanggup menciptakan dan mengendalikan segala sesuatu: “Dengan hikmat TUHAN telah meletakkan dasar bumi, dengan pengertian ditetapkan-Nya langit” (Ams 3:19). Dan barangsiapa memiliki Hikmat ini, maka siapapun orangnya pasti akan menjadi manusia yang berhasil (Ams 3:13-18; 4:5-11). “Aku mengajarkan jalan hikmat kepadamu, aku memimpin engkau di jalan yang lurus” (Ams 4:11), jalan yang lurus yang diajarkan oleh Salomo ini di dalam Perjanjian Baru jelas sekali menunjuk kepada YESUS. Sebab YESUS pernah berkata, “…Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorang pun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku” (Yoh 14:6).

Jadi kalimat awal Why 13:18 yang mengatakan bahwa: “Yang penting di sini ialah hikmat….” berdasarkan eksposisi di atas memiliki pengertian: “yang penting di sini ialah YESUS KRISTUS”. KRISTUS lah Hikmat itu, KRISTUS harus ditempatkan sebagai pusat segalanya di dalam pikiran, hati dan hidup kita. Dalam konteks Why 13:18 artinya tanpa KRISTUS ada di pikiran, hati dan hidup seseorang, maka orang tersebut tidak akan bisa memahami makna 666 dengan benar.

Harus Bijaksana

Kalimat berikut yang kita mau eksposisi dari Why 13:18 adalah “…barangsiapa yang bijaksana…”. Apa yang dimaksud dengan bijaksana? Dalam bahasa aslinya kata “bijaksana” disini menggunakan kata Yunani nous yang berarti: hati, pengertian, akal budi, pemikiran dan pendapat. Perhatikan kata yang digaris-bawahi, dari arti ini orang yang bijaksana juga bisa berarti orang yang berpengertian. Dalam konteks orang beriman, maka orang bijaksana/ berpengertian adalah orang yang mengerti firman TUHAN: “Lalu Ia membuka pikiran (nous) mereka, sehingga mereka mengerti Kitab Suci” (Luk 24:45). Daniel 9:22-23 mengatakan bahwa, “Lalu ia mengajari aku dan berbicara dengan aku: Daniel, sekarang aku datang untuk memberi akal budi kepadamu untuk mengerti. Ketika engkau mulai menyampaikan permohonan keluarlah suatu firman, maka aku datang untuk memberitahukannya kepadamu, sebab engkau sangat dikasihi. Jadi camkanlah firman itu dan perhatikanlah penglihatan itu”. Berdasarkan ayat-ayat di atas, maka kita bisa menyimpulkan bahwa yang dimaksud dengan “Orang yang bijaksana” adalah orang yang mengerti dan memahami firman TUHAN.

Syarat Bisa Memahami 666

Dari eksposisi di atas, paling tidak kita harus memiliki dua syarat ini agar bisa memahami apakah yang dimaksud dengan 666 itu:

Sudah menempatkan KRISTUS sebagai yang utama di dalam seluruh aspek kehidupan kita.

Memiliki pengertian dan pemahaman firman TUHAN dengan baik.

Jika dua syarat ini sudah terpenuhi, maka untuk bisa memahami apa, siapa, dan bagaimana 666 akan menjadi lebih mudah. Tanpa dua syarat ini, maka penafsiran tentang 666 akan bias dan cenderung menyesatkan.

Menghitung Bilangan Binatang Itu

Kalimat berikut di dalam Why 13:18 adalah “…baiklah ia menghitung bilangan binatang itu…” Apa yang dimaksud dengan menghitung bilangan binatang itu? Kata “menghitung” dalam bahasa aslinya menggunakan kata Yunani psephisato dari kata dasar psephizo yang artinya menghitung atau mengerti. Selain digunakan di ayat ini, kata psephizo juga muncul di dalam Luk 14:28 yang diterjemahkan LAI menjadi “membuat anggaran biaya/ perencanaan” ketika mau membangun menara. Luk 14:28 ini kemudian memiliki kata yang sepadan (yang bisa saling menjelaskan dan menguatkan) di ayat 31 yang diterjemahkan oleh LAI dengan kata “mempertimbangkan”. Jadi berdasarkan etimologinya, maka kata “menghitung” di Why 13:18 bukan lah seperti menghitung suatu rumus matematika atau memecahkan suatu teka-teki hitungan, tetapi berusaha mengerti dengan mempertimbangkan apa yang mau ALLAH sampaikan tentang “binatang” itu.

Kesimpulan Awal

“Yang penting di sini ialah hikmat: barangsiapa yang bijaksana, baiklah ia menghitung bilangan binatang itu, karena bilangan itu adalah bilangan seorang manusia…” (Why 13:18). Jika pemahaman hasil eksposisi kita di atas dibuatkan kalimat, maka kalimatnya menjadi: “Yang penting di sini ialah KRISTUS, orang yang mengerti dan memahami firman TUHAN, baiklah ia mempertimbangkan bilangan binatang itu, karena bilangan binatang itu adalah bilangan seorang manusia…” (cat: mohon diperhatikan yang digaris-bawahi). Jadi dari hasil eksposisi awal kita ini, Why 13:18 ingin menekankan bahwa “binatang itu” adalah “seorang manusia”. Kenapa “seorang manusia”? Karena kata Yunani yang digunakan adalah anthropou yang berbentuk maskulin tunggal, artinya jelas bahwa “binatang” yang dimaksud oleh Yohanes di dalam nubuatan wahyu ini adalah seorang pria.

Bilangan binatang yang ternyata seorang pria ini berjumlah 666. Sebenarnya apa maksud Yohanes dengan mengatakan seorang pria yang nanti menjadi penguasa di akhir zaman ini jumlah bilangannya 666? Yang harus diingat bahwa bilangan 666 ini untuk menjelaskan tentang “binatang itu” atau “seorang pria itu”. Jadi penekanan Yohanes ialah ingin mengatakan kepada pembaca wahyu ini bahwa “binatang itu” bukanlah binatang jadi-jadian/ monster/ mutan seperti Gozilla yang menguasai manusia di akhir zaman, melainkan adalah “seorang pria”.

Arti Angka 6

Angka enam (6) di dalam Alkitab menunjuk kepada angka manusia dan binatang liar/ buas, karena baik manusia dan binatang liar/ buas itu diciptakan di hari ke-6 (Kej 1:24-31). Ini menjelaskan kenapa Yohanes memakai terminologi “binatang”. Yohanes ingin mengarahkan pembacanya bahwa binatang di Wahyu 13 yang ia saksikan adalah seorang manusia, seorang pria. Dari pemahaman ini kita bisa menafsirkan bahwa “seorang pria” yang akan menguasai dunia di akhir zaman nanti sifat dan karakternya seperti binatang buas, jadi meski manusia ia bukanlah “manusia biasa”.

Alkitab sering menggunakan angka sebagai lambang, sebagai contoh: angka tujuh (7) biasanya melambangkan kesempurnaan (penciptaan selama tujuh hari, Israel mengelilingi Yerikho sebanyak tujuh kali, hari ke-7 juga merupakan hari dimana TUHAN beristirahat setelah penciptaan dan juga hari Sabat yakni hari dimana kita harus mengkhususkan diri bagi TUHAN). Dari pengertian simbolisasi angka tujuh yang berarti kesempurnaan ini kita akhirnya bisa memahami bahwa angka enam (kurang satu angka dari tujuh) berarti sesuatu yang tidak sempurna. Simbolisasi angka enam yang berarti “tidak sempurna” ini bisa kita temukan dalam I Taw 20:6 dimana dikisahkan adanya makhluk yang tidak sempurna yakni raksasa yang tangan dan kakinya berjari enam.

Jadi dari pemaparan di atas kita bisa menarik kesimpulan bahwa angka enam (6) memiliki arti manusia yang tidak sempurna.

Arti Angka 6 Diulang Sebanyak 3 Kali

Kita kemudian mendapati adanya angka enam yang diulang sebanyak tiga (3) kali. Sebuah kata jika diulang sebanyak tiga kali di dalam Alkitab sering kali memiliki arti penegasan/ penekanan, coba bandingkan di dalam Why 4:8 dan 8:13 dimana kata ”kudus” dan “celaka” diulang sebanyak tiga kali. Itu artinya ”kudus” dan “celaka” sedang ditekankan dalam konteks nubuatan di ayat-ayat itu. Dengan pemahaman inilah maka bilangan 666 (enam diulang tiga kali) berarti menegaskan/ menekankan tentang adanya seorang manusia yang tidak sempurna. Dan itu yang mau ditekankan Yohanes, bahwa 666 itu adalah manusia yang tidak sempurna yang ingin seperti ALLAH. Tentu Anda bertanya: “kenapa dia mau seperti ALLAH?” Ini hanya bisa dijawab jika Anda sudah membaca konteks dimana Why 13:18 berada, yaitu cerita tentang “si binatang” atau si antikristus yang memang ingin diperlakukan sama seperti ALLAH.

Manusia Yang Mau Seperti ALLAH Dalam PL

Dalam PL ada kisah yang hampir sama dengan apa yang dinubuatkan oleh Yohanes dan bisa jadi tokoh di PL itu yang diingat oleh Yohanes ketika ingin menggambarkan sosok 666 yang di dapatnya di dalam penglihatan akhir zaman itu. Raja Babilonia yang bernama Nebukadnezar adalah seorang manusia yang juga tercatat di Alkitab ingin disembah sebagai allah, “Raja Nebukadnezar membuat sebuah patung emas yang tingginya enam puluh hasta dan lebarnya enam hasta …”(Dan 3:1). Perhatikan bahwa patung raja ini memiliki bilangan enam puluh enam (66), enam sebanyak dua kali. Dengan penjelasan arti angka enam seperti yang sudah kita pahami di atas berarti Raja Nebukadnezar adalah manusia biasa yang tidak sempurna yang ingin seperti ALLAH.

Dari contoh Nebukadnezar tadi artinya raja yang memerintah di akhir zaman nanti (“si binatang” atau antikristus itu) lebih kejam daripada Nebukadnezar, lebih ingin menyerupai ALLAH dibanding Nebukadnezar, lebih ingin disembah sebagai ALLAH dibandingkan Nebukadnezar. Hal ini karena Alkitab menggambarkan bahwa ia memiliki angka 666 (enam tiga kali), sebuah peningkatan signifikan dari angka si Nebukadnezar yakni 66 (enam dua kali). Benar tidak ???

Jadi sebenarnya angka 666 adalah bilangan simbolis dari usaha maksimal seorang manusia di akhir zaman nanti untuk menyamakan dirinya menjadi seperti ALLAH. “Si binatang” di Wahyu 13 adalah seorang manusia, seorang pria yang ingin menyamakan dirinya sebagai ALLAH, ia memang memiliki kuasa dan mujizat seperti ALLAH, ia juga diberi kuasa untuk bisa menaklukkan dan membunuh orang-orang percaya dan ia adalah raja dunia di akhir zaman nanti. Seseorang yang Yohanes gambarkan sebagai antitesis dari KRISTUS, ia adalah antikristus.

Eksposisi Wahyu 13:16

“Dan ia menyebabkan, sehingga kepada semua orang, kecil atau besar, kaya atau miskin, merdeka atau hamba, diberi tanda pada tangan kanannya atau pada dahinya, dan tidak seorang pun yang dapat membeli atau menjual selain dari pada mereka yang memakai tanda itu, yaitu nama binatang itu atau bilangan namanya” (Why 13:16).

Sama seperti membicarakan makna 666, orang-orang Kristen juga punya banyak pemahaman yang berbeda tentang tanda antikristus atau tanda 666 ini. Sebagian besar lebih senang dan tertarik menafsirkannya dengan hal-hal yang sifatnya lahiriah (seperti dugaan chip/ barcode yang ditanam di dahi dan tangan seseorang). Karena hal itulah akhirnya banyak orang Kristen yang mengabaikan makna dasar dari tanda 666 yang sebenarnya sangat sederhana.

Tanda 666

Berdasarkan Why 13:16 ini “si binatang yang keluar dari dalam bumi” adalah merupakan aktor yang merancang tanda si antikristus (“si binatang yang keluar dari laut”). Soal binatang yang keluar dari bumi ini bisa dilihat dalam artikel pengajaran di http://www.theway.or.id yang berjudul “Sang Nabi Palsu”. “Tanda” dalam bahasa aslinya menggunakan kata Yunani kharagma yang selain berarti “tanda” bisa juga berarti “cap/ barang yang dibuat” atau mark dalam bahasa Inggris. Dalam Perjanjian Baru kata ini muncul sebanyak delapan kali dan hanya satu kali dipakai diluar Kitab Wahyu yakni di Kisah 17:29, “Karena kita berasal dari keturunan ALLAH, maka kita tidak boleh berpikir, bahwa keadaan ilahi sama seperti emas atau perak atau batu, ciptaan | kharagma kesenian dan keahlian manusia”. Sedangkan semua kata kharagma yang dibicarakan di Wahyu adalah tentang “tanda atau cap” dari si antikristus (“si binatang yang keluar dari dalam laut”).

“Tanda” ini memang tidak secara jelas dikatakan terlihat kasat mata atau tidak, tetapi yang pasti nantinya akan terlihat juga siapa saja yang memiliki tanda ini karena hanya yang punya tanda inilah yang dapat membeli atau menjual di akhir zaman nanti. Jadi bisa disimpulkan bahwa antikristus merupakan “penguasa ekonomi” dunia di akhir zaman. Hanya yang memiliki tandanya (666) yang akan bisa melakukan transaksi ekonomi. Sebenarnya dunia saat ini sudah mengarah ke sana, saat ini dunia sudah begitu “materialistik”, semua yang menguntungkan secara ekonomi pasti akan menarik banyak massa, contoh: buy 1 get 1 free, midnite sale, grand sale, credit card dll. Saya tidak mengatakan bahwa contoh di atas adalah sistem antikristus dan kemudian menyarankan Anda untuk tidak usah mengikutinya, tetapi yang saya mau katakan bahwa di zaman ini mengejar keuntungan kapital/ uang sudah menjadi budaya semua umat manusia.

Jadi jika kita membicarakan tentang kharagma atau “tanda” antikristus di akhir zaman nanti, maka kita akan bicara tentang sesuatu yang sangat vital, menentukan hidup atau matinya seseorang. Alkitab dengan jelas mengatakan bahwa yang tidak memiliki tanda antikristus tidak akan bisa bertransaksi ekonomi secara normal. Hanya yang memiliki tanda antikristus lah yang akan bisa bertransaksi ekonomi. Hal ini berarti yang bisa mempertahankan kelangsungan hidupnya hanyalah orang-orang yang memiliki tanda antikristus itu.

Tanda 666 Di Dahi dan Tangan Kanan

Ketika bicara soal antikristus, maka hal yang paling mendasar yang harus dipahami adalah ia mau menjadi seperti ALLAH karena itu ia akan meniru ALLAH baik dalam strategi maupun perbuatan:

Para pengikut antikristus akan diberi tanda antikristus pada tangan kanannya atau pada dahinya. Kalimat ini jelas meniru perintah ALLAH atas Israel “Hal itu bagimu harus menjadi tanda pada tanganmu dan menjadi peringatan di dahimu, supaya hukum TUHAN ada di bibirmu…” (Kel 13:9). Tanda di tangan dan peringatan di dahi ini bicara tentang orang Israel harus mengingat TUHAN (ay 8) dan memegang ketetapan TUHAN (ay 10).

“Hal itu harus menjadi tanda pada tanganmu dan menjadi lambang di dahimu, sebab dengan kekuatan tangan-Nya TUHAN membawa kita keluar dari Mesir” (Kel 13:16). Sekali lagi di ayat ini TUHAN memerintahkan agar Israel mengingat dengan sungguh pertolongan kekuatan tangan TUHAN ketika mereka keluar dari perbudakan Mesir. Dan itu harus mereka ingat seperti sebuah tanda di tangan (yang tidak bisa hilang dan selalu terlihat) dan lambang di dahi (yang selalu terlihat dan selalu diingat).

Dua ayat ini kemudian dipertajam: “Haruslah juga engkau mengikatkannya sebagai tanda pada tanganmu dan haruslah menjadi lambang di dahimu…” (Ul 6:8) dan “Tetapi kamu harus menaruh perkataanku ini dalam hatimu dan dalam jiwamu; kamu harus mengikatkannya sebagai tanda pada tanganmu dan haruslah menjadi lambang di dahimu” (Ul 11:18). Kata “diikat” di kedua ayat ini kemudian ditafsirkan secara literal oleh orang Israel, dimulai di masa Bait ALLAH kedua, setelah Isarel kembali dari pembuangan di Babel yakni dengan cara memasukkan beberapa ayat firman TUHAN ke dalam tefilin yang dikenakan orang Israel di dahi dan dililitkan di tangan mereka hingga sekarang jika hendak berdoa. Tetapi yang dikerjakan mereka ini (dengan mengikat ayat firman TUHAN di tangan dan dahi) jelas bukan yang dikehendaki TUHAN karena TUHAN YESUS dengan keras mengkritik cara mereka ini. Menurut TUHAN mereka melakukan ini hanya untuk dilihat dan dipuji oleh orang lain sebagai orang yang beragama/ soleh (Mat 23:5).

Salah satu ayat yang biasanya dimasukkan di tefilin adalah Ulangan 6:4-5, “Dengarlah, hai orang Israel: TUHAN itu Allah kita, TUHAN itu esa. Kasihilah TUHAN, Allahmu, dengan segenap jiwamu dan dengan segenap kekuatanmu.” Jadi jika dihubungkan dengan ayat ini, ketika TUHAN memerintahkan Israel menaruh “lambang di dahi”, itu berarti agar Israel mengasihi TUHAN dengan segenap hati dan jiwa. Sedangkan “tanda di taruh di tangan” itu berarti agar Israel juga mengasihi TUHAN dengan segenap kekuatan mereka. Itulah makna terdalam dan sebenarnya yang TUHAN inginkan dan bukannya sekedar memakai atau mengikat tefilin yang berisi firman TUHAN di dahi dan tangan mereka. Israel memahami Kebenaran itu hanya sebatas literal dan memaknainya juga sebatas dengan simbol saja, padahal TUHAN inginkan lebih dalam dari pada sekedar itu semua.

Dalam Perjanjian Baru khususnya di dalam Efesus 1:13 dan 4:30 dijelaskan bahwa orang percaya adalah orang-orang yang sudah dimateraikan dengan Roh Kudus, “maka kamu sudah dimateraikan dengan Roh Kudus yang dijanjikan itu.” Orang yang memiliki materai Roh Kudus atau sudah dimateraikan dengan Roh Kudus adalah milik KRISTUS (Rm 8:9b). Dalam Wahyu 7:1-8 dicatat sebuah nubuat tentang suatu peristiwa dimana sebagian dari orang-orang Israel di akhir zaman nanti akan dimateraikan oleh malaikat TUHAN dengan materai ALLAH. Berdasarkan hal ini maka seseorang yang dimiliki KRISTUS pasti sudah memiliki materai-Nya atau dalam bahasa yang lain seseorang yang mau menjadi milik KRISTUS maka orang ini harus dimateraikan oleh Roh Kudus terlebih dahulu. Jadi di dalam diri seorang Kristen sejati: pikiran, hati dan hidupnya benar-benar sudah dipersembahkan kepada TUHAN dan dirinya sudah dikuasai penuh oleh Roh Kudus. Orang yang seperti inilah yang benar-benar dimiliki oleh TUHAN.

Yang harus kita pahami bersama, Satan bukanlah oknum yang bodoh, ia selalu berusaha untuk meniru ALLAH, membuat imitasi dari strategi dan perbuatan seperti yang ALLAH kerjakan. Kenapa Satan lakukan seperti itu? Karena cara-cara ALLAH adalah yang paling baik dan sempurna. Dan tujuan Satan atas manusia adalah memiliki mereka secara penuh, oleh karena itu ia juga berusaha memateraikan manusia dengan materainya, dengan tandanya. Kalau TUHAN menyuruh Israel membuat tanda di dahi dan tangan mereka dengan tujuan agar Israel mengingat TUHAN dengan segenap jiwa dan memegang perintah-NYA dengan segenap kekuatan, pastilah Satan tidak akan memateraikan manusia hanya dengan menggunakan sekedar chip/ barcode yang ditanam di dahi dan tangan. Sebab Satan tentu tahu bahwa TUHAN YESUS mengkritik keras ketika Israel menerjemahkan tanda di dahi dan tangan itu dengan tefilin yang berisi firman TUHAN yang diikatkan ke tangan dan dahi mereka. Chip/ barcode yang ditanamkan di dahi dan tangan itu sangat duniawi seperti layaknya tefilin tadi. Materai ALLAH itu bicara tentang hal spiritual, keterikatan terhadap Roh Kudus, oleh karena itu saya sangat yakin tanda si antikristus itu juga bicara tentang hal spiritual, keterikatan terhadap roh Satan atau roh antikristus. Jadi chip/ barcode yang ditanam dalam tubuh manusia menurut saya tidak memiliki arti yang dalam dan bahkan terdengar sangat dangkal. Sebab kalau TUHAN memateraikan orang percaya dengan Roh Kudus, maka Satan tentu tidak akan memateraikan manusia hanya dengan sekedar chip/ barcode tadi, pasti ia akan memateraikan para pengikutnya dengan roh’nya/ roh Satan (bicara spiritual). Jadi bicara tentang tanda di dahi dan tangan kanan ini adalah bicara tentang ikatan/ cengkraman roh Satan di dalam diri manusia.

Jika yang mengikat dan mencengkram seseorang adalah Roh Kudus, maka orang yang dimateraikan dengan tanda ini akan bisa berubah menjadi seperti yang ALLAH kehendaki, hidupnya menuju kepada rencana-Nya yang indah itu. Ia akan sanggup bertumbuh sampai menjadi sempurna seperti KRISTUS. Sedangkan jika yang mengikat dan mencengkram seseorang adalah roh Satan, maka orang yang dimateraikan dengan tanda ini pun akan berubah semakin jahat dan keji seperti bapanya, yakni Satan. Dan yang harus diperhatikan dengan sungguh bahwa menjadi seperti Satan tidak akan bisa terjadi dan dilakukan hanya dengan menanamkan chip/ barcode di dalam tubuh, tetapi diperlukan materai yang hidup, yakni pemateraian roh jahat yang sanggup merusak manusia sehingga menjadikan manusia semakin tidak segambar dan serupa lagi seperti ALLAH.

Jadi berdasarkan pemahaman di atas, penafsiran dan pengajaran yang berkembang dalam kekristenan bahwa tanda 666 di dahi dan tangan kanan adalah berupa penanaman semacam chip/ barcode dalam tubuh adalah strategi Satan untuk mengecoh orang-orang percaya. Membuat orang percaya hanya fokus sama chip/ barcode itu (dan ini sudah terjadi). Dengan orang percaya fokus kepada yang “salah” maka ketika Satan menjalankan strategi aslinya, semua orang Kristen justru mengabaikannya dan bahkan tidak menyadarinya. Tolong jawab pertanyaan ini: “Apakah Satan begitu bodohnya dengan “memaksakan” terus menggunakan chip/ barcode untuk menyesatkan orang-orang Kristen?” Harus diingat bahwa penafsiran tanda 666 di tangan dan dahi adalah sebuah chip yang ditanam di dahi atau tangan seseorang sudah berkembang sejak tahun 1970’an, artinya sudah hampir ½ abad dunia ke-Kristenan mengetahuinya. Dalam peperangan jika strategi sudah bocor dan diketahui oleh musuh, maka kira-kira masih layakkah strategi itu untuk diteruskan? Cobalah direnungkan… Segitu bodohkan musuh kita yang namanya Satan itu?

Pemahaman Baru Tentang Tanda 666

Materai atau tanda antikristus yang ditaruh di tangan dan dahi dari para pengikutnya ini menurut Wahyu 13:18 adalah merupakan nama/ bilangan antikristus yakni 666. Kita sudah membahas panjang dan lebar di atas bahwa bicara tentang 666 bukanlah sekedar bicara tentang hitungan bilangan nama dari si antikristus. Jika kita berusaha untuk menghitungnya, maka pasti akan sia-sia. Sejarah sudah membuktikan bahwa setiap usaha menebak siapa antikristus dengan menghitung-hitung jumlah bilangan namanya pasti salah. Contoh terakhir ketika Barrack Obama menjadi presiden, hampir semua “nabi-nabi” (palsu) di Amerika bahkan dunia menyatakan bahwa ia adalah sosok antikristus di akhir zaman ini karena ada teori jumlah bilangan namanya adalah 666. Namun pada kenyataannya sampai menjelang akhir pemerintahan keduanya tanda-tanda ia antikristus sama sekali tidak terlihat.

Di dalam Alkitab tercatat dua kali penggunaan angka 666 bisa ditemukan, selain merupakan angka “penekanan manusia yang tidak sempurna” (dalam Why 13:18), ternyata juga bisa kita tafsirkan sebagai lambang dari “mamon”. “Adapun emas yang dibawa kepada Salomo dalam satu tahun ialah seberat enam ratus enam puluh enam (666) talenta” (I Raja 10:14). Perhatikan bahwa angka 666 di ayat ini bicara tentang emas (mamon di zaman Salomo), 666 talenta emas/ mamon inilah pintu masuk Satan menghancurkan kehidupan Salomo. Salomo yang memulai pemerintahan dengan meminta hikmat dari TUHAN justru nyaris menghancurkan kerajaannya sendiri akibat keterikatan dengan mamon itu. TUHAN sudah berfirman secara khusus terhadap yang menjadi raja (di Israel), “Juga janganlah ia mempunyai banyak isteri, supaya hatinya jangan menyimpang; emas dan perak pun janganlah ia kumpulkan terlalu banyak” (Ul 17:17). Semua tadi merupakan perintah TUHAN untuk dikerjakan bagi seorang raja. Tetapi karena Salomo sudah terikat dengan roh mamon itu, maka Salomo terus dan terus mengumpulkan emas, perak dan bahkan perempuan-perempuan untuk diperisterinya (I Raja 10:25, 27; 11:3). Alkitab mengatakan dengan jelas bahwa semua keterikatan dengan roh mamon itu membuat Salomo semakin menjauh dari TUHAN, hatinya tidak lagi berpaut kepada TUHAN dan tidak sepenuh hati lagi mengikuti TUHAN (I Raja 11:3-6). Dan semua itu menyebabkan murka TUHAN turun kepada Salomo (ay 9). Berdasarkan kisah Salomo di atas, maka angka 666 merupakan simbol dari keterikatan terhadap roh mamon.

Dalam I Timotius 6:9-10 dikatakan bahwa, “Tetapi mereka yang ingin kaya terjatuh ke dalam pencobaan, ke dalam jerat dan ke dalam berbagai-bagai nafsu yang hampa dan yang mencelakakan, yang menenggelamkan manusia ke dalam keruntuhan dan kebinasaan. Karena akar segala kejahatan ialah cinta uang. Sebab oleh memburu uanglah beberapa orang telah menyimpang dari iman….” Orang yang tujuan hidupnya semata hanya ingin kaya pasti akan menyimpang dari imannya sehingga membawanya kepada keruntuhan dan kebinasaan yang mencelakakan. Matius 6:21, 24, “Karena di mana hartamu berada, di situ hatimu berada … Tak seorang pun dapat mengabdi kepada dua tuan. Karena jika demikian, ia akan membenci yang seorang dan mengasihi yang lain, atau ia akan setia kepada yang seorang dan tidak mengindahkan yang lain. Kamu tidak dapat mengabdi kepada Allah dan kepada Mamon”. Menurut TUHAN YESUS pilihannya sangat jelas: mengabdi kepada TUHAN atau mamon, tidak bisa dua-duanya sekaligus.

Orang yang cinta uang akan memberi tempat pada roh mamon, inilah sebenarnya tanda si antikristus itu (666). Orang yang punya roh mamon (cinta uang) secara otomatis akan mudah bertransaksi ekonomi karena memang ia memiliki uang yang banyak. Itu kenapa Why 13:16 berkata, “ … tidak seorang pun yang dapat membeli atau menjual selain dari pada mereka yang memakai tanda itu… “ Seseorang yang sudah terikat dengan roh mamon, maka sepanjang hidupnya hanya diisi pikiran untuk bagaimana mencari uang (tanda di dahi) dan tangannya digunakan hanya untuk mendapatkan uang (tanda di tangan). Sedangkan seseorang yang pikiran dan tangannya dikuasai/ dimateraikan Roh Kudus, maka ia tidak akan mencintai uang dan tidak akan terlalu bernafsu mencari uang dan mengejar kekayaan. Ia akan lebih mengejar perkara-perkara di atas (Kol 3:2), mencari Kerajaan ALLAH dan kebenaran-Nya (Mat 6:33), dan belajar mencukupkan diri asal ada makanan dan pakaian (II Tim 1:8).

Bila zaman antikristus (masa kesusahan) datang, jika kita tidak memiliki uang yang banyak, maka kita tidak bisa bertransaksi ekonomi secara normal. Itulah makna sejati dari Why 13:16-17, orang-orang di akhir zaman akan sangat mencintai uang, mereka dikuasai roh mamon/ roh antikristus. Karena mereka memang fokus dalam mengejar mamon atau hidupnya dihabiskan semata hanya untuk mengejar uang dan uang, maka dengan banyaknya uang ini mereka akan terus bisa bertransaksi ekonomi di zaman antikristus itu. Ingat lah bahwa zaman antikristus nanti adalah zaman yang sukar dan karena begitu sukarnya, maka akan banyak orang menjual imannya kepada antikristus. Sang antikristus yang menjadi penguasa dunia, khususnya menguasai ekonomi dunia, akan mengikat orang-orang demikian dengan tawaran kekayaan atau uang jika mereka mau mengikuti dan melayaninya.  Di akhir zaman jika ada manusia tidak mengikatkan dirinya dengan roh mamon itu, maka orang itu akan sulit mempertahankan hidupnya. Akan tergenapi firman TUHAN yang mengatakan, “Ketahuilah bahwa pada hari-hari terakhir akan datang masa yang sukar. Manusia akan mencintai dirinya sendiri dan menjadi hamba uang …” (II Tim 3:1-2). Manusia akhir zaman akan menjadi hamba uang, terikat dengan roh mamon, roh yang ditawarkan Satan dan antikristus, tanda 666 itu.

Ketika sudah cinta kepada uang, maka sadar tidak sadar ia sudah mengabdi kepada mamon. Dan nanti ketika antikristus datang dengan segenap kekuatan dan kekuasaannya, dengan tawaran mamon yang menggiurkan, maka akan dengan mudahnya mereka ini menyembah antikristus. Hal ini terjadi karena pikiran dan hati mereka sudah sangat pragmatis dan materialistik, pikiran dan tangan mereka memang sudah memakai tanda 666 (roh mamon) itu. Roh orang-orang materialistik ini sama persis dengan roh mamon yang ditawarkan antikristus nanti, sangat cocok dan identik.

Ingatlah perkataan TUHAN YESUS bahwa kita tidak bisa mengabdi kepada TUHAN di satu sisi dan juga mengabdi pada mamon di sisi yang lain.

Advertisements

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s